Rabu, 01 April 2015

MENGAPA SAYA SELALU SALAH?

Tanya : Mengapa Saya Selalu Salah ?

Selamat Sore Pak Mirza
Sering saya mendengar para motivator berbicara dan memberi nasehat seolah hidup ini mudah. Mungkin bagi mereka mudah karena mereka kaya, berhasil dan sukses hidupnya. Tapi lebih banyak lagi yang hidupnya susah dan spt saya selalu disalahkan dimanapun saya berada. Bagaimana menurut bapak?

Jawab NN

Selamat sore juga sahabat,
Tahu tidak, kebanyakan para motivator tsb awalnya juga awal mulanya hidup susah, banyak yang datang dari keluarga yang berkekurangan, kadang orang tuanya bercerai, bisnisnya pernah gagal total, atau bahkan sering dicaci maki orang lain. Mereka bisa berhasil dan sukses sekarang dan dikenal orang sebagai motivator karena justru berhasil bangkit dari banyak keterpurukan. Meskipun begitu mereka menolak untuk terus jatuh dan hidup dalam kegagalan. Sekarang mereka berhasil dan ingin membagi resep hidupnya kepada mereka yang pasti juga membutuhkannya untuk inspirasi dan motivasi. Jadi bukan situasi sekarangnya yang harus Anda lihat, tapi bagaimana proses mereka bisa membangun sukses hidupnya.

Ingat, orang yang selalu merasa dirinya disalahkan  dan dikorbankan adalah orang yang keras kepala dan tidak terbuka pikirannya. Tidak bisa koreksi diri. Saya tidak salah. Harusnya orang lain yang minta maaf pada saya. Tapi memang begitulah kenyataannya. Kebanyakan mereka hanya iri pada orang orang yang hidupnya lebih sukses atau nyaman dibanding mereka yang selalu merasa gagal. Jangan begitu, lelah dan kecewa rasanya. dengan hidup jika hanya diisi oleh perasaan dengki dan merasa susah dengan kesuksesan orang lain.

Orang orang seperti ini selalu merasa tidak diperlakukan dengan baik oleh sekelilingnya dan jadi orang yang paling menderita sedunia. Apa yang dilakukannya selalu salah. Itu karena dia selalu memandang masalahnya dari sudut pandangnya sendiri. Sayangnya lebih menggunakan rasa tapi tanpa logika. Kalau olah rasa ini lebih negatif maka olah pikir/logika akan kalah dan akan mengarahkan semua tindakan dan mindset ke arah negatif. Tidak mencoba memandang dari kacamata pihak lain yang terkait dengannya. Pertanyaannya apakah apa yang dikerjakannya atau yang disikapinya itu sudah benar, sudah tepat, sudah maksimal, sudah sesuai dan sudah pantas bagi sekitarnya? Mari kita bahas contoh contohnya dalam kehidupan sehari hari.

Banyak dari karyawan sudah merasa kerja sibuk dari pagi sampai malam tapi merasa kurang dilihat bos dan tidak mendapat promosi yang cepat, lalu mulai menyalahkan orang lain, dept lain, bosnya, merasa tidak diperlakukan adil. Pertanyaannya kerja sibuk beda dengan kerja efektif. Ada anak yang merasa diperlakukan tidak adil dibanding saudaranya yang lain. Maka dia cenderung menjadi lebih menantang orang tuanya dan jadi bebal. Tapi orang tua merasa sudah mendidik dgn baik dan adil, sementara saudara saudara yang lain kenapa bisa  bersikap positif dan lebih hormat pada orang tua. Tanya kenapa? Pertanyaannya, apakah sikap jelek anak dipengaruhi dimana dia bergaul dan siapa temannya? Tapi susah dinasehati sehingga orang tua bisa jadi putus asa dan membiarkan.

Lagi pula orang tua tidak bisa menjaga anaknya yang sudah mulai remaja sepanjang hari. Ada juga diantara kawan merasa paling dijauhi, tidak ada yang mau berkawan dengan dia dan merasa kawan kawannya semua jahat dan membencinya. Pertanyaannya bagaimana bisa baik berkawan kalau kawan cuma untuk dipinjam uangnya dan tidak pernah dikembalikan? Semua kawan sudah tahu karakter jeleknya. Tapi karena keras kepala dan selalu merasa benar dia tidak melihat kejelekannya. Yang dilihat dan prasangka selalu kesalahan kawan lainnya karena memperlakukannya tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Semua hanya mengenai "aku" dan bukannya "bagaimana aku bisa menyenangkan orang lain". Maunya hanya "diberi" tapi tidak berniat untuk "memberi".

Setiap kita akan jadi seperti apa yang kita perlakukan kepada orang lain. Karena apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Koreksi dulu diri Anda dan perbaiki. Setiap orang dewasa punya keputusan untuk memilih dan harus konsekuen dangan keputusannya. Maka hati hati dalam memilih karena tidak semua pilihan baik. Anda harus bisa mencari inspirasi kebaikan buat makanan hati Anda dan memotivasi pola pikir Anda untuk hal hal dan tindakan yang lebih positif. Jangan berprasangka jelek baik kepada orang lain, apalagi pada diri sendiri. Jika Anda tidak bisa menghargai diri sendiri, lalu bagaimana Anda bisa berharap orang lain bisa menghargai Anda. Anda pasti bisa, mampu dan bisa berguna bagi sesama. Pada akhirnya hanya berikan yang terbaik, terpantas, bermanfaat pada orang dan lingkungan sekitar Anda. Maka hidup Anda akan lebih bahagia. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Minggu, 01 Maret 2015

CARA MENGEMBANGKAN OUTLET YANG MEMPUNYAI BANYAK JENIS USAHA

Tanya : Bagaimana mengembangkan outlet yang mempunyai banyak jenis usaha?

