Kamis, 16 September 2021

Marketing dan Sales Untuk Bisnis


Sebelumnya obingmitra.com mohon maaf bahwa format layout obingmitra.com berubah dari tampilan biasanya. Website kami di masa vakum interaksi juga sempat cukup lama mengalami crash down dan kami memutuskan untuk merubah layout menjadi lebih simple dan fokus di artikel dan konseling. Format ini agar lebih memudahkan pembaca langsung fokus ke kebutuhannya dari obingmitra.com tanpa harus terganggu oleh berlebihannya tampilan informasi tambahan lain dari penulis. Mudah mudahan obingmitra.com tetap bisa memberi manfaat bagi para pembacanya khususnya kawan kawan pelaku UMKM di Indonesia. Selamat membaca....

Ok kita baca dari judul diatas dan mulai pembahasan. Bisnis dimulai sejak adanya penawaran. Namun demikian tentunya Anda harus siap dulu dengan produk/jasanya, apa yang mau Anda tawarkan. Dengan dasar itu maka penawaran yang Anda buat tentunya akan mendeskripsikan tentang spesifikasi, keunggulan, manfaat, harga dan kenapa pembeli harus beli dari Anda, bukan dari penjual yang lain. Maka tentunya seorang marketer atau sales perlu paham mengenai produk/jasa yang akan ditawarkannya. Dengan demikian Anda bisa menjelaskan dengan gamblang dan efektif pertanyaan apapun yang ditanyakan calon pembeli. Jika Anda bisa menjelaskan secara efektif dan meyakinkan calon pembeli tentang produk Anda dan mereka puas atas jawaban Anda terlebih jika produk/jasa Anda memberikan solusi atas masalah calon pembeli, bukan tidak mungkin mereka betul betul akan closing membeli produk yang sebenarnya bukan produk yang Anda produksi. Tidak ada salahnya menjual barang produk/jasa milik mitra.

Lalu apakah Anda harus memproduksi barang jika ingin menjadikan skill sales Anda berkembang skalanya memjadi besar sebagai bisnis? Jika Anda lihat Perusahaan Agen Property, mereka tidak memiliki unit unit rumah yang didisplay. Mereka membantu menjualkan unit unit rumah yang listing di perusahaan manajemen mereka untuk bantu ditawarkan kepada target pembeli yang luas. Atau aplikasi marketplace di dunia maya juga merketing sales yang membantu menjualkan produk yang Anda listing di aplikasi mereka. 

Intinya adalah Sales yang difasilitasi dengan system, baik implementasi secara lapangan atau implementasi secara system IT dan jaringan, maka itu bisa jadi bisnis, bukan lagi sekedar dagang. Bahkan perusahaan Agen Property saat ini juga mengimplementasikan IT system untuk makin membuatnya efektif: mempermudah pendaftaran listing dan memperluas jangkauan. Penyedia jasa booking hotel, villa, apartment bahkan kamar hariam bermitra dengan hotel, villa, kost bahkan kamar kamar di rumah pribadi. Dengan digunakannya aplikasi sewa room yang bisa diakses via HP maka membuat sangat praktis untuk mencari info lokasi kamar tersedia dan range harga beserta fasilitas dan promo seasonalnya. Menjadikan calon penyewa kamar memiliki banyak pilihan sesuai dengan budget dan kebutuhannya. Bisnis yang memberikan opsi solusi dari basic konsep Marketing Sales yang dimutakhirkan dengan support teknologi informatika dan jaringan. Masih banyak lagi seperti menawarkan ojek dan taxi tanpa harus punya motor, mobil dan supir. 

Jika Anda fokus sebagai penyedia fasilitas aplikasi Marketing/Sales, maka Anda bisa mengajak perusahaan produk sesuai yang Anda tuju sebagai mitra kolaborasi usaha bersama dengan system fee atau bagi hasil tergantung/sesuai kesepakatan. Baik system pemasaran manual, misal Anda siapkan team sales marketing handal berpengalaman yang sanggup gerilya sampai ke kantong kantong target market terkecil. Jago pendekatan langsung dan komunikasi skill yang mumpuni sampai closing deal, maka itu juga bisa menjadikan Anda membangun usaha yang menghasilkan secara signifikan. Jika Anda sudah pahami bisnis penjualan lapangannya dan memiliki sumber daya lanjutkan dengan penerapan aplikasi system IT yang aplikatif dan sesuai sehingga memberikan bisnis marketing Anda kemudahan dan keunggulan. 
 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Selasa, 31 Agustus 2021

Adab Anda Menerima Bantuan


Hallo para pembaca yang budiman. Mohon maaf obingmitra.com sempat vakum cukup lama dari konseling online karena memang belum ada pertanyaan baru lagi yang masuk ke redaksi. Kita sama sama maklum di situasi pandemic ini fokus semua orang pindah pada mode bertahan. Bisa bertahan hidup dan bertahan memenuhi kebutuhan minimal hidup saja sudah alhamduillah. Maka obingmitra.com juga memutuskan untuk stop tayang dulu sampai tayang lagi Agustus 2021 ini di bulan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sudah 2 tahun Pandemic COVID 19 di Indonesia keberadaannya dan tetap jangan lengah dan tetap menjalankan protokol kesehatan ketat dan disiplin. Jangan gegabah dan menyepelekan karena sudah banyak nyawa diambil. Sebagai pencegahannya kegiatan interactive antar manusia jauh dibatasi sehingga ujungnya banyak bisnis ditutup mengakibatkan banyak orang sekarang sudah dalam situasi di titik nadir. Level ekonomi paling rendah dalam hidupnya. Beberapa sudah panik dan hampir tidak tahu harus berbuat apa lagi. Beberapa masih beruntung ditolong oleh keluarga besar atau kawan dan relasi. Tapi pasti bantuan juga tidak akan seterusnya karena masing masing dari kita pada akhirnya harus bertahan hidup sendiri sendiri.

