Selasa, 05 Mei 2020

Menyiasati Bisnis Yang Tenggelam Di Masa Pandemi COVID-19


Sebagaimana kita sedunia pahami bahwa telah terjadi Pandemi COVID-19 yang meluluh lantakan perekonomian dunia yang diawali dengan runtuhnya sosial interaksi antar manusia sehingga semua kegiatan ekonomi terhambat bahkan bisa sampai  terputus sama sekali. Jika memaksakan tetap berinteraksi, bersosialisi bahkan bertransaksi, taruhannya adalah terinfeksi virus bahkan kemungkinan bisa kehilangan nyawa. Bahkan kalaupun kita tetap sehat tapi tetap ada  kemungkinan besar bisa menular kepada seluruh anggota keluarga yang awal mulanya sehat. Kita ada di tahun yang sangat sulit. Jangan berharap terlalu tinggi bagi yang memiliki bisnis, karena justru faktor resiko tidak bisa berbisnis akan lebih besar saat ini sementara tanggungan biaya seperti membayar gaji dan hutang usaha tetap berjalan. Yang saat ini dibutuhkan adalah kondisi mental dan fisik yang sehat. Jangan perburuk kondisi dengan terus menerus mendengar berita negatif tentang covid-19. Tetap ada berita dan harapan positif di masa sulit jika kita jeli dan percaya bahwa jika ditutup satu pintu, maka pintu lain akan terbuka. Percaya bahwa setiap masa kesulitan pasti ada akhirnya.

Begitu juga bisnis, saat ini bisnis yang mengharuskan pertemuan fisik antara pelaku bisnis , keramaian, diluar rumah,  pasti sedang drop. Seperti keramaian mall, bisnis hiburan dan rekreasi, jual beli di toko off line, gojek dan transportasi, resto dine in, sekolah dan kursus fisik, pasar tradisional, bengkel dan showroom, dll. Semua yang sejenis/semacamnya pasti sedang sepi dan turun bisnisnya. Tapi tetap ada bisnis yang bisa bertahan, antara lain berpindahnya cara belanja dari offline ke online. Sekolah dan kursus juga berpindah moda dari pertemuan fisik ke belajar secara online. Pengiriman barang atau makanan akan meningkat drastis karena orang menghindari pertemuan fisik. Penjualan obat obatan dan alat pelindung kesehatan diri justru masa panen. Masyarakat juga lebih banyak mengkonsumsi makanan alami segar seperti buah dan sayur segar. Juga aplikasi meeting online seperti zoom akan banyak didownload untuk menggantikan sesi pertemuan langsung/ meeting. Pasti aplikasi aplikasi HP yang bisa membunuh kebosanan seperti tiktok, games, dll akan banyak didownload dan digunakan.

Bisa saja di masa sulit yang belum berujung ini perusahaan melakukan perubahan bisnis/ berpindah bisnis untuk langkah adaptif. Entah bersifat sementara atau perubahan tetap jika peluang yang didapat ternyata bisa jangka panjang dengan kontribusi yang cukup signifikan. Misal resto yang selama ini fokus di pelayanan langsung di resto mulai fokus menjalankan divisi delivery dan order onlinenya. Tenaga kerja yang ada yang biasanya bekerja fisik di resto diajarkan alihkan fokusnya ke system online mulai dari pemasaran, penawaran sampai antarnya. Jadi tidak di PHK tapi di alih fungsikan dan ditambah skill dan knowledgenya agar paham marketing online. Supermarket sembako yang selama ini menunggu kehadiran pelanggan untuk datang memilih dan membeli kebutuhan harian juga mulai fokus di penawaran online. Dibuatkan daftar belanja dari hari Senin-Sabtu dengan menyebutkan juga harga belanja total sehingga calon pembeli tidak pusing lagi harus menyusun daftar belanja sembakonya sendiri dan bisa mengukur budgetnya. Dia tinggal menunggu hari dimana daftar belanjanya cocok sesuai keinginannya dan order sebelum hari H kirimnya. Perkuat lini medsos dan pengiriman. Jika tidak menggunakan gosend atau moda pengiriman umum, mungkin untuk radius pengiriman wajar terjangkau bisa langsung dikirim staff sendiri untuk menjamin kecepatan layanan dan kepuasan pelanggan. Hiburan hiburan tempat rekreasi dan biasanya butuh kehadiran fisik bisa diadaptasi dengan membuat channel hiburan siaran. Misal games di area hiburan/ rekreasi tsb yang menggunakan beberapa orang kontestan dan supporter terbatas untuk berkompetisi dan disiarkan live langsung streaming via medsos atau aplikasi khusus untuk mendapatkan respond dan support langsung dari netizen. Pabrik konveksi yang biasa memproduksi pakaian  fashion bisa dirubah menjadi produksi masker dan baju Alat Pelindung Diri untuk dijual ke pemerintah agar bisa dipakai dokter dan perawat serta tenaga kesehatan. Bengkel mobil/motor mulai tawarkan untuk layanan home service, yaitu service di rumah pemilik kendaraan. Cafe yang biasa menjual produk minuman kopi dan minuman segar rekreasi semacamnya mulai menawarkan secara online produk minuman kesehatan tradisional dalam kemasan yang di delivery. Jamu sehat godog tinggal seduh, wedang uwuh mentah kering dalam kemasan, bubuk  kopi dengan kandungan ginseng atau jahe merah yang berkhasiat tinggal seduh, dll minuman ramuan bahan berkhasiat, pokoknya yang mengandung unsur kesehatan sangat bagus untuk ditawarkan sebagai minuman kesehatan alternatif obat atau supplemen kesehatan. Sangat mungkin semua perubahan layanan atau produk yang ditawarkan di masa sulit ini ternyata membekas di benak pelanggan dan selanjutnya orderan sejenis tetap akan ada walaupun masa pandemi covid 19 sudah berlalu. Karena layanan baru ini dirasakan lebih cepat, lebih privat, lebih nyaman oleh pelanggan. Yang penting, produk baru atau layanan baru tsb harus ditawarkan agar masyarakat luas aware. Ingat..bisnis baru ada sejak dilakukan penawaran.

