Selasa, 01 Januari 2019

Pembukaan Outlet Cafe/Resto Baru



Tanya :   
Semangat Sukses Pak Mirza
Sesuai resolusi tahun 2018 saya untuk membuka Cafe Resto milik sendiri, usaha dengan beberapa teman dekat, alhamdulillah bisa terlaksana walaupun mungkin baru bisa buka di awal 2019. Tidak apalah, yang penting akhirnya punya bisnis cafe resto juga.
Saya mau bertanya kapan waktu yang tepat untuk acara pembukaan atau grand opening agar kedepannya semua lancar dan minim kendala. Demikian pak

Jawab :
Semangat Sukes juga ,
Selamat ya, sudah tercapai resolusinya. Akhirnya sekarang jadi pemilik usaha juga dan pasti rasanya membanggakan bukan? Saya doakan  semoga sukses , lancar dan panjang umur usahanya dengan kawan kawan.

Untuk menentukan pembukaan outlet Cafe/resto baru sebetulnya lebih ke pertimbangan pribadi. Jika ada kepentingan mengundang pihak pihak tertentu, misal pejabat instansi tekait perijinan atau ada icon artist atau orang penting lainnya yang pasti harus diundang untuk ikut meresmikan pada acara pembukaan tsb, maka pasti harus ditentukan hari dimana pihak / orang penting tsb bisa dan bersedia hadir. Atau ada juga agar terasa lebih bermakna mungkin bisa disamakan dengan tanggal ulang tahun terkait salah satu pemilik atau "tanggal keramat" yang memang sudah disepakati seluruh pemilik. Bisa juga tanggal keramat ini disamakan dengan momen perayaan umum di tanggalan nasional, misal pas tanggal 1 Januari untuk Tahun Baru, atau tanggal 22 Desember pas hari ibu misalnya untuk penghormatan terhadap jasa ibu masing masing pemilik usaha, dan banyak lagi pertimbangan personal. Intinya buat saya pribadi, tanggal dan hari untuk pembukaan sebuah outlet usaha baru bukan sesuatu hal yang amat penting. Semua hari adalah hari baik. 

Yang terpenting buat saya justru adalah tahapan pembukaan outlet dengan mempertimbangkan tujuan usaha baru adalah untuk membiasakan seluruh resources usaha sudah berada dalam kondisi prima dan excellent untuk bisa memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan.
Saya tidak mendapat informasi sebesar dan sekompleks apa unit usaha baru yang akan dibuka ini, tapi saya akan persepsikan fasilitas dan fitur yang umum untuk sebuah cafe resto masa kini. 

Misal pasti ada SDM minimal untuk kasir dengan mesin kasirnya, chef atau koki di dapur, dan waiter untuk operasional service. Pasti sebelum cafe resto ini operasional, maka SDM ini telah mendapatkan pelatihan/training sesuai jobdesc dan bidangnya masing masing. Tapi sekali lagi ini hanyalah training teori dan mungkin ada sesi simulasi, tapi tidak dalam kondisi riil berbisnis melayani pelanggan. 

Dalam situasi riil, selain bagaimana bekerja, bergerak, berespond, dan bertindak sesuai SOP juga pelatihan bagaimana bisa dan paham menggunakan alat alat kerjanya. Kasir harus paham dengan software di mesin kasirnya, juga mungkin jika outlet dilengkapi dengan mesin EDC debit dan kartu kredit untuk kemudahan pembayaran. Mulai dari masukan order, menginput harga, discount, compliment, bahkan void jika ada kesalahan input atau pembatalan transaksi. Bagaimana menerima DP untuk booking meja di tanggal tertentu, bagaimana jika tamu pindah meja atau menggabungkan beberapa meja. Bagaimana merubah harga menu atau input menu baru jika ada penambahan atau pengurangan data menu yang sudah ada jika menu dihilangkan, banyak lagi opsi opsi kasir yang harus diketahui. Kasir harus bekerja dengan batasan waktu hitungan detik tertentu. Misal jangan sampai melayani tamu selama lebih dari 15 detik per transaksi pembayaran di depan kasir, atau Kasir akan menerima komplain dari pelanggan. Belum lagi jika ternyata system software membutuhkan waktu untuk synchronize system dengan data data yang masuk. Bisa bisa printing macet karena spek PC tidak memadai untuk mengolah data yang sedemikian banyak mengantri di system. Tidak ada waktu buat kasir untuk bingung mau kerjakan apa di depan kasir karena gugupnya kasir akan sangat terlihat oleh pelanggan dan ini bisa membawa image bahwa manajemen kurang siap. Juga terlihat bagaimana waiter gugup dalam membawa nampan dari dapur ke meja pelanggan, bahkan bingung ini menu ditujukan untuk meja nomor berapa karena mungkin sudah terlalu banyak meja yang order di satu waktu bersamaan. Sedikit dikomplain pelanggan sudah langsung pucat pasi dan langsung panik. Belum lagi kepanikan di dapur ketika order menu datang bertubi tubi dan koki kewalahan memproduksi pesanan tsb. Begitu sudah panik, maka ketentuan resep sudah tidak berjalan dengan standarisasi gramasi ingredients dan cara masak yang baik sehingga rasa masakan menjadi kacau. Belum ternyata jika dalam proses pengolahan ternyata baru disadari kurangnya alat dapur ini dan itu atau bahkan belum diaiapakan sama sekali. Termasuk bahan baku yang masih kurang sehingga order sudah masuk system  tapi dari dapur tidak bisa mengolahnya.

