Selasa, 01 Mei 2018

Jadilah Orang Baik Agar Panjang Rejeki



Tanya : 

Pak Mirza, saya pernah diberi kepercayaan mengelola sebuah cafe kecil. Milik seorang bapak yang buatkan cafe ini untuk anaknya. Secara keseluruhan cafe berjalan lancar, hanya pada suatu saat saya harus cuti agak panjang sekitar seminggu karena ibu sakit di daerah. Itupun saya sudah minta ijin cuti kepada anaknya. 
Tapi pada saat saya kembali, ternyata saya sudah dipecat. Sudah ada pengganti saya. Bahkan isyunya bahwa saya tidak pernah membuat laporan bulanan, ada kasbon yang tidak pernah dibayar, tamu tamu yang datang karena kerja anaknya, intinya keberadaan saya di cafe tsb tidak ada gunanya. Padahal semua itu tidak benar. Memang saya tidak pernah melapor langsung ke bapaknya sebagai pemilik usaha, tapi hanya ke anaknya saja yang memang ditempatkan di cafe urusan operasional.
Saya jadi seperti dicampakan begitu saja, tidak diperlakukan secara adil, bahkan nama baik saya jadi rusak, karena kabar tidak benar tsb tersebar juga kemana mana, mungkin dari karyawan yang dapat info tidak benar dari anak pemilik cafe.

Lalu bagaimana saya harus bersikap? Mohon pencerahannya.

Jawab:

Wah, ini betul betul persoalan klasik yang biasa dihadapi oleh pengelola sebuah bisnis dalam hal ini cafe dalam lingkup bisnis keluarga. Jangan khawatir, banyak pengelola lain juga menghadapi masalah ini. Dicurangi oleh anak atau keponakan atau saudara dari pemilik usaha itu sendiri, pada saat dia merasa pemilik (baca:orang tua) lebih percaya kepada orang lain (baca:pengelola) dibanding anak atau saudara sendiri. Anak juga manusia biasa, punya harga diri, punya ke'aku'an, punya rasa iri juga rendah diri, atau justru punya harga diri : kalau saja saya diberi kesempatan maka saya bisa buktikan kalau saya juga  mampu. 

Yang bahaya kalau motifnya semata hanya uang. Kalau seluruh keuntungan bisa saya dapat 100% buat apa saya bagi bagi kepada pengelola sebagai prosentase fee. Maka kecurangan bisa saja dia lakukan secara sistemik dan terencana dengan tujuan akhir menjatuhkan nama baik pengelola di hadapan pemilik, menggerus kepercayaan pemilik terhadap pengelola, bahkan jika mungkin membangun persepsi bahwa pengelola mulai melakukan beberapa kecurangan dalam bisnis. Pada akhirnya berakhir pada pemutusan hubungan kerja pengelolaan profesional dan seluruh kewenangan bisnis jatuh ke tangan anaknya.

Misalnya dengan tidak pernah melaporkan laporan bulanan yang sudah setiap bulan dibuat oleh pengelola, menambah dan mengurangi laporan keuangan yang sudah dibuat pengelola, menyalah sampaikan maksud dari kebijakan yang dibuat oleh pengelola dalam bisnis dan SDM, bahkan paling jahat bisa saja anak tsb menggunakan uang atas nama perusahaan padahal uangnya tidak digunakan untuk kepentingan bisnis. Tentu saja jika ayahnya menanyakan uangnya dipakai untuk apa, maka jawabannya atas instruksi pengelola. Bahayanya jika si bapak selama ini hanya menerima afirmasi dari si anak yang diberi kuasa kelola tapi tidak pernah mengkonfirmasi informasi tsb ke pengelola langsung. Akibatnya makin lama jelas saja pemilik usaha akan kehilangan kepercayaan kepada pengelola, sedangkan pihak pengelola jadi bingung sendiri kenapa sikap pemilik usaha makin hari makin negatif terhadap dirinya.

Kalau saja pemilik usaha mengkonfirmasi lebih dulu apakah semua informasi yang disampaikan oleh anaknya terkait kinerja pengelola di perusahaan benar adanya, maka mungkin tidak sampai pengelola diberhentikan tanpa diberi waktu untuk menjelaskan duduk permasalahannya. Misalnya apakah betul pengelola tidak pernah membuat laporan bulanan, apakah betul tanggal sekian ada pengambilan tunai dr kas untuk keperluan ini, dll berdasarkan informasi yang diterima pemilik sepihak dari anaknya, apakah betul selama ini tidak pernah ada pembagian hasil usaha, apakah betul jika selama ini klien atau konsumen hanya didapat dari hasil kerja si anak. Bahkan jika perlu konfrontasikan langsung antara pengelola dan anaknya untuk kebenarannya.