Tetap berpikir positif untuk terus mencari jalan keluar. Kerja keras dan pemikiran pemilik usaha agar masih tetap bisa mempekerjakan karyawan tanpa harus sampai memecat mereka akan membawa amal ibadah tersendiri dimasa sulit ini. Anda adalah pengusaha yang menjadi agen perubahan dan sekaligus penyelamat rejeki orang lain, khususnya karyawan Anda. Anda akan sama bergunanya dengan para dokter, perawat dan tenaga kesehatan. Dalam kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk berdoa kepada Alloh SWT atas gugurnya putra putri terbaik bangsa dari kalangan dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang sedang berperang melawan serangan virus Covid-19. Semoga para almarhum dan almarhumah khusnul khotimah dan segala amal ibadahnya dilipat gandakan, ditempatkan di surgaMU sebagai pahala syuhada. Dan yang masih berjuang diberikan perlindungan, keikhlasan, semangat dan kesehatan agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga setelah "perang" ini selesai. Aamiin Ya Robbal Alamin. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Jumat, 03 April 2020

Bagaimana Memilih Karakter Pegawai


Tanya :
Pak Mirza, saya baru akan membuka kantor. Kebetulan saya masih muda, baru 35 tahun. Jadi di perusahaan ini saya akan menjadi pemilik sekaligus CEO.  Sehubungan dengan membentuk team kerja yang solid dan qualified, bagaimana saran bapak dalam saya menentukan kompisisi pegawai?

Jawab :
Team sepak bola akan jadi the winning team bila memiliki pemain pemain skill di setiap posisinya. Tentunya ada posisi penyerang, gelandang, back, sayap, kiper. Tidak mungkin satu team cuma diisi oleh penyerang semua sehingga terlalu asyik menyerang dan lupa pertahanan. Atau pemain belakang semua sehingga pola permainan sangat negatif, bertahan matian matian dan takut menyerang. Tentunya setiap posisi pemain ada karakter khusus yang harus dimiliki. Penyerang misalnya harus memiliki insting bagus di depan gawang, menerima umpan dan cepat melihat titik kosong diantara pemain belakang, kiper dan tiang gawang. Kepala dan kaki harus sama sama akurat bergerak dan refleks. Pemain gelandang harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Dia mengatur alur bola dalam mengatur pola serangan, mengatur tempo permainan dan melihat posisi posisi mana pihak lawan sedang lemah sehingga bola dioper ke area tsb. Pemain sayap harus memiliki akurasi tendangan operan jarak jauh yang tinggi. Harus bisa menggeser bola dari samping kanan atau kiri secara cepat untuk diberikan secara sangat akurat ke rekan penyerang di depan gawang. Pemain bertahan atau back harus mereka yang tidak takut untuk berbenturan badan atau kaki, mampu mengira arah umpan bola untuk dipotong secara cepat. 

Demikian gambaran mudah tentang skill dan karakter yang dibutuhkan dalam satu team sepak bola. Begitu juga dalam membangun team kerja di satu unit kerja/perusahaan. Tergantung apa tujuan kerja perusahaan, produk yang dihasilkan dan bidang kerja. Lebih butuh strategi atau lebih butuh ketangguhan khas lapangan ? Butuh prosedural baku atau bisa lebih kreatif ? Macam macam visi misi perusahaan, tapi intinya semua harus ditempatkan karyawan yang pas karakter, skill dan pengalaman sesuai posisi, tugas dan tanggung jawabnya. Jangan orang yang susah untuk membuka komunikasi, malu berbicara atau kurang ramah di posisi sales dan marketing. Atau orang yang ceroboh dan kurang detil, tidak betah duduk lama di belakang computer, ditempatkan di posisi administrasi atau keuangan. Sebaliknya orang yang fisiknya  lemah, mudah lelah dan gampang sakit sakitan diberikan tugas lapangan seperti canvasing door to door. Jadi pastikan dulu posisi apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan dan break down job description masing masing posisi, baru bisa kita tentukan bagaimana profile masing masing penjabat posisi tsb. Termasuk umur juga penting mereferensikan makin berumur biasanya makin berpengalaman atau sudah lebih matang. Orang yang lebih berumur mungkin lebih bisa diangkat jadi atasan karena  dipandang lebih berwibawa, biasanya bicaranya lebih didengar oleh para bawahan, walaupun memang belum tentu yang lebih muda lebih kurang pintar dari mereka yang sudah lebih berumur. Jangan lupa, karyawan yang sudah lebih berumur biasanya punya pengalaman lapangan langsung yang mana hal tsb bisa disharing kepada CEO. Kita tidak usah harus menjalani sesuatu yang pasti akan bermasalah dengan belajar dari kejatuhan orang lain. Tidak perlu Anda sendiri yang mengalami kejatuhan/kegagalan, tapi Anda sudah bisa dapat pelajaran dari mendapatkan informasi, mengamati dan belajar. 

