Kamis, 06 Juli 2017

KAYA & MISKIN



Pak Mirza yang baik

Di kehidupan nyata banyak saya lihat orang yang hidupnya suka hura hura, minum alkohol, kaya raya, sukses. Tapi banyak juga mereka, seperti saya juga, yang sudah berusaha keras, beribadah juga kuat tapi hidup tetap terus susah. Apakah Tuhan sudah mengatur hidup ini adil?
Mohon pencerahannya.

Jawab:
Dalam hidup ada namanya istiqomah, bersabar dalam segala situasi dan tetap teguh dalam keimanan dan keyakinan bahwa Alloh SWT yang mengatur semua kejadian atas hamba dan segala ciptaanNya.

Jika kita percaya bahwa hidup di dunia hanyalah sementara, untuk menanam yang "buahnya" akan kita petik di akhirat nanti sebagai kehidupan abadi kita sebagai umat Tuhan, sebaiknya Anda kejar akhirat maka Anda akan dapatkan berkah dan hikmah kehidupan dunia. Maka Alloh SWT mengatur Ujian, Adzab dan Istidraj terhadap manusia di bumi sebagai pelajaran bagi manusia lain. Ujian adalah musibah bagi mereka yang sudah berusaha, beribadah, berbuat baik, tapi mungkin memang masih atau sudah waktunya dia menerima musibah atau belum waktunya berhasil.

Adzab adalah bagi mereka yang sering lalai beribadah dan kehidupannya terus diberi kesusahan. Kufur, sudah miskin, susah, jadi sekalian lalai ibadah karena menyalahkan Alloh SWT tidak berlaku adil terhadap dirinya. Maka bagi mereka yang tidak istiqomah, jika diberi kemiskinan memang akan mendekati kepada kekufuran. Dia harus insyaf dulu, merubah ibadahnya dulu baru akan dibukakan hidayah dan jalan keluar.

Dunia hanyalah tipu daya bagi mereka yang terus bersenang senang.Bagi mereka yang seakan akan selalu diberi keberuntungan walau ibadahnya sangat jauh dari apa yang jadi ketentuan Alloh SWT dan Nabi Muhammad SAW itu adalah Istidraj. Seperti oleh Alloh SWT diberi ijin menikmati kesenangan duniawi berlebih terlebih dahulu. Silakan nikmati hidup duniawimu, ikuti ajakan syaitan sebagai gaya hidupmu, tapi pada saatnya nanti kamu berpulang, maka tidak ada waktu dan cara untuk berbalik kembali. Akan diberi adzab abadi dan menyesal selamanya karena kesempatan hidup di dunia yang diberikan tidak dimanfaatkan dengan baik dan sebenar benarnya.

Saran saya bagi Anda, jangan pernah menyerah. Hidup ini memang berat, tapi selalu yakin bahwa perjuangan akan ada hasil baiknya jika sudah tiba saatnya. Yang penting adalah jangan pernah berhenti berpikir, berkerja, berinnovasi dan membuat jaringan baru. Bukan hanya pasrah. Jangan lupakan berzakat, infaq, sodaqoh, karena amalan itu adalah jalan digandakannya rejeki Anda.

Jangan membanding bandingkan hidup yang sedang Anda alami dengan hidup orang lain, apalagi dengan hidup mereka yang kelihatannya mulus mulus saja. Mungkin juga yang Anda lihat pada seorang sosok sukses hanya permukaannya saja, hura huranya, status sosial yang tinggi, bukti kekayaan yang jelas terlihat, kelihatan lebih banyak senang senangnya dibanding kerjanya. Tapi mungkin Anda tidak tahu berapa masjid yang sudah dibantu dibangunnya, berapa yatim dan dhuafa yang sudah disantuni rutin, bagaimana hormat dan berbaktinya dia kepada ibunya. Itu kan hal hal yang mungkin luput dari perhatian Anda dan sosok sukses tadi juga tidak berkoar koar kemana mana tentang kebaikannya. Ternyata itulah kunci suksesnya dia yang kesuksesannya bisa Anda lihat. Bagi sebagian orang sukses, cara kerja bukan seperti cara kerjanya orang awam. Yang penting menghasilkan dan menghasilkannya juga sudah berlipat ganda.