Memang ujung ujungnya pasti orangtua tidak akan menjatuhkan anaknya secara langsung di depan orang lain diluar keluarganya. Itulah salah satu sisi kurangnya bisnis keluarga, apalagi jika pemilik usahanya adalah orang yang kurang bijaksana, maka segala keputusan hanya diputuskan di lingkar anggota keluarga dan yang punya suara terbesar baik benar ataupun benar tapi dibengkokan sehingga menjadi salah..ya tetap di pihak keluarga. Salah mendapat informasi, maka pemilik usaha akan salah mengambil keputusan.

Kesalahan ini kadang baru bisa disesali setelah beberapa waktu kemudian, pada saat tabiat jelek anaknya mulai terbuka, pada saat kinerja usaha tidak jadi lebih baik dibanding pada saat ditangani oleh pengelola yang sudah dipecat, pada saat ternyata jumlah tamu tidak bertambah bahkan cenderung makin  berkurang. Bisnis secara keseluruhan kenyataannya  cenderung berjalan mundur, bukannya makin membaik. 

Ada dasarnya kenapa seseorang bisa disebut pengelola atau bahkan konsultan, karena memang seharusnya dia memiliki skill kompetensi terbukti di bidang pengelolaan, misalnya sudah berpengalaman minimal 5 tahun di operasional cafe. Maka ada saatnya walaupun hanya 6 bulan ikut harian  operasional, belajar langsung dengan mengamati, lalu si anak memproklamirkan diri: mudah saja ternyata mengelola cafe kalau hanya seperti ini, saya juga bisa sendiri tanpa harus ada pengelola dari pihak luar. Padahal "jiwa" dari usaha cafe tsb sama sekali belum dimiliki si Anak.

Akhirnya karena memang belum matang dengan asam garam bisnis begitu ditimpa 2-3x masalah bisnis sudah limbung dan menyerah. Dia jelas tidak akan terlalu masalah karena toh ini uang bapaknya juga. Sedrastis apalah tindakan seorang bapak kepada anaknya yang gagal mengembalikan investasi bisnis buat dia, yah paling sebatas kecewa, selesai. Setelah itu akan dilupakan bahkan dipersiapkan dana lagi untuk pindah ke usaha berikutnya. Mengulang kembali kesalahan yang sama.

Tapi kegagalan mengelola bisnis bagi seorang pengelola profesional bisa sangat mengganggu pikiran. Selain nama baik kompetensi jadi rusak juga tanggung jawab moril terhadap bisnis yang sudah dipercayakan ke dia. Jauh beda mindset usaha yang diserah kelolakan kepada seorang pengelola profesional dan kepada seorang anak. Tapi penting juga dipahami bahwa tidak semua anak pengusaha memiliki mindset dan attitude seperti diatas dalam memandang bisnis keluarga. Banyak juga anak pengusaha yang betul betul amanah dan cerdas juga bijaksana mengelola bisnis yang dipercayakan keluarga kepadanya. Kalaupun dia belajar dari seorang pengelola atau konsultan, maka akan dipelajari sedalam dalamnya sampai mendapat jiwa dari bisnis itu sendiri dan itu butuh waktu yang tidak sebentar dan dia bersabar untuj jalani prosesnya. Jadi mungkin ini kebetulan Anda sedang bernasib kurang baik,  mendapatkan bisnis dengan partner yang belum rejeki Anda saja.

Tidak ada yang bisa saya  sampaikan selain tetaplah menjadi orang baik dan profesional yang kompeten. Rejeki datang darimana saja. Satu pintu tertutup, maka pintu lain bisa saja terbuka. Anda masih punya waktu dan kesempatan untuk memulihkan nama baik Anda. Percayalah pada Alloh SWT bahwa pada akhirnya kebenaran akan terlihat dan tetap harum dan yang mencelakakan Anda akan kena  karmanya.


SEMANGAT SUKES

(Mirza A.Muthi)

Minggu, 01 April 2018

Apa Pentingnya Billboard?