Selamat malam obing mitra yang baikhati.. saya ningsih dari banjarmasin,saya mau sedikit minta bantuan boleh gak ya.. begini obing mitra ,saya bekerja di sebagai sales baru 1 bulan cuma saya diberikan tugas sebagai sales juga disuruh untuk mengembangkan dan memajukan  outlet yang saya biasa datangi setiap minggu yang membuat saya bingung bagaimana cara mengembangkan outlet mengingat outlet saya itu banyak dan berbagai macam tipe mulai dari warnet,toko,rumah makan dan outlet jasa memang sih tidak banyak saya disuruh tugas itu tapi saya bingung harus berbuat seperti apa padahal saya baru 1 x jadi sales minuman,bingung pak...buntu pikiran saya

Jawab:

Ningsih 

Ningsih yang baik hati juga Wajar kok,kalau kamu bingung dan buntu pikiran karena dari hanya pengalaman sales minuman tapi tahu tahu dikasih tugas dan tanggung jawab sebesar ini oleh boss. Tapi pasti ada sebab positifnya kenapa boss sangat percaya kepada kamu. Ningsih perlu paham, bahwa tidak mudah seseorang diberi kepercayaan apalagi untuk urusan bisnis dan uang di usahanya. Ada resiko boss kehilangan bisnis dan uang yang diinvestasikannya jika dia salah memilih orang. Tapi kenapa boss memilih kamu? Coba pikirkan jikapun bukan karena pengalaman, pasti tetap kamu punya kelebihan.  
Mungkin boss terkesan dengan kejujuran kamu, dispilin dan semangat kerja kamu, walaupun baru sebentar kerja misalnya kamu menunjukan hasil yang sangat memuaskan. Coba perjelas kepada boss atas pertimbangan apa boss kenapa dia plih kamu untuk coba bantu usahanya. Justru dari situ kamu tahu dengan jelas bahwa ada potensi positif kamu yang ternyata dilihat oleh boss dan dianggap bernilai lebih sehingga kamu ditunjuk untuk bantu mengelola bisnisnya. Jadi justru Ningsih harus bangga.

Nah, sekarang malah buntu karena mungkin kamu merasa masih belum berpengalaman dalam mengelola usaha apalagi langsung beberapa usaha sekaligus. Tapi berbagai usaha ini untungnya ada di satu lokasi. Dari sudut operasional hal ini sangat menguntungkan karena mempermudah kordinasi dan pengawasan. Pada dasarnya menjadi manager atau pengawas operasional bukan berarti kamu yang harus kerja, tapi kamu harus bisa menggerakan dan mengatur ( mengorganisir ) karyawan sebagai

team work. Setiap unit usaha boss pasti punya karyawannya masing masing dan pasti mereka sudah lama mengelola masing masing bisnisnya. Jangan coba coba jadi super woman tahu tahu coba secara sendiri membuat SOP (Standard Operasional Prosedur) dan strategi sendiri. Nah, kemampuan manajerial Ningsihlah yang dibutuhkan untuk mengelola teamwork. Maka pertama kali bicaralah dengan teamwork, belajarlah dari mereka yang sudah senior, seraplah poin poin pentingnya,  lalu cerdaslah untuk menganalisa permasalahannya. Walaupun diberi kepercayaan boss, jangan arogan tapi jangan juga terlalu ikut apa maunya mereka.

Ingat, pemimpin bukan berarti membuat beberapa staffnya senang, tapi utamakan tujuan bisnis agar secara bersama semuanya bisa senang. Manager ada bukan untuk menyenangkan semua orang, tapi mengorganisir semua agar bisa berjalan di satu rel yang sama. Kecerdasan komunikasi, cermat mengambil keputusan dan kebijaksanaan lebih dibutuhkan sebagai manager. Semua karyawannya tetap harus profesional dan ikut SOP dengan tujuan bisnis yang jelas.

Inti semua bisnis pada dasarnya sama: operasional berjalan lancar, pelanggan senang dan makin bertambah, keuntungan tinggi dan biaya rendah tapi tetap menjaga kualitas produk dan pelayanan, skala bisnis makin lama makin besar, system kerja makin baik, makin untung, makin dikenal luas dan jadi pilihan utama pelanggan. Pada akhirnya jika bisnis berjalan baik maka karyawan dan boss juga senang. Demikian Ningsih arahan awal saya. Belajar harus pelan pelan tapi terarah, beberapa bulan lagi kalau kamu sudah mulai belajar dan paham bisnis bisnis yang kamu kelola silakan konsultasi lagi secara lebih spesifik. Semangat Sukses (Mirza A. Muthi)