Saya banyak sekali bertemu dengan kepala keluarga yang kehilangan kemampuannya sebagai tulang punggung keluarga. Kalau masih beruntung ada beberapa kepala keluarga yang istrinya masih berpenghasilan menjadi backup walaupun tentu masih kurang mencukupi. Dalam beberapa situasi, kepala keluarga jadi seperti kehilangan harga diri. Kalau mungkin di masa lalu pada saat masih ada kelebihan uang, Jangankan kewajiban menafkahi, bahkan dahulu Anda lebih cenderung memberi bantuan dan pertolongan bagi yang membutuhkan. Tapi bisa saja saat ini kondisi Anda justru berbalik dan sangat sedang butuh ditolong. Uang Rp.50rb yang dulu seakan tidak terlalu Anda lihat, sekarang justru jadi penolong disaat Anda sama sekali kehabisan uang. Di saat seperti ini Anda akan lebih belajar arti pentingnya uang dibanding masa sebelumnya. Kehidupan berputar dan berganti. Yang biasa diatas sekarang merasa ada dibawah karena terbiasa hidup mewah. Tapi justru yang biasa hidup rata rata bisa survive bertahan karena memang sudah terbiasa hidup dengan kondisi asal cukup. Saat seperti ini maka saatnya Anda menerima bantuan. 

Jadi akhirnya Anda harus bersyukur dengan bantuan yang mau tidak mau harus Anda terima saat ini dari pihak keluarga atau orang lain. Doakan mereka yang bisa membantu agar mendapatkan balasan pahala dan rejeki yang luas. Niatkan bahwa jika nanti Anda sudah mulai berejeki lagi niatkan untuk mulai angsur mengganti walaupun mereka tidak minta hal itu, karena itu akan menjaga harga diri Anda. Lunasi dulu seluruh hutang hutang Anda supaya langkah Anda ke depan tidak terbebani masa lalu dan rejeki di depan Anda lebih mudah dijemput. Setelah itu ke depannya berjanjilah bahwa Anda akan jadi si penolong kepada yang membutuhkan karena Anda sudah merasakan betapa berartinya dibantu saat kita sedang betul betul di masa kesusahan uang. Jangan mengulang kesalahan yang sama seperti saat Anda betul betul kehabisan uang, mungkin betul ada cara yang salah dari cara Anda mengumpulkan uang sehingga bisa sampai kehabisan uang dimasa sulit. Pasti ada pelajaran positif yang bisa Anda ambil hikmahnya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dan membawa keluarga Anda ke derajat lebih tinggi lagi. Yang pasti lebih sabar dan lebih bijaksana. 

