Sabtu, 02 Maret 2019

Ilmu Usaha Skala Mikro: Gerobak Dorong



Tanya :
Semangat sukses Pa Mirja.
Senang bisa baca baca tulisan bapa yg gratis dan bs kasih inspirasi usaha spy lbh baik lg.
Tapi kl hanya sekelas usaha dagang gerobak dorong apa masih bs maju dan berhasil pa? apa ada saran? terimakasih pa mirja

Jawab :
Semangat sukses juga bang! Alhamdulillah kalau bisa memberi manfaat.
Tenang saja, rumusnya semua hasil yang besar selalu berawal dari awal usaha yang kecil. Itu sebabnya kita sebut Usaha Mikro dan Kecil Menengah. Jadi kalaupun baru punya usaha skala Mikro, jangan rendah diri. Justru harus bangga karena bagaimanapun susah dan beratnya hidup, tetap berusaha keras mencari rejeki secara halal. Apalagi kalau usaha keras ini berhasil mengumpulkan hasil seperti bisa beli motor, bisa sekolahkan anak sampai kuliah, bisa punya rumah maka luar biasa abang.

Usaha mikro juga tetap namanya usaha, berarti sesuatu yang harus terus dipikirkan dan diusahakan agar  bisa berhasil lebih baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari dan memberikan penghasilan lebih baik dari hari ke hari. Intinya kita harus belajar mengamati, mengevaluasi, memikirkan cara yang lebih baik untuk meningkatkan penjualan dan mengurangi pengeluaran untuk terus  memperbaiki secara terus menerus sampai didapat keuntungan yang paling optimal.

Kerjakan apapun untuk hasil yang lebih baik harus dengan ilmu. Hal dasar dari ilmu usaha dagang mikro, misalnya dagang makanan di gerobak dorong adalah produknya, dalam hal ini makanannya harus punya rasa yang pas dan cocok di lidah pelanggan. Saya tidak tahu makanan apa yang dijual abang, tapi anggaplah makanan yang umum saja misalnya "baso". Secara sederhana baso yang dipilih oleh pembeli adalah baso yang paling enak yang lewat lingkungan tsb. Anggaplah di "komplek perumahan A" Mungkin abang harus cek juga ada berapa abang baso yang kelilingan di komplek A. Itu bisa dianggap sebagai pesaing dari dagangan baso abang. 

Kalau perlu bahkan abang harus beli baso mereka satu satu dan coba, apakah lebih enak dari baso yang dijual abang. Kalau ada yang rasanya lebih enak, berarti itu bisa disebut sebagai calon pesaing kuat. Juga dilihat abang baso mana yang lebih  sering dipanggil sama pembeli. Dari yang sering dibeli, coba rasa basonya, apakah rasa jadi alasan kuat kenapa baso tsb jadi pilihat utama warga komplek.  Sekarang cek harganya, apa harga seporsinya kurang lebih sama atau lebih mahal atau lebih murah? Perlu dipahami kadang tidak selalu pembeli mau membeli karena harganya lebih murah atau paling murah. Apalagi kalau rasa baso abang yakin paling enak, maka pasti kalaupun lebih mahal sedikit, orang akan tetap menunggu gerobak abang datang dan beli basonya. Kalau baso umumnya di satu porsi mangkok terdiri dari beberapa bahan makanan. Bisa juga ada salah satu bahan makanan yang istimewa beda dari porsi yang dijual di abang baso lain. Misalnya baso jualan abang  khusus baso uratnya cukup besar ukurannya untuk harga yang bersaing, sehingga jadi daya tarik yang paling diingat pembeli. 