Minggu, 01 Februari 2015

PERJANJIAN WILAYAH KERJA PRINCIPAL DAN DISTRIBUTOR

Tanya : Perjanjian wilayah kerja Principal dan distributor

assalamualaikum bapak. Beberapa hari ini saya diperkenalkan dari sahabat saya website bapak ini yah semoga bapak bisa membantu,saya bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang snack ringan,saya bekerja di rekanan dari perusahaan swasta tersebut ya bisa dibilang distributor lah,tapi permasalahan timbul lantaran kantor pusat nya itu juga berada di kota yang tidak jauh dari kota wilayah kerja kami sehingga sering terjadi kesalahpahaman antara distributor dengan kantor pusat karena target pasar kami juga di cover oleh kantor pusat sementara kami juga diberikan target penjualan di kota kami tapi klu sering bentrok antara team kantor pusat dengan kami omset kami bisa hilang pak sementara kami tidak bisa berbuat apa apa karena kami dibawah nanungan mereka..apa yang harus kami lakukan pak karena team kami juga sudah mulai tidak semangat jika target pasar kami di cover kantor pusat,sebenarnya sejauh mana sih kerjasama yang baik antara distributor dengan kantor pusat atau principle jiaka target pasar nya juga di wilayah teritori yang sama

Jawab:

Waalaikum salam
Website ini dibuat sebagai sarana penyebar ilmu dan pengalaman secara gratis dan utamanya ditujukan untuk bisnis UMKM karena pebisnis segmen ini tidak mampu membayar fee konsultasi yang mahal dengan konsultan bisnis profesional.Karena itu bahasan kasus dipublikasikan untuk pembelajaran bagi kawan kawan lain yang mungkin mengalami permasalahan yang sama. Cukup banyak penanya berasal dari kalangan grosir dan distributor. Mudah mudahan ini bisa membantu.
Dalam kasus ini kita bicara mengenai masalah legal perjanjian mitra kerja. Sebetulnya hubungan antara principal dan distributor adalah delegasi atas dasar trust dan target.Semua aturan main kerjasama termasuk wilayah teritorial wilayah distribusi ditentukan oleh kantor pusat. Coba cek perjanjian di rekanan distributor, wilayah mana saja yang jadi coverage area distribusi perusahaan rekanan Anda tersebut.
Jika ada itu bisa dibuatkan surat reminding ke principal bahwa wilayah tersebut jadi hak distribusi dan penjualan perusahaan Anda, bukan wilayah kerja penjualan principal. Biasanya Principal tidak memiliki hak sales di wilayah teritoorial pasar yang sama dengan distributor yang menjadi mitra kerjanya.Ada juga bisa berlaku system pembedaan segmen pasar.Misalnya mereka tidak bisa menjual ke toko toko grosir tapi hanya bisa menjual ke end user skala besar misalnya supermarket dan rumah makan atau tempat tempat tertentu dengan program sponsorship untuk event atau branding produk mereka. Gunanya juga untuk membangun brand awareness pada saat mereka panetrasi pasar di wilayah tersebut dan justru program ini memberi bantuan agar distributor lebih mudah mendistribusikan dan menjual di wilayahnya.

Pembagian segmen tersebut  juga dijelaskan di perjanjian. Sedangkan distributor punya hak untuk menjual ke toko toko grosir dan itu tidak diganggu gugat oleh team sales principal. Itu bisa terjadi di wilayah kerja teritorial yang sama. Biasanya Principal tidak memiliki hak sales di segmen pasar yang sama dengan distributor yang menjadi mitra kerjanya.Dalam bisnis, semua masalah lapangan bisa merujuk kepada perjanjian dan bisa diajukan komplain dari satu pihak ke pihak lain jika salah satunya merasa ada pelanggaran. Atau karena berdasarkan kerjasama juga, principal melihat kinerja team sales perusahaan distributor rekanan Anda selama beberapa waktu di awal kerjasama ini kurang memenuhi target, sehingga principal "mensupport" dengan sales teamnya langsung dari pusat. Jika tujuannya untuk membantu membuka jalan, tanyakan sampai kapan sales team pusat bekerja di wilayah kerja perusahaan rekanan Anda.

Pasti ada waktunya sampai mereka akan melepas penuh kerja tersebut di wilayah kerja Anda dan target sales sepenuhnya jadi target perusahaan rekanan Anda.Itu dari segi perjanjian kerja, bisa sama sama dicek pasal pasal yang terkait wilayah kerja dan ditindak lanjuti ke principal. Selanjutnya secara intern tentu Anda harus meningkatkan kinerja team sales Anda. Jika team sales Anda "harus bersaing" dengan team sales dari Principal, maka Anda harus lebih kerja cerdas dan lebih care dari mereka. Mungkin Principal kuat di dana, tapi team sales Anda adalah orang lokal yang paling paham orang orang lokal dan kultur khas lokal. Anda bisa ketemu pelanggan Anda lebih sering dibanding team sales dari Principal.


Lakukan pendekatan secara langsung dan personal. Intinya adalah pelanggan harus kenal Anda dan Anda harus memperkenalkan empati dan profesionalisme Anda langsung kepada kastemer. Maka nanti di keseharian akan ada beda jika pelanggan berinteraksi dengan team sales Anda dibanding jika ketemu dengan team sales principal. Di beberapa kesempatan saya sudah bahas mengenai apa apa saja yang bisa dilakukan toko grosir dan distributor untuk meningkatkan sales. Coba dibaca baca lagi. Demikian penjelasan dari saya. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Jumat, 02 Januari 2015

BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN GROSIR ?