Jadi begitulah, pimpinan sendiri yang paling paham apa karakter karyawan yang  seperti apa yang dibutuhkan perusahaan. Yang terpenting juga, antar individu personil yang nanti dipilih dan ditunjuk harus bisa bekerja sama satu sama lain. Pilih dan tunjuk siapa yang menjadi manager di setiap unit kerja, agar lebih meringankan tugas Anda sebagai pemimpin perusahan, namun pemimpin puncaknya tetap ada di CEO. Walaupun usia Anda masih muda, tapi manager yang sudah lebih berumur, berpengalaman dan profesional selayaknya harus tetap memghormati Anda sebagai CEO. Jika manager tetap hormat kepada Anda, maka seluruh anggota team juga akan menghormati Anda. Menjadi CEO juga tidak mudah. Anda harus bisa memanusiakan manusia dengan menghargai, menghormati sekaligus mengatur karyawan Anda agar mampu memberikan kontribusi maksimal kepada perusahaan dan bekerjasama antar anggota team. Anda harus menunjukan kualitas sebagai seorang profesional yang memang paham dan mampu dan kewibawaan sebagai CEO. Rasa hormat dan patuh karyawan harus Anda peroleh dari rasa respect, bukan dari rasa takut.

Jadi kesimpulannya analisa  pemilihan karyawan berdasarkan pengalaman, knowledge dan skill untuk masing masing posisi , dan setiap karyawan di semua posisi harus punya attitude, agar tercipta semangat kerjasama yang baik dalam team. Anda harus melihat talent masing masing karyawan, pasti ada 2-3 karyawan yang memiliki bakat khusus dan nantinya baru terlihat setelah cukup lama bergabung dan siapa tahu itu bermanfaat bagi perusahaan Anda. Terakhir, terus upgrade level kepantasan Anda diri sendiri sebagai CEO. Karena hanya CEO

Senin, 02 Maret 2020

Langkah Awal Menghadapi Masalah Kejatuhan


Setiap kita, walaupun bagaimana berjayanya, suatu saat nanti mungkin saja akan sampai pada masalah. Masalah berat yang bisa saja membalik keadaan secara drastis, dari segala punya menjadi tidak punya apa apa lagi. Dari terhormat dan disanjung, jadi bukan siapa siapa lagi. Dari yang paling dicintai, bisa jadi yang terbuang. Dari paling banyak teman, jadi yang paling ditinggalkan. dsb..Yang harus selalu diingat, itulah realita kehidupan. Walaupun kita sudah berusaha keras menjaga kondisi kemapanan kita, tapi tetap saja kita bisa sampai juga pada situasi kurang menyenangkan tsb. Jangan lupa, ada Alloh SWT yang berkuasa penuh mengatur takdir hidup Anda. 

Saat Anda mengalami kejatuhan yang perlu Anda lakukan adalah cooling down, tenangkan diri Anda dulu. Jangan ambil keputusan apapun pada saat Anda sedang bersedih atau sedang terlalu gembira, karena biasanya keputusan yang akan keluar tidak betul betul dipikirkan dengan akal sehat. Ambil waktu beberapa hari ini untuk merenung dan introspeksi diri. Apakah ada kesalahan yang dilakukan sehingga kejadian ini bisa dianggap sebagai karma atau hukuman dari Alloh SWT. Atau sekiranya Anda merasa selalu berjalan di arah kebaikan, bahkan bertujuan membantu orang lain tapi juga mendapati situasi jatuh seperti ini, jangan buru buru menyalahkan Alloh SWT tidak adil terhadap Anda. Mungkin saja Anda sedang diuji untuk naik kelas lebih tinggi, dipersiapkan mental dan keimanan untuk diberi amanah yang lebih tinggi lagi..Anda orang terpilih untuk menjalankan misi penting di dunia dalam rangka hubungan antar manusia. Yakinkan bahwa apa yang Anda pernah dapat atau apapun yang sekarang hilang lenyap itu hanya barang barang titipan, bukan milik Anda. Jadi jangan terlalu risau dengan apa yang terjadi di dunia ini. 

Tentu saja setelah Anda tenang, damai dalam hati dan bisa berpikir jernih lagi, maka Anda harus berpikir bagaimana menata kehidupan selanjutnya. Mulai dari menetapkan tujuan hidup yang baru, menyusun langkah langkah baru walaupun berupa langkah kecil dibanding langkah langkah besar yang Anda sering lakukan dulu disaat jaya. Lihatlah siapa orang orang, kawan, saudara, relasi yang masih bersedia Anda mintakan kerjasamanya. Jika dulu Anda orang yang sering membantu dan peduli pada sesama, insha Alloh ada saja orang yang masih percaya pada Anda dan bersedia membantu Anda walaupun sedang di masa susah. Seringkali jalan keluar dari masalah datang dari relasi atau kawan yang pernah kita tolong dahulu. Justru kawan yang datang pada saat kita sedang susah, itulah kawan sejati. Maka pelajaran saat ini, jika nanti Anda bisa jaya lagi maka balaslah budi baik kawan sejati dan jangan pernah pelit untuk berbagi juga selalu peduli empati pada orang lain. Karena menanam kebaikan itu insha Alloh akan bisa Anda panen pada saat Anda membutuhkan.