Lalu bagaimana adab Anda menerima bantuan? 
1. Berterimakasih sungguh sungguh. Tidak mudah orang melepas uang saat ini untuk membantu orang atau dipinjamkan ke orang sementara dia sendiri dan keluarga sebenarnya sangat membutuhkan. Jikapun kepada  Anda bisa diberikan pinjaman berarti itu penghargaan bagi Anda karena dia menganggap Anda orang baik, jujur, amanah dan saat ini sangat butuh bantuan dan pantas menerima bantuan. Jagalah amanah tsb.
2. Niatkan setiap sen yang Anda terima harus Anda kembalikan. Terlepas dari si pemberi bantuan ini membantu mengiklaskan, tapi niatkan tetap kembalikan. Dengan demikian niat itikad baik ini akan ikut menguatkan usaha kerja keras Anda menghasilkan uang untuk membayar hutang.
3. Saatnya melepas harga diri Anda..rendah hatilah dan banyak toleransi terhadap apa keinginan si pemberi bantuan. Sebagai pemberi bantuan sudah layak dia menetapkan beberapa syarat agar bantuan bisa dicairkan, walaupun ini bukan kredit dari bank. Syaratnya kadang bukan terkait bagaimana cara mengembalikan uang tapi lebih di perilaku kita yang dianggapnya salah. Misalnya dia akan minta kita memperbaiki gaya hidup yang lebih hemat, lebih pintar mengatur uang, jual mobil atau asset yang ada, usahakan cari kerja saja yang aman dan pasti dibanding jadi pengusaha, jangan pakai kartu kredit lagi dan lebih baik berhemat, dan lain lain nasihat hidup. Jangan egois, terima saja.
4. Jangan gunakan dana bantuan untuk konsumsi lifestyle. Saat ini tidak ada ruang sama sekali untuk life style atau gengsi. Minimal standard hidup saja dulu sampai keuangan sudah memungkinkan lagi. Yang diberikan sebagai bantuan harus digunakan semaksimal mungkin untuk prioritas yang paling penting misal hutang yang sudah mengejar dan kebutuhan hidup minimal standard. 
5. Jangan ambil bantuan dari hutang bank atau pinjol. Situasi pandemic ini belum tahu akan berakhir kapan. Kapan Anda akan mulai ada penghasilan lagi masih belum jelas. Pinjaman ke pihak bank apalagi pinjaman online jelas ada waktu penagihan di bulan berikutnya, bahkan pinjol bisa 5 hari kemudian sudah ditagih lagi. Bahaya jika Anda tidak ada uang untuk mengembalikan,  bisa rusak hidup Anda dikejar kejar debt collector pinjol setiap pagi. Apalagi cara penagihannya tidak beradab bisa merusak mental dan harga diri Anda.
6. Anda tetap harus mengusahakan pemasukan/ penghasilan secara mandiri, walaupun memang situasi sedang sulit. Apa saja kerjakan yang menurut Anda pas dengan hati Anda. Mungkin ada saudara ajak atau relasi kasih referensi. Atau bahkan jika harus jadi sales kelilingan atau coba bidang baru yang belum pernah Anda coba yang penting bisa jadi jalan Anda berusaha mencari rejeki baru.
7. Uang masuk dari hasil usaha sendiri walaupun hanya sedikit bisa membuat harapan dan optimisme Anda tetap terjaga. Mungkin bukan hasil yang sekarang Anda harapkan tapi itikad baik kita bahwa Anda juga saat ini sedang berusaha keras dan tetap berjuang juga adalah sesuatu hal baik yang akan dinilai oleh mereka yang memberi bantuan, bukan hanya berleha leha dan hanya terus mengharapkan bantuan.
8. Kalaupun ada yang memberi atau menolong, tidak akan ada yang memberikan lebih. Selalu bersyukur akan rejeki Alloh SWT. Paling tidak saat ini Anda akan diberikan apa yang dibutuhkan, bukan yang Anda inginkan. Seringkali apa yang Anda butuhkan tidak sebanyak yang Anda inginkan atau bahkan sebenarnya tidak Anda butuhkan.
9. Prasangka baik pada ketetapan Alloh SWT akan ujian ini. Mungkin saja Anda sebenarnya sedang diuji untuk naik derajat baik dalam taraf hidup maupun derajat keimanan. Dengan diuji Anda akan semakin ingat pada Alloh SWT dan membentuk kesabaran, empati, kebijaksanaan dan kedewasaan yang akan sangat bermanfaat jika Anda nanti menerima rejeki besar atau posisi pengaruh yang kuat. 
Tentang masalah takdir, Anda sendiri sebetulnya tidak tahu apa kiranya rencana yang sedang Alloh SWT buat untuk Anda. Baik itu cobaan atau ujian atau anugrah, prasangka baiklah bahwa semua yang sudah Anda terima dan sedang jalankan sekarang adalah hal baik untuk yang terbaik buat kebutuhan Anda dan itu sudah kehendakNYA. Alloh SWT pasti tahu apa yang terbaik untuk Anda. Apalagi situasi saat ini adalah "situasi susah dunia".  Siapa tahu pasca COVID ini justru sekarang Anda bisa jadi pahlawan keluarga besar, berubah dari yang lalu waktu masih jadi benalu parasit bagi keluarga besar. Anda bisa kelola semua nikmat besar yang Anda terima untuk memberi manfaat bagi orang banyak sebagai rahmat bagi orang lain. Dibanding jika Anda menerima rejeki besar dan posisi pengaruh kuat di usia beberapa tahun sebelumnya pada saat usia lebih muda dan mental Anda belum siap, akhirnya hanya akan membawa mudharat untuk Anda dan keluarga. Walaupun Anda saat ini merasa sedang diuji, tapi mungkin saja ujian tsb akan menjadi ganjaran untuk langsung habis sekalian, jika kemarin Anda menerima terus rejeki besar tanpa lebih dahulu diuji. Justru Anda akan bersyukur sekali bahwa ditengah kesulitan Anda masih ada perhatian dan bantuan dari keluarga besar, kawan kawan, support dari pasangan dan semua datang  pada Anda di saat sulit ini dengan cara dan ijinNYA. Semoga Alloh SWT menjadikan kesabaran dan rasa syukur Anda sebagai amal ibadah dan diberikanNYA segera petunjuk jalan keluar dari segala kesulitan. 

