Rabu, 30 November 2016

Bekal Hidup



Seorang bapak meminta tolong kepada saya untuk menasihati mantunya yang menurutnya kurang gigih dan serius dalam menghadapi hidup. Kebetulan di keluarganya, dia adalah anak laki laki tunggal dan sangat "dijaga" oleh ibunya yang selalu menjaga dan berusaha memenuhi kebutuhannya. Bapak ini khawatir anak perempuannya ada di tangan laki laki yang rapuh secara mental dan karakter sehingga akan rawan gagal menghadapi cobaan yang sewaktu waktu nanti pasti datang juga sebagai bagian dari kenyataan perjalanan kehidupan.

Menghadapi tantangan dalam hidup bukan perkara mudah. Banyak orang tidak siap karena tidak terlatih secara mental. Latihan mental dan karakter anak perlu dibangun dan dibina sejak masih kecil. Karakter tergantung dari kebiasaan, sedangkan mental dibangun dari latihan menghadapi dan merespond masalah.


Kenyataannya banyak orang tua dari sejak kecil begitu memanjakan anaknya, mengikatkan tali sepatunya, membawakan tas sekolahnya, menyodorkan piring makannya. Apa apa sudah tersedia, pertolongan siap diberikan, rintangan pasti akan bantu dimudahkan, anak jadi santai, tidak biasa berusaha mandiri. Bahkan dalam kasus ini, sebagai anak laki laki tunggal dimana ibunya sudah mengatakan jangan terlalu ngoyo bekerja, biar mama yang kerja, tentunya ini adalah "pernyataan yang menggelikan" dari seorang ibu kepada anaknya. Maka jika dari kecil selalu ada yang menjamin kondisi yang nyaman dalam hidupnya, sudah pasti pada saat besarnya si Anak ini cenderung ingin dapatnya hal yang instant saja. Kurang tangguh dalam menghadapi masalah dan bisa patah harapan dalam menghadapi cobaan hidup. Apakah ini hasil yang diharapkan orang tua terhadap sikapnya dalam memanjakan anaknya secara berlebihan?


Tidak terbiasa berjuang dari bawah, bersusah payah dan sabar menjalankan proses jatuh bangunnya kehidupan. Padahal itu hal hal penting yang harus dimiliki secara nyata oleh orang yang ingin memiliki karakter sukses. Tapi memang karakter dan mental manusia dididik dan dibentuk mulai dari masa anak anak, remaja dan dalam masa persiapan masuk dunia nyata. Pendidik pertama tentunya adalah lingkungan keluarga, yaitu kedua orang tuanya. Sekolahpun tidak bisa selama 3 - 6 tahun merubah mental karakter anak dari manja ke karakter tangguh tanpa metode khusus yang sudah terbukti. Sungguh membangun mental dan karakter tangguh agar Anak siap mandiri menghadapi kenyataan hidup di dunia nyata sangatlah tidak mudah. Apalagi anak Laki laki yang akan jadi pemimpin keluarganya sendiri nanti pada waktunya.


Maka jika Anda sayang Anak Anda, jangan terlalu manjakan anak seakan akan Anda sebagai orang tua akan bisa terus hidup dan kuat untuk mendampingi mengurus anak Anda selama hidupnya. Anda sebagai orang tua punya kewajiban untuk membangun generasi tangguh, bukan hanya memberikan kesenangan yang melenakan. Justru Anda harus mendidik dan membina mental, karakter anak Anda sehingga terbentuk tangguh dan siap terjun hadapi kenyataan hidup. Bagaimanapun Anak kelak juga akan hidup mandiri sebagai pribadi yang bertanggung jawab, lalu memasuki masa sebagai orang tua, menghadapi kenyataan hidup yang tidak selamanya indah dan ideal sesuai harapan. Apakah Anda yakin pada saatnya Anak Anda akan siap menghadapi dunia, sedangkan Anda sebagai orang tua juga sudah tidak ada lagi kemampuan, kesehatan, waktu dan energi untuk terus mendampingi membantu Anak Anda?