Anda masih punya asset yang bisa dicairkan? Akan lebih baik jadikan dana segar dibanding meminjam uang dari bank. Jual dulu asset asset Anda dan putar dananya dalam usaha. Rumah besar Anda ganti dengan yang lebih simple. Mobil gaya hidup Anda ganti yang lebuh efesien. Jika Anda masih punya cukup uang, pelajarilah beberapa penawaran investasi. Misal Anda bisa menanamkan sebagian dana tsb ke dalam investasi tsb agar setiap bulan Anda bisa mendapat transfer bagi hasilnya. Agar sementara uang tsb bisa menghidupi Anda secukupnya, sementara Anda bisa tenang fokus dari dana yang masih Anda punya untuk  mengusahakan hal baru untuk mata pencaharian utama Anda

Jual beli adalah cara instant untuk mencari penghasilan. Beli produk seharga Rp. X lalu jual dengan harga Rp. X +50 . Jika Anda berhasil menjual 50 produk maka profit Anda sudah mencapai 2500. Tinggal pikirkan darimana Anda bisa mendapatkan produk dengan harga paling hemat, cost efesien dan jual ke peminat yang paling berani membeli produk Anda dengan harga paling baik. Semakin produk Anda spesifik maka Anda lbh fokus mencari pelanggan yang lebih tepat, karena tidak semua orang butuh. Tapi produk spesifik ini biasanya bisa dijual dengan harga lebih mahal. Jika Anda menjual barang yang lebih umum dan dimana mana ada, mungkin Anda harus berpikir bagaimana memberi penawaran yang lebih menarik agar produk Anda yang lebih dipilih. Walaupun harga lebih murah, keuntungan lebih sedikit, tapi jika Anda berhasil menjual banyak maka profitnya juga akan bagus. Akan banyak pelanggan loyal yang akan Anda miliki.

Jika Anda terbentur dengan keterbatasan dana, maka bisa Anda mulai dulu dengan melamar pekerjaan. Jangan malu bekerja lagi meskipun dulunya Anda bekas pemilik perusahaan. Ini hanya langkah awal untuk Anda mulai menata hidup profesional Anda. Jika usia Anda sudah terlalu matang dan kiranya susah untuk diterima kerja di kantoran, maka bekerja dengan membuka usaha  sendiri bisa jadi pemikiran jalan keluar tercepat. Jangan pikirkan usaha yang investasi puluhan ratusan milyar, tapi cukup dengan persediaan uang yang Anda masih punya saat ini. Hindari banyak berhutang untuk memulai usaha, karena usaha Andapun belum tentu berhasil. Anda harus berusaha dalam posisi aman agar hidup Anda tetap nyaman, tidak dikejar kejar penagih hutang. Atau kalaupun berhutang ambil dari kalangan keluarga yang tidak terlalu ketat dalam hal bunga berbunga, tenggang waktu, dll yang menjerat. 

Jika Anda punya skill spesifik yang khusus, Anda bisa gunakan skill ini untuk menghasilkan uang. Misal skill memotret bisa mendorong Anda untuk mulai menjual jasa foto atau menjual hasil hasil karya foto Anda. Skill memasak roti, maka Anda bisa mulai membuat dan menjual roti made in Anda sendiri mulai dari tetangga , kawan anak, kawan suami atau istri, saudara sampai di tempat tempat komersian lain. Bahkan saat ini lebih mudah lagi menjual dengan addopt layanan penjualan online. Jual beli adalah cara instant mendapakan uang.

Perluas wawasan informasi usaha Anda dengan memberi waktu misal seminggu untuk menjelajahi informasi via internet dan google untuk mencari opsi dan referensi yang mungkin bermanfaat dan tepat bagi Anda. Salin dalam agenda Anda dan pelajari lebih dalam dan detil untuk 1-3 opsi yang paling menarik bagi Anda.  Ingat..usaha tidak harus apa yang Anda suka juga.  Yang penting adalah apa ada prospeknya. Anda bisa kolaborasi dengan beberapa kawan yang punya skill khusus untuk sama sama memulai usaha baru. Yang penting Anda dan kawan Anda bisa bekerja sama sesuai kapasitas dan bidang keahlian masing masing. Jangan takut untuk pindah bidang pekerjaan. 

Semua hal bisa dipelajari dengan dilaksanakan. Learning by Doing. Mulai dari yang kecil dulu, tapi jalani dengan sabar dan tekun juga berhemat. Pelajari setiap detil langkah dan kebutuhan bisnisnya.  Pasti untuk kearah jadi lebih besar seperti dulu akan lebih mudah jika sudah berani memulai lagi. Akan lebih mudah bagi Anda karena dulu Anda bekas pebisnis. Logika bisnisnya akan lebih mudah bagi Anda dibanding jika yang memulai masih pemula atau awan terhadap bisnis. Belajar bersama dengan mitra kolaborasi bisa jadi akan lebih cepat dan aman. Ada teman diskusi , setap investasi dan kerugian bisa dibagi bersama. Untuk usaha skala kecil menengah, jangan kolaborasi dengan terlalu banyak mitra. Cukup 1-2 orang saja dalam satu bidang usaha, agar tidak terlalu banyak masukan yang tidak perlu dan membuat visi misi dan pengambilan keputusan menjadi bias.