Biasanya event grand opening ini akan dipromosikan dengan besar besaran baik secara offline ataupun online via medsos. Keramaian acara juga akan terekspose dan berisiko saat itu mengundang tamu datang dalam jumlah banyak dalam waktu yang nyaris serentak. Pertanyaannya..sudah siapkah outlet Anda di awal hari  operasional menerima beban seberat ini? Bukan trainingnya yang salah, tapi apapun pekerjaan pelayanan di bisnis service hospitality, perlu mebiasakan diri. Apalagi crew dan SDM yang digunakan sebelumnya tidak pernah atau belum pernah sama sekali kerja di bidang ini. Secara manusiawi wajar jika mereka panio dan jadi blank mengenai materi apa yang sudah mereka terima dalam training. Semua awalan kerja pelayanan harus dimulai dengan berlatih dalam suasana kondusif dan membiasakan dalam beberapa waktu lamanya. Kecuali jika Anda investor kelas kakap dan sejak awal hari pertama pembukaan outlet seluruhnya menggunakan barisan crew yang memang sudah berpengalaman panjang di outlet outlet Cafe Resto sebelumnya dan Anda sanggup membayar gajinya sesuai standard UMR bahkan bisa lebih tinggi.

Tapi umumnya jika Anda masih kelas UMKM, maka umumnya semua budget pengeluaran pasti masih didesign sehemat mungkin termasuk pos gaji SDM. Saya hanya mencoba menggambarkan situasi ini yang akan terjadi jika pada saat event grand opening, ternyata secata system, alat kerja, mental SDM ternyata belum siap untuk melayani tamu dalam jumlah besar atau salam kondisi tamu langsung ramai.

Maka biasanya saya menyarankan jangan dulu segera masuk ke tahap Grand Opening. Buka dulu operasional dalam tahap uji coba atau Soft Opening. Tidak perlu dipromo besar besaran. Cukup pasang 1 buah spanduk di depan Cafe Resto "Telah Dibuka". Diresmikan saja secara sederhana oleh manajemen dan seluruh crew misal dengan acara selamatan dan doa bersama anak yatim sebagai syarat pembukaan tempat usaha baru. Mungkin tamu yang datang hanya beberapa yang kebetulan lewat dan melihat spanduk depan outlet, tidak apapa. Justru memberi kesempatan pada SDM untuk membiasakan diri terhadap pola kerja dan alat kerjanya. Hal hal yang harus diperbaiki dan dilengkapi bisa terus diusahakan tanpa harus menanggung resiko menerima komplain berat dari banyak tamu atau takutnya bahkan langsung menerima persepsi tamu yang datang bahwa outlet Cafe Resto yang baru dibuka ini ternyata jelek standard service dan produknya, tanpa ada kesempatan pihak manajemen bberkomunikasi dengan tamu menjelaskan apa yang sedang terjadi karena semua dalam keaeaan hectic.. Semua berjalan perlahan, wajar, tapi selalu diawasi, diperbaiki bahkan sempat berkomunikasi dengan tamu dan memunta maaf atas segala kekurangan di hari hari pertama pelayanan ini. Masa soft opening ini berjalan paling tidak 2 minggu sampai dengan 1 bulan sampai persiapan Grand Opening. Pada saat itu secara kesiapan SOP kerja, alat kerja dan mental crew pasti sudah lebih siap dan aman untuk image dan persepsi Cafe Resto baru Anda dimata dan dibenak pelanggan.