Hal hal unik lainnya juga penting untuk dicoba, apa yang kira kira akan beda dan mudah diingat pembeli. Misalnya mungkin ada bunyi bunyian khas dari gerobak abang. Bisa rekaman sound penggalan musik khusus atau bunyi khas lainnya yang membuat dengan mendengarnya saja dari jauh sudah bisa dipastikan bahwa gerobak abang sedang mendekat ke arah rumah calon pembeli. Atau mungkin bisa gunakan mangkok yang lucu dan beda. Bisa jadi bahan pembicaraan jika mangkok yang digunakan unik dan beda. Apakah bentuk mangkoknya beda, warnanya lebih ngejreng atau pola atau bentuknya bukan bulat mangkok biasa tapi bisa bentuk kotak dll,  gambar di mangkoknya yang tidak biasa. Gerobak dengan model yang beda juga semakin mudah dikenali dari jauh kedatangannya. Misal kalau malam ada lampu LED tali di gerobaknya dengan pergerakan  "lampu yang berjalan jalan" sehingga mencolok dan menarik kalau lagi jualan malam. Pokoknya semakin banyak beda dibanding yang sudah umum, bisa jadi peluang bisa lebih mudah diingat, dibedakan dan kemungkinan jika rasa dan harga bukan alasan prioritas karena abang baso lain juga masih  rata rata sama, maka beda di hal hal lain ini bisa membuat baso abang lebih dipilih pembeli.

Sekarang kita bahas jam edar atau jam kelilingan gerobak. Kadang setiap abang gerobak punya jam tertentu untuk masuk komplek. Maka harus diprioritaskan kelilingan saat jam jam penghuni komplek sudah ada di rumahnya. Percuma kan kalau kelilingan di komplek yang penghuninya sedang keluar rumah semua, misalnya di jam jam kantor di hari kerja. Kalau di jam kerja dan hari kerja jangan  kelilingan di komplek perumahan, lebih baik kelilingan di komplek bisnis atau perkantoran. Karyawan kantor sering jajan selama jam  kerja atau pas makan siang tidak bisa keluar cari makan jauh jauh dari kantor. Agar lebih mudah dicari oleh pelanggan kadang gerobak juga harus standby di lokasi tertentu yang mudah dijangkau pelanggan. Lokasi harus relatif bersih dan cukup lapang untuk pelanggan mengantri order. Jika mungkin dalam analisa tertentu bahkan sudah diamati dan dihitung jika berdagang standby dibanding dengan berdagang kelilingan maka lebih menguntungkan jualan standby di satu tempat tertentu, maka lakukanlah. Hitung apakah harga sewanya dibanding asumsi penjualan porsi bisa lebih menguntungkan. Bukan sewa ruko atau toko, tapi lebih sewa lahan saja, seperti di halaman parkir supermarket  atau di kawasan dagang yang disiapkan kawasan tertentu. Karena untuk tempat stock bahan dagangan dan produksi tetap bisa di gerobak. Apalagi tidak usah lelah fisik berkelilingan ber km jalan kaki di panas terik sedangkan belum tentu juga ada kepastian ketemu pembeli. Kombinasi antara kedua cara edar dagang juga bisa dilakukan. Misal standby di jam kantor dan kelilingan komplek setelah jam kantor selesai. Silakan dicoba dan dianalisa mana opsi yang lebih menguntungkan dari segi keuntungan dagang.

Selain untuk makan di tempat, tentu saja akan ada pesanan take away atau dibawa. Maka harus digunakan sarana kemasan atau bungkus makanan yang sekarang sedang jadi issue lingkungan hidup dan kesehatan. Misal tidak boleh lagi menggunakan stereofoam dengan alasan kesehatan dan lebih baik juga lebih aman sehat jika  menggunakan duz berbahan karton/kertas. Maka lakukan itu, karena issue issue tsb juga akan mempengaruhi keputusan beli baso abang khususnya untuk yang dibawa pulang. Bisa jadi lebih dari 50% pembeli adalah pembeli yang minta basonya dibungkus untuk dibawa pulang. Bayangkan jika abang tidak peduli issue kesehatan kemasan bungkus tsb lalu kehilangan peluang untuk berbisnis take away karena tidak ada yang mau membeli baso dari abang.