Tanya: Bagaimana Cara Mengembangkan Grosir?


selamat malam bapak,kira kira bapak bisa bantu saya tidak pak,saya seorang pemilik sebuah grosir menurut bapak bagaimana cara mengembangkan grosir saya sementara produk yang saya ambil di setiap wilayah penjualan team canvas dari setiap produk yang saya ambil juga mengcover target pasar dari grosir tersebut yaitu toko-toko kecil di sekitar setiap grosir itu ada.

Sammy

Jawab:

Selamat pagi Sammy. Bisnis grosir saat ini memang sudah sangat ketat persaingannya. Sementara sebetulnya produknya sama saja. Team canvaser dr distributor juga mengisi produk yang sama ke toko grosir lainnya. Apa yang bisa kita bedakan dari toko grosir lainnya? Ini hanya usulan karena saya tidak tahu seberapa besar skala bisnis toko grosir Sammy. Coba Sammy perhatikan produk apa yang paling sering dibeli dan perputaran dagangnya paling cepat. Pengamatan dan analisa produk ini mungkin harus berjalan cukup lama antar 1-3 bulan agar tidak salah mendapatkan fokus produk.

Jika sudah dapat   katakan produk A, coba lakukan deal dengan distributor pemegang merk untuk ttd kontrak eksklusif bahwa tolong dalam radius 5 km hanya supply produk tsb ke toko grosir Sammy. Tentu mereka minta target bahwa produk tersebut bisa terjual dalam qty minimal sesuai dengan total target penjualan di wilayah itu. Cukup besar memang, tapi cukup efektif.

Misal Sammy bersedia beli putus produk tsb dengan minimal pembelian per bulan berapa. Atau jika ingin lebih menarik Sammy bersedia depositkan uang kemitraan eksklusif sejumlah sekian rupiah sesuai kesepakatan. Sehingga jika toko toko atau pedagang ritel ingin beli produk tsb ya harus ke toko Sammy, karena dalam radius 5 km sekitar tidak ada lagi toko grosir yang jual produk tersebut.

Untuk maintenance dan kontrolnya, jika kesepakatan kemitraan  eksklusif sdh berjalan, Sammy harus sering kontrol keliling toko toko grosir lainnya atau mengirim orang kesana untuk jadi mysteri shopper, mencoba membeli produk eksklusif tersebut di toko grosir lain dalam radius 5 km. Jika masih ada, berarti distributor pemegang merk tsb melanggar kesepakatan. Maka sangat penting dahulu untuk mendefinisikan produk apa dari merk apa yang betul betul dicari toko dan pembeli, agar tidak salah mengalokasikan dana deposit yang cukup besar tersebut.

Pelanggan utama toko grosir adalah toko ritel. Maka hukum pelanggan adalah raja tetap saja berlaku baik kepada perorangan maupun kepada toko siapapun target pasar utama toko Anda. Saat lebih banyak toko toko ritel mencari produk A tersbut ke toko grosir Sammy karena tidak ada pilihan dalam radius 5 km, maka perbaikilah pelayanan kepada toko ritel pelanggan toko Sammy. Buat mereka nyaman dan terbantu.Perbanyak karyawan toko untuk membantu pembeli toko ritel memilih dan mengumpulkan barang barang belanjaannya.

Bantu mereka untuk memilihkan barang barang belanjaan, mengambilkan, mengemasnya dalam kardus, bahkan sampai memuatnya dalam kendaraan angkut mereka. Intinya segera dan terima jadi. Kalau perlu sediakan minum sebagai service terimakasih. Jangan lupa Anda sebagai pemilik toko perlakukan mereka secara kedekatan personal, seperti harus kenal agar bisa sebut namanya, tahu tanggal ulang tahunnya agar bisa kirim sms ucapan selamat ulang tahun, sesekali telpon untuk bertanya apa ada keluhan atau saran untuk selalu bisa meningkatkan pelayanan.

Jika produk sudah sama,maka yang paling bisa dijadikan pembeda agar pelanggan memilih toko kita ya bedakan di pelayanan dan perhatian, tidak ada jalan lain.Bahkan jika para toko ritel semua di radius 5 km tersebut sudah kenal dengan jelas beda pelayanan dan perhatian dari toko Anda dibanding toko grosir lain, maka jikapun Anda sudahi kontrak eksklusif produk A tadi, maka itu tidak mempengaruhi kunjungan toko toko ritel untuk setia belanja ke toko Anda.

Toko grosir Sammy akan jelas jelas terasa beda dibanding toko grosir lain dan kini tidak lagi hanya untuk membeli produk yang tadinya eksklusif itu. Jadi mengusahakan kontrak eksklusif dengan distributor hanya sebagai strategi persiapan untuk tujuan utama memberikan layanan excellent kepada pelanggan utama, karena dari sanalah bisnis Sammy menghasilkan.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)


Sabtu, 01 November 2014

KARYAWAN YANG MAU JADI PENGUSAHA

TANYA: Karyawan yang mau jadi pengusaha

Semangat Sukses Pak Mirza

Sebetulnya ini  pertanyaan klise saja pak, mengenai karyawan yang mau pindah jadi pengusaha. Saya sudah banyak baca wacana, tulisan atau buku yang menjelaskan mengenai hal itu. Terutama buat saya menguatkan niat supaya saya berani mulai jadi pengusaha. Tapi kenapa susah sekali ya Pak memulai itu? Mungkin sekarang dari bapak ada resepnya pak? Terimakasih sekali atas nasihatnya

Wassalam

Gunardi .O

Jakarta


Jawab :

Pak Gun yang selalu semangat,

Sekarang pertanyaannya, apa ruginya kalau bapak mulai menjadi pengusaha? Apa bapak jadi langsung jatuh miskin? Apa untungnya jika bapak jadi pengusaha? Mungkin bisa dapat omzet yang lebih besar daripada gaji bapak sebagai karyawan saat ini? Bapak bisa lebih bebas mengatur waktu untuk sendiri maupun untuk keluarga. Jika bapak mulai dari sekarang mungkin bapak bisa lebih cepat berhasil di usia yang lebih muda. Bapak bisa lebih cepat membeli hal hal besar yang jika dengan gaji karyawan butuh wakku menabung bertahun tahun untuk mendapatkannya.