Karena pelanggan adalah pelanggan, mereka tidak mau tahu apakah outlet Anda sudah siap atau tidak, yang penting setelah mereka bersedia datang dan uang mereka keluar, maka mereka harus menerima pelayanan dan produk sesuai persepsi dan ekspektasi mereka atau mereka kecewa dan bisa menjustifikasi bahwa tidak perlu lagi mereka datang lagi ke Cafe Resto Anda dilain hari. Demikian saran saya mengenai apa yang sebetulnya harus dipertimbangkan pada saat outlet Cafe Resto baru akan dibuka. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Sabtu, 01 Desember 2018

Untung Rugi Ikut Bisnis Franchise?



Tanya :   Untung Rugi Ikut Bisnis Franchise?
Selamat pagi pak Mirza
Saya sedang berpikir untuk memulai usaha kecil membuka booth makanan dari salah satu produk brand franchise. Saya adalah karyawan dan sebelumnya belum pernah berbisnis sendiri sebelumnya dan kabarnya lebih baik membeli bisnis franchise karena akan dibantu pengelolaannya. Mohon penjelasannya pak, apa betul begitu kenyataannya?

Jawab :
Selamat pagi juga bung, selamat jika Anda sudah mulai membuka hati dan pikiran untuk mulai berbisnis mandiri. Anda bisa mendapatkan income harian, menentukan sendiri berapa target pemasukan Anda sebulan dan mempekerjakan orang lain sebagai bentuk manfaat eksistensi Anda untuk orang lain. Memang ikut bisnis franchise adalah salah satu pilihan paling aman jika Anda tidak pernah atau belum menguasai bisnis tsb dan tidak menguasai sumber daya bahan baku produk dan SDM bisnis tsb. Dalam bisnis franchise biasanya bahan baku akan disupply oleh franchisor dan SDM akan bantu dicarikan yang kompetensi dan spesifikasinya sesuai untuk kemudian ditraining agar bisa bekerja sesuai Standard Operasional Prosedur dan produk atau jasa yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan pasar yang telah franchisor pelajari untuk para franchisenya bisa berbisnis dan mengambil keuntungan bisnis dari investasi yang sudah dikeluarkannya dengan membeli bisnis franchise.

Sebetulnya hal yang paling mendasari orang berinvestasi mengambil bisnis franchise adalah "merk dagang" atau brand, karena sungguh tidak mudah membangun brand yang sudah dikenal dan mampu menarik pasar untuk datang ke outlet/ toko/ booth Anda untuk melakukan transaksi bisnis. Brand yang sudah dikenal akan memiliki nilai tambah untuk memenangi persaingan dengan kompetitor yang datang dari brand lain  produk/jasa sejenis. Hal brand awareness itu bahkan beberapa brand terkenal dan ternama sudah sampai tahap brand equity, akan mempercepat Anda mendapatkan keuntungan  bisnis secara lebih cepat, tidak harus merangkak dulu dari awal, berproses pelan pelan, dan jatuh bangun seperti umumnya pengusaha yang membuka bisnisnya dengan merk/brand sendiri dari awal. Jadi ibaratnya launching outlet atau buka booth perdana di pagi ini, maka siang sudah bisa kedatangan tamu yang terua berlanjut sampai malam menjelang tutup toko. Hal ini bisa terjadi karena pasar/masyarakat sekita outlet akan mengasosiasikan bahwa outlet baru ini akan sama saja produk dan pelayanannya dengan apa yang dijual oleh toko/outlet yang brandnya sama ditempat lain yang sudah sering dikunjungi dan dikenalnya selama ini. Jika sudah kenal dan tidak ada keberatan selama ini menjadi konsumennya, maka dimanapun outletnya berada maka layaklah dikunjungi, termasuk di outlet baru milik Anda yang tadi pagi baru launching. 

Lain halnya jika Anda memperkenalkan merk baru, pelayanan dan produknya juga pasar masih belum familiar. Ada tahap dimana Anda harus melakukan promo dan marketing yang cukup berat dan waktu yang cukup panjang mungkin juga berbiaya besar untuk mengajak masyarakat sekitar untuk berkunjung ke toko/outlet Anda, itupun setelah calon konsumen memutuskan meminggirkan sejenak pilihannya untuk coba berkunjung ke outlet/toko Anda dibanding berkunjung ke toko/outlet lain yang brandnya  lebih familiar. Ini masih dalam tahap kunjungan percobaan untuk mengenal karena sebelumnya mereka belum pernah datang ke outlet/toko Anda. 

