Kamis, 01 November 2018

BAGAIMANA MENJADI PEMIMPIN ?



Cukup banyak pertanyaan mengenai bagaimana bisa menjadi  pemimpin? Kalau bicara mengenai seseorang bisa menjadi pemimpin, maka itu bicara mengenai persyaratan yang dibutuhkan, dan persyaratan tsb hanya bisa dipenuhi oleh mereka yang sudah punya kapasitas tersebut atau setidaknya berusaha membangun  kapasitas yang memenuhi persyaratan tsb.  Tapi secara akronim agar mudah diingat maka paling tidak ini  adalah persyaratan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimipin atau TEAM LEADER.

 
T+E+A+M  L+E+A+D+E+R

T=Tegas
E=Elaborasi (tekun dan cermat)
A=Antisipatif
M= Managerial

Tegas. Pemimpin ada bukan untuk memihak, menyukai, ingin disukai, menghindari konflik. Dalam urusan bisnis, setiap pemikiran, ucapan, tindakan dan keputusan, hanya fokus pada tujuan bisnis. Kepentingan bisnis adalah kepentingan bersama. Jika bisnis maju dan berhasil maka semua karyawan, investor dan stake holders akan happy. Jika seorang pemimpin terlalu banyak pertimbangan yang sifatnya terlalu personal, tidak objektif karena memikirkan kalau keputusan atas dasar saran si A ini diambil maka akan membuat iri si B, kalau menyampaikan ini maka akan menyinggung si C, kalau saya naikan jabatan si C maka akan membuat si A gusar,  jika saya hukum si B saya jadi tidak enak hati karena secara personal saya cukup dekat, dst…maka tentu saja Anda tidak akan pernah bisa tegas mengambil keputusan. Bahaya jika memimpin bisnis tapi Anda terlalu memakai perasaan dibanding logika berpikir prioritas bisnis. Anda sebagai pimpinan bukan untuk mencari kawan baru, tapi untuk memimpin, mengatur, mengusahakan teamwork bekerja sesuai petunjuk strategi agar membawa usaha ke arah yang lebih baik dan menguntungkan buat perusahaan. Tapi bukan berarti Anda memimpin tanpa hati atau egois tanpa memikirkan karyawan. Anda harus bedakan bagaimana berucap, berlaku, bergaul sebagai sesama manusia dengan berlaku, bergaul, berucap, berkeputusan sebagai seorang pemimpin. Tetap Anda harus memanusiakan team Anda, tapi kebijaksanaan Anda harus diutamakan untuk kepentingan perusahaan bukan untuk pribadi pribadi karyawan yang bisa merusak fokus Anda. Anda bisa berlaku sebagai pimpinan yang tegas berwibawa dan juga berlaku sebagai kawan yang peduli mendengarkan di saat yang tepat dan sesuai keadaan.

Elaborasi. Anda harus tekun dan cermat melihat, membaca, menghitung, mengestimasi semua proses yang berjalan selama ini. Setiap proses pasti ada salah benarnya. Mana yang salah harus diperbaiki dan mana yang sudah on the track harus terus dijalankan bahkan dikembangkan untuk meraih potensi potensi lain. Palajari secara tekun dan terarah, kumpulkan dan catat data data yang dimiliki, buat business plan dan bahas detil per detil dengan team Anda untuk mengambil manfaat dari setiap potensi yang muncul 

Antisipatif. Menyambung dari Elaborate tadi adalah tujuannya perusahaan harus antisipatif atas segala permintaan pasar, perubahan trend, strategi kompetitor, komplain pelanggan, dsb terutama hal hal yang mungkin membuat bisnis perusahaan akan terhambat atau tidak berkembang. Jangan selalu berpikir perusahaan sudah sukses karena ini akan menjebak Anda dalam zona nyaman dimana Anda merasa tidak perlu lagi antisipatif. Tahu tahu trend berubah dan kompetitor Anda sudah lebih awal mengambil langkah antisipatif, maka perusahaan Anda akan jauh tertinggal dan ditinggalkan pelanggan.