Jika perlu usaha kecil rumahan dulu untuk awal jalani dulu. Tidak usah berpikir terlalu birokratif dengan fokus pada pendirian PT atau CV, struktur organisasi, dll hal formil legal. Jalani dulu ala UKM style, pelajari dulu flow kerjanya dan cashflownya. Cari kelemahan kekurangan yang masih Anda dan mitra miliki, perbaiki satu persatu, selalu minta pendapat dr kastemer Anda mengenai apa yang mereka rasa dari produk dan pelayanan Anda, dan jadikan bahan untuk Anda meramu resep SOP usaha Anda dan mitra. Jika dalam berjalannya waktu, usaha sudah semakin besar dan Anda merasa yakin mantap untuk melangkah lebih jauh dan lebih besar, baru Anda silakan melanjutkan ke aspek legalitas badan usaha resminya.

Intinya, masih ada kehidupan yang cerah dan masa depan cerah setelah kejatuhan. Jadikan kesuksesan dan kejatuhan sebagai sesuai yang wajar, itulah kenyataan hidup dan tidak perlu panik atau histeris. Selama kita masih bernafas, selama kita masih ada semangat dan selama kita masih mau menggunakan otak kita untuk berpikir, dengan hati yang bersih, maka dengan ridho Alloh SWT, masa masa sulit pasti akan berlalu. Keraskan hatimu, bulatkan tekadmu dan semangati perjuanganmu..Aku adalah Aku. Aku adalah panglima perang perjuangan hidupku sendiri. Aku tidak akan perduli. Aku akan hidup seribu tahun lagi.

SEMANGAT SUKSES 
( Mirza A.Muthi )


Minggu, 02 Februari 2020

Kesempatan + Persiapan = Peluang



Banyak orang bilang, kalau ada kesempatan maka jangan dilepas. Tidak ada 2x kesempatan datang. Di kolom Artikel sudah saya bahas bahwa antara Kesempatan vs Jebakan batasannya sangat tipis sekali. Jikapun sudah dipertimbangkan dari biaya dan kewajaran maka perlu dipertimbangkan apakah kita betul sudah siap mengambil kesempatan tsb? Kesiapan yang dimaksud adalah apakah kita sudah memiliki semua kemampuan yang dibutuhkan untuk mengambil kesempatan tsb dan mengolahnya menjadi peluang? Masalah hasilnya nanti akan berhasil atau tidak, itu tahap berikutnya. Tapi keputusan mengambil kesempatan tsb harus dipertimbangkan dari dasar kesiapan.

Misalnya apakah kita punya sumber daya yang dibutuhkan? Keuangan apakah cukup? Sumber Daya Manusia dengan skill yang dibutuhkan, apakah sudah punya? Kelengkapan sarana dan peralatan, apakah cukup memadai? Apakah punya jaringan yang tepat untuk support bahan baku, dll. Memang tidak selalu harus kita miliki atau usahakan sendiri, bisa juga mengajak mitra pihak lain. Mungkin dalam bentuk dialih kerjakan ke pihak lain yang memang sudah siap dan mampu, merekrut kerjasama mitra per project atau merger dengan orang atau pihak yang tepat skillnya lalu membentuk badan usaha baru. Banyak cara melakukan persiapan, bukan berarti Anda harus siap dari sumber daya sendiri. 

Persiapan juga berarti Anda harus selalu menambahkan kemampuan pada skill, pengetahuan, pengalaman, jaringan, dll. Berarti ini adalah pekerjaan seumur hidup, karena hidup dan situasi jaman terus bergerak maju. Misalnya dulu pekerjaan menggambar layout design, denah sampai 3D persepective, seorang arsitek biasa menggunakan meja gambar. Tapi di era sekarang lebih cepat , akurat dan mudah menggunakan software AutoCAD. Jika para arsitek senior mandiri tidak ikut belajar menguasai skill AutoCAD, maka pasti akan kehilangan project project walaupun itu bisa disebut kesempatan. Maka semakin seorang arsitek mandiri tidak mau belajar menggunakan AutoCAD maka akan semakin kehilangan kesempatan mengerjakan project project sampai akibatnya kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Kecuali kalau dia mendirikan perusahaan atau konsultan dimana dia bermitra atau mempekerjakan arsitek arsitek muda yang menguasai skill AutoCAD. Arsitek senior yang bertugas melobby project dan berdasarkan jam terbangnya bisa  memberi saran saran pengembangan design kepada arsitek muda. Itu sebagai langkah solusi agar kesempatan tetap bisa jadi peluang karena ada persiapan. 

Persiapan yang ditambah dengan innovasi yang tidak biasa,  sehingga menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda, maka itu akan memberi "added value" atau nilai tambah. Orang akan lebih memilih produk atau jasa yang memiliki nilai tambah dibanding yang masih plain dan biasa saja. Kemampuan untuk memberi Nilai Tambah ini biasanya datang dari pelaku pelaku senior, sudah banyak pengalaman, memiliki skill kemampuan berpikir konsep dan bisa secara detil mengaplikasikannya di lapangan juga visioner untuk mengantisipasi kesempatan masa depan dari sejak periode saat ini.

Kemajuan karir atau pencapaian positif dalam hidup karena kesuksesan pengambilan peluang demi peluang yang kita lihat sebagai kesempatan demi kesempatan yang bisa terlihat atau yang disodorkan kepada kita. Maka selama kita masih di usia produktif dengan terus mengumpulkan skill dan pengalaman spesifik, terus belajar tiada henti dan latihan berinovasi dan mengevaluasi, adalah sangat penting dalam rangka sewaktu waktu kita sudah siap pada saat kesempatan datang. Tapi jangan lengah, semua pencapaian karir dan hidup ini bisa langsung hancur dengan sekali saja kita salah mengeksekusi kesempatan sampai peluang ini akhirnya menjadi jebakan yang menghancurkan semua hasil pencapaian, seperti jabatan, posisi, status sosial, harta, nama baik, bahkan keluarga. 

