Jumat, 01 Maret 2013

MEYAKINKAN ORAN TUA

Tanya : "Meyakinkan Orang Tua"

Dear Pak Mirza

Saya sering ditanya orang tua kemana tujuan hidup saya setelah lulus kuliah dan saya jawab mau jadi pengusaha. Tapi sepertinya mereka kurang suka atau tidak yakin dengan kemampuan saya jadi pengusaha. Bagaimana cara meyakinkan mereka ya?

Kristy-Jakarta

Jawab:

Dear Kristy, Anda adalah anak muda luar biasa sudah punya keinginan kuat untuk jadi pengusaha mandiri. Saya punya gambaran kuat mungkin orang tua Anda saat ini bukan berprofesi sebagai pengusaha. Jika betul maka jangan khawatir, itu hal biasa saja. Orang tua sendiri saja belum tentu berani jadi pengusaha, apalagi membayangkan anak perempuan tercintanya jadi pengusaha tentu pantas jika agak khawatir. Mungkin orang tua lebih takut bagaimana jika usaha Anda gagal dan bagaimana membiayai kebutuhan hidup dan masa depan. Itu biasa sebagai orang tua. Tugas mereka memang khawatir pada masa depan anaknya. Itu artinya orang tua Anda sangat sayang pada Anda. Anda harus menghormati pandangannya dan sebagai anak Anda wajib mendengarkan perkataan orang tua.
Tapi anak juga punya hak untuk bercita cita sendiri dan harus mendapat restu dari orang tua jika ingin berhasil dalam langkah hidup dan pilihan usahanya. Akan lebih lega rasanya jika usaha Anda direstui orang tua atau bahkan disupport oleh orang tua.

Hal yang perlu dilakukan pertama oleh Anda adalah meyakinkan orang tua kalau Anda mampu dan punya passion kuat untuk jadi pengusaha. Orang tua perlu contoh "pengusaha muda" yang sudah kelihatan menuju sukses usaha mandiri. Misalnya kalau Anda punya kakak kampus atau beberapa kawan yang masih cukup muda tapi cukup sukses usaha mandiri untuk datang ke rumah bertamu dan berbincang dengan orang tua. Dari kawan Anda tadi pasti orang tua akan dapat gambaran bagaimana kemungkinan anak muda bisa sukses dalam usaha mandirinya. Bahwa anak muda berprofesi pengusaha mungkin saja bisa sukses dan punya masa depan bagus. Di Televisi juga saat ini banyak program program yang menceritakan kisah sukses pengusaha muda. Ajak orang tua untuk menonton bersama dan minta pendapatnya.

Untuk meyakinkan orang tua bahwa Anda punya passion kuat untuk jadi pengusaha mandiri, maka Anda juga harus bisa menunjukan kegigihan Anda dalam merintis usaha mandiri. Misalnya hal yang paling dasar adalah belajar berdagang. Berdagang baju atau assesories bersama beberapa teman di saat weekend di lokasi bazaar. Membeli dan menjual kembali coklat hias ke kawan kawan kampus. Membuat, menawarkan dan mengirim pesanan parcel saat lebaran atau Natal. Kalau punya hobby fotography bisa menjual jasa foto dan mendapat upah fee dari kegiatan foto. Hal hal pekerjaan usaha mandiri yang terlihat oleh orang tua Anda secara intensif dan jangka panjang yang akan membuat mereka berpikir bahwa Anda memang betul betul punya minat dan passion kuat dalam merintis usaha mandiri walaupun sifatnya adalah usaha sampingan mengisi waktu luang kuliah. 

Apalagi jika ada salah satu usaha sampingan Anda ternyata terbukti juga cukup menghasilkan omzet lumayan. Berarti orang tua Anda melihat Anda punya bakat khusus untuk usaha tertentu dan kalau diseriuskan pasti akan lebih menghasilkan. Bahkan mungkin setelah Anda selesai lulus kuliah maka orang tua akan menawarkan bantuan modal untuk Anda fokus membesarkan usaha sesuai bakat dan minat ini.

Saya rasa jika langkah langkah diatas bisa coba Anda lakukan, sedikitnya bisa pelan pelan menghilangkan kekhawatiran orang tua Anda untuk minat berwira usaha dan merasa mulai merasa yakin akan niat Anda untuk serius berwira usaha selepas Anda lulus kuliah nanti. Jika punya niat baik jangan mundur dan buktikan Anda mampu. Jika Anda pikir bisa, maka PASTI BISA! SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Jumat, 01 Februari 2013

TUGAS AKHIR TENTANG FRANCHISE

Tanya : "Tugas Akhir tentang Francise"

Selamat siang Pak Mirza, untuk keperluan tugas akhir dan analisis mengenai franchise saya ingin konsultasi dan menanyakan beberapa hal mengenai franchise, mohon informasinya:
1. bagaimana cara perhitungan menentukan franchise fee untuk memulai jadi franchisor?
2. bagaimana definisi Action Plan dalam kajian franchise?
3. apa saja yang harus dipersiapkan (item action plan) untuk memulai menjadi franchisor?berapa lama waktu untuk menyiapkanya?
4. apa saja yang kita tawarkan untuk menarik minat calon franchisee?
5. berapa lama menyiapkan konsep franchise?
6. berapa lama waktu evaluasi/perbaikan internal manajemen?
7. berapa lama waktu membuat HAKI (paten,hak cipta, merek)
8. barapa lama waktu membuat badan usaha?
9. berapa lama waktu menyeleksi calon franchisee?
10. berapa lama start business dengan franchisee (dari deal sampai mulai beroprasi)?
Jawaban dari anda sangat membantu untuk lanjutan penelitian saya dan juga menambah pengetahuan seputar franchise, mohon kesediaanya untuk memberikan informasi seputar yang ditanyakan..terimakasih..