Managerial. Dalam rangka Anda bisa melakukan hal hal tersebut diatas, maka selain skill dan pengalaman, tentu saja Anda harus memiliki kemampuan Managerial: mengatur dan memberdayakan SDM yang perusahaan punya untuk menggerakan semua fungsi fungsi strategis , operasional dan semua kerja team yang dibutuhkan untuk perusahaan dapat berbisnis dengan baik.


Dibawah ini adalah karakter, skill dan sikap yang dibutuhkan seorang LEADER dalam memimpin: 

L=Leadership
 E=Enthusiasm
 A=Action
 D=Delegation
 E=Empathy
 R=Responsibility

Leadership
. Tentu saja sifat kepemimpinan wajib dimiliki  oleh setiap pemimpin. Tapi sifat ini tidak mudah karena itu  tidak semua orang bisa menjadi pimpinan. Secara management artinya seseorang yang mampu memberdayakan bawahannya untuk  mencapai tujuan bersama. Dibawah ini juga sifat sifat kepemimpinan yang biasa mengikutinya.

Pertama Enthusiasm atau Antusias. Antusias adalah inti dari semangat yang melahirkan jiwa yang teguh, mental yang kuat, fisik yang berenergi, gigih dan gesit juga pikiran yang bernas, cerdas.  Semuanya disinergikan dalam passion atau fokus kuat untuk bisa mencapai tujuan.

Hanya mereka yang punya rasa antusias tinggi yang akan selalu mencari  jalan keluar, inovatif dan mencari cara mencapai tujuan. Jika pemimpinnya saja terlihat loyo, tidak semangat, gampang mengeluh, tidak punya solusi, cepat panik, maka bagaimana yang bisa diharapkan dari bawahannya? Bayangkanlah sendiri

Action atau bertindak, memulai, bekerja. Seorang leader  harus bisa mewujudkan mimpi menjadi kenyataan, mewujudkan konsep bisnis menjadi bisnis riil, mentransformasikan planning menjadi result, memproses prototype menjadi  product. Maka setiap perubahan tersebut harus dimulai dari  tindakan lalu bergerak berkesinambungan. Tugas pimpinan adalah membuat teamwork bergerak sesuai tugasnya dan memastikan proses berjalan agar semua tidak hanya sekedar jadi wacana atau rencana bahkan mimpi belaka.

Delegation adalah pelimpahan tugas. Buat apa seorang  pimpinan memiliki anak buah atau bawahan atau staff tapi apa apa hanya
pimpinan seorang yang mengerjakan semua prosesnya sendirian. Mungkin bisa jadi masalahnya bukan karena pimpinan tersebut tidak mau mendelegasikan tugasnya kepada bawahannya, tapi lebih karena tidak percaya kepada kemampuan anak buahnya dan tidak mau memberi kepercayaan dan kesempatan untuk mencoba melakukannya sesuai arahan pimpinan. Sedangkan karyawan ada dan tetap menerima gaji. Karyawan yang tidak produktif adalah beban biaya, tapi karyawan yang produktif adalah asset bernilai. Maka bagaimana pemimpin, pilih mau buat teamwork yang hanya jadi biaya atau jadi the winning team atau superteam? Untuk menggerakan teamwork sendiri butuh skill spesifik yang khusus diantaranya kepercayaan, keteladanan dan komunikasi.

Pelajarilah kebutuhannya agar proses delegasi berjalan dengan kondusif. Untuk bisa mendelegasikan tugas maka  pemimpin harus trust kepada bawahannya/PIC
(person in charge), misalnya manager atau kepala department. Delegasi memiliki parameter yaitu jika seluruh team paham, mengerti, dan melaksanakan apa yang sudah menjadi kewajibannya sesuai tata tertib perusahaan dan S.O.P. sehingga mendapatkan hasil  sesuai K.P.I. (key performance indicator). Jika bisnis maka K.P.I. itu adalah omzet atau jika organisasi itu adalah tujuan yang sudah ditentukan dalam tujuan anggaran dasar rumah tangga/organisasi.