Demikian adab menerima bantuan dan jangan lupa jika nanti saatnya Alloh SWT mengembalikan rejeki Anda, maka Anda juga harus membantu yang membutuhkan. Jangan sekedar zakat saja tapi sedekah, infaq, donasi, sumbangan, CSR atau apapun namanya dan apapun bentuknya tapi intinya berbagi untuk menolong dalam kebaikan. Energi kebaikan harus terus berputar agar fitrah manusia sebagai rahmat dan penyalur rejeki bagi sekelilingnya tetap terjaga. Semoga situasi susah ekonomi karena pandemic COVID ini segera berlalu dari bumi Indonesia tercinta. Tetap semangat kawan kawan para suami sedulur, badai pasti berlalu. 
 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Minggu, 07 Maret 2021

Percaya Awal Komunikasi Harmonis


Manager sebuah resto berkeluh kesah bahwa Owner seperti kurang percaya kepadanya. Tugas utamanya adalah memastikan bisnis resto secara operasional aman, efektif , efesien dan menghasilkan profit. Tapi sampai urusan minta uang untuk belanja garam saja harus tunggu owner datang untuk tandatangan. Urusan dimana harus belanja juga harus di toko/supplier yang sudah disepakati awal, tidak peduli bahwa ini belanja urgent hanya untuk menutupi ketiadaan bahan baku menu yang diorder tamu. Urusan reward punishment karyawan harus sepersetujuan owner, padahal owner tidak mengalami keseharian operasional di resto, dan banyak lagi. Padahal jika hasil operasional tidak memenuhi untuk membayar gaji atau biaya operasional, pasti manager yang harus sepenuhnya bertanggung jawab tanpa mau tahu kendala lapangan. Manager merasa sama sekali tidak ada kepercayaan dan wewenang sebagai manager selain hanya boneka dan bumper jika ada masalah.


Dalam posisi seperti ini pasti komunikasi antara owner dan manager tidak berjalan dengan seimbang dan adil sesuai porsi hak dan kewajiban. Pada dasarnya Manager, Owner, Investor dan team manajemen maupun team operasional kerja resto adalah satu team yang sinergi. Jika semua paham tugas dan haknya maka komunikasi akan berjalan dengan harmonis dan menciptakan sinergi yang dibutuhkan ini. Komunikasi yang seimbang harus didasari oleh kepercayaan sesuai posisi dan porsi masing masing. Owner misalnya merekrut Manager karena beliau tidak bisa kerja sendiri langsung mengelola bisnis restonya. Tapi Owner harus memberikan kepercayaan kepada Manager untuk mengelola team work dan asset bisnisnya setelah sebelumnya sama sama menyepakati batasan hak dan tanggung jawab masing masing pihak. Di atas Owner ada boss yang sesungguhnya, yaitu pelanggan. Pelanggan kecewa dan menghilang maka bisnis juga akan hilang. Hendaknya aturan main tsb juga harus ada toleransi untuk hal hal urgent demi tujuan kepuasan pelanggan. Zero customer Complain dan Perfect customer Satisfaction adalah tujuan utama. Jadi tujuan tsb yang harus sama sama diutamakan oleh Owner dan Manager sebagai parameter jika suatu waktu ada misscommunication diantara mereka. 

Maka untuk Owner betul betul bisa mempercayai Managernya bisa sebelumnya pada sesi perekrutan harus dipenuhi beberapa kriteria skill baik managerial maupun pengalaman. Juga penting rekomendasi dari beberapa relasi Manager di tempat kerja sebelumnya. Tentu saja setiap Manager juga ada harga sesuai kapasitas dan value yang diyakini dimilikinya. Jika tidak bisa mendapatkan Manager yang betul betul bervalue tinggi dan bergaji tinggi, maka owner juga harus berdamai dengan misalnya Manager level 2 yang masih bisa dipercaya untuk bisa menangani bisnis restonya. Walaupun demikian setiap Manager apapun kelas/levelnya tetap punya standard harga diri dalam bekerja. Jika setiap langkah dan keputusannya terus dikoreksi oleh Owner maka mungkin Manager tidak bisa mengembangkan otoritasnya dengan optimal kepada team dan berakhir dengan tidak bersedianya dikenai tanggung jawab penilaian kinerja (KPI) oleh Owner karena merasa tindakan dan keputusan yang selama ini dieksekusi di lapangan adalah bukan keputusannya melainkan instruksi langsung dari Owner. Dengan kata lain Manager resto hanya menjadi boneka atau asisten dari Owner dan tidak berfungsi managerial seperti seharusnya. Dalam situasi ini Owner akan merugi karena gaji manager tetap harus dibayar dan seluruh fokus konsentrasi mengelola management dan asset resto harus dipikirkannya sendiri. Dipastikan juga Manager tidak akan betah berlama lama kerja dalam situasi iklim hubungan kerja yang seperti ini. Maka ini akan jadi salah satu penyebab mengapa sebuah outlet resto seringkali tidak berumur panjang sejak pertama kali dibuka, karena tidak pernah menemukan Manager yang betah bertahan lama kerja disana. Antara Owner dan Manager tidak pernah terjadi komunikasi harmonis dan seimbang porsinya. Apalagi jika Manager dan Owner berkarakter sama sama keras.

Demikian kira kira yang bisa disampaikan memgenai curahan hati dari Manager yang sedang menghadapi masalah disharmonisasi komunikasi dengan Ownernya. Yang terpenting jika akhirnya Owner betul betul memberi kepercayaan penuh secara otoritas keputusan dan tindakan, maka Manager harus bisa membuktikan kapasitasnya dan menjaga kepercayaan Owner dengan integritas kejujuran, kerja keras dan hasil profit usaha yang optimal dan membuat semua stake holders happy termasuk tentunya boss utama yaitu pelanggan. 
 