Bersiaplah terus tanpa henti untuk sewaktu waktu siap menerima kesempatan dan buat peluang, tapi jangan gegabah karena ini bisa jadi jebakan. Termasuk jikapun semua berjalan lancar dan baik, tapi Anda yang terlena dengan keberhasilan sampai kehilangan integritas dan tidak bisa memegang amanah keberhasilan, lalu menyalah gunakan posisi jabatan dengan misalnya melakukan korupsi. Maka yang tadinya adalah peluang akan seketika berubah menjadi jebakan saat kecurangan Anda diketahui. Jadi jika Anda sudah jadi pribadi yang sukses dan berhasil, jangan terlena, tetap hiduplah selalu dengan karakter yang baik di jalan yang benar dan lurus.

SEMANGAT SUKSES
(Mirza A.Muthi)

Jumat, 03 Januari 2020

Menilai Kawan Secara Objektif


Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya, Bagaimana Memilih Teman Yang Baik dan Benar?

Seperti sepenggal lagu grup musik kesayangan bapak saya: Bimbo, tidak disanksikan bahwa seorang anak sebaiknya lebih tepat bertanya kepada bapak ibunya lebih dahulu sebelum bertanya kepada orang lain. Karena Bapak dan Ibu tidak ada maksud tersirat dari setiap nasihat yang diberikannya. Hanya ada keinginan agar anaknya dapat semua hal yang terbaik yang bisa didapat dalam hidupnya, menyelesaikan segala masalah dalam hidupnya dengan baik, tercapai segala harapan dan doa, juga memiliki teman teman dan pendamping hidup yang benar benar tepat dan dibutuhkan secara  positif dalam jalan lurus hidupnya.

Orang tua berperan besar dalam mengajari anaknya cara memilih kawan. Misalnya dalam memilih sekolah anaknya, dalam tingkat SD-SMA,  sudah tentu mempertimbangkan situasi lingkungan sekolah dan bagaimana kelakuan kawan kawan yang akan jadi calon lingkungan dan kawan anaknya di sekolah. Tidak sedikit orang tua yang rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk urusan pemilihan sekolah anaknya dengan pertimbangan menyediakan lingkungan dan pergaulan yang baik dan mendukung bagi anaknya sejak dini. Disini akan dibentuk cara bergaul yang positif dan kondusif yang akan membentuk kebiasaan dan karakter anaknya. Bicara tidak kasar, kepribadian tidak emosional, bisa berdiskusi menerima pendapat dan mengajukan gagasan, simpati dan memupuk sifat peduli, empati dan banyak lagi. Maka sekolah sekolah yang sering diberitakan terlibat dalam tawuran antar sekolah atau banyak diberitakan siswa siswinya sering bermasalah, pasti tidak akan jadi pilihan para orang tua untuk tujuan menyekolahkan anaknya jika tidak sangat terpaksa sekali. Salah satu cara agar orang tua bisa mengawasi pergaulan anaknya adalah dengan sering sering mengajak ngobrol anaknya mengenai apa yang terjadi di sekolahnya. Undang teman teman sekolah anaknya sesekali untuk makan sama sama di rumah, sambil orang tua bisa mengamati bagaimana karakter dan sifat teman teman dekat anaknya. Dari teman temannya bicarakan ke anak bahwa si A karakternya begini, suka bicara kasar dan emosional, tidak baik untuk dijadikan sahabat karena akan mendorong anak jadi memiliki sifat sama begitu juga. Tapi si B boleh dijadikan sahabat, karena sifatnya penolong, peduli. Si C bisa dijadikan tempat bertanya, karena sepertinya karakternya dewasa, bijaksana dan mengayomi, dll. Memberi contoh contoh karakter nyata pada kawan kawan yang dikenal anak akan memudahkan anak untuk mendapatkan contoh contoh nyata bagaimana orang dengan karakter ideal yang dimaksud orang tuanya.

Ada juga sebagian cara orang tua jikapun ada uang, lebih baik mendaftarkan di sekolah swasta yang mungkin lebih baik dari ketat menjaga peraturan tata tertib sekolah dan lebih selektif dalam segi aspek lingkungan pertemanan. Atau sekalian sekolahkan di pondok pesantren atau masuk asrama agar bisa diawasi dan dibimbing ketat oleh para guru dan pengasuh selama 24 jam. Jangan lupa, kawan kawan sekolah yang dikenal anaknya pada saat sekolah akan jadi investasi penting pada saat dia mulai masuk dunia profesional. Banyak sekali perusahaan didirikan bersama teman semasa SMP atau SMA. Atau berjodoh dengan kawan semasa SMA yang sekarang sudah sukses dan mapan, atau sama sama berbisnis mandiri dengan geng masa SMP dulu. Berbisnis dengan teman salah satunya akan lebih mudah untuk memulai karena sudah saling kenal sifat, karakter dan percaya bahwa skill yang dimiliki masing masing teman saat dewasa bertemu lagi bisa jadi sinergi untuk sebuah tujuan profesional.