Setelah kunjungan pertama, lalu dilain hari mereka bersedia berkunjung lagi atau tidak, itu sepenuhnya adalah tergantung pengalaman mereka selama ada di outlet/toko Anda. Mereka puas atau mereka menyesal sudah memutuskan mencoba produk Anda. Jika level kepuasannya bisa melebihi level kepuasan jika mereka berkunjung ke outlet/ toko yang sebelumnya biasa mereka datangi, maka bisa saja selanjutnya mereka akan pindah ke toko/outlet Anda. Jika Anda membuka outlet/toko produk sejenis tapi dengan brand sendiri, maka Anda harus repot repot dulu melakukan tahapan marketing, promosi, keluar mengundang pelanggan dengan menyebar brochure, menawarkan discount, kalau ada budget bisa pasang iklan,  kerjasama dengan mitra,  share dan upload info produk dan brand via medsos, dan seterusnya dilakukan secara intensif dan kontinu dalam jangka waktu tertentu. Tapi tentu saja tahapan penuh strategi marketing promosi ini akan susah anda jalani, jika sebelumnya adalah karyawan dan bukannya pengusaha bidang tsb.

Yang pasti usaha apapun termasuk jika Anda membuka bisnis franchise, bukan berarti Anda tidak harus menangani langsung bisnis Anda dan sepenuhnya menyerahkan kepada pengelola usaha atau karyawan dan kantor pusat franchise. Bagaimanapun ini bisnis Anda dan franchisor tidak bisa dimintakan pertanggung jawaban jika bisnis Anda tutup atau gagal. Memang tidak ada kantor pusat Franchise yang bisa menggaransi bahwa outlet franchise yang Anda buka pasti akan berhasil dan untung. Jika ada kantor pusat Franchise berani menggaransi untungnya bisnis ya nanti semua investor akan dengan senang hati menginvestasikan dananya ke bisnis ini karena tidak ada kemungkinan gagal. Hal yang sangat absurd di bisnis riil. Berani usaha ya harus berani rugi dan berani sukes. Hanya saja dengan memilih bisnis brand franchise yang sudah dikenal masyarakat, maka akan memperbesar kemungkinan berhasil dan mengurangi kemungkinan usaha merugi.

Demikianlah, untuk hal hal apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih produk brand franchise, baca kolom Artikel: Tips Memilih Brand Franchise.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Kamis, 01 November 2018

BAGAIMANA MENJADI PEMIMPIN ?



Cukup banyak pertanyaan mengenai bagaimana bisa menjadi  pemimpin? Kalau bicara mengenai seseorang bisa menjadi pemimpin, maka itu bicara mengenai persyaratan yang dibutuhkan, dan persyaratan tsb hanya bisa dipenuhi oleh mereka yang sudah punya kapasitas tersebut atau setidaknya berusaha membangun  kapasitas yang memenuhi persyaratan tsb.  Tapi secara akronim agar mudah diingat maka paling tidak ini  adalah persyaratan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimipin atau TEAM LEADER.

 
T+E+A+M  L+E+A+D+E+R

T=Tegas
E=Elaborasi (tekun dan cermat)
A=Antisipatif
M= Managerial

Tegas. Pemimpin ada bukan untuk memihak, menyukai, ingin disukai, menghindari konflik. Dalam urusan bisnis, setiap pemikiran, ucapan, tindakan dan keputusan, hanya fokus pada tujuan bisnis. Kepentingan bisnis adalah kepentingan bersama. Jika bisnis maju dan berhasil maka semua karyawan, investor dan stake holders akan happy. Jika seorang pemimpin terlalu banyak pertimbangan yang sifatnya terlalu personal, tidak objektif karena memikirkan kalau keputusan atas dasar saran si A ini diambil maka akan membuat iri si B, kalau menyampaikan ini maka akan menyinggung si C, kalau saya naikan jabatan si C maka akan membuat si A gusar,  jika saya hukum si B saya jadi tidak enak hati karena secara personal saya cukup dekat, dst…maka tentu saja Anda tidak akan pernah bisa tegas mengambil keputusan. Bahaya jika memimpin bisnis tapi Anda terlalu memakai perasaan dibanding logika berpikir prioritas bisnis. Anda sebagai pimpinan bukan untuk mencari kawan baru, tapi untuk memimpin, mengatur, mengusahakan teamwork bekerja sesuai petunjuk strategi agar membawa usaha ke arah yang lebih baik dan menguntungkan buat perusahaan. Tapi bukan berarti Anda memimpin tanpa hati atau egois tanpa memikirkan karyawan. Anda harus bedakan bagaimana berucap, berlaku, bergaul sebagai sesama manusia dengan berlaku, bergaul, berucap, berkeputusan sebagai seorang pemimpin. Tetap Anda harus memanusiakan team Anda, tapi kebijaksanaan Anda harus diutamakan untuk kepentingan perusahaan bukan untuk pribadi pribadi karyawan yang bisa merusak fokus Anda. Anda bisa berlaku sebagai pimpinan yang tegas berwibawa dan juga berlaku sebagai kawan yang peduli mendengarkan di saat yang tepat dan sesuai keadaan.