Empathy atau ikut merasakan, kepedulian. Kepemimpinan ini  erat kaitannya dengan hubungan antar manusia yang sifatnya lebih emosional. Bagaimanapun manusia adalah makhluk sosial dan emosional. Mudah tersinggung, sedih, punya masalah, dan banyak gangguan emosional lain yang pada akhirnya membuat  mood kerja jadi kurang kondusif. Memang pemimpin harus tegas  dan pemimpin tidak bisa menyenangkan keinginan semua pihak.
Tapi adanya rasa kepedulian kepada bawahannya akan membuat  suasana organisasi jauh lebih baik. Tentu saja dengan cara yang bijaksana dan tetap berorientasi pada tujuan utama organisasi. Staff juga manusia yang perlu diperlakukan sebagai utuhnya manusia, sedikit care pada kesulitan mereka, beri konseling, atau bahkan pelatihan juga masuk dalam rangka empathy agar perusahaan bisa membantu karyawannya memecahkan masalah masalah pekerjaan mereka dengan lebih mudah dan efektif. Bukan juga hanya memimpin dengan marah marah tanpa arah dan tangan besi sehingga menciptakan  suasana stress berlebihan dalam organisasi. Dalam bisnis  bahkan empathy bukan hanya tertuju pada karyawan/staff,  terlebih juga empathy kepada pelanggan, client sangatlah  penting agar perusahaan tidak ditinggal pelanggan dan bisa  bertahan dalam persaingan bisnis.

Responsibilty adalah tanggung jawab. Memang secara dasar semua manusia hidup-pun kelak akan diminta pertanggung jawabannya di hadapan Yang Maha Pencipta. Hanya saja Anda sebagai pemimpin yang dianugrahi tanggung jawab atas  kelompok orang dalam teamwork atau organisasi akan punya  tanggung jawab yang lebih besar. Orang besar tanggung jawab besar, orang biasa saja tanggung jawab kecil. Pemimpin harus  berani bertanggung jawab, bahkan mengambil alih tanggung  jawab jika dibutuhkan. Jangan malah menyerahkan tanggung  jawab yang seharusnya ditanggungnya kepada bawahannya, itu hanya akan menghilangkan kewibawaan Anda sebagai pimpinan  karena lari dari tanggung jawab.

Hanya mau jadi pimpinan,
menerima kekuasaan sebagai pemimpin, menerima gaji level manager atau direksi, tapi giliran ada masalah melimpahkannya pada bawahan dan Anda cuci tangan seolah olah tidak tahu. Maka itulah paling tidak kapasitas yang Anda harus miliki  sebagai leader atau pemimpin. Pimpinan tidak selalu pemimpin. Seorang pimpinan bisa saja ada atau eksis karena warisan keturunan, ditunjuk  berdasarkan relasi, kenaikan jabatan karena birokrasi  suksesi tradisional walaupun tidak pantas, bahkan dipilih karena ada perjanjian kompensasi tertentu. Tapi diantara para pimpinan hanya ada beberapa orang saja yang akhirnya  berhak disebut pemimpin, yaitu yang benar benar bisa memenuhi kapasitas dan persyaratan sebagai seorang Leader yang dipilih oleh bawahannya dan diikuti kepemimpinannya dengan baik.

 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)


Senin, 01 Oktober 2018

Memulai bisnis kuliner



Ada pertanyaan mengenai memulai bisnis Warung makan /kuliner di unit ruko ukuran 4 x 12 m yang sudah dimiliki. Saya akan coba jelaskan secara mudah untuk pemula. Sangat baik sekali Anda ingin memulai bisnis kuliner, tapi ini bukan bisnis yang mudah dijalankan. Kompetitor Anda ada belasan mungkin puluhan warung kuliner di radius 3 km lokasi warung Anda bahkan di hari sebelum Anda memulai bisnis hari pertama. 

