Kamis, 01 Agustus 2019

Takut Berbicara Tidak Bermanfaat Apa apa


Beberapa kasus kenapa seseorang tidak mendapatkan kemajuan dalam hidupnya ternyata terkendala masalah "takut berbicara". Maksudnya adalah tidak bisa berbicara di depan umum, atau takut memulai bicara duluan dengan orang lain terutama jika orang yang baru saja dikenalnya, atau takut bertanya dalam suatu situasi walaupun permintaan pertanyaan sudah dilemparkan oleh pembicara untuk ditanggapi. 

Macam macam penyebabnya, antara lain rasa tidak percaya diri karena latar belakang ekonomi, mungkin karena kurangnya pengetahuan/latar belakang pendidikan, kurangnya pengalaman berinteraksi dengan orang lain di lingkungan baru, terbiasa bertahun tahun tinggal di satu lingkungan yang itu itu saja, latar belakang sering disalahkan atau tidak ditanggapi pada saat mencoba berbicara di keluarga dan beberapa hal sebab lainnya. Beberapa sebab bahkan sangat spesifik dan sudah mengakar sehingga membutuhkan bantuan psycolog untuk mengorek penyebabnya dan memperbaikinya. Tapi yang saya akan bahas saat ini adalah motivasinya, kenapa kita perlu memiliki keberanian untuk bisa mulai  "berbicara". 

Berbicara mewakili perasaan seseorang, bahkan mencerminkan isi pikiran dan pengetahuan seseorang. Banyak kita salah menilai orang jika hanya melihat dari penampilan, tapi pada saat dia berbicara baru bisa kita menilai kapasitasnya. Ada yang penampilan modis, kelihatan glamor berkelas, tapi begitu berbicara maka kita bisa hilang respect terhadap dia karena ternyata isi otaknya tidak secemerlang penampilannya. Atau sebaliknya pada awal bertemu agak meremehkan karena penampilannya sangat sederhana, tapi begitu dia berbicara dan kita berdiskusi maka timbul rasa hormat dan kagum kepada dia karena ternyata apa yang ada di pikiran, pengalaman,  visi jalan hidupnya jauh lebih bersinar daripada penampilannya, bahkan dibanding kita yang kita rasa sudah cukup hebat.
Tidak ada orang yang bisa menebak apa yang ada di dalam hatimu. Misal seorang istri yang terus terusan murung karena merasa suaminya tidak peka terhadap keinginannya, sementara suami betul betul bingung dan tidak tahu secara pasti apa yang sedang diinginkan istrinya. Sedikit sekali suami yang bisa membaca apa yang ada dalam hati istrinya. Maka akan susah sekali membangun hubungan suami istri yang kondusif jika istri tidak berani bicara menyampaikan apa yang sedang dia harapkan dari suaminya. Seandainya saja istrinya bisa bicara langsung kepadanya tentang apa yang sedang diinginkannya tentu hubungan tidak akan menjadi rumit.
Anda bisa jadi adalah seorang karyawan yang sudah tahunan berada di posisi dan jabatan yang itu itu saja. Tentunya gaji dan fasilitas yang Anda dapaykan juga itu itu saja. Sebenarnya Anda pintar dan cerdas, secara diam diam Anda bisa mendefinisikan dengan jelas apa saja kekurangan yang saat ini sedang terjadi dalam proses pekerjaan selama ini. Bahkan Anda tahu cara mengatasi kekurangan tsb untuk hasil kerja yang lebih efektif dengan hasil lebih optimal. Tapi karena Anda tidak berani bicara mengemukakan pendapat dalam setiap meeting maka atasan Anda tidak pernah tahu jika sebenarnya Anda lebih dari yang atasan dan rekan rekan Anda tahu.

