Minggu, 02 Februari 2020

Kesempatan + Persiapan = Peluang



Banyak orang bilang, kalau ada kesempatan maka jangan dilepas. Tidak ada 2x kesempatan datang. Di kolom Artikel sudah saya bahas bahwa antara Kesempatan vs Jebakan batasannya sangat tipis sekali. Jikapun sudah dipertimbangkan dari biaya dan kewajaran maka perlu dipertimbangkan apakah kita betul sudah siap mengambil kesempatan tsb? Kesiapan yang dimaksud adalah apakah kita sudah memiliki semua kemampuan yang dibutuhkan untuk mengambil kesempatan tsb dan mengolahnya menjadi peluang? Masalah hasilnya nanti akan berhasil atau tidak, itu tahap berikutnya. Tapi keputusan mengambil kesempatan tsb harus dipertimbangkan dari dasar kesiapan.

Misalnya apakah kita punya sumber daya yang dibutuhkan? Keuangan apakah cukup? Sumber Daya Manusia dengan skill yang dibutuhkan, apakah sudah punya? Kelengkapan sarana dan peralatan, apakah cukup memadai? Apakah punya jaringan yang tepat untuk support bahan baku, dll. Memang tidak selalu harus kita miliki atau usahakan sendiri, bisa juga mengajak mitra pihak lain. Mungkin dalam bentuk dialih kerjakan ke pihak lain yang memang sudah siap dan mampu, merekrut kerjasama mitra per project atau merger dengan orang atau pihak yang tepat skillnya lalu membentuk badan usaha baru. Banyak cara melakukan persiapan, bukan berarti Anda harus siap dari sumber daya sendiri. 

Persiapan juga berarti Anda harus selalu menambahkan kemampuan pada skill, pengetahuan, pengalaman, jaringan, dll. Berarti ini adalah pekerjaan seumur hidup, karena hidup dan situasi jaman terus bergerak maju. Misalnya dulu pekerjaan menggambar layout design, denah sampai 3D persepective, seorang arsitek biasa menggunakan meja gambar. Tapi di era sekarang lebih cepat , akurat dan mudah menggunakan software AutoCAD. Jika para arsitek senior mandiri tidak ikut belajar menguasai skill AutoCAD, maka pasti akan kehilangan project project walaupun itu bisa disebut kesempatan. Maka semakin seorang arsitek mandiri tidak mau belajar menggunakan AutoCAD maka akan semakin kehilangan kesempatan mengerjakan project project sampai akibatnya kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Kecuali kalau dia mendirikan perusahaan atau konsultan dimana dia bermitra atau mempekerjakan arsitek arsitek muda yang menguasai skill AutoCAD. Arsitek senior yang bertugas melobby project dan berdasarkan jam terbangnya bisa  memberi saran saran pengembangan design kepada arsitek muda. Itu sebagai langkah solusi agar kesempatan tetap bisa jadi peluang karena ada persiapan. 

Persiapan yang ditambah dengan innovasi yang tidak biasa,  sehingga menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda, maka itu akan memberi "added value" atau nilai tambah. Orang akan lebih memilih produk atau jasa yang memiliki nilai tambah dibanding yang masih plain dan biasa saja. Kemampuan untuk memberi Nilai Tambah ini biasanya datang dari pelaku pelaku senior, sudah banyak pengalaman, memiliki skill kemampuan berpikir konsep dan bisa secara detil mengaplikasikannya di lapangan juga visioner untuk mengantisipasi kesempatan masa depan dari sejak periode saat ini.

Kemajuan karir atau pencapaian positif dalam hidup karena kesuksesan pengambilan peluang demi peluang yang kita lihat sebagai kesempatan demi kesempatan yang bisa terlihat atau yang disodorkan kepada kita. Maka selama kita masih di usia produktif dengan terus mengumpulkan skill dan pengalaman spesifik, terus belajar tiada henti dan latihan berinovasi dan mengevaluasi, adalah sangat penting dalam rangka sewaktu waktu kita sudah siap pada saat kesempatan datang. Tapi jangan lengah, semua pencapaian karir dan hidup ini bisa langsung hancur dengan sekali saja kita salah mengeksekusi kesempatan sampai peluang ini akhirnya menjadi jebakan yang menghancurkan semua hasil pencapaian, seperti jabatan, posisi, status sosial, harta, nama baik, bahkan keluarga. 

Bersiaplah terus tanpa henti untuk sewaktu waktu siap menerima kesempatan dan buat peluang, tapi jangan gegabah karena ini bisa jadi jebakan. Termasuk jikapun semua berjalan lancar dan baik, tapi Anda yang terlena dengan keberhasilan sampai kehilangan integritas dan tidak bisa memegang amanah keberhasilan, lalu menyalah gunakan posisi jabatan dengan misalnya melakukan korupsi. Maka yang tadinya adalah peluang akan seketika berubah menjadi jebakan saat kecurangan Anda diketahui. Jadi jika Anda sudah jadi pribadi yang sukses dan berhasil, jangan terlena, tetap hiduplah selalu dengan karakter yang baik di jalan yang benar dan lurus.