Orang tua bukan malaikat penjaga bagi anaknya, berikan kesempatan anak untuk bertanggung jawab dalam hidupnya dengan terbiasa berjuang dan mandiri sedini mungkin dalam menghadapi setiap kesulitan di kehidupan nyata. Mintalah Anak Anda pada waktunya nanti untuk lebih serius melakukan perencanaan hidup dan membangun masa depannya sendiri. Berikan dukungan positif yang menggali tanggung jawab pribadi dari si Anak, tempatkan dia dalam lingkungan yang kompetitif dan kreatif produktif sehingga dia mendapat role model yang benar, carikan guru atau orang dewasa yang berfungsi seperti coach bagi dirinya. Bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup keluarga yang ditanggungnya dan bisa membangun kepercayaan juga keyakinan dari keluarga yang mengharapkannya. 


SEMANGAT SUKSES
(Mirza A.Muthi)

Selasa, 01 November 2016

RESIKO + SUKSES = MANFAAT



Tanya : 
Pak Obing, saya mau tanya apa karyawan tidak bisa memberi manfaat lebih dibanding pengusaha dalam hidup?

Jawab :
Saya belum jelas maksud pertanyaan singkat Anda. Tapi saya coba jawab mungkin maksudnya terkait mental karyawan vs pengusaha. Saya awali dulu dengan bahasan resiko. Tidak ada pekerjaan yang tidak beresiko. Apapun keputusan Anda jadi karyawan atau pengusaha, usaha warung mie ataupun usaha transportasi. Resiko akan berbanding lurus dengan prospeknya. 

Makin kompleks usaha, besar keuntungan maka makin tinggi resiko, makin butuh keberanian dan kecerdasan. Maka siapa yang berani mengambil resiko lebih besar lebih pantas dapatkan peluang sukses lebih besar dibanding mereka yang hanya berani menerima resiko rata rata saja . Resiko tidak bisa dihindari, tapi juga jangan membabi buta menerima resiko. Tapi resiko harus mampu dimanaje, dikelola dengan terukur.

Mereka yang hanya bermental rata rata lebih pertimbangkan cara dan jalan yang aman, jauh dari resiko. Yang penting uang untuk bulanan aman walaupun hanya cukup tidak berlebih. Tapi hasil akhirnya juga biasanya akan rata rata saja. Mereka yang bermental lebih kuat dan berani mengambil tantangan lebih tinggi untuk tujuan yang lebih bernilai biasanya akhirnya akan menerima lebih banyak dan lebih bernilai dibanding mereka yang bermental lemah. 


Tapi bagaimanapun hidup adalah pilihan, ada juga mereka yang tidak ingin hal hal berlebihan dengan materi duniawi ataupun jabatan dalam hidup walaupun mereka orang luar biasa. Mereka hidup dalam kesederhanaan walaupun secara materi mampu. Lebih banyak berbagi dan berdamai dengan situasi sekitarnya. Idealisme pribadi. Maka pada akhirnya standard kebahagian dan kebanggaan setiap orang berbeda beda tergantung tujuan hidupnya. Tidak ada yang bisa menyalahkan atau mengatakan jalan hidup saya lebih benar dan jalan hidup kamu salah sepanjang ybs merasa nyaman dan tercukupi aman aman saja hidupnya. 


Maka sukses tidak bisa diukur dari banyaknya materi yang dimiliki, tapi lebih dari bagaimana orang sekitarnya mendapat manfaat dari keberadaannya. Tapi apapun standard dan kebanggaan hidup berbeda beda, tetaplah pada nilai bahwa setiap manusia perlu memberi manfaat positif pada sekitarnya. Pikiran dan wawasan di dalam tetap harus besar dan luas. Tapi penampilan ke luar bisa biasa saja. Yang penting adalah output action dan manfaat. Menjadi sederhana dalam penampilan adalah hak setiap orang, walaupun dia sudah sangat sukses dalam financial. Ada pertimbangan dan idealisme tertentu. Penampilan adalah pilihan, tapi menjadi berhasil dan sukses bukan pilihan. 