Jangan cepat menyalahkan orang lain atas suatu keadaan yang sedang Anda terima dan jalani. Apalagi menyalahkan Tuhan tidak adil terhadap Anda. Karena nasib adalah hasil keputusan dan perbuatan Anda. Jangan juga mendoakan jelek orang lain, karena apapun hal jelek yang kita perbuat kepada orang lain pasti menjadi karma bagi kita sendiri nantinya. Bisa saja perlakuan jelek, hinaan jelek mengenai kita banyak beredar, tapi selama kita tidak tutup usia karena hal hal tsb tetaplah biarkan saja. Memangnya kenapa? jadilah Anda yang terbaik yang Anda bisa. Umat yang terbaik adalah mereka yang membawa manfaat bagi sesama umat. Jangan lupa lakukan analisa pada cara Anda berusaha. Perbaiki jika memang ada kesalahan. Tidak akan seseorang mencapai perubahan jika cara kerja yang digunakan terus sama itu itu saja. Itu sebabnya kita dikaruniai akal dan pikiran untuk berpikir, merubah dan bertindak lalu menganalisa dan memperbaiki lagi terus menerus. Tidak cuma asal kerja.

Waktu akan membuktikan siapa Anda yang sebenarnya. Kebaikan dan hasil nyata akan harum dan jelas membedakan siapa diri Anda yang sebenarnya. Segala sesuatunya tetap akan berjalan sesuai fitrahnya. Yang baik dan terus berusaha nanti pada waktunya akan tampil. Maka jangan menyerah dalam apapun cara berjuang. Anda bisa mengisi waktu, tapi Anda tidak bisa memiliki waktu. Mungkin saja Alloh SWT paham jika Anda diberikan rejeki besar saat ini, maka Anda akan jadi sombong, atau bahkan uang akan habis begitu saja tidak karuan karena Anda belum mampu untuk mengelola rejeki besar. Semesta akan bersama waktu dan usaha Anda memberi saat kepada Anda kapan akan berhasil, bersabar.

Jika saat Anda tiba, maka semua yang sudah jadi hak rejeki Anda akan Anda terima saat Anda sudah siap. Tidak juga meleset rejeki Anda tertukar dgn orang lain. Sudah jadi ketentuanNYA. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Kamis, 01 Juni 2017

PERBEDAAN YANG MEMBERI BERKAH



TANYA :
Selamat siang ObingMitra
Semakin hari saya semakin ngeri melihat Indonesia yang karena perbedaan saja orang bisa saling menghujat, memfitnah bahkan melakukan kekerasan. Apa yang bisa dilakukan para pengusaha untuk mengatasi masalah perbedaan ini?

Neneng - Jakarta

JAWAB :
Hallo Neneng
Saya tidak paham dengan maksud Neneng menanyakan "pengusaha bisa mengatasi masalah perbedaan". Tapi saya coba jelasakan makna perbedaan secara universal saja.

Namanya perbedaan selalu ada. Tidak ada di bumi ini yang bebas dari perbedaan. Bahkan dalam satu keluarga saja ada perbedaan karakter sifat. Dari lahir, Tuhan sudah menurunkan sifat karakter beda bagi setiap anggota keluarga. Anak tidak mungkin sama dengan Ayah, kakak beda dengan adik. Jika kita cerdas bijaksana, justru perbedaan itu yang membangun kekuatan. Jika kita bisa menemukan "jodoh" untuk bisa saling mengisi.

Perbedaan adalah cara Tuhan memberi "soal" kepada manusia untuk mencari "jawaban" sebagai respond kita atas perbedaan tsb. Respond apa yang kita putuskan dan kerjakan itulah salah satunya yang dinilai sebagai pahala atau dosa. Apakah kita akan menyikapi perbedaan dengan picik sehingga ujungnya setiap yang berbeda dan perbedaan adalah salah, atau sikapi dengan bijak, berbeda adalah fitrah Tuhan dan justru disana ada kesempatan.

Kesempatan untuk mempelajari hal apa yang kita tidak ada tapi ada di orang lain. Ada hal yang sudah diwariskan misal agama, sifat karakter, warisan harta. Kita tidak bisa minta di keluarga mana kita dilahirkan. Tapi bahkan hal hal tsb masih bisa kita rubah disepanjang perjalanan hidup kita dan pencarian jati diri kita.. Perbedaan akan jadi masalah di tangan mereka yang selalu merasa dirinya dan segala apa yang dia sudah ada adalah paling baik dan paling benar. Tapi perbedaan akan jadi berkah bagi mereka yang menghargai fitrah penciptaan manusia. Bahwa perbedaan itu niscaya , langsung datang dari kehendak penciptaan Tuhan dan harus memberi warna pada kehidupan manusia.