Di lingkungan yang baru saja Anda tinggali setelah pindah dari kota terdahulu ke kota tempat tinggal Anda yang baru ini, sudah selama ini sepertinya Anda tidak punya teman teman baru. Hidup Anda rasanya sepi hanya sekedar kerja setiap hari tapi setelah itu membosankan. Tidak ada kawan untuk menyalurkan hobby, untuk sekedar kongkow di cafe, untuk menemani berolah raga sore, dan kehidupan normal lainnya. Tidak punya teman karena tidak berani menegur orang orang yang baru ditemui. Bahkan sekedar bertegur sapa dengan tetangga saja tidak berani. Akibatnya Anda akan dinilai sebagai tetangga baru yang sombong karena tidak bersosialisasi. Hal ini membuat Anda sedih karena sebenarnya Anda ingin sekali punya kawan baru yang banyak. Jadi jelas sudah kalau tidak berani bicara ini akan sangat merugikan bagi Anda sendiri.

Memang ini masalah kebiasaan. Kebiasaan diam, tidak berani bicara, jangan jangan bahkan tersenyum saja susah lama lama bisa jadi sifat karakter Anda, tapi tentu saja karakter yang merugikan. Apakah bisa dirubah? tentu saja bisa. Rubah kebiasaan Anda, rubah tindakan Anda, awali dengan rubah mindset Anda. Yakinkan dalam hati Anda bahwa saya akan jadi orang susah dalam 5 tahun ke depan jika tetap saya tidak berani mulai berani berbicara dengan orang lain atau di depan umum. Lalu rubah tindakan Anda. Mulailah dengan sapaan ringan jika bertemu tetangga, misal selamat pagi mas, selamat sore mba, assalamualaikum pak, dst..Lakukan sebanyak mungkin jika bertemu orang. Tidak ada ruginya, paling kalau lagi apes Anda akan dicuekin saja. Tapi toh Anda tidak akan rugi apa apa dengan masalah tsb bukan? Jalankan terus jangan pedulikan, yang ingin berubah kan Anda bukan orang lain. Lihat bagaimana perubahan pelan pelan terjadi. Tetangga Anda yang tadinya suram wajahnya kalau melihat Anda, sekarang sudah mulai tersenyum dan menyapa Anda. "Apa kabar mas? baik sehat?". Tentu saja Anda harus menjawab dengan sopan pertanyaan sapaan ini, jangan lupakan etika supaya Anda tidak mendapat image negatif dari orang lain. Maka dari perkembangan sapaan ini komunikasi mulai terbuka. 

Jadikan ini kebiasaan. Anda harus terbiasa untuk bertegur sapa dengan tetangga tsb. Lakukan itu setiap hari setiap saat jadikan kebiasaan baru. Maka jika sudah lebih dekat dan sudah sering terjadi percakapan bolak balik dan apapun kemudian bisa terjadi. Mungkin ada ajakan ronda bersama, undangan arisan RT, ikut lari pagi bareng atau bahkan ajakan buka warung makan sama sama di depan jalan. Hidup Anda berubah jadi lebih berwarna dan dinamis. Mungkin saja ajakan usaha bersama ini salah satunya akan berhasil menjadi jalan rejeki dan merubah hidup Anda jadi lebih baik. 

Ini Anda baru berbicara di lingkungan tetangga, coba Anda perluas wilayah berani bicara Anda ke pertemanan, ke lingkungan kawan sekantor, lalu berani berpendapat kepada pimpinan kantor, berani memberi saran dalam meeting kerja, lalu meningkat berani presentasi di depan investor, dst. Tunjukan pada kawan kawan sekantor dan atasan bahwa Anda juga punya pandangan yang innovatif kreatif   tentang solusi sebuah masalah kerja.  Lama lama atasan Anda akan mempertimbangkan posisi jabatan yang lebih baik dan pantas buat Anda. Saat ini belum tentu karyawan yang sudah loyal dan kerja sudah tahunan di perusahaan yang bisa cepat naik posisi. Tuntutan kerja saat ini bukan berorientasi kepada senioritas tapi kepada kapasitas. Kapasitas dan kecerdasan seorang karyawan potensial seperti Anda hanya bisa terlihat jika Anda berani speakout dan memaparkan gagasan dan pemikiran Anda. Lihat kan.., berani bicara ternyata akan merubah hidup Anda.