Rhiyou Hitachi

Jawab:

Nama Anda unik seperti orang Jepang atau mungkin memang ada keturunan Jepang? Anda belum perkenalkan diri dari universitas apa? Sebetulnya hal hal umum ini bisa dicari jawabannya di banyak sekali buku buku mengenai franchise dan waralaba. Anda harus banyak baca buku dengan thema waralaba untuk menyusun tugas akhir dan menyerap intinya sendiri dari sudut pandang dan kebutuhan Anda. Hal mengenai franchise dan waralaba bukan hal baru lagi saat ini. Di website saya juga ada beberapa poin yang sudah dibahas. Membaca dari banyak sumber dan mencatat hal hal penting yang dibutuhkan dalam satu buku sebelum diedit menjadi "kompilasi".. Begitu cara awal mencari data untuk menyusun tugas akhir. Saya lebih tertarik untuk membahas masalah kasus bisnis
.. 
Tapi OKlah, untuk semua pertanyaan ini saya akan jawab secara umum saja. Kalau poin per poin nanti seperti saya yang buatkan tugas akhir Anda., dan itu tidak akan membuat Anda jadi lebih baik. 

Sebelum Anda membuat perusahaan Franchisor ( yang memiliki merk dagang franchise dan menjual franchise ), harus pastikan bahwa team Anda memiliki "track record" penguasaan skill dan pengalaman di bidang yang akan ditekuni. Jangankan bisnis untuk usaha sendiri, ini Anda melakukan bisnis yang juga akan ditawarkan kepada investor lain dengan Anda berposisi sebagai "mentor".. Jadi kalau team Anda sendiri tidak expert di bidang bisnis ini lebih baik jangan coba coba menjadi franchisor. 
Supaya jadi expert dan teruji karena itu Anda harus punya "outlet prototype" dulu mlik sendiri yang Anda dan team kelola. Disana menjadi laboratorium untuk Anda uji semua teori bisnis operasional, marketing, taktik dan strategi untuk bersaing, service excellent, panetrasi pasar, sampai pengelolaan SDM dan membuat hubungan dengan lingkungan outlet yang kesemuanya Anda saling hubungkan dan buat system. 

Franchise intinya adalah "copy paste atau duplikasi" yang kalau system ini diikuti dan dijalankan dengan baik, maka 80% outlet akan bisa berjalan sesuai apa yang diharapkan, 20% sisanya harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Kalau di franchise dikenal dengan nama "buku SOP". Maka singkatnya SOP ini bukan buku yang bisa langsung Anda buat tanpa dasar, tapi buku sakti standard petunjuk operasional outlet yang dibuat berdasarkan "pengalaman actual" Anda mengelola bisnis sendiri tsb. Waktunya tergantung Anda dan team bisa menganggap study lapangan ini berhasil memuaskan. KPI (Key Performance Indicator) nya misalnya bisa dari omzet outlet yang meningkat dan stabil sampai di angka berapa, jumlah pelanggan loyal yang banyak sampai berapa orang per hari idealnya dan tingkat kecurangan staff dan efesiensi kerja karyawan yang optimal diukur dengan peningkatan omzet berapa % tiap bulan, juga brand outlet Anda dikenal tidak di radius 2-3 km sekitar outlet.. KPI ini bisa ditambah lagi sesuai keinginan Anda sebelum Anda dan team merasa yakin bahwa telah betul betul menguasai bisnis ini dan bisa menjadi mentor. Langkah langkah detil kronologisnya dari sejak survey lokasi , membuat gambar perencanaan outlet, renovasi, setting outlet, perekrutan pegawai dan training, simulasi operasional jangka waktu soft opening, persiapan grand opening, promo dan marketing apa saja, pokoknya semua yang team Anda lakukan dalam membuka outlet dan mengambil intisari dari seluruh kerja besar tsb Anda susun berdasarkan timeline dan buatkan "Action Plan". Kalau pihak franchisee nanti jalankan poin per poin berdasarkan schedule Action Plan itu nantinya maka flow bisnisnya akan jelas dan memiliki arah. Tidak mudah untuk membuat Action Plan yang aplikatif dan itu bukan waktu yang sebentar, makanya peraturan waralaba menyarankan minimal 2 tahun Anda sudah mengoperasionalkan outlet pertama Anda dan harus sudah berhasil. Outlet pertama Anda ini juga akan menjadi cikal bakal kantor pusat franchise Anda karena team yang Anda bina sudah paling paham mengenai semua standarisasi yang dibutuhkan untuk memulai bisnis franchise bidang ini. Karena itu badan usaha untuk menjalankan outlet prototype ini bisa berbentuk CV atau PT jika Anda punya niat memfranchisekannya nanti. Harus badan usaha resmi terdaftar karena Anda akan melakukan bisnis dengan pihak lain yang harus tercatat secara legal. 

Jika sudah yakin akan memfranchisekan maka daftarkan merk dan logo Anda kepada biro "patent merk". Sebetulnya apa dari awal akan didaftarakan merknya juga sudah bisa. Tapi dalam bisnis kadang semua hal yang perlu harus dilakukan, termasuk jika ada kegagalan yang dipertimbangkan disebabkan kesalahan memberi nama usaha atau merk/brand, maka masih ada kesempatan untuk Anda ganti merk yang lebih tepat. Tapi kalau sudah dipatentkan, maka akan lebih sayang melepas merknya. Merk dan logo Anda akan dicek dulu apakah memang betul betul clear and free untuk dipakai, tidak memiliki kesamaan penyebutan dengan brand lain, dll. Waktunya bisa 3 minggu atau bahkan lebih. 