Perbedaan jangan malah menambahkan masalah karena setiap manusia tidak pernah ada yang sempurna. Butuh manusia lain untuk melengkapi. Kertas putih akan kelihatan lebih menarik jika dilukis dengan banyak warna yang artistik. Orkestra lebih berjiwa dan bergema dengan banyak instrumen musik yang dimainkan harmonis. Team sepak bola tidak akan bisa menang dengan memainkan 10 orang sama semua penyerang tanpa ada pemain belakang, sayap, dan pengatur serangan. Bahkan orang tua akan lebih bangga jika anak anaknya ada yang jadi pengusaha sukses, pemusik berhasil dan dokter yang terkenal.

Perusahaan akan lebih powerfull dengan memiliki karyawan berbeda skill dan keahlian khusus karena beragam kebutuhan pekerjaan yang diminta klien. Berkawan bahkan lebih gembira dan tidak membosankan dengan banyak sifat karakter kawan, tidak monoton dan bisa banyak variasi acara. Perbedaan tidak akan membuat kita semakin lemah dan terpecah belah. Karena bukan perbedaan yang merusak, tapi justru manusianya.

Sepanjang itu tidak merubah akidah, sesuaikan mindset Anda tentang perbedaan dan jadikan itu kekuatan dan kesempatan. Beda adalah fitrah dan itu bagus jika mendatangkan berkah, bukan perpecahan. Lalu sebagai pengusaha, mulailah dari kantor sendiri dimana seorang pimpinan tidak boleh menilai seseorang karyawan dari perbedaan suku, ras dan agama. Nilailah karyawan dari prestasi, performa kerjanya secara profesional. Juga tidak menganggap bahwa hanya bagian marketing yang paling penting, sedang bagian SDM tidak penting, bagian keuangan membosankan, bagian Training tidak terlalu berguna, dsb sehingga menimbulkan kelas kelompok gengsi antar karyawan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Jika kita memberi makna positif bagi perbedaan, mulai dari elemen masyarakat terkecil misal dalam satu keluarga, dalam setiap kantor dan perusahaan, dalam lingkungan RT, RW, lalu meningkat terus dalam lingkungan yang lebih luas lagi, menularkan sikap positif dan makna "berbeda adalah fitrah dan bagus", maka insha Alloh setiap orang akan memaknai berkah perbedaan sebagai rahmat satu untuk lainnya. 

SEMANGAT SUKSES
(Mirza A.Muthi)

Senin, 01 Mei 2017

BANGKIT DARI KEJATUHAN



TANYA :   Saya pernah mengalami masa jaya dalam posisi, pergaulan dan finansial. Jadi contoh sukses dalam keluarga besar dan jadi acuan kawan kawan dekat. Tapi saat ini saya sedang jatuh, rasanya berat sekali untuk bangkit dan bahkan rasanya kadang putus asa untuk bisa memimpikan bisa seperti dulu lagi. Apa yang harus saya lakukan?
NN

JAWAB :
Bung NN yang tetap semangat,
Percayalah bung, saya sangat merasakan apa yang bung rasakan saat ini. Tapi itulah namanya hidup, kadang diatas dan kadang dibawah. Tidak ada yang abadi. Yang abadi hanyalah perjuangan dan kesabaran. Baik kita posisi diatas atau posisi lagi dibawah, perjuangan tidak akan pernah surut. Berjuang mempertahankan keberhasilan atau berjuang untuk beranjak naik akan sama beratnya. Bersabar untuk tidak sombong jumawa saat berkelimpahan dan bersabar untuk tidak sampai putus asa saat berkekurangan juga sama beratnya. Jadi sebetulnya kalau kita bijaksana, tidak ada saat saat "terlalu" dalam hidup ini. Terlalu senang, terlalu sakit, terlalu berkelebihan, terlalu sempit rejeki. Semuanya harus disikapi dengan sikap wajar karena baik sakit maupun senang semua bisa berubah atas kehendakNYA dalam sekejap.