OK tentunya jika usaha tersebut berhasil akan membawa benefit lebih baik daripada sekedar jadi karyawan. Tapi kalau gagal malah membawa kerugian bagi Pak Gun. Jadi sekarang kalimatnya dirubah pak. Jangan apa betul bisa saya jadi pengusaha? Tetapi BAGAIMANA SAYA JADI PENGUSAHA BARU YANG SUKSES? Supaya bukan focus di ketakutannya, tapi focus di cara cara bagaimana memulai jadi pengusaha dan sukses.

Tentunya sebagai calon pengusaha baru mulai, jangan berpikir suatu usaha yang terlalu kompleks dan rumit karena terlalu beresiko. Kecuali bapak akan bertindak sebagai investor yang punya banyak uang sebagai modal investasi dan bapak bisa menyewa orang orang yang punya kapasitas skill di bidang usaha yang akan bapak jalankan. Tapi selama bapak masih dalam skala usaha kecil yang dipersiapkan sendiri, dikelola sendiri maka bapak juga harus hati hati dalam memulai usaha. Hati hati bukan berarti takut pak. Hati hati berarti tetap memulai tapi terukur dan terencana. Mengurangi sebesar mungkin resiko gagal dari kekuatan yang kita punya. Apakah kekuatan itu berasal dari pengalaman kerja, skill , lokasi ,relasi ke group lain,dsb

Supaya lebih mudah masuk ke dunia usaha baru maka pikirkan hal apa yang sudah bapak kuasai setidaknya dari pekerjaan bapak sekarang ini, yang bisa dijadikan landasan keilmuan untuk memulai. Misalnya saat ini bapak bekerja di kontraktor, bapak tahu cara kerja supplier supplier bahan bangunan mulai saat mendaftarkan tender sampai pengiriman material ke lokasi. Bapak pikirkan mungkin ada suatu jenis material yang bapak kuasai sourcenya dan bisa bapak supply dengan harga lebih murah sampai di tempat, coba bapak jadi pengusaha pengadaan barang material tersebut di kontraktor yang sudah bapak kenal sebelumnya. Minta diberi kesempatan. Jika sudah dipercaya, jaga kepercayaan: kirim material hanya yang sesuai spek, jaga quantitynya sesuai quotation, jaga harga agar tidak fluktuatif , jaga waktu order dan waktu pengiriman ke lokasi tepat waktu dan maintain pemberi keputusan proyek yang telah memberi kepercayaan kerja kepada Bapak. Menjaga kepercayaan dan menjaga kualitas adalah salah satu dari tiang kesuksesan usaha. Itu contoh jika bidang pekerjaan kontraktor telah bapak kuasai di pekerjaan saat ini. Coba pikirkan untuk bidang pekerjaan lain, pasti ada sesuatu yang bisa bapak tarik keluar dari seluruh rangkaian pekerjaan bapak dari hulu sampai hilir yang bisa bapak usahakan sendiri menjadi bidang usaha sebagai pengusaha mandiri.

Atau bapak bisa mulai dari hobby. Jika bapak selama ini punya hobby bersepeda, merakit sendiri sepeda yang bapak pakai. Bapak tahu dimana tempat membeli parts dan komponen sepeda yang murah tapi berkualitas, bahkan bapak bisa merancang sendiri kostum sepeda untuk club sepeda, mengapa bapak tidak membuka sendiri toko sepeda? Melayani jual beli sepeda, perakitan sepeda, penjualan parts dan suku cadang sepeda bahkan membuat accessories sepeda. Pasti bapak bisa karena sepeda sudah jadi hobby bapak, bapak memiliki passion yang kuat di sepeda dan bapak telah memiliki modal skill sebelumnya di dunia persepedaan. Coba cek lagi kira kira hobby bapak yang mana yang bisa dijadikan modal awal memulai usaha mandiri. Mungkin bapak jago masak, bisa mentranslate bahasa inggris dengan cepat dan akurat, hobby melukis atau membuat sketsa bisa membuat komik cerita, pintar mengarang dan coba membuat buku target best seller, atau bapak pintar berbicara, presentasi dan menjual barang sehingga bapak bisa punya produk sendiri. Daripada capek menjual produk orang lain, lebih baik menjual produk sendiri.