Demikian sedikit dulu sharing ilmu untuk usaha mikro sekelas dagang di gerobak untuk bisa dijadikan inspirasi. Semoga dagangannya lebih laris ya.

SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)


Jumat, 01 Februari 2019

Bingung Mengambil Hati Owner



Tanya
Pak Mirza, saya saat ini sedang galau karena Owner saya tidak pernah puas dengan cara kerja saya. Serasa saya pencapaian omzet juga tidak jelek jelek amat, selama setahun ini memang ada ada beberapa bulan tidak tercapai karena memang bulan sepi. Tapi selain itu bulan bulan normal tercapai sesuai target. 
Tapi owner terus saja mendesak , mengkritik disana sini, seperti saya tidak pernah bekerja baik. Bagaimana saya menghadapi owner seperti ini ya pak? Kebetulan saya memegang salah satu unit  bisnisnya dari beberapa bisnis yang dimilikinya. Tapi manager lainnya saya rasa tidak mendapat perlakuan yang cerewetnya sama seperti saya. Mohon pencerahannya.

Jawab :
Semangat Sukses bung!
Pantang semangat surut sebelum berlabuh. Perlu Anda pahami bahwa setiap owner punya karakter sendiri sendiri dalam mengelola bisnis dan orang orang kepercayaannya. Intinya para owner dan investor ini pasti sedang mencari siapa siapa saja yang bisa diajak menjadi mitra sejatinya atau istilahnya tangan kanannya, untuk mengelola usaha usahanya. Bisa jadi ini semacam ujian untuk Anda sebelum Anda dianugrahi penghargaan yang jauh lebih tinggi dan mungkin akan merubah hidup dan level ekonomi Anda selamanya. Jika Anda lolos dari ujian ini bisa jadi Anda akan diberi wewenang untuk mengelola bisnis lainnya yang lebih besar skalanya dibanding bisnis yang sedang Anda tangani saat ini.

Anda sampaikan kalau Anda  sudah setahun mungkin lebih dibisnis ini. Jika tidak pernah secara langsung diminta mundur atau keluar dari bisnisnya, atau ditegur dimarahi secara keras, direndahkan langsung di depan karyawan, saya rasa itu masih indikasi ujian dari owner kepada Anda. Owner masih ingin kehadiran Anda di usahanya dan ingin mengexplore sampai dimana batas maksimal kemampuan Anda, sekaligus sedang mencari sebenarnya karakter Anda, batas daya juang Anda. Bahkan mungkin bisa saja owner sesekali seperti sengaja melupakan jumlah uang tertentu dalam posisi dipegang atau bahkan ada di rekening bank Anda atau dititipkan kepada Anda untuk kemudian seperti dilupakannya, untuk melihat apakah Anda akan berinisiatif mengembalikan uang bukan hak Anda tsb ke owner atau justru mengambilnya sebagai ujian kejujuran. 

Jadi sebetulnya semua tinggal terserah Anda. Toh jika Anda sudah merasa sangat tertekan dan stress maka Anda punya hak untuk menyampaikan keluhan Anda kepada owner. Disampaikan hal hal apa saja yang membuat Anda merasa kurang nyaman dalam hubungan kerja Owner dan Manager. Jika perlu bahkan Anda bisa mengajukan permohonan mundur dari perusahaan dan lihat bagaimana respond Owner. Jika owner tetap berharap Anda bertahan kerja maka sudah jelas hal hal yang diberlakukan Owner kepada Anda adalah semacam ujian saja. Tergantung Anda selanjutnya sejauh mana Anda bisa bertahan tapi dengan harapan diujungnya Anda akan mendapatkan "hadiah" dari hasil kerja keras dan daya tahan Anda yaitu jadi orang kepercayaan. Pada saat seorang investor sudah menemukan orang kepercayaan,  maka masalah financial, fasilitas dan hal hal lain biasanya meningkat jauh mengikuti skala bisnis yang dipercayakan kepada Anda.

SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Selasa, 01 Januari 2019

Pembukaan Outlet Cafe/Resto Baru



Tanya :   
Semangat Sukses Pak Mirza
Sesuai resolusi tahun 2018 saya untuk membuka Cafe Resto milik sendiri, usaha dengan beberapa teman dekat, alhamdulillah bisa terlaksana walaupun mungkin baru bisa buka di awal 2019. Tidak apalah, yang penting akhirnya punya bisnis cafe resto juga.
Saya mau bertanya kapan waktu yang tepat untuk acara pembukaan atau grand opening agar kedepannya semua lancar dan minim kendala. Demikian pak

Jawab :
Semangat Sukes juga ,
Selamat ya, sudah tercapai resolusinya. Akhirnya sekarang jadi pemilik usaha juga dan pasti rasanya membanggakan bukan? Saya doakan  semoga sukses , lancar dan panjang umur usahanya dengan kawan kawan.

Untuk menentukan pembukaan outlet Cafe/resto baru sebetulnya lebih ke pertimbangan pribadi. Jika ada kepentingan mengundang pihak pihak tertentu, misal pejabat instansi tekait perijinan atau ada icon artist atau orang penting lainnya yang pasti harus diundang untuk ikut meresmikan pada acara pembukaan tsb, maka pasti harus ditentukan hari dimana pihak / orang penting tsb bisa dan bersedia hadir. Atau ada juga agar terasa lebih bermakna mungkin bisa disamakan dengan tanggal ulang tahun terkait salah satu pemilik atau "tanggal keramat" yang memang sudah disepakati seluruh pemilik. Bisa juga tanggal keramat ini disamakan dengan momen perayaan umum di tanggalan nasional, misal pas tanggal 1 Januari untuk Tahun Baru, atau tanggal 22 Desember pas hari ibu misalnya untuk penghormatan terhadap jasa ibu masing masing pemilik usaha, dan banyak lagi pertimbangan personal. Intinya buat saya pribadi, tanggal dan hari untuk pembukaan sebuah outlet usaha baru bukan sesuatu hal yang amat penting. Semua hari adalah hari baik. 

Yang terpenting buat saya justru adalah tahapan pembukaan outlet dengan mempertimbangkan tujuan usaha baru adalah untuk membiasakan seluruh resources usaha sudah berada dalam kondisi prima dan excellent untuk bisa memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan.
Saya tidak mendapat informasi sebesar dan sekompleks apa unit usaha baru yang akan dibuka ini, tapi saya akan persepsikan fasilitas dan fitur yang umum untuk sebuah cafe resto masa kini. 

Misal pasti ada SDM minimal untuk kasir dengan mesin kasirnya, chef atau koki di dapur, dan waiter untuk operasional service. Pasti sebelum cafe resto ini operasional, maka SDM ini telah mendapatkan pelatihan/training sesuai jobdesc dan bidangnya masing masing. Tapi sekali lagi ini hanyalah training teori dan mungkin ada sesi simulasi, tapi tidak dalam kondisi riil berbisnis melayani pelanggan. 