Lalu buat "konsep penawaran franchise" untuk dipublish kepada umum agar menarik calon calon franchisee. Terutama yang ditanya oleh calon franchisee adalah berapa range investasinya dan berapa lama balik modal (BEP). Dua poin itu adalah awal dan akhir yang paling dipentingkan dalam bisnis. Perlu dibuat "Financial Model" yang menggambarkan angka angka nominal uang dalam bisnis dalam 1 outlet mulai dari investasi sampai mendapatkan profit.  Diantara investasi awal dan BEP ada banyak kerja dan tugas produktif dan kondusif yang disarankan dan dibimbing franchisor agar investasi yang dikeluarkan franchisee bisa BEP. Termasuk dalam investasi adalah "Franchise Fee", yaitu semacam uang pengikat kerjasama antara franchisor dan franchisee. Dengan ditransaksikannya Franchise Fee, maka franchisor dan franchisee diikat dalam satu komitmen franchise dalam jangka waktu tertentu, misalnya 3-5 tahun. Besarnya franchise fee ini bisa diukur dari harga pasar franchise fee bisnis sejenis. Kalau franchise gerai kopi coba survey diantara franchise gerai kopi lainnya, kalau mau franchise karaoke keluarga silakan survey diantara franchise karaoke keluarga, dst. Perlu juga dibreakdown franchise fee ini terdiri dari apa saja, misalnya system software kasir, seragam dan bahan bahan cetakan brochure dan spanduk, bahan baku pertama untuk start up bisnis, fee pelatihan training dan pendampingan selama 2 minggu dsb sesuai bidang bisnis Anda. Ada juga yang menetapkan " management monthly fee" berdasarkan prosentase dari gross omzet sebagai jasa bimbingan kantor pusat kepada outlet. Tapi ada juga monthly fee ini yang dikompensasikan dengan kewajiban membeli bahan baku dari kantor pusat. Tergantung bagaimana bisns Anda.

Cara paling mudah untuk memasarkan franchise adalah dengan membuktikan kalau outlet pertama dan outlet outlet pendahulu yang Anda kelola sangat berhasil. Usaha sangat mudah dipasarkan secara franchise jika sudah ada pembuktian riil. Bahkan keberhasilan usaha Anda menarik diulas oleh majalah bisnis atau usaha sehingga pantas dijadikan berita kolom liputan atau hot busniness prospect. Itu akan menjadi promo yang luar biasa. Semua orang ingin punya bisnis yang sukses. 

Untuk lebih efektif dan mudahnya, Anda bisa ajak calon franchisee kunjungan ke outlet Anda untuk lihat lihat dan mengamati langsung situasinya. Kalau perlu silakan calon franchisee wawancara langsung dengan manager dan para karyawan untuk lebih mendapatkan informasi akurat. Melihat langsung bukti lebih efektif dibanding hanya memasarkan. 

Secara media bisa pasang iklan penawaran franchise di koran dan majalah pada segmen pasar pembaca yang sesuai nilai investasi. Iklan di majalah khusus info franchise atau ikut pameran pameran franchise di kota kota lokal atau terpusat di jakarta atau kota kota besar lainnya dimana banyak calon franchisee mencari opportunity business.  

Tapi hati hati juga dalam memilih dan menyaring calon franchisee. Intinya adalah kalaupun franchisee sudah membeli investasi franchise Anda, bukan berarti franchisee jadi pasif dan tidak ikut turun langsung mengelola bisnisnya. Pengusaha tetap pengusaha, artinya tetap bekerja mengelola bisnisnya. Hanya saja di bisnis franchise arah dan cara kerjanya dibimbing oleh franchisor agar tingkat keberhasilannya lebih tinggi daripada pakai brand dan usaha sendiri. Jika Anda mendapatkan calon franchisee yang tidak sepaham dengan konsep bisnis ini, maka lebih baik tidak usah deal daripada nanti disalahkan oleh franchiseenya karena outletnya tidak berhasil. Juga jika lokasi yang diajukan oleh calon franchisee tidak kondusif, kurang tepat dan tidak prospek tapi mereka tetap memaksakan lokasinya, maka pertimbangkan juga untuk tidak menerima franchisee type seperti itu. Franchisor dan franchisee harus bisa kerjasama untuk satu tujuan baik. 

Sementara kiranya cukup informasi yang bisa saya sharing kepada Anda dan jangan lupa tambah informasi mengenai franchise dari buku buku yang banyak dijual maupun di perpustakaan dan tentu saja atas petunjuk dari dosen pembimbing tugas akhir Anda. Segera selesaikan semoga lulus dengan nilai yang baik.

SEMANGAT SUKSES(Mirza A. Muthi)

Obing Mitra-Konsultan Usaha
CEO Founder
www.obingmitra.com

Selasa, 01 Januari 2013

PRODUCT SAMPLING

Tanya : "Product Sampling"

pak saya ingin tanya.. apakah produk sample itu termasuk produk promosi? kalau iya, saya minta tolong dong pak untuk memberikan teori mengenai produk sampling dan apakah produk sampling itu berkaitan dengan brand image? terima kasih. saya mohon jawabannya segera.

Lala S.