SEMANGAT SUKSES
(Mirza A.Muthi)

Jumat, 03 Januari 2020

Menilai Kawan Secara Objektif


Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya, Bagaimana Memilih Teman Yang Baik dan Benar?

Seperti sepenggal lagu grup musik kesayangan bapak saya: Bimbo, tidak disanksikan bahwa seorang anak sebaiknya lebih tepat bertanya kepada bapak ibunya lebih dahulu sebelum bertanya kepada orang lain. Karena Bapak dan Ibu tidak ada maksud tersirat dari setiap nasihat yang diberikannya. Hanya ada keinginan agar anaknya dapat semua hal yang terbaik yang bisa didapat dalam hidupnya, menyelesaikan segala masalah dalam hidupnya dengan baik, tercapai segala harapan dan doa, juga memiliki teman teman dan pendamping hidup yang benar benar tepat dan dibutuhkan secara  positif dalam jalan lurus hidupnya.

Orang tua berperan besar dalam mengajari anaknya cara memilih kawan. Misalnya dalam memilih sekolah anaknya, dalam tingkat SD-SMA,  sudah tentu mempertimbangkan situasi lingkungan sekolah dan bagaimana kelakuan kawan kawan yang akan jadi calon lingkungan dan kawan anaknya di sekolah. Tidak sedikit orang tua yang rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk urusan pemilihan sekolah anaknya dengan pertimbangan menyediakan lingkungan dan pergaulan yang baik dan mendukung bagi anaknya sejak dini. Disini akan dibentuk cara bergaul yang positif dan kondusif yang akan membentuk kebiasaan dan karakter anaknya. Bicara tidak kasar, kepribadian tidak emosional, bisa berdiskusi menerima pendapat dan mengajukan gagasan, simpati dan memupuk sifat peduli, empati dan banyak lagi. Maka sekolah sekolah yang sering diberitakan terlibat dalam tawuran antar sekolah atau banyak diberitakan siswa siswinya sering bermasalah, pasti tidak akan jadi pilihan para orang tua untuk tujuan menyekolahkan anaknya jika tidak sangat terpaksa sekali. Salah satu cara agar orang tua bisa mengawasi pergaulan anaknya adalah dengan sering sering mengajak ngobrol anaknya mengenai apa yang terjadi di sekolahnya. Undang teman teman sekolah anaknya sesekali untuk makan sama sama di rumah, sambil orang tua bisa mengamati bagaimana karakter dan sifat teman teman dekat anaknya. Dari teman temannya bicarakan ke anak bahwa si A karakternya begini, suka bicara kasar dan emosional, tidak baik untuk dijadikan sahabat karena akan mendorong anak jadi memiliki sifat sama begitu juga. Tapi si B boleh dijadikan sahabat, karena sifatnya penolong, peduli. Si C bisa dijadikan tempat bertanya, karena sepertinya karakternya dewasa, bijaksana dan mengayomi, dll. Memberi contoh contoh karakter nyata pada kawan kawan yang dikenal anak akan memudahkan anak untuk mendapatkan contoh contoh nyata bagaimana orang dengan karakter ideal yang dimaksud orang tuanya.

Ada juga sebagian cara orang tua jikapun ada uang, lebih baik mendaftarkan di sekolah swasta yang mungkin lebih baik dari ketat menjaga peraturan tata tertib sekolah dan lebih selektif dalam segi aspek lingkungan pertemanan. Atau sekalian sekolahkan di pondok pesantren atau masuk asrama agar bisa diawasi dan dibimbing ketat oleh para guru dan pengasuh selama 24 jam. Jangan lupa, kawan kawan sekolah yang dikenal anaknya pada saat sekolah akan jadi investasi penting pada saat dia mulai masuk dunia profesional. Banyak sekali perusahaan didirikan bersama teman semasa SMP atau SMA. Atau berjodoh dengan kawan semasa SMA yang sekarang sudah sukses dan mapan, atau sama sama berbisnis mandiri dengan geng masa SMP dulu. Berbisnis dengan teman salah satunya akan lebih mudah untuk memulai karena sudah saling kenal sifat, karakter dan percaya bahwa skill yang dimiliki masing masing teman saat dewasa bertemu lagi bisa jadi sinergi untuk sebuah tujuan profesional.