1. Investasi, batasi investasi Anda dan jangan gunakan seluruh dana yang Anda miliki untuk investasi di bisnis ini.
Anda katakan warung ini hanya sekelas UKM, yang saya persepsikan berlokasi di ruko hanya 1 lantai mungkin terdiri dari minimal 7 meja kapasitas 4 orang per meja. Jadi sekitar maksimal 30 tamu jika di jam sibuk. Untuk awal sebaiknya saya sarankan mulai dulu di lantai dasar, fokus belajar setiap harinya dan tambah pelanggan warung kuliner  Anda. Jika semakin Anda paham dan mulai mendalami permasalahan dan solusi di bisnis ini, baru mulai pertimbangkan untuk ekspansi ke lantai 2 dst menurut keberanian dan ke-percaya diri-an Anda. Dapur dan ruang makan ada di lantai yang sama, tinggal penataan layoutnya saja yang dibuat efesien dan menarik sehingga tamu tetap nyaman makan di warung Anda. Dengan memulai investasi hanya di 1 lantai tentu akan menghemat investasi awal Anda.

2. Penataan Area, harus membuat nyaman tamu dan kerja operasional tetap efektif.
Dalam area yang terbatas, dapur jika memungkinkan bisa ditempatkan di bagian depan. Jika ada ayam yang dibakar maka asapnya tidak akan memenuhi indoor ruko. Juga kegiatan masak dari area dapur yang bersih dan tertata memberikan kesan "mengundang" tamu datang. Bagus jika wangi lezat makanan dari pengolahan menu di dapur warung bisa meruap ke lingkungan sekitar, tentu saja bisa menambah daya tarik orang sekitar datang ke warung Anda. Bayangkan jika Anda sebagai tamu yang datang ke warung Anda, dari mulai tampak depan, lalu masuk ke pintu utama, duduk di meja yang ada, mulai order menu, selama menunggu menu datang apa yang bisa dilihat disekeliling. Berapa lama Anda bisa sabar menu datang diantar? Apakah lebih baik jika minuman dulu yang diantarkan sementara menunggu menu utama datang. Lalu dimana posisi wastafel untuk cuci tangan, jangan lupa sediakan sabun cair agar tetap hygiene. 

3. Pasang fasilitas yang tepat, agar yang datang adalah pelanggan yang tepat.
Jika Anda merencanakan tamu bisa menambah order menunya mungkin Anda bisa membuat ruang makan lebih nyaman dengan kursi yang ada lapisan busa dan interior yang lebih dipercantik. Sambil menunggu menu dimasak, mungkin ada yang bisa dilihat, mungkin bisa TV. Mungkin ada yang bisa didengar, mungkin ada suara radio atau musik mengalun pelan, apakah mungkin lebih nyaman pakai AC atau sudah cukup nyaman dengan pakai kipas angin, lalu makanan datang dan mulai disantap. Tentu saja dengan fasilitas AC maka ada larangan tamu merokok. Bisa disiapkan area smoking di outdoor dengan set meja outdoor. Toilet juga sangat penting, tidak perlu mewah, tapi harus bersih dan terang. Dengan peningkatan standard fasilitas ini maka Anda bisa meng-up grade harga per porsi lebih sedikit diatas kompetitor rata rata kelas warungan kuliner. Maka dari setiap grup tamu yang datang bisa berharap duduk lebih lama dan memesan lebih banyak menu. Misal lauk aneka ayam  sebagai menu utama, lalu juss buah sebagai minumannya, ditambah dengan snack lain sebagai penutup. Jangan lupa jika waktu yang dialokasikan per tamu lebih panjang, mungkin saja mereka membutuhkan mushola yang cukup nyaman dan harus bersih. Kalau hanya kelas warung atau resto tidak perlulah fasilitas wifi. Jangan sampai pengunjung berlama lama melakukan aktifitas internet di warung Anda tapi antrian tamu terlihat panjang. Buat perputaran tamu warung Anda efektif, tidak terlalu lama tapi tamu yang datang untuk makan minum juga sudah cukup nyaman dan puas.