Tidak ada cara yang baku dalam memilih teman, karena hierarkhinya kita harus berteman dulu, bergaul dengan teman tsb, baru bisa menilai dan mengambil sikap dalam memilih siapa yang dijadikan sekedar teman sekolah, dijadikan sahabat untuk dibawa dalam pertemanan sehari hari, diberikan kepercayaan lebih untuk bisa diajak masuk ke wilayah lebih private, atau mana yang bisa diajak sinergi dalam kegiatan lain yang sesuai penilaian kita terhadap kawan tsb. Atau bahkan bisa diputuskan mana teman yang harus ditinggalkan dan dijauhi karena tidak akan memberi manfaat apapun bahkan cenderung merugikan dengan memberi pengaruh buruk negatif kepada Anda. Ingat, kawan /sahabat baik bukan berarti yang selalu yes man, ikut saja, mendukung, apa yang Anda mau atau akan lakukan. Justru sahabat baik harus berani dan bisa menasihati, memperingatkan, melarang, bahkan memarahi Anda jika dia pikir Anda sedang melakukan suatu hal yang salah yang mungkin Anda tidak lihat atau sadari.

Menyikapi kawan juga harus disesuaikan dengan situasi dan lingkungannya. Seperti di kantor, sesama staff kantor pada akhirnya akan jadi kawan. Bahkan atasan kita dalam situasi informal diluar kantor, bisa kita anggap sebagai kawan. Tentu ada beda antara tata cara berkawan dan tata cara sebagai sesama profesional yang masing masing dikenai tugas tanggung jawab kerja yang dinilai oleh perusahaan. Jangan sampai pertimbangan dan penilaian kita bias antara sebagai kawan dan sebagai profesional. Sahabat baik di dalam pertemanan dan pergaulan sehari hari, tapi jangan ikut ikutan jika diajak melakukan perbuatan curang pada perusahaan tempat bekerja. Hal tsb bisa merugikan Anda jika Anda harus berhadapan dengan masalah pekerjaan. Akan ada konflik batin apa Anda akan berat sebagai kawan atau tetap seimbang proporsional sebagai profesional yang dinilai berdasarkan KPI yang sudah disepakati. 

Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak saya, tidak Anda, tidak juga siapapun. Manusia pada fitrahNYA adalah makhluk sosial, maka setiap manusia membutuhkan manusia lain. Dalam istilah sederhana dan untuk pergaulan sehari hari, setiap kita butuh kawan. Tidak terkecuali seorang anak, remaja, bahkan menjelang kita usia 50 tahun saja kita masih butuh teman dan kawan. Maka kita yang sudah berumur 50 tahun akan sangat senang sekali ikut hadir dalam reuni SMP atau SMA. Rasanya seperti muda kembali karena sama sama berkumpul dengan kawan kawan masa sekolah mengulang memori lama. Maka satu kawan terasa kurang tapi satu musuh sudah terlalu banyak. Kawan mewarnai sepanjang hidup kita, membentuk sifat dan karakter kita bahkan menjadikan masa depan dan keberuntungan kita akan seperti apa. Bijaksanalah dalam berespond dengan apa yang Anda bisa nilai dan amati dari kawan kawan Anda agar membawa manfaat dan membuat hidup Anda lebih baik.

SEMANGAT SUKSES
(Mirza A.Muthi)


Senin, 02 Desember 2019

TUGAS DARI PIMPINAN

Tanya :
Selamat pagi,

Saya mendapat tugas dari pimpinan saya untuk membuat makalah :
Dengan siapa saja kita bekerjasama ( dengan mengikuti Magic words à Siapa, apa, mengapa dan bagaimana)
Saya sudah mencarii dlm ilmu marketring, namun hingga sekarang  belum menemukan
Mohon bantuan penjelasannya
Terimakasih sebelumnya 
Salam
Ms. I

Jawab :
‎Selamat Sore Ms. I,
Who, What, Why, When, How, itu kata kata kunci untuk kita bisa menganalisa sebuah situasi. Cara bertanya pada diri sendiri adalah cara yang paling tepat untuk "memaksa" kita mencari tahu jawaban ilmiah dan alternatif masuk akalnya lalu menganalisa. Sepertinya  Magic Words di ilmu marketing lebih sering dimaksudkan untuk ucapan: "Tolong, Terimakasih dan Maaf". Kenapa dikatakan "Magic", karena ucapan kata kata ini bisa membuat pendekatan yang lebih baik pada seseorang, sehingga komunikasi berjalan lebih  kondusif dan memberi kesan positif pada kepribadian siapa yang mengucapkan. Selanjutnya jika kesan sudah baik diterima calon konsumen, maka menjual akan menjadi lebih mudah.

Saya tidak jelas Iin bekerja dalam posisi apa dan di department apa. Juga perusahaan apa, bergerak di bidang apa. Jawabannya jika saya berikan contoh kasus, pasti akan sangat spesifik terkait dengan bidang kerja Iin. Kalau hal ini ditugaskan oleh pimpinan, pasti terkait dengan tugas Iin di department. Saya coba analisa bahwa pimpinan Iin meminta Iin mencarikan mitra kerjasama yang tepat untuk sebuah target kerja. Sekarang kita pahami dulu kenapa harus bekerjasama. Berarti ada kebutuhan perusahaan Iin yang tidak bisa dipenuhi sendiri oleh perusahaan, maka meminta support dari pihak luar perusahaan dan yang namanya kerjasama biasanya diusahakan dengan tujuan agar minim biaya. Intinya bermitra dengan saling mengisi kekurangan atau kebutuhan dengan kekuatan masing masing pihak agar keduanya bisa bergerak bersama menuju satu tujuan.