Tidak ada cara yang baku dalam memilih teman, karena hierarkhinya kita harus berteman dulu, bergaul dengan teman tsb, baru bisa menilai dan mengambil sikap dalam memilih siapa yang dijadikan sekedar teman sekolah, dijadikan sahabat untuk dibawa dalam pertemanan sehari hari, diberikan kepercayaan lebih untuk bisa diajak masuk ke wilayah lebih private, atau mana yang bisa diajak sinergi dalam kegiatan lain yang sesuai penilaian kita terhadap kawan tsb. Atau bahkan bisa diputuskan mana teman yang harus ditinggalkan dan dijauhi karena tidak akan memberi manfaat apapun bahkan cenderung merugikan dengan memberi pengaruh buruk negatif kepada Anda. Ingat, kawan /sahabat baik bukan berarti yang selalu yes man, ikut saja, mendukung, apa yang Anda mau atau akan lakukan. Justru sahabat baik harus berani dan bisa menasihati, memperingatkan, melarang, bahkan memarahi Anda jika dia pikir Anda sedang melakukan suatu hal yang salah yang mungkin Anda tidak lihat atau sadari.

Menyikapi kawan juga harus disesuaikan dengan situasi dan lingkungannya. Seperti di kantor, sesama staff kantor pada akhirnya akan jadi kawan. Bahkan atasan kita dalam situasi informal diluar kantor, bisa kita anggap sebagai kawan. Tentu ada beda antara tata cara berkawan dan tata cara sebagai sesama profesional yang masing masing dikenai tugas tanggung jawab kerja yang dinilai oleh perusahaan. Jangan sampai pertimbangan dan penilaian kita bias antara sebagai kawan dan sebagai profesional. Sahabat baik di dalam pertemanan dan pergaulan sehari hari, tapi jangan ikut ikutan jika diajak melakukan perbuatan curang pada perusahaan tempat bekerja. Hal tsb bisa merugikan Anda jika Anda harus berhadapan dengan masalah pekerjaan. Akan ada konflik batin apa Anda akan berat sebagai kawan atau tetap seimbang proporsional sebagai profesional yang dinilai berdasarkan KPI yang sudah disepakati. 

Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak saya, tidak Anda, tidak juga siapapun. Manusia pada fitrahNYA adalah makhluk sosial, maka setiap manusia membutuhkan manusia lain. Dalam istilah sederhana dan untuk pergaulan sehari hari, setiap kita butuh kawan. Tidak terkecuali seorang anak, remaja, bahkan menjelang kita usia 50 tahun saja kita masih butuh teman dan kawan. Maka kita yang sudah berumur 50 tahun akan sangat senang sekali ikut hadir dalam reuni SMP atau SMA. Rasanya seperti muda kembali karena sama sama berkumpul dengan kawan kawan masa sekolah mengulang memori lama. Maka satu kawan terasa kurang tapi satu musuh sudah terlalu banyak. Kawan mewarnai sepanjang hidup kita, membentuk sifat dan karakter kita bahkan menjadikan masa depan dan keberuntungan kita akan seperti apa. Bijaksanalah dalam berespond dengan apa yang Anda bisa nilai dan amati dari kawan kawan Anda agar membawa manfaat dan membuat hidup Anda lebih baik.

SEMANGAT SUKSES
(Mirza A.Muthi)


Senin, 02 Desember 2019

TUGAS DARI PIMPINAN

Tanya :
Selamat pagi,

Saya mendapat tugas dari pimpinan saya untuk membuat makalah :
Dengan siapa saja kita bekerjasama ( dengan mengikuti Magic words à Siapa, apa, mengapa dan bagaimana)
Saya sudah mencarii dlm ilmu marketring, namun hingga sekarang  belum menemukan
Mohon bantuan penjelasannya
Terimakasih sebelumnya 
Salam
Ms. I

Jawab :
‎Selamat Sore Ms. I,
Who, What, Why, When, How, itu kata kata kunci untuk kita bisa menganalisa sebuah situasi. Cara bertanya pada diri sendiri adalah cara yang paling tepat untuk "memaksa" kita mencari tahu jawaban ilmiah dan alternatif masuk akalnya lalu menganalisa. Sepertinya  Magic Words di ilmu marketing lebih sering dimaksudkan untuk ucapan: "Tolong, Terimakasih dan Maaf". Kenapa dikatakan "Magic", karena ucapan kata kata ini bisa membuat pendekatan yang lebih baik pada seseorang, sehingga komunikasi berjalan lebih  kondusif dan memberi kesan positif pada kepribadian siapa yang mengucapkan. Selanjutnya jika kesan sudah baik diterima calon konsumen, maka menjual akan menjadi lebih mudah.