Semakin sering Anda bicara maka semakin ahli Anda di bidang tsb. Walaupun mungkin topiknya masih yang sama tapi Anda semakin ahli menambahkan pernak perniknya untuk menambah menarik penyampaian. Selanjutnya berani bicara, tapi jangan lupa perbanyak juga mendengar. Karena Anda perlu terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda agar materi pembicaraan Anda terus bertambah.

SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)



Senin, 01 Juli 2019

Tidak Bisa Senangkan Semua Orang



Ada pertanyaan bagaimana sikap menjadi pemimpin sebenarnya? Jika terlalu keras, tidak disukai bawahan. Tapi jika terlalu lembek malah jadi susah mengatur karyawan. Tata tertib susah diterapkan. Selalu ada saja 1-3 orang karyawan  trouble maker bahkan provokator.

Menjadi leader/manager/pimpinan bukan berarti kita harus berusaha untuk disukai semua orang. Tugas Anda adalah membangkitkan potensi terbaik yang team Anda miliki, meningkatkannya, memberdayakan dan mengarahkannya secara personal maupun team agar bisa berkinerja sesuai dengan SOP, bersama sama menuju tujuan yang sudah ditetapkan perusahaan. Jika dalam rangka tujuan ini dalam prosesnya ada anggota team yang tidak bisa mengikuti, mungkin dalam rangka kekurangan skill, kekurangan motivasi, atau bahkan ketidak inginan untuk memberikan kontribusi sesuai yang diharapkan, maka Anda wajib untuk mengantisipasinya. Jangan sampai 1-3 orang anggota team seperti ini menghalangi soliditas team dan memperlambat kinerja team mencapai tujuan.

Pertama Anda harus tanyakan apa masalah mereka, mungkin ada masalah intern yang mengganggu. Kita tetap harus perlakukan anggota team sebagai manusia. Jika dia bisa terbuka kepada Anda, menceritakan apa yang menjadi kendala, bukan berarti juga Anda harus menjadi solusi dari masalah tsb. Sebatas Anda bisa beri saran dan nasihat lalu itu bisa merubah kinerjanya maka Anda sudah sangat baik bertindak sebagai pimpinan. Tapi jangan fokus dan waktu Anda habis untuk menangani masalah pribadi mereka. Anda bertugas dan bekerja untuk perusahaan, bukan sebagai konselor pribadi. 

Selanjutnya Anda bisa arahkan anggota team yang bermasalah ini pada bagian SDM. Biar bagian SDM melakukan tahapan proses konseling pantauan dan penilaian bahkan sampai keputusan tetap mempekerjakan atau memberhentikan. 
Sebaiknya tidak ada penilaian terhadap karyawan berdasarkan like and dislike atau pertimbangan tidak objective lainnya. Itu akan mengacaukan nalar dan logika Anda bahkan berpotensi memancing opini dari bawahan Anda jika Anda tidak fair , tidak profesional dan tidak bijaksana sebagai pemimpin.

Justru kegagalan pemimpin adalah berusaha menyenangkan semua pihak dan tidak fokus pada tujuan utama. Begitu juga dalam proses kerja menuju pencapaian tertentu. Pribadi pribadi punya banyak kepentingan dan keinginan yang kebanyakan bernilai pemikiran pribadi. Tidak ada atau sedikit sekali keinginan pribadi yang bisa sama karena berbicara melalui proses, cara, metode, taktik, startegi yang walaupun tujuannya sama tapi prosesnya bisa berbeda. Yang pasti tujuan bersama memang mengandung pendapat pro dan kontra terutama dalam prosesnya. 

Tapi opsi opsi cara mencapai tujuan bersama ini tetap bisa diambil dari masukan member team. Dengarkan pendapat orang per orang dan pertimbangkan dengan pikiran yang jernih berdasarkan keilmuan dan pengalaman. Kolaborasikan semua input dengan strategi yang Anda yakini bisa mencapai tujuan tsb secara lebih efektif dan cost paling efesien dengan keberhasilan yang paling optimal.