Jawab:

Produk sample (Pruduct Sampling) memang termasuk salah satu sarana promosi. Ini biasanya digunakan perusahaan yang ingin produknya dikenal dan dirasakan langsung oleh target pasarnya. Prinsip dasarnya seperti Test Drive pada otomotif. Bedanya adalah kalau Product sampling, contoh produknya diberikan secara Cuma-Cuma alias gratis. Yang sering melakukan promosi dengan cara ini biasanya adalah perusahaan rokok, makanan & minuman serta kebutuhan rumah tangga sehari-hari seperti sabun, shampoo, pasta gigi & parfum.

Yang harus diperhatikan kalau kita ingin berpromosi dengan cara ini adalah Harus memberikan contoh pruduk yang kualitas, rasa, warna & bentuk yang sama dengan produk aslinya. Jangan sesekali menggunakan produk yang memang Reject atau sisa produksi. Karena Product sampling adalah representasi dari produk sebenarnya yang kita jual. Biasanya yang membedakan produk asli dengan sampling adalah dari volume/ukurannya yang lebih kecil/sedikit. 

Karena product sampling ini merupakan representasi dari produk suatu perusahaan, maka sangat berkaitan erat dengan Brand Image perusahaan. Oleh sebab itu berhati-hatilah dalam memberikan Product sampling kepada target market kita. Jangan sampai produk yang kita berikan secara gratis kepada konsumen ternyata salah dalam target segmennya. Akibatnya sample produk kita malah terbuang percuma karena sampai di tangan konsumen ternyata tidak pernah dicoba sama sekali. 

Tujuan utama dari Product Sampling adalah konsumen dapat mencoba & merasakan langsung produk yang sedang kita promosikan, sehingga konsumen dapat merasakan sensasi lain yang membedakan produk kita dengan produk lainnya. Selain itu metode ini juga digunakan untuk memperkenalkan suatu inovasi produk yang sebelumnya belum pernah ada sama sekali, agar konsumen tidak ragu-ragu untuk menggunakannya. 

Tentunya konsumen tidak ingin “membeli kucing dalam karung” bukan…??? Naaahh… product sampling ini adalah jalan keluar untuk menembus konsumen yang sangat berhati-hari dalam membeli produk. 

Demikian semoga berkenan


Semangat Sukses
Purwanto

Sumber : http://purwanto89.blogspot.com

Sabtu, 01 September 2012

KUMPULIN DUIT BUAT BUKA USAHA ATAU NGUMPULIN DUIT BUAT DP RUMAH DULU?

Tanya :Pak mau tanya,.mending kumpulin duit buat buka usaha,,atau ngmpulin duit buat dp rumah dulu,,lagi bngung nih. Nah,,maslhnya skr saya mau keluar dri jalur aman kerjaan kantor,saya mau keluar krja n buka usaha,,sy byk pny ide usha,tinggal dijalanin,,nikah nanti dlu
Apa mungkin usaha brwl dari tmpt kost,,stlh usha stabil baru mulai cicil rumah?

Bangkit,grogol
Via message twitter@obingmitra

Jawab :

Bangkit yang semangat
Saat ini Bangkit masih kerja dan dapat gaji bulanan. Itu sudah zona aman selama gaji yang dirasakan cukup. Yang menarik saat ini Bangkit sedang banyak tujuan dalam hidup, bayar Dp rumah milik sendiri, punya usaha sendiri karena merasa banyak ide usaha dan terakhir menikah.. Keinginan untuk membuka usaha sendiri juga sudah mantap. Keyakinan diri juga sudah ada karena merasa punya banyak ide usaha. Luar biasa untuk Bangkit yang masih berstatus karyawan. Ini tinggal masalah prioritas dan pertimbangannya.

Saya tidak menyarankan untuk keluar begitu saja dari pekerjaan sekarang. Kadang sering ada penyesalan timbul dalam diri seseorang bila usaha mandiri yang dirintisnya tidak berhasil sementara kebutuhan hidup tidak bisa menunda. Untuk pindah dari karyawan ke pengusaha mandiri perlu persiapan awal.

Misalnya Anda hrs siapkan dana talangan hidup untuk minimal 3 bulan hidup mandiri, tentunya dikumpulkan dari sisihan gaji yang selama ini diterima. Lalu Anda jg harus pastikan apa usaha yang paling tepat untuk dijadikan peluang. Tepat itu artinya yang paling Anda kuasai secara skill, jaringan lingkup usaha dan siapa yang bisa support usaha pilihan Anda dalam hal nasihat, saran, bimbingan nyata dan mungkin saja dana. Jika semua persiapan ini dirangkum dan diyakini sudah mantap untuk pondasi pindah dari karyawan menjadi pengusaha, maka selanjutnya timing yang tepat.

Timing yang tepat ini coba minta pertimbangan kepada orang tua, saudara terdekat. Jika suami wajib minta restu dari istri. Pindah profesi ini adalah keputusan besar dalam hidup, karena itu semua anggota keluarga inti harus tahu dan lebih baik lagi bisa support. Gunanya agar secara mental Anda siap lahir bathin termasuk menghadapi lika liku memulai usaha.

Tidak ada siapapun orang yang berani menjamin sekali memasuki dunia usaha maka Anda dengan mudah dan cepat akan pasti berhasil bahkan sukses besar. Jika pasti seperti itu semua orang sudah jadi pengusaha dibanding jadi karyawan. Maka resiko kegagalan pasti selalu ada. Salah satu kegagalan orang menjadi pengusaha adalah pada saat dia mengalami kegagalan di usaha pertama, menjadi kapok dan akhirnya dia balik lagi menjadi karyawan. Salah satu paling umum sebabnya adalah karena anggota keluarga menekan Anda untuk menghindari resiko dan cari aman saja kalau masih bisa bekerja dengan orang lain. Karena tekanan orang terdekat itu cukup berat pada saat Anda sedang terpuruk, ditambah ada beban moril membiayai keluarga membuat posisi Anda terpojok. Maka hilanglah konsistensi Anda menjadi pengusaha, kembali lagi menjadi karyawan.