Dalam situasi riil, selain bagaimana bekerja, bergerak, berespond, dan bertindak sesuai SOP juga pelatihan bagaimana bisa dan paham menggunakan alat alat kerjanya. Kasir harus paham dengan software di mesin kasirnya, juga mungkin jika outlet dilengkapi dengan mesin EDC debit dan kartu kredit untuk kemudahan pembayaran. Mulai dari masukan order, menginput harga, discount, compliment, bahkan void jika ada kesalahan input atau pembatalan transaksi. Bagaimana menerima DP untuk booking meja di tanggal tertentu, bagaimana jika tamu pindah meja atau menggabungkan beberapa meja. Bagaimana merubah harga menu atau input menu baru jika ada penambahan atau pengurangan data menu yang sudah ada jika menu dihilangkan, banyak lagi opsi opsi kasir yang harus diketahui. Kasir harus bekerja dengan batasan waktu hitungan detik tertentu. Misal jangan sampai melayani tamu selama lebih dari 15 detik per transaksi pembayaran di depan kasir, atau Kasir akan menerima komplain dari pelanggan. Belum lagi jika ternyata system software membutuhkan waktu untuk synchronize system dengan data data yang masuk. Bisa bisa printing macet karena spek PC tidak memadai untuk mengolah data yang sedemikian banyak mengantri di system. Tidak ada waktu buat kasir untuk bingung mau kerjakan apa di depan kasir karena gugupnya kasir akan sangat terlihat oleh pelanggan dan ini bisa membawa image bahwa manajemen kurang siap. Juga terlihat bagaimana waiter gugup dalam membawa nampan dari dapur ke meja pelanggan, bahkan bingung ini menu ditujukan untuk meja nomor berapa karena mungkin sudah terlalu banyak meja yang order di satu waktu bersamaan. Sedikit dikomplain pelanggan sudah langsung pucat pasi dan langsung panik. Belum lagi kepanikan di dapur ketika order menu datang bertubi tubi dan koki kewalahan memproduksi pesanan tsb. Begitu sudah panik, maka ketentuan resep sudah tidak berjalan dengan standarisasi gramasi ingredients dan cara masak yang baik sehingga rasa masakan menjadi kacau. Belum ternyata jika dalam proses pengolahan ternyata baru disadari kurangnya alat dapur ini dan itu atau bahkan belum diaiapakan sama sekali. Termasuk bahan baku yang masih kurang sehingga order sudah masuk system  tapi dari dapur tidak bisa mengolahnya.

Biasanya event grand opening ini akan dipromosikan dengan besar besaran baik secara offline ataupun online via medsos. Keramaian acara juga akan terekspose dan berisiko saat itu mengundang tamu datang dalam jumlah banyak dalam waktu yang nyaris serentak. Pertanyaannya..sudah siapkah outlet Anda di awal hari  operasional menerima beban seberat ini? Bukan trainingnya yang salah, tapi apapun pekerjaan pelayanan di bisnis service hospitality, perlu mebiasakan diri. Apalagi crew dan SDM yang digunakan sebelumnya tidak pernah atau belum pernah sama sekali kerja di bidang ini. Secara manusiawi wajar jika mereka panio dan jadi blank mengenai materi apa yang sudah mereka terima dalam training. Semua awalan kerja pelayanan harus dimulai dengan berlatih dalam suasana kondusif dan membiasakan dalam beberapa waktu lamanya. Kecuali jika Anda investor kelas kakap dan sejak awal hari pertama pembukaan outlet seluruhnya menggunakan barisan crew yang memang sudah berpengalaman panjang di outlet outlet Cafe Resto sebelumnya dan Anda sanggup membayar gajinya sesuai standard UMR bahkan bisa lebih tinggi.

Tapi umumnya jika Anda masih kelas UMKM, maka umumnya semua budget pengeluaran pasti masih didesign sehemat mungkin termasuk pos gaji SDM. Saya hanya mencoba menggambarkan situasi ini yang akan terjadi jika pada saat event grand opening, ternyata secata system, alat kerja, mental SDM ternyata belum siap untuk melayani tamu dalam jumlah besar atau salam kondisi tamu langsung ramai.