Elaborasi. Anda harus tekun dan cermat melihat, membaca, menghitung, mengestimasi semua proses yang berjalan selama ini. Setiap proses pasti ada salah benarnya. Mana yang salah harus diperbaiki dan mana yang sudah on the track harus terus dijalankan bahkan dikembangkan untuk meraih potensi potensi lain. Palajari secara tekun dan terarah, kumpulkan dan catat data data yang dimiliki, buat business plan dan bahas detil per detil dengan team Anda untuk mengambil manfaat dari setiap potensi yang muncul 

Antisipatif. Menyambung dari Elaborate tadi adalah tujuannya perusahaan harus antisipatif atas segala permintaan pasar, perubahan trend, strategi kompetitor, komplain pelanggan, dsb terutama hal hal yang mungkin membuat bisnis perusahaan akan terhambat atau tidak berkembang. Jangan selalu berpikir perusahaan sudah sukses karena ini akan menjebak Anda dalam zona nyaman dimana Anda merasa tidak perlu lagi antisipatif. Tahu tahu trend berubah dan kompetitor Anda sudah lebih awal mengambil langkah antisipatif, maka perusahaan Anda akan jauh tertinggal dan ditinggalkan pelanggan.

Managerial. Dalam rangka Anda bisa melakukan hal hal tersebut diatas, maka selain skill dan pengalaman, tentu saja Anda harus memiliki kemampuan Managerial: mengatur dan memberdayakan SDM yang perusahaan punya untuk menggerakan semua fungsi fungsi strategis , operasional dan semua kerja team yang dibutuhkan untuk perusahaan dapat berbisnis dengan baik.


Dibawah ini adalah karakter, skill dan sikap yang dibutuhkan seorang LEADER dalam memimpin: 

L=Leadership
 E=Enthusiasm
 A=Action
 D=Delegation
 E=Empathy
 R=Responsibility

Leadership
. Tentu saja sifat kepemimpinan wajib dimiliki  oleh setiap pemimpin. Tapi sifat ini tidak mudah karena itu  tidak semua orang bisa menjadi pimpinan. Secara management artinya seseorang yang mampu memberdayakan bawahannya untuk  mencapai tujuan bersama. Dibawah ini juga sifat sifat kepemimpinan yang biasa mengikutinya.

Pertama Enthusiasm atau Antusias. Antusias adalah inti dari semangat yang melahirkan jiwa yang teguh, mental yang kuat, fisik yang berenergi, gigih dan gesit juga pikiran yang bernas, cerdas.  Semuanya disinergikan dalam passion atau fokus kuat untuk bisa mencapai tujuan.

Hanya mereka yang punya rasa antusias tinggi yang akan selalu mencari  jalan keluar, inovatif dan mencari cara mencapai tujuan. Jika pemimpinnya saja terlihat loyo, tidak semangat, gampang mengeluh, tidak punya solusi, cepat panik, maka bagaimana yang bisa diharapkan dari bawahannya? Bayangkanlah sendiri

Action atau bertindak, memulai, bekerja. Seorang leader  harus bisa mewujudkan mimpi menjadi kenyataan, mewujudkan konsep bisnis menjadi bisnis riil, mentransformasikan planning menjadi result, memproses prototype menjadi  product. Maka setiap perubahan tersebut harus dimulai dari  tindakan lalu bergerak berkesinambungan. Tugas pimpinan adalah membuat teamwork bergerak sesuai tugasnya dan memastikan proses berjalan agar semua tidak hanya sekedar jadi wacana atau rencana bahkan mimpi belaka.