4. SDM yang efektif , dan produktif. Jika urusan fisik bangunan dan fasilitas sudah didefinisikan dengan jelas, maka jangan lupa bahwa SDM adalah aspek terpenting sebagai faktor penggerak mesin bisnis. Yang paling mudah jika Anda bukan ahli dibidang kuliner adalah mempekerjakan koki atau pengelola yang sudah cukup lama berpengalaman di bidang ini. Jika Anda tidak sanggup menggaji dengan standardnya, tawarkan bagi hasil berupa prosentase dari omzet gross atau nett profit yang diperoleh bisnis. Tentu saja maksudnya agar orang ahli ini merasa memiliki bisnis ini juga dan akan betul betul membuat bisnis bersama ini ke arah bisnis yang jangka panjang dan profitable. Posisi orang ahli ini bisa jadi adalah koki, karena misal menu ayam yang lezat butuh keahlian seorang koki terlatih untuk meracik resep lezat yang teruji dan pengelola yang bisa mengatur pola kerja karyawan, menjaga standard mutu makanan dan menjaga mutu layanan dan memasarkan produk ini ke target pasar. SDM inilah yang akan membawa "pengalaman" bagi tamu tamu Anda. Apakah mereka akan menerima pengalaman yang baik, nyaman, terpuaskan, menyenangkan selama ada di warung Anda? atau justru sebaliknya, merasa buang buang waktu, buang buang uang bahkan menyesal telah datang ke warung Anda.

5. Menu, ini adalah mesin uang  utama dalam bisnis kuliner. Makanan yang bercita rasa lezat, ditampilkan dengan estetika akan sangat memberikan kesan mendalam kepada tamu, apakah dia akan bersedia datang lagi atau cukup hanya sekali itu saja datang mencoba. Atau bahkan begitu terasa lezatnya sehingga tamu tidak sabar untuk kembali atau rela antri demi menikmati lagi menu dari warung ayam Anda. Tergantung bagaimana koki Anda mengolah dan menyajikannya apakah lebih baik dan lebih lezat dibanding rasa menu ayam di resto atau warung lain sekitar. Perlu dipikirkan apakah Anda akan tawarkan menu khusus yang memang tidak banyak pilihan seperti resto ayam geprek atau banyak varian pilihan seperti warteg atau foodcourt. Anda bisa lihat mana kemungkinan bersaing paling kuat di radius 5 km sekitar outlet Anda. Mana menu yang paling bisa diakomodir baik dari segi kemudahan memasak yang masih oleh peralatan dapur Anda, atau dari cost bahan baku yang masih profitable.

Sementara cukup seperti diatas dan dengan langkah langkah diatas berarti outlet warung kuliner Anda sudah bisa beroperasi. Jawaban saya di pertanyaan ini lebih bertujuan agar Anda mulai saja dulu dengan rencana Anda. Banyak pemula tidak pernah menjadi pengusaha karena takut memulai. Mulai saja duku dengan memperhatikan hal hal yang saya sudah uraikan diatas, lalu belajar dan teruslah berkembang dan kreatif. Pasti Anda bisa. Mudah mudahan dengan rasa makanan yang lezat, jenis pilihan menu yang tepat dan layanan yang ramah, maka outlet Anda bisa mulai ramai didatangi pelanggan. 

Tentu saja idealnya Anda tidak bisa hanya duduk diam menunggu tamu datang, tapi Anda juga harus lakukan marketing dan promosi untuk awareness merk warung Anda dan mempromosikan menu menu unggulan Anda. Tapi hal ini akan butuh pembahasan khusus lagi. Mudah mudahan cukup dengan melakukan langkah langkah diatas, maka warung kuliner Anda sudah memiliki tamu loyal dan royal.


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Sabtu, 01 September 2018

CSR YANG TEPAT


Pak Mirza, saya dari PR sebuah perusahaan ritel  consumers good, ingin bertanya kira kira apa program CSR yang tepat bagi perusahaan? 