Kecerdasan, pengalaman, cara Anda memutuskan strategi sebagai solusi, memberi arahan kerja dan bimbingan teknis detil kepada team akan secara clear dan jelas menegaskan bahwa Anda adalah pimpinan yang pantas, mampu dan harus diikuti dan dihormati, bukan ditakuti. Justru kenapa itu dibutuhkan pemimpin yang bijaksana, cerdas, berpengalaman dan tegas mengutamakan tujuan bersama dan tidak fokus pada menyenangkan hati orang per orang dalam teamnya. 

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 01 Juni 2019

Kenapa Jadi Pengusaha?


Ada pertanyaan kenapa ada orang yang walaupun sudah berkali gagal bikin usaha, tetap saja dia terus mencoba bikin usaha lagi?
Karena bagi mereka atau bagi saya pribadi, membuka usaha bukan sekedar mencari nafkah, tapi juga adalah cara beribadah. Sebagaimana yang kita sama sama tahu bahwa Nabi Besar Muhammad SAW adalah pedagang. Mungkin jaman dahulu, usaha adalah dagang. Dagang adalah jenis usaha yang paling konvensional , paling tua dan sederhana. Saya mencoba menganalisa kenapa lebih baik seorang muslim berdagang atau membangun usaha?

Sebagaimana setiap muslim pahami bahwa ibadah didefinisikan sebagai nilai positif dari hubungan yang dibangun. Hubungan manusia kepada Alloh SWT Maha Pencipta dan hubungan manusia dengan manusia. Nilai positif hubungan antara umat dengan Tuhannya adalah pahala. Tapi siapa yang yakin bahwa ibadah seorang ummat diterima Alloh SWT? Sebagaimana kita beribadah untuk pribadi, sholat wajib dan sunnat, puasa, zakat, naik haji dan umroh, mengaji, berdoa, berdzikir dan amalan amalan lain. Walaupun rasanya kita sudah bersungguh sungguh beribadah, lalu dari ibadah yang mana yang kita yakin akan diganjar pahala? Seberapa besar pahala yang telah kita kumpulkan selama hidup ? apakah sudah cukup untuk bekal kita di akhirat nanti agar terhindar dari siksa neraka? Siapa manusia yang pasti tahu ? Hendaknya sebagai hamba kita tetap berusaha beribadah sebaik baiknya, sekhusuknya, seiklashnya, dan walaupun kita tidak tahu dari amalan ibadah mana yang berpahala bagi kita, tetap kita berprasangka baik kepada Alloh SWT untuk menerima seluruh amal ibadah kita. 

Itu hubungan vertikal kita dengan Tuhan kita. Tapi dalam hubungan antar manusia, yang sudah pasti kita berinteraksi setiap hari dengan sesama manusia, bisa kita rasakan dan amati langsung. Jalanilah fitrah manusia sebagai rahmat bagi manusia lain dan seluruh alam. Lebih baik memberi daripada menerima, yang berlebih memberi yang kekurangan, dan banyak lagi ajaran tentang pola hubungan antar manusia yang bernilai positif.  Jikapun kita tidak tahu pasti bahwa Alloh SWT mengganjar pahala bagi upaya kita, misal dengan jadi pengusaha lalu menggaji karyawan atau pekerja kita. Tapi secara fakta kita sudah yakin bahwa karyawan atau pekerja kita bahagia setiap menerima gaji /upah yang digunakan untuk menghidupi keluarga mereka, istri dan anak anak mereka. Gaji atau upah yang kita keluarkan untuk karyawan dan pekerja di usaha kita jelas memberi manfaat positif dan itu bisa memancing doa dan rasa syukur dari karyawan kita atas pekerjaan yang dilakukannya sehari hari. Tidak jelas memang apa ini yang pantas disebut sebagai rahmat bagi sesama manusia. Tapi yang jelas dengan kita jadi pedagang atau jadi pengusaha, sekalipun hanya usaha kecil yang mempekerjakan 1-3 orang pekerja saja, tetap hasil yang disharing ke mereka bisa nyata membawa kebahagiaan bagi mereka dan keluarganya. Bagaimana kalau pekerjakan 30 orang, 300 orang? Belum lagi pihak lain yang ikut tergerak rejekinya karena usaha kita, supplier, pengantar barang, mungkin sampai tukang sampah. Memberi "penghidupan" bukan seperti memberi zakat, infaq atau sodaqoh kepada seseorang. Memberi penghidupan adalah kewajiban untuk ikut mendidik, menggali potensi terbaik seseorang, memberi kesempatan pengalaman kerja, pengalaman hidup  memberi pengajaran selama mereka diberi masa bekerja bersama Anda. Jikapun nanti Anda sudah tidak mempekerjakan mereka lagi, maka dari situ mereka sudah bisa mencari kesempatan dan peluang lain yang lebih baik. Itulah "memberi penghidupan".