Delegation adalah pelimpahan tugas. Buat apa seorang  pimpinan memiliki anak buah atau bawahan atau staff tapi apa apa hanya
pimpinan seorang yang mengerjakan semua prosesnya sendirian. Mungkin bisa jadi masalahnya bukan karena pimpinan tersebut tidak mau mendelegasikan tugasnya kepada bawahannya, tapi lebih karena tidak percaya kepada kemampuan anak buahnya dan tidak mau memberi kepercayaan dan kesempatan untuk mencoba melakukannya sesuai arahan pimpinan. Sedangkan karyawan ada dan tetap menerima gaji. Karyawan yang tidak produktif adalah beban biaya, tapi karyawan yang produktif adalah asset bernilai. Maka bagaimana pemimpin, pilih mau buat teamwork yang hanya jadi biaya atau jadi the winning team atau superteam? Untuk menggerakan teamwork sendiri butuh skill spesifik yang khusus diantaranya kepercayaan, keteladanan dan komunikasi.

Pelajarilah kebutuhannya agar proses delegasi berjalan dengan kondusif. Untuk bisa mendelegasikan tugas maka  pemimpin harus trust kepada bawahannya/PIC
(person in charge), misalnya manager atau kepala department. Delegasi memiliki parameter yaitu jika seluruh team paham, mengerti, dan melaksanakan apa yang sudah menjadi kewajibannya sesuai tata tertib perusahaan dan S.O.P. sehingga mendapatkan hasil  sesuai K.P.I. (key performance indicator). Jika bisnis maka K.P.I. itu adalah omzet atau jika organisasi itu adalah tujuan yang sudah ditentukan dalam tujuan anggaran dasar rumah tangga/organisasi.

Empathy atau ikut merasakan, kepedulian. Kepemimpinan ini  erat kaitannya dengan hubungan antar manusia yang sifatnya lebih emosional. Bagaimanapun manusia adalah makhluk sosial dan emosional. Mudah tersinggung, sedih, punya masalah, dan banyak gangguan emosional lain yang pada akhirnya membuat  mood kerja jadi kurang kondusif. Memang pemimpin harus tegas  dan pemimpin tidak bisa menyenangkan keinginan semua pihak.
Tapi adanya rasa kepedulian kepada bawahannya akan membuat  suasana organisasi jauh lebih baik. Tentu saja dengan cara yang bijaksana dan tetap berorientasi pada tujuan utama organisasi. Staff juga manusia yang perlu diperlakukan sebagai utuhnya manusia, sedikit care pada kesulitan mereka, beri konseling, atau bahkan pelatihan juga masuk dalam rangka empathy agar perusahaan bisa membantu karyawannya memecahkan masalah masalah pekerjaan mereka dengan lebih mudah dan efektif. Bukan juga hanya memimpin dengan marah marah tanpa arah dan tangan besi sehingga menciptakan  suasana stress berlebihan dalam organisasi. Dalam bisnis  bahkan empathy bukan hanya tertuju pada karyawan/staff,  terlebih juga empathy kepada pelanggan, client sangatlah  penting agar perusahaan tidak ditinggal pelanggan dan bisa  bertahan dalam persaingan bisnis.

Responsibilty adalah tanggung jawab. Memang secara dasar semua manusia hidup-pun kelak akan diminta pertanggung jawabannya di hadapan Yang Maha Pencipta. Hanya saja Anda sebagai pemimpin yang dianugrahi tanggung jawab atas  kelompok orang dalam teamwork atau organisasi akan punya  tanggung jawab yang lebih besar. Orang besar tanggung jawab besar, orang biasa saja tanggung jawab kecil. Pemimpin harus  berani bertanggung jawab, bahkan mengambil alih tanggung  jawab jika dibutuhkan. Jangan malah menyerahkan tanggung  jawab yang seharusnya ditanggungnya kepada bawahannya, itu hanya akan menghilangkan kewibawaan Anda sebagai pimpinan  karena lari dari tanggung jawab.