Corporate Social Responsibility yang baik dan berdampak ganda bagi perusahaan bisa ditempatkan sebagai partisipasi perusahaan bagi program yang memberi  manfaat jangka panjang yang dirasakan bisa masyarakat luas atau segmen masyarakat tertentu yang memang jadi target program CSR. Jadi bukan semata mata hanya kasih amplop bantuan dana tunai ke kelompok orang tertentu, misal yayasan anak asuh yatim atau panti jompo tertentu, lalu CSR sudah selesai dilakukan. Hal seperti itu juga sudah bagus, hanya jika perusahaan bisa melakukan CSR yang bisa lebih berdampak lagi, kenapa tidak?

Untuk perusahaan ritel consumer goods seperti produk produk yang dipakai atau dikonsumsi sehari hari, bentuk CSR bisa berupa bantuan tunai atau justru menggunakan barter produk yang dibeli konsumen dengan donasi sekian persen dari harga jual produk. Misalnya 3% dari setiap kaleng susu yang terjual akan didonasikan untuk pembangunan rumah panti asuhan anak yatim, atau jenis kontribusi seperti itu untuk jenis produk lainnya. Jika program ini bisa diaware ke konsumen dengan baik, diberi latar belakang cerita hikmah dibelakangnya, manfaat yang akan diterima anak anak yatim dan pahala dibelakangnya, di marcomm dengan cerdas dan menarik, maka pembeli bisa benar benar diarahkan untuk akhirnya memiliki motivasi membeli produk tsb karena untuk ikut berpartisipasi dalam program amal tsb, bahkan bisa jadi membeli susu bukan karena memang butuh susunya untuk dikonsumsi. Karena pada dasarnya setiap manusia mencari jalan untuk berbuat baik dan bisa ikut bermanfaat bagi manusia lain.

Kadang kadang CSR tidak harus selalu terkait langsung dengan jenis produk yang diproduksi dan dijual. Bisa saja semacam pelayanan kepentingan publik yang sangat dibutuhkan karena sebelumnya kurang terpenuhi secara baik. Misalnya program guru sukarela. Perusahaan menginisiasi dan membiayai dalam membentuk komunitas anak muda pengajar sukarela untuk anak anak tidak mampu sekolah. Silakan branding nama perusahaan Anda misal di dinding sekolah sosial ini atau diliput oleh media massa  sehingga masyarakat tahu siapa yang menyelenggarakan niat baik ini. Sekali lagi, kunci keberhasilan CSR yang berdampak pada citra produk bahkan peningkatan sales karena ada rasa simpati adalah di marcomm dan bagaimana CSR tsb dikemas. Jika masyarakat cukup mendapat pesan yang kuat dan setuju bahwa program CSR ini akan banyak memberi manfaat, maka masyarakat tidak akan merasa ragu untuk ikut serta mendukung melalui program CSR perusahaan Anda. Nama baik dapat, citra makin baik plus sales makin meningkat, masih ditambah mudah mudahan seluruh Direksi dan jajaran perusahaan mendapatkan pahala yang banyak.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Rabu, 01 Agustus 2018

Seberapa Perlu Lakukan Analisa Kompetitor Bagi StartUp Business?



Ada pertanyaan apakah pengusaha startup wajib mengambil perhatian khusus kepada kompetitor. Mengingat saat ini pada saat ingin memulai berusaha apapun, pasti memang sudah ada kompetitornya.