Maka biasanya saya menyarankan jangan dulu segera masuk ke tahap Grand Opening. Buka dulu operasional dalam tahap uji coba atau Soft Opening. Tidak perlu dipromo besar besaran. Cukup pasang 1 buah spanduk di depan Cafe Resto "Telah Dibuka". Diresmikan saja secara sederhana oleh manajemen dan seluruh crew misal dengan acara selamatan dan doa bersama anak yatim sebagai syarat pembukaan tempat usaha baru. Mungkin tamu yang datang hanya beberapa yang kebetulan lewat dan melihat spanduk depan outlet, tidak apapa. Justru memberi kesempatan pada SDM untuk membiasakan diri terhadap pola kerja dan alat kerjanya. Hal hal yang harus diperbaiki dan dilengkapi bisa terus diusahakan tanpa harus menanggung resiko menerima komplain berat dari banyak tamu atau takutnya bahkan langsung menerima persepsi tamu yang datang bahwa outlet Cafe Resto yang baru dibuka ini ternyata jelek standard service dan produknya, tanpa ada kesempatan pihak manajemen bberkomunikasi dengan tamu menjelaskan apa yang sedang terjadi karena semua dalam keaeaan hectic.. Semua berjalan perlahan, wajar, tapi selalu diawasi, diperbaiki bahkan sempat berkomunikasi dengan tamu dan memunta maaf atas segala kekurangan di hari hari pertama pelayanan ini. Masa soft opening ini berjalan paling tidak 2 minggu sampai dengan 1 bulan sampai persiapan Grand Opening. Pada saat itu secara kesiapan SOP kerja, alat kerja dan mental crew pasti sudah lebih siap dan aman untuk image dan persepsi Cafe Resto baru Anda dimata dan dibenak pelanggan.

Karena pelanggan adalah pelanggan, mereka tidak mau tahu apakah outlet Anda sudah siap atau tidak, yang penting setelah mereka bersedia datang dan uang mereka keluar, maka mereka harus menerima pelayanan dan produk sesuai persepsi dan ekspektasi mereka atau mereka kecewa dan bisa menjustifikasi bahwa tidak perlu lagi mereka datang lagi ke Cafe Resto Anda dilain hari. Demikian saran saya mengenai apa yang sebetulnya harus dipertimbangkan pada saat outlet Cafe Resto baru akan dibuka. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Sabtu, 01 Desember 2018

Untung Rugi Ikut Bisnis Franchise?



Tanya :   Untung Rugi Ikut Bisnis Franchise?
Selamat pagi pak Mirza
Saya sedang berpikir untuk memulai usaha kecil membuka booth makanan dari salah satu produk brand franchise. Saya adalah karyawan dan sebelumnya belum pernah berbisnis sendiri sebelumnya dan kabarnya lebih baik membeli bisnis franchise karena akan dibantu pengelolaannya. Mohon penjelasannya pak, apa betul begitu kenyataannya?

Jawab :
Selamat pagi juga bung, selamat jika Anda sudah mulai membuka hati dan pikiran untuk mulai berbisnis mandiri. Anda bisa mendapatkan income harian, menentukan sendiri berapa target pemasukan Anda sebulan dan mempekerjakan orang lain sebagai bentuk manfaat eksistensi Anda untuk orang lain. Memang ikut bisnis franchise adalah salah satu pilihan paling aman jika Anda tidak pernah atau belum menguasai bisnis tsb dan tidak menguasai sumber daya bahan baku produk dan SDM bisnis tsb. Dalam bisnis franchise biasanya bahan baku akan disupply oleh franchisor dan SDM akan bantu dicarikan yang kompetensi dan spesifikasinya sesuai untuk kemudian ditraining agar bisa bekerja sesuai Standard Operasional Prosedur dan produk atau jasa yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan pasar yang telah franchisor pelajari untuk para franchisenya bisa berbisnis dan mengambil keuntungan bisnis dari investasi yang sudah dikeluarkannya dengan membeli bisnis franchise.