Saya tidak jelas Iin bekerja dalam posisi apa dan di department apa. Juga perusahaan apa, bergerak di bidang apa. Jawabannya jika saya berikan contoh kasus, pasti akan sangat spesifik terkait dengan bidang kerja Iin. Kalau hal ini ditugaskan oleh pimpinan, pasti terkait dengan tugas Iin di department. Saya coba analisa bahwa pimpinan Iin meminta Iin mencarikan mitra kerjasama yang tepat untuk sebuah target kerja. Sekarang kita pahami dulu kenapa harus bekerjasama. Berarti ada kebutuhan perusahaan Iin yang tidak bisa dipenuhi sendiri oleh perusahaan, maka meminta support dari pihak luar perusahaan dan yang namanya kerjasama biasanya diusahakan dengan tujuan agar minim biaya. Intinya bermitra dengan saling mengisi kekurangan atau kebutuhan dengan kekuatan masing masing pihak agar keduanya bisa bergerak bersama menuju satu tujuan.

Jadi definisikan dulu, tujuan kerjasama ini apa? tentunya sesuai dengan bidang tugasnya. Lalu rangkai satu persatu secara berurutan prioritas kapan dikerjakan (when). Untuk mencapai tahap pertama, akan mengerjakan apa saja (what), kenapa kita perlu melakukan hal tsb (why), apa bisa ada plan B, plan C, dst? siapa saja person in charge yang dibutuhkan (who), bagaimana proses kerjanya (how) dan apa alat ukur keberhasilannya (KPI). Dalam mencari mitra kerjasama, coba cari penawaran yang terbaik atau paling tepat bagi perusahaan. Cari beberapa "who", siapa saja pihak pihak luar yang bisa dijadikan mitra kerjasama. Sampaikan maksud tujuan kerjasama ini dan biarkan pihak calon mitra menyampaikan penawarannya. 

Cari mitra yang paling tepat dan cocok untuk kebutuhan tujuan kerjasama ini. Ingat, bukan hanya dinilai dari siapa yang bisa memberikan penawaran paling murah, paling banyak secara financial, tapi pertimbangkan juga hal hal profesional. Mungkin memang kita perlu mitra yang punya nama besar sehingga tujuan kita lebih cepat dikenal luas, atau mungkin kita perlu yang paham sekali proses hard selling ke buyer sehingga ada transfer knowledge yang bisa kita serap selepas masa kerjasama ini, dll. Maka definisikan dulu tujuan kerjasama ini untuk apa. Dari didapatkannya definisi tujuan ini baru dirinci semua pertanyaan2 tsb. 

Tapi kerjasama bukan berarti hanya berurusan dengan mitra usaha. Justru mitra usaha sejati pengusaha sebenarnya  adalah para karyawan/teamwork dan para konsumer/pembeli/calon pembeli. Coba perhatikan usaha yang hanya berkonsep buka toko, tungguin, melayani sekedarnya dan transaksi dagang, dengan usaha yang menggunakan konsep jelas dan pelayanan prima sehingga memberikan pengalaman belanja yang berkesan. Sudah tentu toko yang sekedar dagang dan toko yang sedang berbisnis akan jauh berbeda jumlah tamunya, omzetnya dan perkembangan usahanya. Gunakan pola pikir 5 W sehingga mendapatkan 1 How, bagaimana membuat usaha yang jauh lebih baik bagi pemilik usaha dan pengalaman kepuasan pembeli. Oleh sebab itu, saya pikir tutupnya banyak kios/ toko ritel di mall mall saat ini, saya rasa bukan melulu disebabkan oleh kalah bersaing dengan dagang online. Tapi lebih disebabkan tidak adanya lagi hal pengalaman menarik yang bisa didapatkan konsumen dari belanja di toko/kios. Makin kesini belanja telah menjadi experience lifestyle, bukan lagi hanya keluar rumah, ke toko , lalu belanja, dapat barangnya, bayar, terpuaskan, lalu selesai. Perilaku konsumen telah berubah dan menuntut banyak dari kita pelaku usaha. Barang yang bagus, harga yang pantas, keramahan yang tulus, komunikasi yang cair dan basa basi ramah, bahkan sampai ke interior dan suasana cozy di toko, display produk supaya bisa swalayan memilih produk, kemudahan akses untuk bertanya lebih detil tentang produk, bahkan seragam pelayan bisa memberikan kredit point tertentu sesuai thematic konsep produk dan akhirnya secara keseluruhan yang bisa dibawa pulang selesai belanja adalah bukan lagi sekedar barang yang dicari tapi juga pengalaman berbelanja dan " rasa terpuaskan " yang beda dibanding jika belanja di toko lain. Apalagi jika manajemen pengelola mall dimana toko Anda berada juga berpikir out of the box , memiliki strategi dan upaya beda untuk memberi shopping experience yang berbeda kepada para pengunjung sehingga akan memberi value kepada para tenant.