Jadi definisikan dulu, tujuan kerjasama ini apa? tentunya sesuai dengan bidang tugasnya. Lalu rangkai satu persatu secara berurutan prioritas kapan dikerjakan (when). Untuk mencapai tahap pertama, akan mengerjakan apa saja (what), kenapa kita perlu melakukan hal tsb (why), apa bisa ada plan B, plan C, dst? siapa saja person in charge yang dibutuhkan (who), bagaimana proses kerjanya (how) dan apa alat ukur keberhasilannya (KPI). Dalam mencari mitra kerjasama, coba cari penawaran yang terbaik atau paling tepat bagi perusahaan. Cari beberapa "who", siapa saja pihak pihak luar yang bisa dijadikan mitra kerjasama. Sampaikan maksud tujuan kerjasama ini dan biarkan pihak calon mitra menyampaikan penawarannya. 

Cari mitra yang paling tepat dan cocok untuk kebutuhan tujuan kerjasama ini. Ingat, bukan hanya dinilai dari siapa yang bisa memberikan penawaran paling murah, paling banyak secara financial, tapi pertimbangkan juga hal hal profesional. Mungkin memang kita perlu mitra yang punya nama besar sehingga tujuan kita lebih cepat dikenal luas, atau mungkin kita perlu yang paham sekali proses hard selling ke buyer sehingga ada transfer knowledge yang bisa kita serap selepas masa kerjasama ini, dll. Maka definisikan dulu tujuan kerjasama ini untuk apa. Dari didapatkannya definisi tujuan ini baru dirinci semua pertanyaan2 tsb. 

Tapi kerjasama bukan berarti hanya berurusan dengan mitra usaha. Justru mitra usaha sejati pengusaha sebenarnya  adalah para karyawan/teamwork dan para konsumer/pembeli/calon pembeli. Coba perhatikan usaha yang hanya berkonsep buka toko, tungguin, melayani sekedarnya dan transaksi dagang, dengan usaha yang menggunakan konsep jelas dan pelayanan prima sehingga memberikan pengalaman belanja yang berkesan. Sudah tentu toko yang sekedar dagang dan toko yang sedang berbisnis akan jauh berbeda jumlah tamunya, omzetnya dan perkembangan usahanya. Gunakan pola pikir 5 W sehingga mendapatkan 1 How, bagaimana membuat usaha yang jauh lebih baik bagi pemilik usaha dan pengalaman kepuasan pembeli. Oleh sebab itu, saya pikir tutupnya banyak kios/ toko ritel di mall mall saat ini, saya rasa bukan melulu disebabkan oleh kalah bersaing dengan dagang online. Tapi lebih disebabkan tidak adanya lagi hal pengalaman menarik yang bisa didapatkan konsumen dari belanja di toko/kios. Makin kesini belanja telah menjadi experience lifestyle, bukan lagi hanya keluar rumah, ke toko , lalu belanja, dapat barangnya, bayar, terpuaskan, lalu selesai. Perilaku konsumen telah berubah dan menuntut banyak dari kita pelaku usaha. Barang yang bagus, harga yang pantas, keramahan yang tulus, komunikasi yang cair dan basa basi ramah, bahkan sampai ke interior dan suasana cozy di toko, display produk supaya bisa swalayan memilih produk, kemudahan akses untuk bertanya lebih detil tentang produk, bahkan seragam pelayan bisa memberikan kredit point tertentu sesuai thematic konsep produk dan akhirnya secara keseluruhan yang bisa dibawa pulang selesai belanja adalah bukan lagi sekedar barang yang dicari tapi juga pengalaman berbelanja dan " rasa terpuaskan " yang beda dibanding jika belanja di toko lain. Apalagi jika manajemen pengelola mall dimana toko Anda berada juga berpikir out of the box , memiliki strategi dan upaya beda untuk memberi shopping experience yang berbeda kepada para pengunjung sehingga akan memberi value kepada para tenant.

Sejauh Anda hanya sanggup mengelola toko dengan konsep dagang konvensional, maka siap siap harus kehilangan mitra pelanggan/pembeli/calon pembeli dan jangan langsung salahkan karena gempuran  belanja online. Koreksi diri dulu sudahkah pengelolaan  toko Anda berorientasi kepada bisnis dibanding dagang. Tidak terlalu penting lagi apakah toko Anda ada di Mall atau di pinggir jalan , karena saat ini ada value yang lebih dihargai oleh para pelanggan daripada sekedar ketemu barang di toko yang di datangi. Untuk usaha supaya orang mau datang ke toko itulah yang sekarang harus jadi fokus usaha dan strategi. Jika pelanggan sudah terpikat dan terpesona, kadang kalaupun barang yang dicari tidak ada, maka dia dengan senang hati akan mencari produk substitusi atau sekalian produk yang lain dan tetap terpuaskan.

Kalau Iin di department punya team, bikin diskusi grup bagaimana sama sama menjawab pertanyaan ini. Bekerjalah sebagai team mulai dari mendefinisikan masalah, membuat pertanyaan tsb diatas, mencari jawabannya, meng-explore alternatif alternatifnya, membuat perencanaan, pembagian tugas lalu mengeksekusinya di lapangan sebelum akhirnya dievaluasi lagi progress dan hasilnya. 

SEMANGAT SUKSES
 (Mirza A.Muthi)