Ada pertanyaan dari pemilik usaha kuliner mengenai pentingnya memasang billboard merk logo di depan rukonya.

Billboard, plang merk, neonsign, neonbox, polesign, RGB panel, atau apapun namanya tergantung dari spesifikasi material dan bentuknya, adalah sangat penting bagi usaha Anda. Jika usaha Anda diibaratkan sebagai manusia, seorang karyawan di kantor,  maka hal tsb adalah "name tag" atau berupa papan kecil tertulis nama Anda, biasanya tersemat di dada. Kenapa Anda perlu menggunakan name tag tsb? Karena banyak rekan kerja belum mengenal atau kenal Anda. Sehingga kalaupun ada rekan kerja berpapasan dengan Anda, untuk menyapa atau sekedar tersenyum saja mereka enggan karena nama adalah "pembuka komunikasi". Bagaimana mereka mau menegur atau menyapa Anda sedangkan nama Anda saja mereka tidak tahu. Mau berkenalan dan bertanya nama Anda, nanti mereka pikir apa perlunya dia berkenalan dengan Anda? Sedangkan sebelumnya belum kenal. Bahkan ada yang berpikir, saya senior, harusnya Anda yang inisiatif mengenalkan diri terlebih dahulu, bukan saya. Lalu apakah kinerja dan komunikasi Anda mungkin bisa saja terganggu karena hal hal normatif seperti ini? Siapa yang harus mengawali sebuah komunikasi? 

Maka dalam sebuah usaha, nama usaha atau biasa kita sebut "merk" biasanya lengkap dengan logonya, tentu juga harus ditampilkan di depan. Pertama, merk ini berfungsi sebagai nama usaha. Pengenal identitas usaha Anda  diantara banyak usaha lain yang ada di kawasan tsb. Bahkan mungkin banyak usaha sejenis di kawasan tsb dan Anda pasti tidak mau tertukar informasi tentang lezatnya menu Anda dan bagusnya pelayanan ramah dari usaha Anda tertukar dengan usaha lain sejenis karena pelanggan Anda salah memberikan identitas toko Anda untuk kesaksiannya ke kawan kawannya. Anda dan team yang sudah bersusah payah bekerja dengan baik dan terencana, menyediakan produk terlezat dan memberikan pelayanan terbaik di kawasan tsb, maka penghargaan pelanggan dan segala credit benefitnya layak buat usaha Anda. Bukan salah sasaran ke usaha lain di samping ruko usaha Anda. Dalam pendaftaran patent merk pun ada ketentuan bahwa tidak boleh ada merk usaha sejenis yang sama karena pemilik nama merk harus memilih nama merk yang unik dan berbeda tapi mudah diucapkan dan diingat pelanggan. 

Maka merk usaha Anda harus jelas terpampang dan dilihat semua masyarakat bahkan diketahui luas baik terlihat, terbaca, tercetak, terdengar atau ter-publish viral via medsos. Maka dalam hal ini merk usaha Anda ini akan terpampang dalam bentuk papan, billboard, neon sign, neon box, pole sign, dsb. Bahkan jika cuma sekedar bentangan  spanduk saja karena menyesuaikan skala bisnis usaha Anda, yang penting jelas ada merk usaha Anda terpampang di depan unit ruko tempat Anda berusaha.

Merk usaha juga jadi identitas dalam mendesign dan mencetak marketing tools. Baik materi cetakan hardcopy, atau identitas di facebook, twitter, instagram, dll. Apalagi di era medsos saat ini, nama atau merk usaha Anda jadi identitas agar mudah dicari di google map. Lalu pada saat semua marketing tools dan medsos ini mengarahkan langkah tujuan pelanggan ke toko atau ruko Anda, apakah Anda akan membuat mereka ragu dan bingung dengan tidak adanya billboard atau plang nama yang terpampang jelas di depan usaha Anda? Jangan buat calon pelanggan ragu di kesan pertama. Bahkan jika billboard, neon sign, neon box toko Anda berperforma cukup bagus maka akan menggambarkan "kelas usaha" Anda langsung pada kunjungan pertama. 