Sejauh Anda hanya sanggup mengelola toko dengan konsep dagang konvensional, maka siap siap harus kehilangan mitra pelanggan/pembeli/calon pembeli dan jangan langsung salahkan karena gempuran  belanja online. Koreksi diri dulu sudahkah pengelolaan  toko Anda berorientasi kepada bisnis dibanding dagang. Tidak terlalu penting lagi apakah toko Anda ada di Mall atau di pinggir jalan , karena saat ini ada value yang lebih dihargai oleh para pelanggan daripada sekedar ketemu barang di toko yang di datangi. Untuk usaha supaya orang mau datang ke toko itulah yang sekarang harus jadi fokus usaha dan strategi. Jika pelanggan sudah terpikat dan terpesona, kadang kalaupun barang yang dicari tidak ada, maka dia dengan senang hati akan mencari produk substitusi atau sekalian produk yang lain dan tetap terpuaskan.

Kalau Iin di department punya team, bikin diskusi grup bagaimana sama sama menjawab pertanyaan ini. Bekerjalah sebagai team mulai dari mendefinisikan masalah, membuat pertanyaan tsb diatas, mencari jawabannya, meng-explore alternatif alternatifnya, membuat perencanaan, pembagian tugas lalu mengeksekusinya di lapangan sebelum akhirnya dievaluasi lagi progress dan hasilnya. 

SEMANGAT SUKSES
 (Mirza A.Muthi)


Jumat, 01 November 2019

Bisnis Cafe Konsep Thematic Musik Masa Lalu

Tanya :  Bisnis Cafe Konsep Thematic Musik Masa Lalu

Selamat pagi Pak Mirza, saya ingin membuka bisnis cafe yang berthematic musik classic rock jaman 70-90an. Rasanya dulu bergairah semangat sekali jika mendengar musik classic rock seperti itu. Memory tsb akan saya pakai untuk membuat bisnis konsep cafe live music yang mungkin bisa berhasil juga. Kalau sukses bisa saja nanti saya franchisekan dan minta bapak untuk menanganinya. Apa saja hal hal yang harus saya perhatikan, mohon analisanya.

Jawab:
Selamat pagi pak
Mantap sekali visi bapak, jadi untuk orang seusia kita ada tempat untuk kongkow dan mengulang memori musik rocknroll jaman dahulu ya pak. Langkah awal bapak harus bikin outlet cafe live music yang pertama dulu di lokasi strategis sebagai model untuk menawarkan bisnis franchise. Saya ingatkan lagi di penawaran bisnis franchise justru calon franchisee pertama akan melihat simulasi cash flownya dan besar Investasinya. Dalam hal ini kita harus presentasi financial model. Dari mana uang masuk, berapa besarnya setiap hari dalam sebulan, cost apa saja yang dikeluarkan, berapa biaya marketing dan berapa besar prosentase margin profit dari Omzet kotor. Biasanya kita buat table item dan angkanya supaya jelas dimengerti . Nah dari track record outlet cafe pertama inilah kita akan dapat data actualnya untuk bisa dibuatkan financial modelnya. Dari situ terlihat berapa lama BEP nya dari investasi yang dibutuhkan. Jadi belum tentu juga secara cepat kita bisa langsung tawarkan franchise cafe kita kalau outlet pertama ini belum bisa kita buktikan dikelola sampai berhasil dan sukses memberikan profit bulanan. Di peraturan franchise juga ditetapkan sebaiknya bisnis baru bisa difranchisekan setelah 2 (dua) tahun operasional aktif. 2 tahun itu diasumsikan manajemen sudah bisa membangun SOP pengelolaan outlet yang bisa menjamin manajemen mengelola dengan jelas seluruh aspek bisnis sebuah outlet, bahkan mungkin investasinya sudah bisa kembali modal. Berbicara modal maka usahakan mengkonsep outlet yang tetap menarik dari segi produk cafe, fasilitas dan pelayanan dengan investasi yang efesien, tidak terlalu membutuhkan dana modal besar. Misalnya jangan terlalu banyak menghabiskan biaya interior renovasi yang terlalu besar, tapi masih tetap bisa didapat kesan cafe yang nyaman, cozy dan berkelas dan sesuai konsep thematic rock classic tahun 70an nya. Hal yang paling penting adalah pembuktian kepada calon franchisee bahwa bisnis outlet perdana ini sudah terbukti Break Event Point alias kembali modal. Hal ini akan menjamin rasa aman mitra franchise juga akan mendapatkan bimbingan yang terbukti efektif dan efesien dari bisnis yang dibelinya dari kantor pusat franchise.
Sekarang kita bahas cafe thematic terkait music classic rock. Mungkin gambarannya mulai dari interior dekor thematic foto foto icon band dan artist classic rock jaman 80-90an. Ada panggung live music yang menampilkan perform band band musik classic rock, dll sejenisnya. Apakah ide thematic ini masih valid dan dibutuhkan pasar? Juga seberapa lama bisnis ini bisa bertahan. Konsep cafe classic rock ini bagus juga, walaupun targetnya sangat segmented. Karena itu faktor lokasi dan strategi branding  sangat penting disini. Seiring rentang waktu dari mereka  yang lahir tahun 70an mungkin yang menikmati music classic ini sekarang ada di usia 45an ke atas, itu juga mereka usia 45an tahun yang menggemari band dan musik classic rock. Keuntungannya usia 45an biasanya seseorang  sudah dalam kondisi cukup mapan keuangannya jadi range harga menengah masih bisa masuk. Saya kira juga tentu saja penikmat genre musik ini kebanyakan para pria. Jadi saya prediksi jika bapak bisa buka outlet perdana bapak tahun tahun ini justru bisnis bapak akan sedang baik baiknya. Tapi jika bapak membuka outlet cafe musik classic rock ini baru 5 tahun lagi, mungkin sudah keburu kehilangan momentum emasnya karena mereka yang lahir tahun 70an sudah akan jadi terlalu sepuh untuk keluar rumah menikmati musik, mungkin juga sudah tinggal sedikit jumlahnya yang masih dalam kondisi sehat dan bisa keluar malam buat kongkow gaul.