Sebetulnya hal yang paling mendasari orang berinvestasi mengambil bisnis franchise adalah "merk dagang" atau brand, karena sungguh tidak mudah membangun brand yang sudah dikenal dan mampu menarik pasar untuk datang ke outlet/ toko/ booth Anda untuk melakukan transaksi bisnis. Brand yang sudah dikenal akan memiliki nilai tambah untuk memenangi persaingan dengan kompetitor yang datang dari brand lain  produk/jasa sejenis. Hal brand awareness itu bahkan beberapa brand terkenal dan ternama sudah sampai tahap brand equity, akan mempercepat Anda mendapatkan keuntungan  bisnis secara lebih cepat, tidak harus merangkak dulu dari awal, berproses pelan pelan, dan jatuh bangun seperti umumnya pengusaha yang membuka bisnisnya dengan merk/brand sendiri dari awal. Jadi ibaratnya launching outlet atau buka booth perdana di pagi ini, maka siang sudah bisa kedatangan tamu yang terua berlanjut sampai malam menjelang tutup toko. Hal ini bisa terjadi karena pasar/masyarakat sekita outlet akan mengasosiasikan bahwa outlet baru ini akan sama saja produk dan pelayanannya dengan apa yang dijual oleh toko/outlet yang brandnya sama ditempat lain yang sudah sering dikunjungi dan dikenalnya selama ini. Jika sudah kenal dan tidak ada keberatan selama ini menjadi konsumennya, maka dimanapun outletnya berada maka layaklah dikunjungi, termasuk di outlet baru milik Anda yang tadi pagi baru launching. 

Lain halnya jika Anda memperkenalkan merk baru, pelayanan dan produknya juga pasar masih belum familiar. Ada tahap dimana Anda harus melakukan promo dan marketing yang cukup berat dan waktu yang cukup panjang mungkin juga berbiaya besar untuk mengajak masyarakat sekitar untuk berkunjung ke toko/outlet Anda, itupun setelah calon konsumen memutuskan meminggirkan sejenak pilihannya untuk coba berkunjung ke outlet/toko Anda dibanding berkunjung ke toko/outlet lain yang brandnya  lebih familiar. Ini masih dalam tahap kunjungan percobaan untuk mengenal karena sebelumnya mereka belum pernah datang ke outlet/toko Anda. 

Setelah kunjungan pertama, lalu dilain hari mereka bersedia berkunjung lagi atau tidak, itu sepenuhnya adalah tergantung pengalaman mereka selama ada di outlet/toko Anda. Mereka puas atau mereka menyesal sudah memutuskan mencoba produk Anda. Jika level kepuasannya bisa melebihi level kepuasan jika mereka berkunjung ke outlet/ toko yang sebelumnya biasa mereka datangi, maka bisa saja selanjutnya mereka akan pindah ke toko/outlet Anda. Jika Anda membuka outlet/toko produk sejenis tapi dengan brand sendiri, maka Anda harus repot repot dulu melakukan tahapan marketing, promosi, keluar mengundang pelanggan dengan menyebar brochure, menawarkan discount, kalau ada budget bisa pasang iklan,  kerjasama dengan mitra,  share dan upload info produk dan brand via medsos, dan seterusnya dilakukan secara intensif dan kontinu dalam jangka waktu tertentu. Tapi tentu saja tahapan penuh strategi marketing promosi ini akan susah anda jalani, jika sebelumnya adalah karyawan dan bukannya pengusaha bidang tsb.

Yang pasti usaha apapun termasuk jika Anda membuka bisnis franchise, bukan berarti Anda tidak harus menangani langsung bisnis Anda dan sepenuhnya menyerahkan kepada pengelola usaha atau karyawan dan kantor pusat franchise. Bagaimanapun ini bisnis Anda dan franchisor tidak bisa dimintakan pertanggung jawaban jika bisnis Anda tutup atau gagal. Memang tidak ada kantor pusat Franchise yang bisa menggaransi bahwa outlet franchise yang Anda buka pasti akan berhasil dan untung. Jika ada kantor pusat Franchise berani menggaransi untungnya bisnis ya nanti semua investor akan dengan senang hati menginvestasikan dananya ke bisnis ini karena tidak ada kemungkinan gagal. Hal yang sangat absurd di bisnis riil. Berani usaha ya harus berani rugi dan berani sukes. Hanya saja dengan memilih bisnis brand franchise yang sudah dikenal masyarakat, maka akan memperbesar kemungkinan berhasil dan mengurangi kemungkinan usaha merugi.

Demikianlah, untuk hal hal apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih produk brand franchise, baca kolom Artikel: Tips Memilih Brand Franchise.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)