Bahkan dalam posisi penempatan seringkali untuk langsung eye catching traffic lalu lintas di jalan, dipasang polesign yang posisinya melintang jalan, terlihat dari 2 arah lalu lintas. Di Jakarta ini lalu lintas sangat padat dan macet. Jika mobil calon pelanggan sampai terlewat dari toko Anda karena tidak jelas dimana posisi toko Anda, maka untuk memutar balik belum tentu terjadi. Bisa jadi mereka memilih mencari toko lain yang sejenis produknya untuk lebih praktisnya. Maka jika bisa lebih baik merk toko atau usaha Anda sudah terlihat minimal dari 10 m sebelum mobil/ motor calon pelanggan tiba di posisi Anda, sehingga mereka bisa bersiap memperlambat laju untuk mengambil posisi belok ke parkiran toko Anda. Sedemikian pentingnya billboard atau papan merk toko usaha Anda terpampang jelas di depan toko. 

SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Kamis, 01 Maret 2018

Kiat Berbisnis Kuliner



Tanya :
Salam bung Obing...
Apa tantangannya untuk kita ingin berbisnis kuliner di jaman now ini? Seperti kita tahu makin kesini makin banyak merk merk cafe gaul atau cafe konkow bahkan di satu jalur jalan raya sampai ke pelosok. Apakah masih competitive berbisnis cafe atau kuliner saat ini? Mohon pencerahannya

Jawab :
Salam balik juga bung...
Makan dan minum atau food & beverage (fnb), memang tetap menjadi kebutuhan pokok manusia sebagaimana manusia butuh nutrisi dan energi buat hidup dan beraktifitas sehari hari. Tapi di perjalanan zaman berikutnya, makanan dan minuman bukan lagi sekedar makan untuk makan. Tapi juga berfungsi sebagai " fitur pelengkap utama ". Apapun acaranya, pasti ada makan minum. Mau arisan, mau kumpul kumpul, mau ulang tahun, mau rapat dan seminar, mau reunian, mau olah raga, mau nonton bola, mau rekreasi, mau belajar bareng, mau bikin acara kawinan, mau apapun pasti ada sesi makan sebagai pelengkap utama acara. Jadi untuk kuliner dijadikan bisnis tetap ada banyak peluang, tergantung peruntukannya Anda mau sediakan makanan untuk kebutuhan target pelanggan apa? Bisnis kuliner bukan berarti harus outlet semacam cafe atau resto. Bisa hanya dapur untuk menyediakan jasa catering, bisa juga hanya station konter untuk delivery order bahkan bisa di dapur rumahan saja saat ini bisa hanya online dengan upload foto foto menu dan daftar menu. Jika Anda khawatir berinvestasi di setting outlet cafe atau resto untuk berbisnis fnb, maka Anda bisa gunakan online untuk system pemasaran dan jalur delivery order. Atau gunakan dulu konter kecil yang buka di parkiran mini market atau POM bensin misalnya, yang penting orang sudah mencicipi dan terkesan dulu dengan lezatnya menu yang Anda buat. Dari respond pasar terhadap produk fnb maka Anda akan punya keyakinan untuk memperluas dan memperbesar skala bisnis Anda dengan mulai membuka outlet cafe atau resto. 

Tapi jika Anda ingin tantangan lebih dan percepatan bisnis yang tentu saja secara cashflow dan omzet juga akan lebih besar, memang Anda perlu membuka outlet. Skalanya bisa mulai dari konter, warung, resto atau cafe. Umumnya beda penyebutan outlet tsb diukur dari kapasitas kursi dan bagusnya interior dan fasilitas. Saat ini tidak bisa disangkal, pelanggan butuh lebih sekedar makan minum lalu pulang. Pelanggan butuh nyaman secara suasana, betah berlama lama di outlet , paling tidak nyaman untuk aktifitas sendiri. Bisa melakukan aktifitas lain selain makan, misalnya sambil mengetik membuat tugas kuliah dan bisa akses internet. Maka mereka akan cari cafe yang secara tempat duduk cukup nyaman, mejanya cukup space untuk sebuah laptop, ada outlet steker listrik, tidak terlalu rapat posisi antar meja, angin cukup bertiup sepoi2 yang penting tidak panas dan gerah, ada koneksi WiFi gratis, menu snack dan kopi pilihannya cukup banyak. Terpenting harga fnb cukup terjangkau atau sebagai parameter antara Rp.15rb - Rp.35rb. Itu kalau Anda mentargetkan mahasiswa, pelajar dan gen milenial yang jadi dominan pelanggan. Yang Anda butuhkan adalah kapasitas kursi yang cukup banyak agar skala bisnis Anda ekonomis. Karena pelanggan type ini akan cukup lama stay di cafe Anda tapi belanja tidak terlalu banyak. Pelanggan akan datang sepanjang hari ke cafe semacam ini. Sediakan juga musholla agar tamu Anda tetap bisa beribadah di waktu panjangnya stay di cafe Anda. Jadi untuk type cafe dengan harga menu ekonomis maka kuantitinya dan frekuensi tamunya yang harus diexplore. 