Tapi pada saat Anda sedang sakit dan susah begini, ingatlah kembali masa Anda membangun kejayaan dari awal. Tinggal ulangi lagi semua prosesnya. Tidak ada yang terlalu kecil dimulai untuk suatu tujuan besar. Sebaliknya tidak ada yang terlalu besar, dengan kesombongan dan keangkuhan bisa kembali menjadi kecil. Tidak ada apapun bagi manusia yang akan abadi. Apalagi bagi mereka yang sombong, merasa semua kesuksesan yang diraih adalah hasil kerja pribadi.

Setiap lompatan jauh kedepan membutuhkan langkah mundur terlebih dahulu untuk mengambil ancang2. Begitu juga dalam hidup. Karena semua lompatan dimulai dari satu langkah kebelakang. Jadi jangan takut untuk mundur lebih dulu. Misalnya untuk rencana mengambil bidang yang berbeda dengan bidang yang telah Anda raih kesuksesan terdahulu. Tidak apa untuk belajar lagi dari awal, tapi belajar yang bersungguh sungguh untuk tujuan besar. Seringkali orang sukses melakukan spekulasi terukur dalam keputusan yang diambilnya. Karena spekulasi maka pasti mengandung resiko dan tidak semua orang berani mengambil resiko. Yang ada nanti, misalnya si A , tinggal berkata " waah, enaknya bung NN sudah sukses lagi sekarang. Mobilnya baru lagi dan rumahnya sudah pindah ke real estate". Padahal dulu si A juga mendapat kesempatan yang sama tapi tidak berani berspekulasi karena takut akan resikonya. Keberanian mengambil resiko bisa berpengaruh secara signifikan pada kesuksesan seseorang. Tentunya resiko yang masih terukur dan bukan membabi buta.

Lepaskan trauma dan keraguan. Bukan hanya Anda seorang yang pernah jatuh dalam kehidupan. Seringkali banyak dari kita mengalami kejatuhan setelah merasa cukup berhasil. Sukses, lalu tetap bisa jatuh lagi. Itu hal biasa dan jangan terlalu khawatirkan. Banyak yang jatuh, tapi sedikit yang bisa bangkit. Karena memang tidak dipungkiri kejatuhan pada saat sukses itu menyakitkan dan banyak mereka yang mengalaminya lebih merasakan trauma dibanding keberanian mencoba berjuang untuk bangkit kembali.

Kalaupun awal awal perjuangan untuk bangkit Anda merasa mundur dari yang telah sempat Anda capai. Itu bagus, yang penting Anda tetap dilintasan dan jangan keluar dari pertandingan. Kecuali jika Anda merasa sudah kalah dan keluar dari arena pertandingan. Menyerah atau putus asa berarti Anda sudah kalah. Selesai hidup Anda. Berarti Anda menerima kenyataan dan jangan bersungut sungut lagi. Hidup adalah pilihan Anda.

Sebagai pelajaran agar kejadian ini tidak berulang mungkin ada kekhilafan Anda. Begitu Anda merasa sangat kaya berharta, berpengaruh luas, lalu Anda sombong bukan kepalang. Menganggap semua orang rendah. Anda berpikir semua bisa Anda beli dengan uang dan jabatan. Bisa beli harga diri orang, bisa beli waktu orang, bisa atur arah hidup orang. Tetap saja sewaktu waktu kelengahan bisa terjadi. Selalu ada langit diatas langit dan Anda bisa terlena saat sedang diatas dan berkelimpahan. Maka jadilah manusia yang berkelimpahan kebijaksanaan. Bijaksana kepada diri sendiri, bijaksana kepada orang sekitar, bijaksana kepada situasi. Bijaksana berarti baik tapi tegas dan tidak lemah. Mencari kebijaksanaan untuk memutuskan berdasarkan prioritas dan bukan pada suka atau tidak suka. Sehingga seseorang yang memulai dari kecil betul betul bisa melangkah ke depan bahkan melompat menuju kesuksesan besar yang luar biasa. Atau mereka yang berkelimpahan harta dan jabatan tinggi tetap membumi dan memberi manfaat pada manusia lain yang membutuhkan. Jadikanlah bumi nanti akan mengenang keberadaan Anda di dunia sebagai contoh kebaikan dan kebijaksanaan yang pernah ada dan hidup, bukan bumi mengenang Anda sebagai contoh mereka yang lalai mensyukuri hidup, tidak bisa memberi manfaat dan orang yang angkuh dan sombong. 