Jika Anda ingin hidup Anda berkualitas dan berguna, maka sukseslah. Dengan menjadi sukses dan berhasil maka Anda menghargai hak hidup yang sudah diberikan Tuhan kepada Anda, lalu jangan lupa berbagilah sukses dengan sesama.

Jadi sukses bukan semata pencapaian uang, walaupun dengan uang Anda bisa memberi manfaat secara langsung karena apapun saat ini pasti bernilai uang. Tapi Anda bisa berbagi pengetahuan dan skill yang Anda punya. Anda bisa membagi perhatian dan kasih sayang kepada sesama. Pencapaian dan tindakan Anda menjadikan inspirasi dan motivasi bagi orang lain. 

Bahkan Anda bisa sekedar mendoakan kepasa setiap orang yang Anda temukan. Semakin banyak mereka yang bisa Anda angkat dan bantu untuk sukses dengan cara masing masing dari mereka, kebahagiaan mereka, perubahan ke arah lebih baik, makin baik maka itulah Anda sudah berbagi dan memberi manfaat. Jadi karyawan tentu saja bisa tetap memberi manfaat pada sekitar, asalkan Anda bermental kuat dan positif.

Pada akhirnya kewajiban hidup Anda adalah memberi manfaat pada sesama. Tapi jika Anda sendiri tidak sukses karena tidak berani mengambil resiko lebih, bagaimana bisa mulai menyebar manfaat. 

Jadilah bermental berani, sukses dan bernilai.



SEMANGAT SUKSES
 (Mirza A.Muthi)


Sabtu, 01 Oktober 2016

TANYA : BAGAIMANA MENJADI ORANG TUA YANG TIDAK PROTEKTIF ?

Dear Pak Mirza,
Saya sering diingatkan oleh orang tua saya hati hati kalau berteman, pergi kemana mana hrs jelas  , dan orangtua hrs kenal siapa teman teman saya. Saya agak kesal, spt anak kecil saja. Gimana ni saran bapak?

Naya-jakarta

JAWAB :

Dear Naya

Sangat wajar orang tua bersikap demikian. Mungkin sekarang Naya merasa orangtua itu cerewet, terlalu protektif dan mau tahu saja urusan anak muda. Tapi kalau Naya nanti sudah jadi orang tua pasti bisa paham kenapa dulu orang tua bersikap begitu.

Teman teman itu seperti arus air. Mereka bisa menarik kita ke arah mana sungai mengalir. Mau ke arah danau yang bersih atau arah sungai yang kotor. Maka teman memang harus dipiliih. Bukan karena golongan ekonomi atau karena gengsinya, tapi atas pengaruh yang nanti akan menentukan arah masa depan kita. Kadang kita bisa lebih dekat dengan teman teman dibanding orangtua atau saudara, karena sebagian besar waktu kita lebih banyak bersama teman. Karena itu teman teman akan sangat mempengaruhi perilaku, karakter, mental bahkan bisa mengarahkan kemana arah masa depan kita. Salah atau benar. Berteman akan jadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan proses hidup Anda. Jadi pondasi kuat dan pembentukan karakter dalam hidup Anda. Berteman harus karena kita butuh dorongan, teladan, lingkungan dimana hal hal baik bisa kita dapatkan dan memudahkan kita mencapai tujuan baik

Berteman bukan karena pelarian penderitaan, harapan kesenangan semu atau gengsi semata. Yang seperti itu cenderung akan menyesatkan Anda. Kumpulan teman yang baik bisa dilihat dari aktifitas yang dilakukannya, berguna atau cuma buang buang waktu. Positif, kondusif atau cenderung merusak. Dari respond yang masyarakat sekitar berikan terhadap kumpulan teman tsb. Senang, mendukung, atau terlihat tidak senang, terganggu bahkan takut. Berteman yang baik akan memberikan Anda wawasan yang luas, perilaku yang terpuji, skill yang berguna, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan

Pada akhirnya hal2 tsb sangat penting dan menentukan dalam Anda mengambil arah untuk masa depan. Bukan menenggelamkan Anda sedini mungkin. Bergaul yang tidak positif dan menjerumuskan akan menenggelamkan Anda bahkan pada usia yang masih sangat muda. Tidak membawa manfaat apa2. Dan jika seseorang sudah terjerumus dalam hingga merusak moral dan mental, maka itu bisa terlambat. Tidak semua bisa bangkit lagi setelah terpuruk

Teman teman dan pergaulan Anda akan menggambarkan siapa Anda, bagaimana perilaku Anda dan akan seperti apa kira kira masa depan Anda. Maka sangat penting sedini mungkin Anda selalu memilih dengan siapa Anda berteman dan dilingkungan mana Anda akan bergaul. Jangan salah


SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Kamis, 01 September 2016

BERUSAHA DAN JANGAN PUTUS ASA

TANYA:BAGAIMANA SARAN BAPAK UNTUK SAYA YANG PENGANGGURAN SEPERTI INI?

Pak Mirza yang Bijaksana
Saat ini saya sedang dalam masa rasanya sudah paling dibawah. Pengangguran,  tidak punya uang,  orangtua juga seperti benci karena saya tidak ada kegiatan, mau ngapain setiap hari juga tidak tahu.
Bagaimana bapak bisa kasih pencerahan untuk saya pak?

Terimakasih

Selamat malam,

JAWAB:

Setiap orang punya kebijaksanaan dalam hatinya. Hanya jika Anda tidak biasa untuk mengeluarkannya dalam pemikiran dan tindakan sehari hari, maka kebijaksanaan lebih sering bersembunyi di balik emosi, prasangka dan logika yang lebih dominan. Jika Anda bijaksana kepada Anda sendiri, maka Anda tahu kapan Anda harus berkeras pada diri sendiri sehingga Anda bisa lebih keras berjuang sekaligus jelas kapan harus berdamai dengan situasi sehingga bisa lebih iklas menerima kenyataan. Karena jika Anda tetap berusaha dan berdoa, semua yang Anda rasakan hari ini maka sifatnya hanya sementara dan nanti akan berlalu. Tapi jika Anda cuma diam, mengeluh, meratapi diri dan putus asa, maka hidup Anda di dunia ini sudah selesai. Anda yang paling tahu siapa Anda.

Saya tidak jelas bagaimana Anda bisa berada dalam situasi yang Anda jelaskan diemail. Yang jelas saya tahu, seseorang akan berada pada situasi sesuai dengan yang sudah diusahakan dan dipikirkannya. Jikapun Anda sudah berusaha memenangkan hidup, tapi dalam hati kecil Anda selalu mengasihani diri sendiri, tidak yakin bahwa Tuhan akan memberi anda jalan keluar, atau merasa Anda pantas untuk menerima segala kesusahan dan penderitaan hidup, ya begitulah Anda jadi seperti apa yang Anda pikirkan.

Anda orang beragama? berdoalah! Tundukan kepala, rendahkan hati, mohon ampun atas segala dosa dan pujilah kebesaran Tuhan. Lalu minta apa saja yang jadi permintaan Anda. Berdoa untuk semua hal hal baik dan cemerlang dalam hidup Anda. Minta semua hal yang Anda inginkan. Memang tidak akan semua hal dikabulkan dalam waktu tertentu, karena Tuhan tahu apa yang Anda butuhkan bukan apa yang Anda inginkan. Pada saat jatuh seperti ini adalah saat yang tepat untuk cooling down, merenung dan menggali kebijaksanaan dalam diri Anda. Toh Anda tidak sedang sibuk melakukan apa apa, maka Anda punya banyak waktu untuk koreksi diri. Flashback kembali ke masa lalu apa apa saja yang sudah Anda lakukan, mungkin ada kesalahan yang sudah Anda buat sehingga Anda susah dapat kepercayaan orang, atau apapun.
Apapun bahasa yang Anda gunakan tidak masalah. Allah SWT sangat dekat dan pasti Maha Mendengar. BerDoa, saat seorang hamba meminta kepada Penciptanya, Yang Maha Perkasa dan Mengabulkan permintaan hambanya. Jangan pernah anggap doa hanya perlu saat Anda merasa butuh, hanya pada saat sedang susah, sedang stress, sedang terpuruk dan sedih. Justru doa adalah pembuka setiap apa yang akan kita kerjakan, mulai dari bangun tidur sampai kita tidur lagi. Bentuk kerendahan hati. Bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berusaha sebaik baiknya, tapi hasilnya kita pasrahkan kepada Allah SWT. Tapi kita meminta sebaik2nya hasil