Jadi menurut saya untuk anak muda semangat dan punya visi wirausaha, persiapkan dulu segala sesuatunya. Jangan keluar kerja dulu dalam 1 tahun ke depan. Tetap bekerja dan sisihkan sebagian gaji untuk persiapan wirausaha mandiri. Sebelumnya pikirkan matang matang apa usaha yang paling mungkin bisa Bangkit kerjakan secara mandiri, mulai dari skala kecil dulu. Yang penting Bangkit bisa mendefinisikan nanti jasa atau produk Bangkit ini akan dijual ke siapa dan dibeli oleh siapa? Diskusikan dengan keluarga dan orang terdekat dengan demikian mereka tahu bahwa Bangkit ada keinginan menjadi wirausaha mandiri dan sedang serius mempersiapkan. Mudah mudahan mereka support dan merestui.

Secara sambilan coba untuk mulai sedikit sedikit menerima kerjaan dari client. Untuk lokasi usaha jika ini jasa dimana bangkit bisa memproduksi di tempat kost sepanjang itu diijinkan oleh pemilik kost silakan. Misalnya Bangkit kerja di jasa design atau IT yang hanya butuh laptop, maka bisa saja mengerjakan kerjaan client di kost. Tapi kalau sudah mulai masuk ke tahap produksi atau penjualan langsung, mungkin Bangkit sudah tidak diijinkan menggunakan kamar kost karena peruntukannya memang bukan buat usaha. Dari client awal ini Bangkit akan mendapat respon apakah mereka happy dengan jasa/produk Bangkit atau tidak. Tentu saja Bangkit harus jadikan input tsb sebagai data untuk perbaikan terus menerus sampai client happy. Kalau usaha mulai stabil jangan lupa mental pengusaha harus siap. Artinya uang yang masuk sebagai pendapatan gunakan secara bijaksana, bukan terus dikonsumsi habis. Gunakan sebagian untuk modal produksi dan alat, promosi, sebagian boleh digunakan pribadi dan jangan lupa harus ada yang diitabung untuk jaga jaga. Kalau Bangkit jadi pengusaha, maka tidak ada lagi yang memberi gaji bulanan kepada Bangkit, semua uang harus diusahakan sendiri. Makin banyak omzet dan manajemennya betul, membeli rumah sendiri seperti cita cita Bangkit bukan sesuatu yang mustahil. Selamat berwira usaha. Kalau kamu yakin bisa,maka pasti bisa. 
SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Rabu, 01 Agustus 2012

MEMILIH PROSPEK BISNIS

Tanya : (Dikutip dari diskusi MC'ers)
Dear all,Mohon masukan,Adakah atau dimana saya bisa mendapatkan informasi ttg bisnis yang prospek saat ini?Domisili saya d Surabaya, saya sempat berpikir untuk mencoba membuka kos2an (sepertinya cukup prospek di Surabaya), kebetulan ada teman yang mau membantu mendanai, tapi saya tidak mengerti perhitungannya, apalagi kalo diawali dengan membangun tanah kosong atau merenovasi bangunan tua.Ada yang memberi masukan untuk berbisnis minimart spt Alfamart, Circle K dll, karena gak ribet, tinggal cari lokasi, penuhi ketentuan (spt jumlah keluarga yg tgl di daerah itu) trus sudah, selebihnya management yang mengatur, kita gak perlu ikut campur, kedengarannya menarik, tapi apa benar 'se-simple' itu?Atau adakah usaha lain yang juga prospek saat ini dengan modal yang tidak terlalu besar sebagai alternatif?Mohon pencerahan, terima kasih.

Salam Devy
Jawab:


Semangat sukses Devy

Sebetulnya membangun rumah kontrakan tidak harus mengerti sendiri proses pembangunannya dari tanah kosong sampai jadi rumah kontrakan. Devy bisa hubungi kontraktor (skala kecil saja) untuk tolong survey lokasi dan memberi penawaran model rumah kost dan RAB (biaya) investasi yang dibutuhkan. Tapi jika rumah kost sudah selesai, tetap Devy harus menjaga sendiri atau menunjuk orang kepercayaan untuk mengelola operasional harian rumah kost tsb. Pengelolaan mulai dari penerimaan anak kost, kebersihan, urusan cuci baju piring anak kost,sampai keamanan motor mobil anak kost. Tentu saja tunjuk siapa yang bertugas menagih uang kost jika tanggal bayar sewa sudah terlewati. Yang juga repot urusan asusila jika kamar dipakai berdua dengan pasangan belum menikah,kadang itu bisa membuat tetangga dan lingkungan jadi komplain. Harus disadari tidak ada bisnis sendiri yang betul betul "Free Maintenance".

Kita coba bahas apa apa saja yang harus dilakukan jika ingin memulai usaha mandiri. Pertama Anda harus yakin bahwa "ini saatnya!". Tujuannya agar Anda berkomitmen pada proses. Apa yang terjadi dalam proses ya memang harus dijalani. Krn tidak ada yang bisa menjamin usaha akan berhasil sukses.

Pasti butuh perencanaan,persiapan,kerja keras,jatuh bangun,waktu dan pengorbanan yang dibutuhkan agar sampai di tujuan menjadi pengusaha. Tidak akan ada di dunia ini perubahan ke arah lebih baik jika tanpa usaha dan pengorbanan.Mau naik kelas? Lulus ujian dulu, juga kalau kita mau punya usaha.