Bisnis franchise juga harus long lasting. Yang lahir angkatan 75an mungkin adalah batas terakhir penikmat musik classic rock 80an. Bisa terjadi sewaktu hari nanti tidak ada lagi penikmat music classic rock karena mereka yang datang dari generasi kelahiran 70an sudah terlalu tua untuk ke cafe dan generasi kelahiran 80-90an kurang paham musik classic rock. Tapi kita bisa memperpanjang Product Life Cycle dari classic rock musik ini dengan dari sekarang "membina bibit bibit penikmat classic rock generasi baru" dengan performance live music ex artis artis tahun 80an misalnya untuk menjaring target kastemer yang lebih muda lagi untuk regenerasi pelanggan. Musik adalah hiburan long lasting dan memorable. Jika sudah suka atau terbiasa  mendengar karena keseharian di rumah di tape orang tuanya atau komunitasnya sering mendengar dan membahas jenis musik tsb, ya akan terbawa kesukaan sampai terus berumur walaupun tidak pernah hidup atau berada satu jaman dengan band atau artis genre lagu tsb. Kenyataannya banyak  juga mereka yang lahir sebagai gen Y dan gen milenial ternyata suka juga musik musik dari era kakek atau orang tua mereka. Kenyataannya aura musik classic rock ternyata memang unik, dinamis. Dandanan artis dan action bandnya atraktif dan bisa membawa semangat. Memory pengalaman musik ini adalah sejarah hidup masing masing keluarga dan "terus berbunyi" dalam benak bawah sadar kita. Kita minta agar keluarga penggemar classic rock ini ikut datang juga, misalnya istri dan anak anaknya. Kita gunakan live music dan nyanyi bareng ini sebagai fasilitas pengikat persaudaraan antara penggemar classic rock ( Classic rock brotherhood family ). Jadi nanti istri dan anak anaknya bahkan cucunya belajar pelan pelan menikmati music rock classic di classic rock cafe  karena suasana pergaulan di classic rock cafe yang bersahabat. misalnya ajak anak anak pengunjung mencoba memainkan gitar classic di panggung diajari oleh sang artist. Memilih duta duta classic rock cafe dari kastemer kalangan umur yang lebih muda ( bisa jadi anak anak dari penggemar classic rock yang sering datang ke cafe ) untuk mengajak teman temannya ke cafe. Atau mengajak para istri ke atas panggung untuk sama sama menyanyikan lagu “scorpion” misalnya. Juga sesekali perlu mencampur dengan lagu lagu rock yang tidak harus classic. Bisa juga sesekali lagu dari band band rock masa kini, agar ada penyegaran suasana. Yang penting kita harus mencoba menjaring kastemer baru, karena penggemar classic rock 70an makin beranjak tua. Tapi untuk target yang lebih muda kita tidak bisa langsung jejalkan dengan music rock classic karena mereka juga tidak akan mengerti. Pengaruhi dulu pelan pelan dengan activity BTL , gunakan sosial media dan kuatkan event komunitas agar merasa nyaman dulu. Senang dulu dengan acara komunitasnya, suasana cafenya, baru senang musicnya.
Maka itu penting interior cafe juga jangan dibuat terlalu maskulin sehingga istri dan anak anak takut datang ke cafe. Campuran antara modern dan classic bisa memberi rasa netral tapi tetap thematic. Juga para pemusic yang perform di sana jangan juga yang terlalu sangar penampilannya, bertato, tidak pakai baju sehingga membuat image music ini tidak cocok didengar oleh anak anak dan ibu ibu. Sekarang banyak cafe tanpa rokok apalagi minuman keras karena kebanyakan mengganggu kenyamanan kebanyakan ibu ibu dan remaja. Karena kita butuh regenerasi kastemer dari segmen usia yang lebih muda lagi untuk meningkatkan kalangan peminat kastemer dan memperpanjang PLC bisnis. Tidak ada salahnya mempertimbangkan keluarga sebagai target segmen Cafe Classic Rock ini. Menyenangkan rasanya membawa anak istri ke cafe music dimana anggota keluarga bisa nyanyi bareng, makan minum dan happy bersama.
Dan juga sebagai cafe penting di makanan dan service. Apa ada satu /dua makanan sangat khas dari classic rock cafe ini yang sering dibungkus oleh kastemer? Makanan khas dari era 80an dan dari western sebagai kiblat asal musik classic rock? Mungkin bisa juga kita tetap jual makanan lokal selain menu khas western era 80an. Bahkan bisa dibundling antara kedua jenis menu tsb. Misal Hamburger dan Hotdog dibundling dengan Sop Konro dan Tongseng. Kalau kita punya makanan khusus khas classic rock cafe mungkin saja ada orang yang sengaja datang hanya untuk membeli menu tersebut atau membawa pulang tanpa ingin bermaksud menikmati sajian music classic rock di cafe. Hanya karena senang dengan menunya , tapi untuk frekuensi yang signifikan dari menu take away atau delivery order itu sudah bisa menambah omzet. Terlebih jika akhirnya sambil menunggu makanan siap, dia sempat mendengar lagu lagu classic rock yang diutar di café dan akhirnya pelan pelan suka juga. Pada intinya semua bisnis dengan latar belakang dan thematic apapun bisa diterapkan asal strategi brandingnya benar benar direncanakan secara detil dan aplikasi panetrasi pasarnya difokuskan secara tepat dan efektif menjaring segmen target yang dituju dan bisa melebarkan ke segmen pasar baru yang bisa bertumbuh. Keep On Rolling Your Rockin Business! Salam Rocker dan 
SEMANGAT SUKSES 
( Mirza A.Muthi )