Jawab:
Kita bicara bisnis yang umum. Tujuannya buat bisnis Anda makin simple tapi sangat fokus. Kadang survey dan analisa kompetitor memang tergantung dari kapasitas Anda sebagai pengusaha atau mungkin pelaku di bidang usaha tsb. Mungkin Anda belum menjadi pelaku/pemilik usahanya, tapi Anda sudah lama jadi pelaku usaha di bidang tsb. Misal sebagai karyawan yang lama berusaha di bidang bisnis tsb. Anda sudah berpengalaman sebagai pengusaha atau sebagai pelaku di bidang tsb, atau justru baru start up/ pemula sekali di bisnis yang akan Anda terjuni. Experience/pengalaman Anda akan sangat membedakan cara respond bisnis Anda jika menghadapi masalah usaha dibanding pengusaha baru. Experience ini tentu termasuk jatuh bangun, gagal sukses Anda dan segenap pengalaman Anda mengelola seluruh unsur bisnis yang dimaksud: konsep dan planning, SDM, strategi marketing dan branding, tahapan dan jangka waktu  penetrasi pasar, produk demand supply, membangun relasi dengan pelanggan, perubahan trend pasar termasuk analisa persaingan bisnis dan respond jangka pendek dan jangka panjang. Semakin Anda punya pengalaman panjang dan berliku, semakin Anda sudah memiliki "pola persaingan" yang sudah Anda ketahui dan tidak perlu lagi terlalu fokus pada hal tsb. Anda tinggal fokus pada hal hal bisnis lain yang lebih mengarah kepada exploring potensi yang Anda miliki baik dari produk, benefit, after sales service, membangun jaringan dan relasi bisnis penting, dan banyak hal lain. Karena memang persaingan sejatinya sudah ada sebelum Anda memulai bisnis tsb. Tapi karena Anda sudah menjalaninya lama sebelumnya, maka pasti Anda sudah mempersiapkan bisnis Anda ini dengan memperhitungkan unsur konpetitor tsb tanpa harus melakukan riset kompetitor yang terlalu intens.

Jika Anda adalah pengusaha startup yang baru mulai, maka analisa kompetitor sangat penting untuk jadi dasar pemikiran konsep bisnis Anda. Anda harus paham betul bagaimana "cara umumnya" perusahaan kompetitor mendeliver pesan, kemasan  dan produk serta image kepada para pelanggan. Harus dianalisa bagaimana cara yang lebih bisa diterima dan direspond pasar secara baik. Juga dipelajari produk apa yang paling tidak laku di pasar dan apa yang menyebabkannya. Maka secara konsep bisnis dan produk kita harus mengadopsi dan meng-explore cara cara produk yang berhasil plus jangan melakukan cara cara yang mendekatkan produk pada kegagalan. 

Lakukan SWOT Analysis untuk breakdown semua data data yang didapat dan menggali potensi yang dimiliki oleh usaha Anda. Maksimalkan apa yang Anda punya untuk mengambil manfaat semaksimal mungkin dari kesempatan menjual. Memang mungkin tidak mungkin Anda menjadi perusahaan menjual yang sangat super karena keterbatasan Anda. Misal tidak mungkin Anda membuat restorant atau cafe yang meng-okupansi area yang sangat luas, di daerah sangat strategis, dengan gedung berAC yang interiornya dibuat sangat nyaman, full fasilitas, team kerja yang sangat berpengalaman dengan budget promosi sangat besar. Tidak semua pengusaha bisa memiliki kondisi ideal seperti diatas pada saat startup. Bahkan lebih banyak pengusaha yang memulai usaha dengan banyak keterbatasan terutama dari segi permodalan. Tapi jangan hal tsb membuat kecil hati dan Anda urung untuk jadi pengusaha. Kuncinya adalah Anda harus jeli mengambil celah pasar, mengexplorenya secata innovatif dan kreatif lalu menjaga setiap pencapaian yang sudah Anda dapat baik kualitas produk, pelayanan dan hubungan Anda dengan pelanggan.

Jadi inti dari analisa kompetitor justru agar semua sumber daya yang Anda punya bisa dimanfaatkan secara efektif, efesien dan fokus pada tujuan yang lebih pasti. Tidak terlalu meluas melebar tapi fokus pada tujuan segmen pasar yang paling masuk akal dengan produk dan pelayanan yang tepat dibutuhkan pasar yang dituju, sesuai dengan kekuatan sumber daya uang, SDM, lokasi dan bahkan pengetahuan bisnis juga relasi yang Anda miliki saat Anda memulai bisnis tsb. Tinggal sedalam dan sedetil apa data data kompetitor yang Anda butuhkan agar Anda bisa merasa nyaman dan PeDe saat memulai startup business Anda.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)