 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)


Rabu, 10 Februari 2021

Prioritas di Bisnis Konveksi


Konveksi merupakan bisnis yang mendukung industri fashion secara keseluruhan. Untuk produk yang sudah fixed design dan tinggal diproduksi untuk mengejar quantity (jumlah) dan harus tetap menjaga quality (mutu), maka sektor produksi yang meliputi Sumber Daya Manusia/ mitra penjahit, alat alat produksi dan ketersediaan bahan menjadi prioritas. Harus ada manajemen produksi yang kuat dan sinkron dengan target penjualan/ request order. Untuk alat produksi tentu bisa saja diusahakan dengan kredit dari Bank Kovensional atau skema kredit usaha baik dari Bank Syariah. Lebih mudah lagi jika sudah memiliki Purchase Order/ Request Order  atau memiliki produk brand yang demandnya tinggi dibuktikan dengan catatan penjualan dan aktifitas feed back marketing sales. Alat/equipment kerja tidak terlalu sulit diatur asalkan sudah memiliki pakem bahwa minimal 10% dari pendapatan bulanan harus dialokasikan untuk pemeliharaan alat dan cadangan peremajaan peralatan karena alat2 bisnis konveksi juga termasuk cepat perkembangan teknologinya. Makin maju teknologi, makin cepat kerjanya, makin prima hasilnya dan makin tinggi kapasitas produksinya. Juga perlu memiliki beberapa pekerja yang betul betul ahli untuk menangani setiap jenis peralatan mulai dari aplikasi pekerjaan sampai ke problem solvingnya jika ada kendala. Lalu ini harus diajarkan ke pekerja lainnya untuk standarisasi sklill pemahaman alat kerja.

Mengenai urusan SDM untuk kelas pekerjaan seperti ini sungguh tidak mudah. Walaupun secara pendidikan formal mungkin rendah tapi mereka termasuk dalam golongan kerja dengan skill khusus/ trampil, dan itu tidak banyak jumlahnya. Mereka lebih berpikir kebutuhan  sepihak dan tidak berpikir secara target perusahaan. Tapi kita juga tidak bisa semena mena memberi punishment kepada mereka jika sewaktu waktu ada hal yang sedikit banyak merugikan perusahaan baik dari segi jumlah target kuota produksi ataupun nama baik perusahaan mempertanggung jawabkan bisnis jangka panjang. Maka penting bagi perusahaan untuk memiliki cadangan tenaga kerja trampil jahit sebanyak mungkin. 

Memang lebih baik jika perusahaan bisa menjaga ketersediaan pekerja trampil ini dengan skema gaji tetap bulanan, tapi jika baru awal mungkin akan berat bagi perusahaan sementara pemasukan masih belum cukup. Sampai perusahaan sudah cukup kuat cash flow dan pemasukannya maka opsi komisi based in qty unit hasil kerja per project untuk setiap pekerja trampil mungkin pilihan paling win win. Sebagai backup paling tidak kontak perusahaan harus ada di jaringan pekerja trampil jahit di kawasan dimana pabrik konveksi kita berdomisili agar begitu kita butuh backup atau pengganti, tidak lama kita bisa aegera dapat sebelum sempat mengganggu jalannya produksi. Juga harus dijaga image kenyamanan kerja di perusahaan konveksi Anda di kalangan komunitas pekerja trampil jahit tsb, sehingga jika perusahaan sedang butuh tidak akan ada calon pekerja yang reject untuk dipekerjakan walaupun untuk  sementara.

Lalu jika perusahaan sudah memiliki produk dengan brand sendiri tinggal dijaga apa saja yang menjadi "kesenangan" dari calon pembeli. Apakah kenyamanan bahannya sudah pas, style potongan polanya sudah cocok, bagaimana pilihan kombinasi warnanya, kerapihan mutu jahitnya, dan perlu dicari apa thematic design / konten tulisan yang pas sesuai segmen yang mau ditempelkan di produk sebagai pemanis. Jika bukan kemeja/kaos polos maka perlu dipikirkan betul apa gambar/tulisan yang akan tercetak. Jangan salah mungkin lebih 50% keputusan orang membeli fashion karena suka dan pas dengan tulisan atau gambar yang tercetak di depan kemeja/kaosnya, bukan karena model atau bahannya. Jadi perlu penanganan sendiri mengenai copy writer/designer sendiri mengenai konten apa yang akan dicetak di media baju/kemeja ini. Pettimbangannya bisa mulai dari thematic per design, misalnya jika ingin buat kaos motivasi maka perlu dikumpulkan quote2 motivasi yang kalimatnya tetap keren dan gaul. Atau thematic gambar wayang series, dikumpulkan versi gambar wayang baik dari wayang kulit sampai wayang seni modern. Jangan lupa mengenai hak cipta bisa menimbulkan masalah besar. Lebih baik jika gambar yang digunakan adalah produksi dari designer perusahaan sendiri dan jangan menggunakan gambar/foto pihak luar kecuali sudah dibereskan dulu masalah hak ciptanya. Demikian prioritas yang harus diperhatikan mengenai usaha konveksi. 
 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Senin, 25 Januari 2021

Investasi Resto di Masa Pandemic


Pengusaha resto mengeluh masalah outlet outlet mereka yang tidak bisa operasional optimal di Mall mall karena PSBB. Jam kunjungan pelanggan dibatasi, kapasitas ruang dibatasi, sementara karyawan tetap harus digaji, service charge tetap harus dibayar dan sederet pembatasan lain membuat bisnis resto tidak bisa berjalan normal sesuai rencana investasi.