Ingat usaha jangan selalu berangan angan berarti mempunyai kantor besar, di lokasi strategis, punya karyawan banyak, atau mempunyai asset milyaran rupiah. Dalam skala kecil, berusaha berarti mengusahakan sesuatu menjadi uang dan bisa diproduksi secara kontinu. Selama jasa/ produksi kita mempunyai demand ( pembeli ) sehingga menghasilkan pemasukan omzet dan omzetnya ada trend meningkat dari waktu ke waktu, maka itulah sudah bisa disebut usaha yang berhasil. Apakah usaha yang kecil ini nanti menjadi besar maka itu adalah berkah manisnya. Tapi segala sesuatu yang besar selalu dimulai dari yang kecil dulu. Intinya adalah memulai. JANGAN TAKUT UNTUK MEMULAI USAHA. Memulai saja sudah setengah dari keberhasilan, setengahnya lagi tergantung dari kita sebagai pengelola usaha. Tapi kalau tidak pernah berani memulai, maka bapak tidak pernah akan jadi pengusaha baik sekarang ataupun nanti. Hidup adalah pilihan. Semua terserah bapak. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Senin, 01 September 2014

"BAGAIMANA CARA MEMASARKAN PRODUK SEPATU"


TANYA :"BAGAIMANA CARA MEMASARKAN PRODUK SEPATU"

Yth, Pak Mirza
saya memiliki produk sepatu n sandal ..mungkin bisa dibantu pemasarannya....,selama ini saya bekerja sama dengan pengrajin sepatu untuk menjualkan atau memberikan pesanan..adapun sepatu yang kami pasarkan adalah sepatu olahraga , futsal, sepakbola,and casual...perlu bapak ketahui bahwa merk yang kami gunakan adalah merek sepatu terkenal yang sudah sangat dikenal, begitupun dengan sandalnya..produk ini sebagian besar di kirim keluar jawa dengan perantara makelar grosiran. kondisi ini kurang baik untuk perputaran usaha kami karena harga dan pembayaran di tentukan pihak grosir,, 

terimaksih

Budi
JAWAB :
Yth Bpk Budi
Sepertinya Pak Budi memberi modal produksi kepada sekelompok pengrajin sepatu untuk membuat sepatu berdasarkan model yang diinginkan baik itu dari pesanan pribadi maupun dalam rangka produksi massal. Lalu Pak Budi menjual produknya secara grosir kepada pengusaha toko sepatu lewat makelar grosiran. Dengan merk yang sudah dikenal walaupun masuk kategori KW, seharusnya permintaan akan sepatu dan sandal ini akan tinggi. Karena itu Pak Budi sebutkan produk buatan pengrajin sepatunya sesungguhnya sudah menyebar dikirim sampai keluar Jawa. Saya bisa perkirakan Pak Budi ini tidak menjual sendiri lewat outlet / toko sendiri yang berlokasi di Mall atau pusat perniagaan lainnya karena keterbatasan modal. Padahal harga beli pengusaha grosiran ini via makelar grosir dengan harga jual sepatu bapak di end user pasti jauh sekali bedanya. Melihat display harga jual produk bapak di toko, bapak jadi “miris” betapa keuntungan yang bisa didapat seandainya bapak bisa menjual langsung ke pemakai. Apalagi dari grosiran membayar dengan cara tempo yang mempengaruhi cashflow saat harus membutuhkan modal untuk produksi. Inti pertanyaan Pak Budi adalah: BAGAIMANA DENGAN KETERBATASAN MODAL USAHA BISA MENJUAL LANGSUNG KE PEMBELI TANPA MELEWATI PERANTARA MAKELAR GROSIR.
Dalam bisnis retail, jika kita tidak punya dana kuat maka ada hal hal lain yang bisa diperkuat atau disiasati, sebagai berikut:
- Jaringan diperkuat dan diperluas: berguna untuk menjalin kerjasama penjualan misalnya dengan para pemilik toko  Toko mereka disupply kebutuhan sepatu sandalnya oleh bapak dengan system kemitraan. Yang punya toko tidak usah membeli sepatu bapak, sebaliknya bapak juga tidak usah menyewa ruang toko yang mahal uang sewanya untuk mendisplay dan menjual sepatu bapak. Bagi hasil dengan system prosentase dari profit. Tentunya keterbukaan bapak dalam menetapkan harga modal perlu sejujurnya agar pemilik toko tidak merasa dicurangi.

- Sponsorship dalam bentuk barang: misalnya menyediakan sepatu free untuk paket sejumlah 1 siswa kelas di SD Dengan para siswa SD tadi mencoba langsung kenyamanan, kekuatan dan style dari sepatu bapak lalu kemudian terkesan, maka selanjutnya bapak tinggal menerima permintaan sepatu dari siswa SD bukan hanya dari 1 kelas tersebut, tapi dari seluruh kelas di SD tersebut karena efek word of mouth. Jika ini bapak lakukan untuk setiap SD di Jabodetabek misalnya free sepatu untuk 1 kelas, maka bapak sudah “menanam benih potensi bisnis” untuk calon pembeli dari seluruh SD di Jabodetabek langsung dari siswa tanpa perantara. Jangan berpikir memberikan free sepatu sebagai kerugian, karena sepatu tidak dijual. Memberi sample kepada target pembeli adalah cara marketing yang sederhana, praktis dan efektif. Efeknya akan dirasakan dari word of mouth kesaksian orang orang yang sudah merasakan kenyamanan, kekuatan, style sepatu bapak. Jika tidak ada yang mencoba sepatu buatan bapak, mana mungkin ada referensi positif?