Doa adalah pendamping menuju tujuan, yang mengarahkan setiap usaha kita menuju cita cita. Bukan hanya dilakukan jika kita sedang gagal atau kecewa. Kekuatan doa membuat kita gigih berusaha, sabar menerima cobaan, tidak putus asa menerima cobaan dan tetap fokus pada tujuan. Dan jangan segan minta didoakan oleh orang lain untuk segala impian dan upaya Anda. Minta didoakan oleh ibu, istri atau suami, keluarga. Atau bahkan jangan pelit untuk ikut mendoakan orang lain, baik Anda kenal ataupun tidak. Percayalah segala kebaikan yang Anda beri akan kembali pada Anda

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Senin, 01 Agustus 2016

BERJUANGLAH DEMI KELUARGA

TANYA : Apakah hidup orang dewasa harus seperti itu?

Pak Mirza yang baik

Saya mau lulus kuliah dan sebentar lagi pasti mulai bekerja seperti orang lain umumnya. Saya sudah merasa capek baru melihat bagaimana kakak saya kerja berangkat pagi, pulang larut malam. Macet macet naik motor panas dan hujan. Sabtu kerja dan cuma ada waktu Minggu untuk kumpul dengan keluarganya. Saya bingung apa hidup orang dewasa harus seperti itu? Seperti tidak bisa dinikmati dan kelihatan susah?
Hormat saya,

NK
Bung NK yang baik

Memang begitulah hidup, intinya berjuang dan bertanggung jawab pada diri sendiri. Mungkin selama ini Anda sampai kuliah masih dibiayai oleh orang tua, jadi untuk kebutuhan sehari hari sampai kebutuhan kuliah tidak perlu cari sendiri. Adalah biaya hidup dan biaya kuliah yang ditanggung oleh orang tua sekedar cukup walaupun tidak juga berlebih. Tapi apa untuk selamanya orang tua akan membiayai Anda? Apa orang tua akan bekerja seumur hidupnya until menanggung hidup Anda? Atau apakah orang tua akan sehat dan hidup lebih panjang dari umur Anda?

Itulah mengapa orang disebut manusia dewasa, yaitu pada saat sudah mulai waktunya bertanggung jawab untuk hidupnya sendiri. Pada waktunya pasti juga akan bertanggung jawab pada keluarganya, yaitu anak istrinya. Pasti sebagai anak juga ada kewajiban berbakti pada orang tua. Tentu untuk  menjadi manusia yang bertanggung jawab butuh perjuangan dan mungkin berjuang itulah yang dimaksud Anda sebagai "hidupsusah". Umumnya berjuang tidak ada yang hasilnya langsung instant, langsung berkecukupan, langsung bisa berleha leha dan uang datang sendiri. Semua ada tahapannya dan harus diperjuangkan setahap demi setahap. Seperti Anda lihat bagaimana kakak Anda sedang berjuang keras membangun

hidupnya dan keluarganya. Kesuksesan dan kebahagiaan akan datang pada waktunya. Tapi jika kebahagiaan hanya ditunggu dan tidak diperjuangkan seteguh hati dan sekuat upaya, maka niscaya kebahagiaan itu tidak akan pernah datang sampai  kapanpun Anda menunggu.

Anda harus memiliki motivasi dan tujuan kenapa Anda harusnya berjuang dalam hidup Anda. Kekuatan hati dan perjuangan bisa timbul dari tujuan. Motif tujuan bisa makin kuat jika ada tujuan demi seseorang yang kita sayang. Jadikan rasa saying dan mencintai tsb sebagai alasan untuk berjuang dalam hidupmu. Jika Anda memiliki orang tua yang sudah sepuh, berjuanglah jaga kesehatannya, agar bisa membelikan makanan sehat, vitamin dan bersiap uang jika harus kontrol ke dokter.