Selasa, 01 Oktober 2019

Bagaimana Strategi Marketing Esemka?



Ada pertanyaan mengenai Esemka Bima pick up yang baru dilaunching oleh Pak Presiden. Kenapa tidak ada woro woro kejelasan showroom, brochure, iklan media dll, padahal disebutkan sebagai level Mobil Nasional? Bagaimana kira kira prediksi strategi marketingnya?

Selamat datang Esemka, akhirnya dilaunching juga. Saya tidak membahas dari segi politiknya walaupun ini pasti bisa jadi isyu karena selalu brand Esemka ini dikaitkan dengan Presiden. Menurut saya dari segi startegi marketing, inilah brand paling beruntung di Indonesia karena "seperti memiliki" brand ambassador dengan icon seorang Presiden. Dengan icon sekelas ini maka brand awareness bisa dilambungkan tinggi dan gaungnya terdengar secara nasional walaupun seperti tanpa marketing tools yang disebutkan tadi, tanpa showroom, tanpa brochure, tanpa iklan media, tanpa ikut pameran otomotif sebelumnya. Tapi saat ini kenyataannya semua orang mencari tahu mengenai Esemka, walaupun mungkin dari sudut pandang yang berbeda beda. Sebuah "kemewahan dan lompatan" yang tidak dimiliki oleh brand mobil lain yang baru akan launching produk pertamanya.

Untuk strategi sales, Bima 1.2 dan 1.3 adalah type pick up yang merupakan jenis mobil pekerja, bukan mobil penumpang atau mobil identitas untuk dipakai personal penumpang yang mengacu kepada lifestyle. Mungkin saja perusahaan sudah memikirkan bahwa saat ini mereka belum perlu membuat prioritas biaya pada showroom ideal seperti mobil mobil penumpang lain, karena penyebarannya ditargetkan ke desa desa untuk mengangkut hasil bumi. Bisa saja menggunakan skema pembiayaan via koperasi atau BPR. Menempatkan unit unit pickup Bima sebagai contoh di lokasi kantor koperasi atau unit BPR dengan dilengkapi salesman dan brochure. Lebih efektif dan murah, tidak perlu membuat showroom tapi cukup membuat booth. Bisa lebih menarik lagi jika ada unit Bima dipamerkan di mall atau kawasan umum lain di kawasan perkotaan yang sudah di karoseri untuk keperluan foodtruck atau jual kopi dan fresh drink yang dilengkapi cooler box untuk pengangkutan bahan ice dan buah. Visualisasi nyata begini bisa membangkitkan motivasi para pengusaha untuk tertarik membeli Esemka versi mobil UKM. Untuk tujuan menjual pickup komersil rasanya masih belum perlu showroom karena untuk mobil pekerja komersial seperti ini tidak perlu terlalu dicek interior, fitur, kualitas bahan interior atau bahkan tidak perlu test ride sebelum akad pembelian dilakukan seperti pada kebanyakan jika kita ingin membeli mobil penumpang atau mobil lifestyle. Jika nanti tahap pengembangan perusahaan  sudah sampai pada produksi unit mobil penumpang seperti SUV, MPV atau sedan, baru bisa dikembangkan Showroom di kota kota besar.