- Menggabungkan beberapa usaha “se-thema” di satu area untuk mensinergikan kesempatan show off. Misalnya bapak sebagai pemasok produk sepatu ( batasi untuk type sepatu olah raga saja ), rekan 1 sebagai pemasok sepatu type casual, rekan 2 sebagai pemasok sepatu untuk wanita, rekan 3 sebagai pemasok produk kaus kaki dan semir, bersama sama menyewa area ruko dengan system sharing uang sewa. Mensinergikan uang modal sedikit dengan beberapa pemodal akan menghasilkan jumlah dana investasi yang signifikan sehingga cukup untuk misalnya menyewa ruang pameran untuk 2 minggu di Mall atau bahkan menyewa ruko selama setahun. Bagaimana pun produk harus bisa show-off di hadapan kastemer, agar terjadi penawaran. Jika tidak ada penawaran maka belum bisa terjadi bisnis. 
-  Menyebar brochure langsung ke komunitas target market. Penyebaran brochure memang hanya memiliki tingkat efektifitas yang rendah. Bisa direspon 30% dari total jumlah brochure disebar saja sudah sangat bagus. Tapi untuk memperbesar kemungkinan brochure bisa mendapat perhatian dari target kastemer maka penyajian keseluruhan materi tercetak di brochure harus menarik. Penempatan foto produk yang jelas, tulisan jangan terlalu banyak atau terlalu kecil, Yang terpenting no telp kontak untuk order harus jelas ( karena tidak ada showroom atau toko untuk display ). Brochure bisa adi lebih bernilai seandainya di brochure tersebut dicetak juga semacam voucher discount atau compliment lain. Jika order produk sepatu bapak dengan menyebut no.voucher atau memberikan potongan voucher tsb, maka bapak wajib memberikan potongan harga.

- Pemasaran via fasilitas internet: website, facebook, blog atau menumpang di web pemasaran bersama. Dibandingkan dengan daya jangkaunya yang bisa internasional, maka pembuatan website termasuk murah. Persoalannya bagaimana website bapak Budi banyak diakses. Tentunya bisa dipelajari bahwa ada teknik teknik pemasaran via internet/ website agar jumlah klik makin tinggi dari hari ke hari. Diantaranya dengan membuat key words yang mudah diingat, popular tapi beda dengan pemilihan keywords website lain. Juga di website pasti tidak bisa ditampikan produk actualnya. Maka optimalisasi Foto dengan teknik foto yang menarik, jika perlu untuk produk fashion dipercantik dengan menggunakan model peraga dan tata letak layout menu yang mudah sangat menentukan. Jangan lupa masukan testimoni pengguna produk terutama jika ada testimonial dari tokoh, artis atau pesohor lain yang bisa mengangkat image produk bapak Budi. Sisipkan juga program program discount yang menarik, baik discount temporary atau discount reguler. Tapi untuk produk yang menggunakan merk dagang pihak lain, membuka akses secara terbuka di website atau sarana jejaring lain berarti ada kemungkinan tuntutan merk dagang dari pihak pemilik sah merk dagang. Jadi mengapa tidak mencoba membuat merk dagang sendiri? Dengan konsep yang jelas maka sebuah brand produk baru bisa tumbuh dengan cepat dan menjadi lifestyle baru.

Semua usaha pemasaran langsung ini bapak jalankan parallel dengan pemasaran bapak via makelar grosir. Untuk tahap awal jangan serta merta menutup sama sekali jalan rejeki yang sudah berjalan. Supply sepatu ke grosiran tetap harus berjalan, sementara bapak juga bersamaan membuat channel Point of Sales yang baru sebagai penjual langsung ( direct selling ) . Tinggal diatur saja masing masing quotanya dari permintaan pasar. Saat nanti omzet direct selling mulai menjanjikan, baru bisa bapak kurangi sedikit sedikit quota untuk penjualan via makelar grosir dan lebih focus ke Direct Selling. Dengan demikian masa transisi dapat dilalui dengan aman.

SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )

Minggu, 11 Mei 2014

APA SYARAT MENJADI PEMIMPIN ?

Apa syarat menjadi pemimpin?
Cukup banyak pertanyaan mengenai bagaimana bisa menjadi  pemimpin? Kalau bicara mengenai seseorang bisa menjadi, maka  itu bicara mengenai persyaratan yang dibutuhkan, dan  persyaratan tsb hanya bisa dipenuhi oleh mereka yang sudah  punya kapasitas tersebut atau setidaknya berusaha membangun  kapasitas yang memenuhi persyaratan tsb.  Tapi secara akronim agar mudah diingat maka paling tidak ini  adalah persyaratan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimipin.

 L+E+A+D+E+R

 L=Leadership

 E=Enthusiasm

 A=Action

 D=Delegation

 E=Empathy

 R=Responsibility



Leadership, tentu saja sifat kepemimpinan wajib dimiliki  oleh setiap pemimpin. Tapi sifat ini tidak mudah karena itu  tidak semua orang bisa menjadi pimpinan. Secara management artinya seseorang yang mampu memberdayakan bawahannya untuk  mencapai tujuan bersama. Dibawah ini juga sifat sifat  kepemimpinan yang biasa mengikutinya.

Pertama Enthusiasm atau Antusias. Antusias adalah inti dari  semangat yang melahirkan jiwa yang teguh, mental yang kuat, fisik yang berenergi, gigih dan gesit juga pikiran yang bernas, cerdas.  Semuanya disinergikan dalam passion  atau fokus kuat untuk bisa mencapai tujuan.