Hanya mau jadi pimpinan,
menerima kekuasaan sebagai pemimpin, menerima gaji level manager atau direksi, tapi giliran ada masalah melimpahkannya pada bawahan dan Anda cuci tangan seolah olah tidak tahu. Maka itulah paling tidak kapasitas yang Anda harus miliki  sebagai leader atau pemimpin. Pimpinan tidak selalu pemimpin. Seorang pimpinan bisa saja ada atau eksis karena warisan keturunan, ditunjuk  berdasarkan relasi, kenaikan jabatan karena birokrasi  suksesi tradisional walaupun tidak pantas, bahkan dipilih karena ada perjanjian kompensasi tertentu. Tapi diantara para pimpinan hanya ada beberapa orang saja yang akhirnya  berhak disebut pemimpin, yaitu yang benar benar bisa memenuhi kapasitas dan persyaratan sebagai seorang Leader yang dipilih oleh bawahannya dan diikuti kepemimpinannya dengan baik.

 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)


Senin, 01 Oktober 2018

Memulai bisnis kuliner



Ada pertanyaan mengenai memulai bisnis Warung makan /kuliner di unit ruko ukuran 4 x 12 m yang sudah dimiliki. Saya akan coba jelaskan secara mudah untuk pemula. Sangat baik sekali Anda ingin memulai bisnis kuliner, tapi ini bukan bisnis yang mudah dijalankan. Kompetitor Anda ada belasan mungkin puluhan warung kuliner di radius 3 km lokasi warung Anda bahkan di hari sebelum Anda memulai bisnis hari pertama. 

1. Investasi, batasi investasi Anda dan jangan gunakan seluruh dana yang Anda miliki untuk investasi di bisnis ini.
Anda katakan warung ini hanya sekelas UKM, yang saya persepsikan berlokasi di ruko hanya 1 lantai mungkin terdiri dari minimal 7 meja kapasitas 4 orang per meja. Jadi sekitar maksimal 30 tamu jika di jam sibuk. Untuk awal sebaiknya saya sarankan mulai dulu di lantai dasar, fokus belajar setiap harinya dan tambah pelanggan warung kuliner  Anda. Jika semakin Anda paham dan mulai mendalami permasalahan dan solusi di bisnis ini, baru mulai pertimbangkan untuk ekspansi ke lantai 2 dst menurut keberanian dan ke-percaya diri-an Anda. Dapur dan ruang makan ada di lantai yang sama, tinggal penataan layoutnya saja yang dibuat efesien dan menarik sehingga tamu tetap nyaman makan di warung Anda. Dengan memulai investasi hanya di 1 lantai tentu akan menghemat investasi awal Anda.

2. Penataan Area, harus membuat nyaman tamu dan kerja operasional tetap efektif.
Dalam area yang terbatas, dapur jika memungkinkan bisa ditempatkan di bagian depan. Jika ada ayam yang dibakar maka asapnya tidak akan memenuhi indoor ruko. Juga kegiatan masak dari area dapur yang bersih dan tertata memberikan kesan "mengundang" tamu datang. Bagus jika wangi lezat makanan dari pengolahan menu di dapur warung bisa meruap ke lingkungan sekitar, tentu saja bisa menambah daya tarik orang sekitar datang ke warung Anda. Bayangkan jika Anda sebagai tamu yang datang ke warung Anda, dari mulai tampak depan, lalu masuk ke pintu utama, duduk di meja yang ada, mulai order menu, selama menunggu menu datang apa yang bisa dilihat disekeliling. Berapa lama Anda bisa sabar menu datang diantar? Apakah lebih baik jika minuman dulu yang diantarkan sementara menunggu menu utama datang. Lalu dimana posisi wastafel untuk cuci tangan, jangan lupa sediakan sabun cair agar tetap hygiene. 

3. Pasang fasilitas yang tepat, agar yang datang adalah pelanggan yang tepat.
Jika Anda merencanakan tamu bisa menambah order menunya mungkin Anda bisa membuat ruang makan lebih nyaman dengan kursi yang ada lapisan busa dan interior yang lebih dipercantik. Sambil menunggu menu dimasak, mungkin ada yang bisa dilihat, mungkin bisa TV. Mungkin ada yang bisa didengar, mungkin ada suara radio atau musik mengalun pelan, apakah mungkin lebih nyaman pakai AC atau sudah cukup nyaman dengan pakai kipas angin, lalu makanan datang dan mulai disantap. Tentu saja dengan fasilitas AC maka ada larangan tamu merokok. Bisa disiapkan area smoking di outdoor dengan set meja outdoor. Toilet juga sangat penting, tidak perlu mewah, tapi harus bersih dan terang. Dengan peningkatan standard fasilitas ini maka Anda bisa meng-up grade harga per porsi lebih sedikit diatas kompetitor rata rata kelas warungan kuliner. Maka dari setiap grup tamu yang datang bisa berharap duduk lebih lama dan memesan lebih banyak menu. Misal lauk aneka ayam  sebagai menu utama, lalu juss buah sebagai minumannya, ditambah dengan snack lain sebagai penutup. Jangan lupa jika waktu yang dialokasikan per tamu lebih panjang, mungkin saja mereka membutuhkan mushola yang cukup nyaman dan harus bersih. Kalau hanya kelas warung atau resto tidak perlulah fasilitas wifi. Jangan sampai pengunjung berlama lama melakukan aktifitas internet di warung Anda tapi antrian tamu terlihat panjang. Buat perputaran tamu warung Anda efektif, tidak terlalu lama tapi tamu yang datang untuk makan minum juga sudah cukup nyaman dan puas.