Untuk istri tercinta, Anda rela bekerja pergi pagi pulang malam dan berhemat agar sabtu dan minggu bisa makan bersama di luar rumah dalam suasana lebih berkualitas. Bisa ajak istri dinner berdua di resto yang cukup baik dan belanja kebutuhan rumah tangga bersama. Membangun keluarga muda yang penuh harapan.  Apalagi bagi Anda yang memiliki anak anak yang lucu. Membuat Anda segan jauh jauh dari mereka dan ingin selalu dekat melihat langsung perkembangan mereka.Tapi jika Anda tidak memberikan waktu Anda untuk  berjuang di luar rumah, maka Anda juga bisa berusaha di rumah dengan cara yang tepat. Entah itu dengan cara berdagang on line atau membuka kantor jasa atau lainnya. Banyak cara untuk menghasilkan uang yang penting caranya cerdas dan tepat.

Berjuanglah sekuat tenaga dan dapatkan hasil sebaik mungkin demi pendidikan, kesehatan dan menjamin masa depan anak anak Anda. Anda akan rela bersusah payah kerja, tetap tersenyum walaupun sedang lelah, membelikan anak Anda es krim walaupun uang terbatas. Anak anak Anda pastinya harus dapatkan segalanya jauh lebih baik daripada apa yang pernah Anda dapatkan. Mereka permata hati dan tujuan perjuangan Anda.

Pada akhirnya dengan berjuang sekuat tenaga demi keluarga, walaupun memang Anda sangat ikhlas maka itu jadi sumber kebahagiaan hidup Anda. Atau dalam situasi yang sedang sangat urgent Anda mendapatkan biaya, misal untuk persiapan anak masuk sekolah yang setahun lagi, jangan berleha leha terus.


Bisa juga persiapan untuk istri melahirkan, memberi asupangizi tinggi selama istri mengandung calon buah hati kebanggaan Anda berdua. Bahkan dalam keadaan Anda harus membiayai orangtua Anda yang mulai menua dan sering sakit sakitan. Berbaktilah di masa tua dan sisa umur beliau. Jikapun itu memang butuhkan perjuangan berat dan pengorbanan waktu, biaya, kerja keras, pemikiran  Anda, maka itu setimpal sebagai ibadah Anda. Buah manisnya akan sangat Anda rasakan jika tujuan yang Anda tuju telah tercapai. Melihat senyum dan rasa syukur orang orang yang Anda cintai. Carilah motivasi paling kuat agar Anda rela berjuang. Jadikan keluarga Anda sebagai motivasi terkuat perjuangan hidup Anda sehari harinya. 
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Jumat, 01 Juli 2016

BAGAIMANA MENJADI MANUSIA YANG SUSKES

TANYA : Saya mau tau kira kira apa yang paling awal bisa saya persiapkan sedari sekarang supaya kelak saya bisa jadi manusia sukses.

Saya masih kuliah di semester akhir kelulusan. Saya mau tau kira kira apa yang paling awal bisa saya persiapkan sedari sekarang supaya kelak saya bisa jadi manusia sukses.

Terimaksh
JAWAB :

Dear Dena,
Selamat ya sudah sampai akhir masa kuliah. Pasti bisa lulus dengan nilai yang baik dan jadi kebanggaan orangtua. Amin. Dalam kehidupan nyata nanti setelah beberapa tahun berjalan akan bisa diamati dan dipelajari bahwa bisa saja kawan yang dulu pintar di kuliah belum tentu juga akan sukses dalam karir dan pekerjaan. Atau juga mungkin bisa terjadi kawan yang dahulu dikenal cuma bisa main dan kurang serius kuliah, ternyata bisa berjaya dari segi financial, karir maupun usahanya dalam 5-10 tahun kedepan. Tapi maksud saya bukan mengecilkan arti pentingnya kuliah, hanya saya mau tekankan apapun nanti hasil nilai akademik kuliah Anda pada saat kelulusan nanti, tidak mutlak mencerminkan akan jadi apa Anda kelak. Itu sebuah episode hidup lain lagi dan butuh banyak softskill dan faktor pengungkit lain agar bisa jadi sukses. Jadi apapun nanti nilai kelulusan Anda, tetap semangat ya.