Lalu ini membuat pengusaha meninjau ulang model bisnis dan rencana investasi di outlet berikutnya. Kira kira apa yang sebaiknya dilakukan?

Pandemic ini tidak jelas kapan akan berakhirnya. Apakah akhir tahun 2021 ini atau masih bisa lebih panjang lagi? Kalaupun pengusaha menunggu situasi tidak pasti ini terlalu lama maka bisnis tidak akan pernah dimulai dan perputaran uang tidak terjadi dalam jangka waktu yang lama. Padahal pemgusaha masih punya kewajiban yangbharus dibiayai setiap bulannya. Maka tetap memiliki penghasilan rutin walaupun pasti tidak mungkin sebesar situasi bisnis normal tetap harus diusahakan. Disini kita harus bersiasat merubah model bisnis baik dari skala investasi, skala besaran outlet, kapasitas produksi dan target konsumen. 

Kembali di fitrah dagang bahwa sediakan apa yang konsumen mau, bukan membuat apa yang pengusaha mau karena gengsi dan harga diri. Karena jika pembeli tetap saja tidak bisa membeli/membayar harga produk yang kita tawarkan, maka bisnis tidak akan terjadi. Saat ini di kalangan pembeli ada urgensi yang harus dilakukan sbb;
1. Merubah pola makan minum dari untuk jajan/pergaulan menjadi makan minum sebagai kebutuhan makan utama sehari hari
2. Tidak pergi jauh jauh untuk beli makanan.  Jika ada resto yang dekat dengan rumah atau tempat aktifitas sudah lebih dipilih daripada harus makan di resto yang jauh
3. Lebih baik makanan bisa dikirim. Apabila bisa dikirim atau diantar ke rumah atau tempat aktifitas akan lebih baik.
4. Makan bersama keluarga akan lebih sering dibanding makan diluar bersama relasi, kawan seperti biasanya pergaulan dan sosialisi di masa lalu
5. Kalau bisa makanan tetap bermutu dan tetap banyak varian tapi harga lebih murah. "Rekreasi rasa" tetap harus ada tapi dengan budget yang  lebih murah.
Maka saat ini sebaiknya outlet resto yang harus disediakan juga harus bisa mengadopsi perubahan kebutuhan dan kebiasaan para pelanggan resto dengan keterbatasan modal investasi dan pengendalian resiko bisnis yang lebih aman.

Perubahan model bisnis yang bisa dilakukan adalah sbb;
1. Lebih baik investasi di konter/booth atau resto dengan ukuran kios dibanding ruko atau sewa space mall. Investasi untuk POS yang ukuran lebih kecil dan budget lebih kecil. Resiko investasi bisa dikurangi sekaligus potensi bisnis bisa lebih besar karena sebaran outletnya lebih luas.
2. Sebar lokasi pengembangan kios konter booth ini ke wilayah wilayah potensial target market outlet terkait. Dari setiap outlet jika bisa menjaring pembeli walaupun omzetnya tidak mungkin sebesar resto bonafid tapi ini berkonsep "sedikit omzet x banyak kios". Dibanding sedikit omzet karena pengunjung resto dibatasi dan daya beli sedang menurun maka lebih baik
3. Harga menu makanan di kios ini bisa dibuat lebih murah agar lebih terjangkau dibeli kalangan konsumen yang lebih luas mensiasati juga daya beli situasi saat ini. Kenyataannya banyak orang ingin beli produk tsb tapi karena terkendala harga yang mahal jadi tidak bisa membeli. Dengan adanya turunan produk yang lebih terjangkau maka akan memperluas jangkauan bisnis.
4. Agar tidak membias image brand, maka di situasi pandemic ini bisa dibuat brand turunan. Untuk membedakan produk dengan penyesuaian antara resto dan konter/ booth, penyesuaian harga, delivery service dsb. Misal "Makanku" untuk resto dan "Makanku Toko" untuk konter dan "Makanku express" untuk booth. Jadi walaupun dibedakan tetap tidak merusak image masing masing type outlet dan harga produk dan pelanggan tidak bingung.
5. Buat paket porsi untuk harian, misal kalender menu 30 hari dengan kombinasi 3-4 jenis menu dari makanan utama, menu pelengkap, sayur, sampai buah penutup. Untuk mempermudah pelanggan memutuskan pemilihan menu apa yang harus dibeli. Banyak orang terutama para pria tidak paham padu padan jenis menu yang cocok dimakan dalam satu sesi makan. Padahal jika kombinasi padu padan menu tidak cocok bisa merusak keseluruhan kesan makan. Makin mudah pemilihan jenis paket porsi makin besar kemungkinan penawaran terjual.
6. Mengantisipasi golongan umur pelanggan yang bisa jauh gapnya, bisa dibuatkan penawaran menu paket untuk anak tumbuh kembang,  paket untuk lansia, paket menu vegetarian, paket menu untuk kebutuhan on demand lainnya. Mengerti memahami kebutuhan pelanggan adalah kunci sukses bisnis.
Demikian sedikit insight perubahan model strategi investasi bisnis kuliner dalam menyiasati situasi dan kondisi pandemic. Kita memang tidak bisa sama sekali stop berbisnis kuliner tapi bisa mengecilkan ukurannya , mengurangi harganya dan menyebar penempatannya agar bisnis tetap berjalan dan bisa diserap target pasar.
 