Saya lihat Devy ingin usaha yang aman dan mudah,tidak ribet menjalankan operasional harian. Mungkin Devy kurang ada waktu karena kesibukan kerja atau rutinitas lainnya. Supaya usaha yang dikerjakan bisa tetap berjalan dengan supervisi minimal dari owner, maka bisnis franchise bisa dijadikan pilihan. Ini adalah cara bagaimana usaha yang lebih cepat dan pengorbanan yg lbh ringan. Lebih cepat sukses dengan meminimalkan resiko gagal

Salah satu cara smart adalah membeli lisensi franchise. Karena berusaha pada bisnis yg sdh terbukti berhasil dan diterima pasar

1.pertama pastikan budget Anda ada di range berapa dan kira2 Anda berminat bidang bisnis apa dan cocok di daerah lokal Anda

2.sebaiknya pilih bisnis yg sesuai dengan hobby dan antusias Anda. Berusaha di bisnis yang Anda sukai biasanya akan lebih semangat menjalankannya

3.lalu pilih brand mana yang paling dipilih pasar. Top of brand penting untuk sukses lebih cepat. Tapi kadang 3 besar akan mahal franchise feenya

4.usahakan juga berkunjung ke beberapa outlet franchise 1 brand di lokasi lain,untuk crosscek situasi dan mendapat gambaran awal

5.pelajari seksama draft kontrak franchise,masa kerjasama,hak dan kewajiban masing2 pihak,dan batasan radius teritorial outlet 

6.di bisnis franchise sudah ada brand,membentuk SDM,ada training SOP,diajarkan membuat produknya,cara memasarkannya

7.asal kita sebagai franchisee ikut aturan main yg ditetapkan franchisor maka 80% kemungkinan berhasil. Karena ini bisnis copy paste

8.franchise harusnya sudah dibuktikan berhasil sukses dan tinggal diduplikat ke outlet lainnya. Kalau disana berhasil maka di Anda juga bisa berhasil

9.di bisnis franchise-pun bukan berarti Anda buka outlet lalu santai di rumah. Terutama sektor SDM Anda tetap hrs turun langsung ke outlet 

10.brand,SOP,fasilitas,kualitas produk outlet bisa sama. Tapi manusia bisa jadi beda jauh,termasuk Anda sbg pemilik. Tapi itu penting

11.kalau SDM tidak bisa menjalankan system franchise dengan baik tetap saja bisnis franchise tidak membantu untuk berhasil. Maka pastikan SDM yang tepat

12.mulai dari perekrutan karyawan,cari mereka yang betul betul tepat dan mengerti inti bisnis franchise Anda. Dapatkan manager yang berpengalaman

13.anda sbg pemilik dan orang lokal paling mengerti karakter SDM lokal,beri input penting utk kantor pusat franchise dalam perekrutan

14.Jangan lupa sebagai pemilik sebaiknya Anda ikut dlm pelatihan SDM juga agar Anda mengerti proses kerja dan hal hal penting bisnis franchise Anda

15.lalu selalu intensif kontak dengan manager in charge di kantor pusat dalam 3 bulan pertama,agar Anda mendapat informasi selengkap lengkapnya

16.antisipasi masalah sebelum ada masalah,rencanakan strategi marketing promo sebelum momentum pasar habis,atur SDM

17.pastikan bahwa kualitas produk,teamwork,kualitas SDM dan service outlet Anda tidak jauh berbeda dengan rujukan outlet terbaik

18.menjalankan outlet franchise seperti  learning by doing,sampai suatu tahap dimana sepertinya Anda sudah mengerti menjalankan bisnis seperti ini secara mandiri

19.tapi menjalankan bisnis franchise minimal harus sesuai kontrak kerja. Bila min 3 tahun masa kontrak,maka komitmen pada jangka 3 tahun

20.setelah selesai 3 tahun,selanjutnya terserah Anda, apa akan diperpanjang atau siap untuk melanjutkan kelola sendiri dengan brand sendiri

21.Inti dari bisnis franchise sebetulnya ada di brand. Jika kita menggunakan brand yang sudah dikenal dan punya value,maka itulah kekuatan

22.bisnis outlet Anda bisa langsung dikenal,langsung direspon pasar,bisa langsung dapat omzet tanpa harus edukasi pasar dan marketing promo terlalu lama

23.dibanding menggunakan brand sendiri,Anda harus meng-aware brand produk Anda dulu sebelum pasar merespon karena pasar belum kenal

24.Butuh waktu dan usaha extra pada saat start dibanding jika anda menggunakan brand franchise yg sudah terkenal.

25.Tapi jika anda belajar dengan baik selama masa kontrak franchise Anda berjalan dan Anda sudah dapat kira2 resep rahasianya maka itu lebih baik

26.berarti Anda akan siap membuka bisnis sejenis dgn formula yg lebih baik.Proses belajar Anda membawa innovasi pada produk yang sama

27.tentu jika Anda ingin melanjutkan bisnis dengan brand sendiri,secara keseluruhan harus lebih baik atau lebih segmented pada bisnis yang sama

28.intinya bisnis franchise bisa sebagai awal belajar jika ingin jadi pengusaha mandiri,setelah itu Anda tinggal kembangkan sesuai keinginan

29.tentunya keinginan Anda yaitu membuat bisnis brand Anda sendiri lebih baik daripada brand franchise tempat Anda belajar bisnis mandiri

selamat belajar bisnis mandiri dengan memulai bisnis franchise. Jangan lupa hunting dulu,banyak pilihan brand franchise yang bagus

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

  

Minggu, 01 Juli 2012

MENGHITUNG KOMISI PRESTASI UP SELLING DALAM OUTLET

Tanya : Dear Pak Mirza,
Berdasarkan sistem yang ada sekarang, bahwa service charge di outlet karaoke keluarga kami dibagikan secara flat / sama rata. Ada saran dari kami sebagai leader operational, mekanisme tersebut sedikit dirubah ( khusus waiter / waitres ). Dengan dasar dari sistem, kita vote menurut besar nominal para server tersebut melakukan transaksi atau peng orderan selama hitungan satu bulan.