Yang paling mudah, bisa dilakukan sekarang dan gunakan sumber daya yang ada sekarang adalah berteman dengan sesama kawan kuliah untuk membentuk jaringan. Usahakan jangan hanya kenal kawan satu jurusan, tapi main main juga ke lain jurusan, lain fakultas, bahkan beda kampus. Berkawanlah dengan banyak orang, makin banyak dan makin beragam latar belakangnya justru makin baik. Bergaulah dengan kawan kawan kampus yang aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan, Club Komunitas Kampus yang kira kira positif dan berpotensi. Yang Anda cari sebetulnya potensi dari kawan kawan Anda ini, yang nanti bisa Anda "manfaatkan" untuk faktor leverage ( pengungkit ). Intinya adalah Anda tidak bisa bekerja sendiri untuk mengejar sukses karena peluang begitu banyak dan potensi Anda sangat terbatas.

Jaringan adalah asset yang sangat penting bagi kesuksesan Anda. Makin banyak teman makin besar kemungkinan Anda bisa mendapatkan sukses. Anda akan lebih cepat dan lebih mudah mencapai sukses bila banyak teman yang menggunakan potensi Anda, atau Anda menggunakan potensi mereka dan membuka peluang untuk Anda bertumbuh. Biasanya kita dikenalkan ke satu jaringan atau komunitas dari salah seorang teman, maka hati hati dalam memilih teman atau berteman. Bukan sembarang teman, tapi teman yang membawa Anda ke teman teman lain yang positif, memiliki karakter menghargai orang lain, hidup dan waktu

Teman yang memberi Anda pandangan maju ke depan, bukan hanya meratapi yang sudah terjadi, atau menyalahkan takdir dan situasi. Teman yang percaya bahwa saling membantu akan membuka pintu rejeki bagi seluruh jaringan. Hidup perlu saling memberi. Justru terpenting adalah kumpulan teman teman yang memiliki potensi , berbagi dan bisa membuka peluang buat kita bekerja dan bertumbuh.

Maka jaringan yang kita butuhkan adalah jaringan yang juga bisa pas dengan potensi yang kita miliki, pas dengan passion yang Anda inginkan dan tepat untuk memanfaatkan peluang yang ada sehingga tepat jalur jalur opportunitynya membuka peluang tsb. Sebaliknya, jika kita masuk jaringan pertemanan atau komunitas yang negatif maka kita akan susah keluar dari lingkungan ini. Sepertinya kita hidup mudah karena banyak kesenangan, hura hura, tapi semua cuma fatamorgana. Membuang buang waktu berharga kita. Karena senangnya, maka susah kita berpaling untuk tidak menerimanya bahkan menjadi bagian dari kelompoknya. Manusia mencari kesenangan. tapi kesenangan semu selalu berbanding terbalik dengan hakikat tujuan hidup. Sebaliknya malah menjerumuskan dan tipu daya.

Manusia bisa jatuh kapanpun juga. Bisa jatuh pada saat memang sudah terpuruk susah atau bisa juga pada saat sedang jaya jayanya, waspadalah. Waktu akan menguji batas kesabaran setiap manusia. Apakah nantinya akan tumbuh berkembang atau layu dan mati. jelas perbedaannya.

Ilmu sekolahan dan kepemilikan uang atau harta bukan segalanya yang dibutuhkan dalam jalan menuju sukses. Kawan kawan baik yang berpotensi juga asset hidup yang sangat penting. Pelihara hati dan kecerdasan emosi kita dalam lingkungan pertemanan dan hanya masuk dalam jaringan pertemanan yang amanah, insayaa Allah akan aman dan sukses di masa depan.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Rabu, 01 Juni 2016

SIFAT KARAKTER VS NILAI ETIKA

TANYA : SIFAT DAN KARAKRTER APA YANG AKANG MENGHAMBAT KARIR KITA?