SEMANGAT SUKSES
(Mirza A.Muthi)

Sabtu, 01 April 2017

Keyakinan Menjalankan Usaha



Pertanyaan seorang pengusaha UKM karena merasa usahanya sedang "dikerjain" pihak lain. Entah dengan cara "ghoib" atau betul betul bersaing sehat, tapi dia mengeluh bahwa dirinya mengalami kerugian yang tidak sedikit karena dirugikan seseorang dengan cara tidak sehat. Lalu apa yang harus dilakukan?

Inilah dunia usaha, kenyataannya yang terjadi di lapangan memang seringkali terjadi seperti itu. Untuk kelas kedai atau warungan pinggir jalan saja bahkan sudah terjadi persaingan keras baik di dunia nyata , dunia maya maupun cara "dunia lain". Banyak pengusaha di bidang tsb percaya bahwa kita butuh "ikhtiar dan penglaris" agar bisa sukses bersaing. Maka semakin banyak UKM, semakin laris juga ustadz atau bahkan dukun yang katanya bisa mengusahakan ikhtiar atau penglaris tsb. Silakan saja, itu hak setiap pengusaha / pelaku usaha, karena memang maju mundurnya usaha, gaji karyawan yang harus dibayar, pembelian bahan baku, dll, memang sudah harus si pelaku usaha tsb yang menanggung. Jadi memang segala usaha yang dipikir perlu untuk dilakukan silakan dilakukan, selama tujuannya bukan menjatuhkan usaha orang lain, melainkan untuk memajukan usaha, mendatangkan tamu, dll yang sifatnya bukan menyakiti pihak lain. Silakan saja, karena kalaupun si pengusaha tidak bisa membayar kewajiban, maka tidak ada pihak lain juga yang bisa membantu dengan sukarela. Semua adalah usaha sendiri , komitmen pribadi dan tanggung jawab sendiri sebagai konsekuensi dari keputusan dan tindakan yang diambil. Ini seperti keyakinan agama, tidak ada yang bisa melarang, mamaksakan kehendak atau opini pribadi kepada pengusaha lain yang berniat menggunakan usaha cara ini.

Hanya saja sebagai pengusaha yang dididik secara keilmuan baik dari aspek produk, strategi bisnis, marketing, pengaturan keuangan, bahkan pendalaman di skill dan karakter SDM yang tepat untuk setiap jenis usaha, usahakan untuk lebih dulu lakukan hal hal yang formal dan logika untuk setiap usaha yang sedang dikerjakan. Tentunya ilmu tersebut dipelajari lama dan sudah dibuktikan keampuhannya oleh usaha usaha yang sebelumnya ada, bukan tidak akan ada hasil dan dampak positifnya bagi usaha Anda jika dijalankan secara paripurna dan tepat. Ilmu bisnis dan logika bisnis seperti ini biasanya akan memberi dampak positif yang panjang umur kepada usaha tanpa harus menyakiti pihak lain dengan cara yang mudharat. Jikapun usaha Anda unggul, maka jelas unggul karena Anda sukses memainkan strategi bisnis dibanding kompetitor Anda.

Maka jawablah pertanyaan ini dengan keyakinan Anda. Sampai dimana Anda percaya bahwa Allah SWT akan membantu Anda, menjawab doa doa Anda, memudahkan usaha Anda, melancarkan rejeki Anda tanpa harus melalui "perantara". Biasanya jika Anda adalah orang yang setiap harinya cukup berusaha untuk dekat dan mendekatkan diri kepada Alloh SWT maka Anda akan cukup yakin bahwa setiap usaha Anda akan dimudahkan, setiap doa Anda akan didengar, dijauhkan dari segala gangguan usaha. Tapi jikapun Anda masih perlu "menambah kekuatan" dengan doa doa dari pihak lain, usahakan gunakan jalan putih. Minta didoakan oleh kyai atau ustadz yang hanya menggunakan bacaan dari kalimat kalimat suci kitab Allah, doa doa yang biasa dipanjatkan Nabi nabiNYA dan hindari menggunakan tumbal atau benda benda azimat yang akan membawa mudharat bagi Anda. Yakinlah setiap yang ada di dunia, selalu Allah SWT sediakan 2 cara untuk mendapatkannya: cara instant yang biasanya mengandung mudharat dan dosa, lalu cara yang baik yang biasanya harus bersusah payah dahulu untuk mencapainya namun mendapatkan kebaikan pada akhirnya. Silakan pilih menurut keyakinan Anda. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)