Efek atau dampak positif dari perubahan tersebut :
1. Terpacunya untuk berlomba, untuk mendapatkan nominal service atau ranking 1
2. Bagi karyawan yang mendapatkan rangking terakhir, kita hitungkan dengan sistem proporsional dari pembagian budget service untuk waiter
3. Omzet perusahaan akan terjadi perubahan atau kenaikan omzet
4. Akan terlihat dan bisa dibedakan bagi karyawan yang optimis dan maksimal terhadap pekerjaannya
Dari point - point diatas, adalah salah satu rangkaian sistem yang kita buat. Kami optimis dalam perubahan yang akan ditimbulkan dari mekanisme baru tersebut.
Kami pun meminta saran dan input dari Bapak untuk kemajuan kami coba untuk mengekspresikan kemampuan dan wewenang yang kami dapat dari perusahaan, yang intinya kami pun ikut memikirkan dan akan membuat perubahan serta perkembangan untuk perusahaan tersebut.
Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Andi
Leader Operational 
Jawab:

Selamat malam Andi

Silakan saja, itu memang secara teori akan lebih adil. Hanya planning harus disiapkan dulu perangkat aplikasinya. Hal spesifik spt ini tadinya bermaksud memancing motivasi tapi kalau manajemennya salah menilai prestasi kerja, malah bisa menjadikan masalah di produktifitas. .
- atas formulir apa mencatatkan record seorang menjual 5 menu dan yang lain hanya menjual 2 menu. Maka harus disiapkan formulirnya.. Misalnya kalau yang di awal menawarkan si A, lalu 20 menit kemudian si B yg dipanggil room yang sama, bagaimana hitungnya
- apa beda perhitungannya up selling antara waiter yang dipanggil (pasif) dan waiter yang sengaja masuk ke room mencoba upselling, karena ini pasti juga akan ditanya oleh staff. Apalagi kalau waiter yang dipanggil tamu sebetulnya sementara mengganti waiter yang sebetulnya sudah menjaga room tsb dari awal, karena waiter yang menjaga di awal sedang masuk room lain
-dalam kasus penilaian prestasi ini akan ada namanya tamu langganan si waiter A, atau tamu langganan si reception B. Apalagi tamu yang sering belanja pasti sudah diklaiim oleh reception atau waiter kalau dia tamu langganannya dia. Tolong diantisipasi juga kemungkinan kasus ini..
- Yang terpenting manager juga punya kewajiban untuk meningkatkan seluruh skill staff, bukan hanya menilai dan memberi reward & punishment.
..
Perlu diketahui, sebetulnya dalam satu organisasi di outlet atau di satu dept penjualan misalnya, yang paling penting adalah SIKAP MENTAL. Bukan secara terbuka mengkompetisikan antara satu person dengan person lain. Karena hal ini biisa memicu hal hal yang "negatif" lain misalnya, timbul aroma persaingan yang negatif, mencoba memotong hak kawan lain, cari muka di depan pimpinan agar dipercaya menangani pelanggan prospek, melanggar peraturan perusahaan demi dapat mendekati pelanggan dan melakukan transaksi besar, juga sifat alami manusia yaitu menjadi sombong jika menjadi yang terbaik atau menjadi rendah diri jika jadi yang terbelakang.

Yang terpenting buat saya adalah manager operasional bisa meningkatkan seluruh potensi staffnya tanpa terkecuali. Jika hanya dinilai dari mana yang pintar up selling dan mana yang tidak, sedangkan yang kurang bisa up selling tiidak diajarkan bagaimana cara up selling yang lebih baik dan efektif, ya sama saja kurang bagus.
Sebagai manager operasional harus ada kemampuan untuk memberi pengarahan, bantuan konsultasi, training kepada seluruh karyawan. termasuk memberi contoh lapangan langsung kepada pelanggan di depan para staff.

Tahapannya adalah sebelum dilakukan "lomba kinerja" maka harus ada "pembekalan" dulu. Yaitu semacam training bagaimana meningkatkan skill dan mental sehingga kualitas pribadi setiap waiter dianggap selevel. Bagaimanapun bertanding yang fair adalah para kompetitornya dalam kondisi selevel bukan?. Walaupun ada konsultan bisa saja memberi sesekali training pemantapan materi dan motivasi kepada staff, tetapi tetap manager ops yang jadi motor dari organisasi karena setiap hari berinteraksi dengan seluruh staff..

Pembekalan bukan hanya pada sesi khusus training. Pengarahan 15 menit setiap mulai shift atau evaluasi 15 menit penutupan shift jika dilakukan oleh manager yang berbobot dan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan maka perlahan akan berdampak signifikan bagi peningkatan kinerja team. Jika seluruh staff outlet bisa mempunyai skill up selling rata rata sama dii level tinggi maka itu pencapaian bagus untuk manager ops. Dan itu juga jadi indikator buat direksi dan owner bahwa seluruh staff bisa mengikuti dan bekerjasama dengan manager ops.