Lain jika Anda ingin berbisnis resto makanan utama jenis tertentu. Misal makanan jenis ayam dan bebek. Dari cara makannya yang pakai tangan dan memang makan untuk kenyang diestimasi pada jam makan siang dan makan malam akan jadi peak hour di resto Anda. Selebihnya hari akan lebih sepi tamunya. Maka harga fnbnya bisa lebih premium dan margin profitnya per porsi menu bisa lebih besar. Karena yang datang lebih dominan karyawan dan keluarga, maka akan lebih nyaman dengan fasilitas AC dan pemisahan area smoking dan no smoking. Interior restonya juga lebih dipercantik agar kalau cukup prestise dan bergengsi. Kalau bisa kapasitas kursinya lebih banyak mungkin akan lebih bagus sehingga potensi opportunity businessnya lebih besar. Tapi jika pelanggan sudah suka atau sangat suka dengan rasa menu utama, biasanya mereka akan loyal kepada resto Anda, bahkan mengajak relasi dan kawan kawannya untuk mengunjungi resto Anda. 

Ingin lebih advance lagi? Selain fasilitas diatas maka pertimbangkan fasilitas tambahan yang memang dibutuhkan oleh pelanggan Anda, bisa membuat suasana berkumpul jadi lebih berwarna dan bisa menjadi daya tarik lebih untuk tamu tamu loyal untuk mengajak tamu tamu baru. Lengkapi dengan fasilitas panggung mini untuk live music atau live karaoke. Layar lebar untuk nobar sport event. Jadi ada motivasi tambahan dari pelanggan, untuk apa memilih datang ke cafe Anda. Menunya bahkan saat disajikan di meja sudah harus instagramable, agar layak foto dan siap dishare melalui medsos masing masing tamu. Jaman now ini justru promosi marketing akan lebih mudah karena berpartner dengan tamu tamu Anda sendiri, bahkan secara sukarela. Bukan lagi words of mouth tapi story by social media. Tentu saja siapkan parkiran yang lebih luas dan aman untuk mobil dan motor pelanggan. 

Jadi sesungguhnya banyak sekali macam dan jenis outlet bisnis fnb ini. Tergantung dari  dimana Anda akan berusaha bisnis fnb atau membuka outlet fnb, siapa target pasar Anda, berapa investasi yang Anda punya dan bagaimana cita cita Anda di 5 tahun mendatang di bisnis fnb ini. Jangan lupa pada akhirnya secara tradisional tetap cita rasa menu Anda harus standard dan enak. Karena itu tetap inti berhasilnya bisnis fnb. Kalau masalah kompetisi, berbisnis apapun Anda pasti akan ketemu kompetitor, tapi jangan jadikan hal tsb jadi penghalang bagi Anda untuk memulai berbisnis fnb. Jika perlu gandeng konsultan fnb untuk mendampingi Anda mempersiapkan startup bisnis fnb Anda agar resiko kegagalan bisa diminimalisir. 


SEMANGAT SUKSES
(Mirza A. Muthi)

Kamis, 01 Februari 2018

Team Marketing Yang Solid



Tanya :
Marketing saya sangat sibuk mengejar target sales. Keseharian hanya absen lalu langsung kerja lapangan. Dibagi bagi juga per 2 orang per section daerah kerja. Tapi karena jarang bertemu, maka mereka hampir tidak mengenal satu sama lain. Kelihatan pas diadakan sales gathering wisata ke luar kota, suasana tidak cair dan kaku. Akibatnya seperti sia sia kita niatnya refreshing akhir tahun tapi malah jadi gak enak akhirnya karena biaya wisatanya besar tapi tidak membawa kegembiraan juga bagi team sales secara umum. Bagaimana seharusnya pak Mirza menghandle team sales ini?