 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Minggu, 20 Desember 2020

Kemasan Sebagai Marketing


Beberapa pertanyaan tentang salah satu kelemahan UMKM yaitu kurang mendayagunakan kemasan sebagai kekuatan marketing produk. Misalnya kripik pisangnya memang terbukti enak, gurih renyah dan asin manisnya pas. Dikemas hanya dalam kantong plastik transparan yang simple lalu ditempel stiker brand/merk dengan design sederhana. Banyak tetangga sekitar suka rasanya, tapi..kenapa susah sekali berkembang pasarnya ke wilayah pasar yang lebih luas? Salah satu penyebabnya yang krusial adalah kemasan. Bagaimanapun pada saat produk didisplay atau ditampilkan di foto, pertama kali yang dilihat orang adalah kemasannya. Jadi kesan pertama adalah kemasan. Dari kemasan bisa dikesankan "semewah" apa produk yang ada di dalamnya. Kemewahan rasanya, kemewahan renyahnya, keamanan kebersihannya, kebersihan proses produksinya, keprofesionalan produsennya, semua bisa tercermin dari kemasan.  Kemasan yang lebih profesional juga pasti akan lebih mudah diterima di jalur penjualan jaringan resmi seperti supermarket ataupun market place.


Kemasan untuk snack misalnya biasanya terbuat dari kantong plastik, bisa berbentuk kantong biasa umumnya atau plastik yang lebih tebal bentuk pouch yang bisa berdiri dan ada klip buka tutup diatasnya atau kantong alumunium foil. Ukurannya terbagi dalam beberapa kapasitas gram yang akan memberikan opsi beberapa harga jual. Maka tentu saja fungsi utama kemasan adalah menjaga agar snack tsb tetap sehat dan aman, kerenyahan, tekstur dan rasa panganannya tetap tidak berubah mulai saat lepas dari proses produksi sampai di tangan konsumen dalam jangka waktu tertentu sesuai konten snack yang ada di dalamnya.

Lalu apa yang tercetak pada kemasan tsb yang akan menjadi kekuatan Kemasan Snack yang profesional adalah;
1. Tercetak ingredient/kandungan bahan baku snack dan kandungan gizi. Ini penting agar konsumen jelas bahwa apa yang dimakannya aman , sehat dan terpenting halal.
2. Tercetak kapasitas berapa gram isinya,  tanggal produksi dan kadaluarsa. Buat makanan ini penting agar konsumen terlindungi dari makan makanan yang sudah tidak layak konsumsi yang mungkin bisa berdampak jelek bagi kesehatannya. Informasi ini juga sebagai bentuk tanggung jawab produsen kapada konsumen.
3. Tercetak brand logo maupun tagline. Brand sangat penting sebagai identitas produk. Membedakan produk A dengan produk B yang sejenis. Brand yang sudah dikenal luas akan jadi nilai utama /value bisnis dari produk itu sendiri. Bisa jadi produknya  sama yaitu kripik pisang. Tapi konsumen rela membeli produk A dengan harga lebih mahal daripada produk B dengan gram kapasitas yang sama dengan value brandnya berbeda. 
4. Tercetak juga alamat produsen. Dimana snack ini diproduksi juga dilengkapi dengan nomor hotline yang bisa dihubungi. Ada nomor sertifikasi BPOM dan jika dijual di Indonesia biasanya dilengkapi stempel sertifikasi halal. Bahwa produsen yang bertanggung jawab harus secara terbuka menjelaskan kepada konsumennya bahwa produk ini dibuat oleh produsen yang jelas  dengan standard kesehatan dan produksi yang sudah tersertifikasi.
5. Untuk kekuatan marketing secara batch produksi, kadang produsen juga mencetak item marketing misalnya ada foto artis brand ambassador, program promo seasonal dengan foto hadiahnya, bahkan secara design kemasan bisa dibuat secara serial agar konsumen bisa mengumpulkan satu set seri kemasan tertentu sebagai syarat season sayembara.
6. Untuk produk snack bisnis UMKM yang marketnya disasar secara direct ritel, tanpa menggunakan jalur distributor maka kemasan juga harus menjadi media perluasan jangkauan pasar. Cantumkan nomor telp/WA yang bisa dihubungi untuk order, alamat ig dan facebook untuk promosi. Sehingga jika konsumen pertama suka akan rasa snack tsb maka dia bisa langsung memeriksa kemasan untuk mencari informasi kemana bisa dihubungi untuk pemesanan.
7. Jika produk ini pernah mendapat penghargaan misal sebagai produk terlaris atau produk yang tersertifikasi atau pernah menjadi sponsor resmi event besar, dan semacamnya, maka informasi tsb juga perlu ditampilkan di kemasan sebagai kekuatan produk dan brand. Kelebihannya dibanding produk lain sejenis yang perlu diinformasikan kepada konsumen.
8. Secara kolektif dan sinergi, keseluruhan konten yang dicetak di kemasan tsb harus didesign dalam satu template design yang menarik baik dari segi layout, jenis font dan size font, foto foto, warna identitas dan warna warna pendukung sehingga dalam 2-3 detik konsumen melihat kemasan produk tsb maka semua nilai nilai keunggulan produk yang diharapkan bisa disampaikan produsen kepada calon pembeli bisa terwakili di kemasan tsb.
Demikian pentingnya kemasan dalam bisnis snack/panganan bagi UMKM agar dapat lebih profesional dan lebih cepat mendapatkan respond pasar yang lebih luas.