4. SDM yang efektif , dan produktif. Jika urusan fisik bangunan dan fasilitas sudah didefinisikan dengan jelas, maka jangan lupa bahwa SDM adalah aspek terpenting sebagai faktor penggerak mesin bisnis. Yang paling mudah jika Anda bukan ahli dibidang kuliner adalah mempekerjakan koki atau pengelola yang sudah cukup lama berpengalaman di bidang ini. Jika Anda tidak sanggup menggaji dengan standardnya, tawarkan bagi hasil berupa prosentase dari omzet gross atau nett profit yang diperoleh bisnis. Tentu saja maksudnya agar orang ahli ini merasa memiliki bisnis ini juga dan akan betul betul membuat bisnis bersama ini ke arah bisnis yang jangka panjang dan profitable. Posisi orang ahli ini bisa jadi adalah koki, karena misal menu ayam yang lezat butuh keahlian seorang koki terlatih untuk meracik resep lezat yang teruji dan pengelola yang bisa mengatur pola kerja karyawan, menjaga standard mutu makanan dan menjaga mutu layanan dan memasarkan produk ini ke target pasar. SDM inilah yang akan membawa "pengalaman" bagi tamu tamu Anda. Apakah mereka akan menerima pengalaman yang baik, nyaman, terpuaskan, menyenangkan selama ada di warung Anda? atau justru sebaliknya, merasa buang buang waktu, buang buang uang bahkan menyesal telah datang ke warung Anda.

5. Menu, ini adalah mesin uang  utama dalam bisnis kuliner. Makanan yang bercita rasa lezat, ditampilkan dengan estetika akan sangat memberikan kesan mendalam kepada tamu, apakah dia akan bersedia datang lagi atau cukup hanya sekali itu saja datang mencoba. Atau bahkan begitu terasa lezatnya sehingga tamu tidak sabar untuk kembali atau rela antri demi menikmati lagi menu dari warung ayam Anda. Tergantung bagaimana koki Anda mengolah dan menyajikannya apakah lebih baik dan lebih lezat dibanding rasa menu ayam di resto atau warung lain sekitar. Perlu dipikirkan apakah Anda akan tawarkan menu khusus yang memang tidak banyak pilihan seperti resto ayam geprek atau banyak varian pilihan seperti warteg atau foodcourt. Anda bisa lihat mana kemungkinan bersaing paling kuat di radius 5 km sekitar outlet Anda. Mana menu yang paling bisa diakomodir baik dari segi kemudahan memasak yang masih oleh peralatan dapur Anda, atau dari cost bahan baku yang masih profitable.

Sementara cukup seperti diatas dan dengan langkah langkah diatas berarti outlet warung kuliner Anda sudah bisa beroperasi. Jawaban saya di pertanyaan ini lebih bertujuan agar Anda mulai saja dulu dengan rencana Anda. Banyak pemula tidak pernah menjadi pengusaha karena takut memulai. Mulai saja duku dengan memperhatikan hal hal yang saya sudah uraikan diatas, lalu belajar dan teruslah berkembang dan kreatif. Pasti Anda bisa. Mudah mudahan dengan rasa makanan yang lezat, jenis pilihan menu yang tepat dan layanan yang ramah, maka outlet Anda bisa mulai ramai didatangi pelanggan. 

Tentu saja idealnya Anda tidak bisa hanya duduk diam menunggu tamu datang, tapi Anda juga harus lakukan marketing dan promosi untuk awareness merk warung Anda dan mempromosikan menu menu unggulan Anda. Tapi hal ini akan butuh pembahasan khusus lagi. Mudah mudahan cukup dengan melakukan langkah langkah diatas, maka warung kuliner Anda sudah memiliki tamu loyal dan royal.


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)