Jawab :
Bpk yang terhormat,
Team sales adalah team ujung tombak bisnis dari sebuah perusahaan. Jika performa team sales melempem, maka bisnis perusahaan juga tidak kondusif. Memang untuk team sales lebih banyak ditempatkan di lapangan untuk melakukan penjualan. 

Tapi pertanyaannya, sudah tepatkah "senjata  dan amunisi" yang dibawa team sales kita? Senjata dan amunisi ini harus efektif dan efesien tepat untuk produk/jasa yang ditawarkan. Misalnya apa saja presentation tools yang dibawa, sample produk atau binder files presentationnya harus benar benar bisa dijelaskan oleh sales secara jelas dan benar, serta menarik. Jika harus sebar brochure apa design dan konten serta promo yang ditawarkan apa sudah menarik efektif atau belum? Begitu juga "tentara"nya pun, maksudnya skill sales personnya pun harus tepat. Harus sudah ditraining sesuai dengan jenis tools yang dibawanya sebelum turun lapangan agar efektif.

Seringkali seorang manager sales beranggapan bahwa hasil sales akan relevan dari "waktu berjualan" yang dilakukan di lapangan. Maka diarahkan team sales untuk berangkat pagi, berkeliling berjualan sampai sore. Mungkin ada hasilnya, maka kegiatan ini terus diulang lagi setiap hari dalam sebulan dan bulan bulan berikutnya. Bahkan untuk menambah volume sales, lalu ditambah lagi team salesnya untuk menjangkau lebih banyak titik. 

Sebelumnya coba dianalisa team sales yang ada dulu, apakah kinerja mereka sudah maksimal dan efektif? Kirim pengamat jarak jauh atau susupkan mata mata diantara team sales yang ada. Bukan untuk hal jelek, tapi justru untuk bisa menggali data dan menganalisa team sales secara adil dan objective. Minta pengamat tsb mencatat temuannya atas team sales tsb, berapa jam mereka benar benar bekerja, berapa orang dari mereka yang benar benar menghasikan kontribusi, bagaimana cara mereka menyampaikan presentasi produk, melakukan penawaran sampai closing. Apakah alat peraga atau presentation toolsnya membantu, bagaimana cara bicaranya, bagaimana respond dari target. Berapa lama waktu rata rata  dibutuhkan mulai dari memulai duduk basa basi sampai bisa closing. Banyak hal yang harus diserap dan dicatat oleh team pengamat untuk dilaporkan ke Anda. Dari sana Anda bisa menganalisa banyak hal mengenai team sales Anda, mengusahakan perbaikan terus menerus dan berinvestasi pada hal hal yang tepat dan menambah omzet penjualan setiap bulannya. 

Jadi bukan berarti team sales Anda harus terus berada di luar kantor setiap hari selama jam kantor selama seminggu, sampai sampai diantara mereka saja tidak sempat bertemu dan berkumpul satu sama lain. Bahkan Anda sampai tidak sempat memberikan briefing pagi kepada team sales karena langsung dikirim ke lapangan. 

Usahakan seluruh team sales berkumpul seminggu sekali di kantor. Lakukan diskusi grup yang efektif dalam suasana santai dengan kopi dan gorengan. Perkenalkan diri masing masing sales person dihadapan grup team lainnya. Susun daftar apa saja masalah dan kendala yang masing masing sales person temukan di lapangan dan biarkan sales person lain menyampaikan saran dan jawabannya. Buat agar saling mengenal antar mereka secara baik dan bermanfaat. Lalu lengkapi dengan tambahan training skill ataupun behaviour dari Anda sebagai pimpinan. Buat mereka berpikir jika Anda pantas jadi pimpinan karena pengalaman dan pengetahuan Anda. Putuskan hal hal penting yang membuat kerja mereka jadi lebih mudah dengan hasil yang lebih baik. Jadikan mereka mendengar Anda karena kebijaksanaan Anda.

Dengan begitu team sales Anda akan punya lebih banyak waktu bersosialisasi diantara mereka, menambah ilmu secara sharing dan skill sales mereka sekaligus berkinerja lebih efektif. Mereka juga sudah kenal satu sama lain dan bisa berbaur dengan normal termasuk saling bantu. Lain kali jika perusahaan mengadakan team building di luar kota lagi maka mereka akan manfaatkan momen gembira bersama ini dan pulang dengan gembira, fresh kembali dan siap untuk tantangan berikutnya. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)