Pada akhirnya omzet di outlet yang menentukan adalah kinerja teamwork, bukan kinerja perorangan. Maka jika ingin sukses, orientasikan pada pemberdayaan dan peningkatan skill serta penghargaan untuk  seluruh anggota team, bukan penilaian perorangan. Juga bagaimana skill dan kualitas managernya? Apa sudah memenuhi persyaratan sebagai manager ops yang tangguh dan berkualitas?

Jika boleh mundur lebih ke tahap awal dan ingin lebih mudah, sebenarnya di tahap perekrutan karyawan maka rekrutlah hanya person yang memenuhi requirement skill dan pengalaman minimal yang dibutuhkan, sehingga setelah diposisikan di teamwork makan terbentuk team kerja dengan masing masing personilnya memiliki standard skill yang rata rata sama. Silakan diolah untuk kasus lomba kinerja ini. Jangan lupa planning dan action  harus betul betul dipersiapkan dengan baik dan detil agar tercipta suasana kerja teamwork yang kondusif dan produktif..
SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Jumat, 01 Juni 2012

LINGKUNGAN PERGAULAN TIDAK SESUAI DENGAN SEMANGAT & CITA-CITAKU

TANYA : "LINGKUNGAN PERGAULAN TIDAK SESUAI DENGAN SEMANGAT & CITA-CITAKU."

Yth Pak Mirza

Saya mahasiswa semester 5. Mudah2an bisa segera lulus dan ingin mendapatkan kerja bagus atau buka usaha sendiri seperti anjuran bapak. Rasanya keinginan untuk jadi manusia yang bermanfaat itu tinggi sekali, tapi kadang teman teman saya seperti belum dewasa dan belum punya tujuan hidup. Masih seringnya senang senang terus dan belum kelihatan ada rencana hidup apa apa. Tapi kalau saya menjauh dari mereka takut dibilang tidak setia. Bagaimana saya menyikapi situasi ini pak, mohon sarannya
Terimakasih

AD, Jakarta  

JAWAB :

AD yang baik,
Berteman itu baik, kalau dalam bergaul bisa ambil dan menemukan sisi baiknya.  Ingat bergaul itu bukan berarti semata "bermain" ya. Bergaul itu adalah sosialisasi,memupuk jaringan positif, mengerjakan sesuatu bersama sama, bukan hanya jalan jalan atau hiburan. Bikin event kelola dan jalankan bersama itu namanya juga bergaul. Jadi anggota Himpunan Mahasiswa itu bergaul, bikin lagu dan musik dalam Band itu juga bergaul, bikin team basket berprestasi itu bergaul. Tapi tampilkan sisi baik dari bergaul, yaitu kondisi dimana ada pembelajaran positif atau pencapaian produktif disana, seperti tidak malu lagi  bicara di depan umum, bisa muncul bakat kepemimpinan kamu di depan teman teman lain, belajar mengatasi masalah bersama sama. Kalau bergaul untuk tawuran, atau clubbing terus setiap malam sampai mabuk teler, itu bukan bergaul. Tapi menjerumuskan diri dalam kesesatan.

Maka AD menjauhlah dari orang oarng yang bisa menjauhkan ambisimu, melemahkan semangatmu, mengubur potensimu, mengacaukan rencana dan persiapanmu. Karena hidup AD terlalu berharga dan singkat untuk disia siakan oleh lingkungan negatif yang ada disekitarmu.  Jika AD jatuh, mereka juga tidak akan peduli. Teman2 yang kerjanya cuma mengajak clubbing mabuk atau tawuran misalnya kalau AD ditangkap polisi dan masuk penjara maka mereka juga tidak akan membantu apa apa.

Ingat, hidup kita selalu dibawah tarik menarik pengaruh dan dukungan. Ada pengaruh jelek dan ada pendukung bagus, tapi pilihan tetap pada AD. Supaya AD bisa memilih dengan yakin butuh pengaruh jelek atau dukungan positif, maka AD harus punya tujuan hidup yang jelas dan mantap. Cita cita
AD harus mantap dan yakin dengan tujuan tsb, sehingga AD tidak akan pernah memilih masuk lingkungan atau bergaul orang orang yang bisa menghalanginya

Komitmen pada diri sendiri, karena sekali perjalanan AD terganggu oleh salah pilihan yang AD ambil, usaha kembali ke jalur sebenarnya akan susah dan kehilangan momentum. Walaupun bukannya tidak mungkin bisa kembali pada saat AD tersesat jalan, tapi usahakan AD terus komitmen pada tujuan jalani hidup. Usaha kembali ke momentum awal itu sangat membawa pengaruh pada kecepatan pencapaian tujuan hidup, lebih sia sia lagi jika AD terjebak di-dalamnya tidak bisa keluar. Hidup AD akan terkukung dalam dunia gelap yang Anda pilih akibat salah pilih lingkungan dan kawan yang tidak sesuai dengan tujuan hidup AD. Karena itu sekali lagi  menjauhlah dari orang dan lingkungan yang akan membuat AD tidak bisa mencapai cita cita Anda. Jangan terlalu pikirkan mengenai kesetia kawanan. Kawan yang baik tidak akan menjerumuskan hidup kawannya dan masa depan kita. Justru kawan adalah orang yang paling support dan peduli pada bagaimana kita bisa maju dan sukses, mengingatkan jika AD mulai menyimpang dari tujuan cita cita hidup. Carilah "kawan baik", bukan " kawan sesat". Nasib Anda tergantung pilihan Anda.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)