Hanya mereka yang punya rasa antusias tinggi yang akan selalu mencari  jalan keluar, inovatif dan mencari cara mencapai tujuan.  Jika pemimpinnya saja terlihat loyo, tidak semangat, gampang mengeluh, tidak punya solusi, cepat panik, maka bagaimana yang bisa diharapkan dari bawahannya? Bayangkanlah sendiri Action atau bertindak, memulai, bekerja. Seorang leader  harus bisa mewujudkan mimpi menjadi kenyataan, mewujudkan konsep bisnis menjadi bisnis riil, mentransformasikan planning menjadi result, memproses protortype menjadi  product. Maka setiap perubahan tersebut harus dimulai dari  tindakan lalu bergerak berkesinambungan. Tugas pimpinan  membuat proses berjalan agar semua tidak hanya sekedar jadi  wacana atau rencana bahkan mimpi belaka.

 Delegation adalah pelimpahan tugas. Buat apa seorang  pimpinan memiliki anak buah atau bawahan atau staff tapi apa apa hanya mengerjakan semua prosesnya sendirian. Sedangkan  karyawan ada dan tetap menerima gaji. Karyawan yang tidak produktif adalah beban biaya, tapi karyawan yang produktif adalah asset bernilai. Maka bagaimana pemimpin, mau buat  teamwork yang hanya jadi biaya atau jadi the winning  teamwork. Untuk menggerakan teamwork sendiri butuh skill spesifik yang khusus diantaranya keteladanan dan komunikasi.

 Pelajarilah kebutuhannya agar proses delegasi berjalan dengan kondusif. Untuk bisa mendelegasikan tugas maka  pemimpin harus trust kepada bawahannya/PIC(person in charge), misalnya manager atau kepala department. Delegasi memiliki parameter yaitu jika seluruh team paham, mengerti, dan melaksanakan apa yang sudah menjadi kewajibannya sesuai  tata tertib perusahaan dan SOP sehingga mendapatkan hasil  sesuai KPI (key performance indicator). Jika bisnis maka KPI  itu adalah omzet atau jika organisasi itu adalah tujuan yang  sudah ditentukan dalam tujuan anggaran dasar rumah tangga/organisasi.

Empathy atau ikut merasakan, kepedulian. Kepemimpinan ini  erat kaitannya dengan hubungan antar manusia yang sifatnya lebih emosional. Bagaimanapun manusia adalah makhluk sosial dan emosional. Mudah tersinggung, sedih, punya masalah, dan banyak gangguan emosional lain yang pada akhirnya membuat  mood kerja jadi kurang kondusif. Memang pemimpin harus tegas  dan pemimpin tidak bisa menyenangkan keinginan semua pihak.  Tapi adanya rasa kepedulian kepada bawahannya akan membuat  suasana organisasi jauh lebih baik. Tentu saja dengan cara yang bijaksana dan tetap berorientasi pada tujuan utama organisasi. Staff juga manusia yang perlu diperlakukan sebagai utuhnya manusia, sedikit care pada kesulitan mereka, beri konseling, atau bahkan pelatihan juga masuk dalam rangkan empathy agar perusahaan bisa membantu karyawannya memecahkan masalah masalah pekerjaan mereka dengan lebih  mudah dan efektif. Bukan juga hanya memimpin dengan marah  marah tanpa arah dan tangan besi sehingg menciptakan  suasana stress berlebihan dalam organisasi. Dalam bisnis  bahkan empathy bukan hanya tertuju pada karyawan/staff,  terlebih juga empathy kepada pelanggan, client sangatlah  penting agar perusahaan tidak ditinggal pelanggan dan bisa  bertahan dalam persaingan bisnis.

Responsibilty adalah tanggung jawab. Memang secara dasar  semua manusia hidup-pun kelak akan diminta pertanggung  jawabannya di hadapan Yang Maha Pencipta. Hanya saja Anda  sebagai pemimpin yang dianugrahi tanggung jawab atas  kelompok orang dalam teamwork atau organisasi akan punya  tanggung jawab yang lebih besar. Orang besar tanggung jawab  besar, orang biasa saja tanggung jawab kecil. Pemimpin harus  berani bertanggung jawab, bahkan mengambil alih tanggung  jawab jika dibutuhkan. Jangan malah menyerahkan tanggung  jawab yang seharusnya ditanggungnya kepada bawahannya, itu hanya akan menghilangkan kewibawaan Anda sebagai pimpinan  karena lari dari tanggung jawab.

Hanya mau jadi pimpinan,menerima kekuasaan sebagai pemimpin, menerima gaji level manager atau direksi, tapi giliran ada masalah melimpahkannya pada bawahan dan Anda cuci tangan seolah olah tidak tahu. Maka itulah paling tidak kapasitas yang Anda harus miliki  sebagai leader atau pemimpin. Pimpinan tidak selalu pemimpin. Seorang pimpinan bisa saja  ada atau eksis karena warisan keturunan, ditunjuk  berdasarkan relasi, kenaikan jabatan karena birokrasi  suksesi tradisional walaupun tidak pantas, bahkan dipilih karena ada perjanjian kompensasi tertentu. Tapi diantara para pimpinan hanya ada beberapa orang saja yang akhirnya  berhak disebut pemimpin, yaitu yang benar benar bisa memenuhi kapasitas dan persyaratan sebagai seorang Leader.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)