Ada pertanyaan menyangkut sifat karakter seseorang yang lama lama dia rasakan menghambat karir dan penerimaan orang dalam hidupnya sejauh ini. Menurutnya dalam hal berbicara dia sering dikatakan "keras dan tegas" kalau tidak boleh dikatakan "kasar". Dia baru merasakan dan memikirkan hal tsb karena sudah beberapa orang memberi kritik, saran dan masukan mengenai hal tsb ketika bertanya kenapa dia susah naik karir. Dan sekarang dia menghubungi obingmitra.com untuk mencari
masukan tambahan. "Saya memang orangnya begini, tegas dan kalau bicara seperti keras, tapi sebetulnya tidak bermaksud kasar atau marah.Inilah saya". Seperti itu yang kadang disampaikan beberapa orang "keras dan tegas" memberi alasan terhadap beberapa keberatan orang yang berinteraksi dengannya.

JAWAB :

Memang tidak bisa disalahkan, beberapa orang terlahir dari daerah dengan budaya dan cara bicara yang "keras dan tegas", terdengar kasar. Atau beberapa orang memang sudah ada karakter bicara keras dari latar belakang keluarga, lingkungan selama belasan tahun. Tapi jika Anda sudah masuk dunia profesional, dimana harus sering berinteraksi antar manusia yang berinteraksi atas dasar uang, maka tetap berlaku etika komunikasi umum. Apalagi komunikasi dalam hubungan pelayanan seperti penjual dengan pembeli, manajemen gedung dengan tenant, marketing dengan klien.

operator kepada pelanggan, dan banyak lagi. Tidak bisa misalnya penjual bicara keras kepada pembeli dan berharap pembeli paham, jangan tersinggung dengan alasan "saya sudah dari sananya begini". Apalagi jika Anda petugas operator yang hanya bisa "dikenali" dari suaranya via telepon. Jika Anda bertemu langsung dengan klien Anda, mungkin kekurangan cara berbicara Anda bisa ditutupi dengan mimik muka dan gestur yang tetap bersahabat sehinggan klien bisa memaafkan nada dan intonasi suara Anda. Mungkin ada beberapa pembeli sudah paham dan maklum, tapi pasti lebih banyak juga akan komplain. Merasa posisinya sebagai pembeli harus dilayani sopan. Etika berbicara ini juga akan jadi faktor penentu, apakah misalnya bisnis UKM Anda akan berumur panjang atau tidak.

Etika melayani pembeli. Sesuatu yang mungkin Anda tidak sadari sebelumnya tapi jadi gangguan berat bagi pelanggan Anda. Mereka komplain karena merasa tidak dihormati. Sebagai pembeli harusnya diajak berbicara dengan nada suara bersahabat, pemilihan kata kata yang sopan, mimik wajah yang bersahabat.

Coba renungkan lagi, mungkin hal seperti ini yang menyebabkan bisnis Anda kurang berhasil selama ini atau karir Anda tidak kunjung naik. Perbaiki mindset dan cara komunikasi Anda . Ini hanya masalah merubah kebiasaan, Tapi kebiasaan yang kurang baik harus dirubah oleh kebiasaan yang lebih diterima. Biasakan melakukan hal yang benar, bukan membenarkan yang sudah jadi kebiasaan. Jika Anda sudah membiasakan diri pada hal hal yang lebih baik, maka karakter bicara Anda bisa juga berubah. Anda hidup dalam dunia universal, dimana Anda berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.


Ada nilai nilai etika komunikasi yang berlaku umum dan universal pada semua golongan masyarakat. Karakter boleh berbeda, tapi nilai nilai kesopanan dan etika profesional tetap sama. Kejarlah nilai nilai etika umum tsb agar Anda bisa diterima dunia dan mengejar karir di dunia profesional. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)