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza Amrullah Muthi)

Rabu, 04 November 2020

Apa Bisnis Yang Cuma Satu Satunya?


Sebetulnya bisnis/ usaha apa yang betul betul baru atau tidak ada pesaingnya saat ini? Mengapa ada bisnis sejenis tapi yang satu hidup berjaya, yang lain biasa saja, satu lagi bahkan bisa kalah bersaing lalu tutup? Apa sebetulnya yang membedakan padahal produknya sama sama itu juga?

Jika produknya sama tapi hasilnya beda, anggap saja hasil ini juga diluar masalah lokasi, tentu yang membedakan adalah pengelolaannya. Baik secara manajemen operasional, pengelolaan SDM, strategi marketingnya, sampai pengambilan keputusan keputusan pentingnya. 
Sama seperti orang masak soto. Akhir menunya sama namanya soto, tapi rasa sotonya bisa beda beda. Ada yang pantas untuk dijual, ada yang cukup hanya untuk dimakan sendiri di rumah. Mulai dari kesegaran bahan bakunya, peracikan aneka bumbunya, cara masaknya, aneka condimennya, sampai penataannya yang bisa membuat beda rasa lidah beda rasa mata maka bisa beda harga dan bisa beda nasib.

Rasanya sangat sedikit bisnis yang hanya satu satunya. Biasanya sudah banyak duanya, tiganya bahkan belasan puluhan semacam tsb. Sekarang ini banyak startup yang merupakan konsep development dengan system IT, itupun diperkaya dari bisnis konvensional yang sudah ada. Intinya jika ingin menang bersaing maka Anda harus cerdas dan menghubungkan sebanyak mungkin kebutuhan yang terkoneksi dalam satu platform bisnis. Dengan system IT maka kemungkinan ini bisa terjadi. Pembeli atau pengguna merasa segala sesuatunya jadi lebih praktis dan lebih mudah. Apalagi jika cukup diakses dengan HP smartphone yang dalam genggaman. Jika kembali lagi ke konsep dagang konvensional, itupun masih banyak pelaku dagang yang hanya tahu produksi dan jual "apa adanya". Maksudnya hanya buka pagi , jualan tunggu pelanggan datang , melayani dan malam tutup. Melayani pun cuma pakai kaos, tidak senyum dan tidak ramah, tidak ada kesan yang dibawa pulang oleh pembeli bahwa abang penjualnya adalah salah satu hal menarik lainnya di kios tsb selain rasa makanannya. Abang penjualnya melayani apa adanya seolah olah pembeli dan pelangganlah yang butuh penjual. Bukan sebaliknya. 
Setiap hari hanya membuka kios lalu cukup duduk menunggu pelanggan datang. Tidak ada upaya aktif menarik konsumen. Tidak ada upaya marketing, tidak pernah melempar promo menarik, belum pernah bekerjasama dengan pihak lain dengan win win skema. Dapat berapa hari ini ya sudah disyukuri dan diterima tanpa berpikir apa besok saya masih ada konsumen. Melayani dan menjalankan cara dagang dengan apa adanya dengan keyakinan bahwa selesai membeli hari ini maka besok pasti pelanggan akan datang lagi untuk membeli. Padahal keyakinan buta inilah yang akan menjerumuskan penjual ke dalam jurang kegagalan dagang.

Maka sebetulnya bukan kita harus repot dan pusing mencari apa bisnis yang betul betul satu satunya dan tidak ada pesaing. Kalau begitu nanti Anda tidak akan mulai mulai usaha atau berdagang. Seperti gambaran soto diatas..mungkin Anda sama sama menjual soto dengan kios tetangga sebelah. Tapi perbaiki di bumbu rasa, penyajian, keramahan pelayanan, kerajinan untuk marketing, kreatif untuk promo, cerdas untuk bekerja sama win win, amanah menjaga pelanggan loyal, jika mungkin pikirkan sampai ke arah masa depannya mungkin bisnis ini nanti bisa dikonsep franchise atau business opprtunity. Dagang boleh sama, tapi hasilnya bisa berbeda. Tergantung dari siapa yang melaksanakan usaha tsb, secara cerdas atau cukup apa adanya saja. Jika bisa kelola dagang atau usaha secara lebih smart, customer satisfaction dan terukur terencana, itu baru namanya berbisnis.


SEMANGAT SUKSES 

(Mirza Amrullah Muthi)