Untuk strategi service, bisa dengan home service atau kunjungan ke lokasi unit. Tinggal kirim Esemka mobile service dengan teknisi handal, itu bisa juga jadi strategi efektif ekonomis. Lengkapi dengan aplikasi IT di HP untuk setiap pembeli unit Esemka untuk pencatatan riwayat tiap tiap unit mobil dan komunikasi aftersales secara direct kepada pembeli unit Esemka. Sepanjang bukan perbaikan berat dan masih bisa diperbaiki di lokasi mobil berada, strategi ini masih bisa dilakukan. Untuk perbaikan masalah berat yang membutuhkan tools khusus maka baru unit yang rusak dikirim ke service station. Service station ini bisa hanya dibangun di kota mana distribusi unit pickup terbanyak atau kota dimana unit ini lebih berprospek untuk diserap pasar. Mempertimbangkan biaya investasi yang masih terbatas maka belum perlu mendirikan service station ini ke seluruh kota di Indonesia. Prioritas pendirian lokasi service station mungkin bisa sekalian showroom dan sales ini untuk lebih mendekatkan dan memberi kemudahan kepada konsumen langsung, dengan pendekatan bertahap menurut urgensi.

Untuk strategi branding, bisa meniru branding motor baru yang sering membuat event touring ratusan km jelajah negeri. Touring ini selain untuk memperkenalkan langsung unit ke kota kota yang dikunjungi juga bisa menjadi ajang pembuktian ketangguhan mesin mobil. Tapi sehubungan dengan daya angkutnya yang besar, maka ada baiknya sambil diselipkan kerja bakti sosial. Misal membawa sembako atau baju peralatan sekolah, bahan bahan bangunan, alat alat produksi ke daerah target. Bisa untuk memberi gambaran daya angkut pick upnya yang kuat dan luas dan bisa mengirim ke berbagai macam kondisi medan.

Maka saya pikir kemunculan Esemka yang saat ini adalah perusahaan swasta kelas lokal tetap harus didukung agar dimasa depan  bisa jadi mobil nasional yang memproduksi aneka macam type mobil niaga, pekerja atau SUV, MPV , penumpang jenis sedan atau bahkan mobil listrik, yang dimiliki sahamnya oleh perusahaan swasta kelas nasional atau BUMN atau bahkan ditawarkan sahamnya ke masyarakat luas dengan IPO. Kandungan bahan lokalnya 100% dengan tenaga kerja 100% anak bangsa. Banyak anak bangsa cerdas bidang otomotif yang saat ini kerja di perusahaan mobil di luar negeri. Dengan adanya wadah perusahaan mobil nasional ini, mereka bisa menerapkan design dan teknologi otomotif dari pemikiran designer dan teknokrat anak bangsa juga. 

Bagaimanapun prokonnya di masyarakat, kehadiran Esemka tahap awal ini harus kita support. Ini merupakan upaya awal untuk menuju tahapan Mobil Nasional. Membangun industri mobil mandiri bukannya mudah, tahap awal memang harus belajar dulu dari model dan teknologi mobil yang sudah ada, yang penting di action plan selanjutnya ada tahapan ke arah implementasi industri mobil nasional sampai nanti manufacture dan kandungan lokalnya bisa total 100%. Makin banyak mitra vendor komponen lokal yang bisa support Esemka, sehingga membuka banyak kesempatan dan lapangan kerja lokal baru. 

Mungkin pada saat Garuda dan Rajawali, type mobil SUV yang sudah lebih premium, bahkan yang versi executive seperti Moose, maka seluruh system perangkat bisnis industri mobil seperti umumnya sudah akan lebih lengkap dan lebih baik. Kualitas terbaik dan harga terjangkau akan memudahkan bersaing dengan ATPM lain yang sudah berakar di Indonesia. Memang faktanya kandungan lokal Avanza dan Innova bahkan sudah lebih besar dari pickup Esemka Bima 1.2 saat ini. Tapi jika "Esemka" digadang gadang jadi cikal bakal mobil brand nasional, maka lebih baik dimulai sekarang daripada tidak mulai mulai juga sama sekali. Industri mobil brand nasional kita sudah jauh tertinggal dari Malaysia bahkan Vietnam.


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)