Jikapun usaha kita ternyata diganjar pahala oleh Alloh SWT maka itulah berkah bagi kita. Sekeyakinan saya setiap niat dan upaya baik pasti akan diganjar pahala walaupun sekecil biji zarah. Jika tidak bisa memberi uang, berilah mereka sekedar nasihat atau pengetahuan. Bukan hanya sekedar sibuk beribadah sendiri demi tujuan menimbun pahala amal ibadah sendiri tapi jelas tidak bisa menjamin juga bahwa kita akan dapat pahala amal ibadah kita. Atau hanya sibuk bekerja untuk keamanan financial sendiri, menabung sebanyak banyaknya, deposito, invest emas, beli saham, tanpa digunakan dan diputar untuk hal yang ikut melibatkan orang lain dan bisa untuk membantu penghidupan manusia lain.

Bagi manusia berusahalah dan beribadahlah yang pasti secara nyata bisa kita rasakan dan yakini bahwa apa yang kita perbuat dan lakukan jelas berdampak positif bagi manusia lain. Dalam hal ini bisa memberikan penghidupan bagi keluarga orang lain adalah manfaat nyata dalam hal ini manfaat secara penghidupan. Dan itu hanya bisa dilakukan jika kita berstatus sebagai pedagang dan pengusaha. Sebagaimana hal profesi yang dicontohkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW.

Masalah gagal usaha, bangkit lagi dan gagal lagi, itu lebih baik dianggap sebagai ujian dalam upaya kita beribadah. Belum beriman seseorang sebelum dia diuji oleh sakit, kegagalan, kesusahan, kekurangan dan tetap bersyukur. 

Bukan juga seseorang yang hidupnya mulus, senang, aman seperti tidak pernah susah atau tidak pernah bermasalah, maka dia adalah manusia yang paling beruntung, paling mulia  atau paling berpahala. Lalu semua seperti harus mencontoh kepadanya. Bukan juga mereka yang hidupnya kelihatan susah, dicoba jatuh bangun, berjuang keras mengejar tujuan hidupnya, adalah manusia yang paling gagal, tidak beruntung, salah pilihan hidup, berdosa dan tidak punya pahala. Hanya mungkin saja waktu  baiknya bagi dia belum tiba. Setiap manusia punya takdir dan tujuan sendiri masing masing dalam hidupnya. Tidak bisa dipaksakan satu juta manusia harus ikut 100% cara hidup dan tujuan hidup dari satu manusia. Setiap kita punya panggilan hati sendiri. Tapi semua profesi adalah baik. Mau jadi pengusaha, pedagang, karyawan atau sekarang musim pekerja online, semua baik dan selalu lakukan yang terbaik.

Sebaiknya kita sebagai manusia juga jangan coba menjadi hakim di dunia tentang amal ibadah seseorang, bisa menentukan kalau dia banyak dosa , salah jalan atau yang ini lebih mulia dan banyak  pahalanya. Tidak pada tempatnya manusia yang tempatnya salah dan dosa bisa menilai pahala dan dosa manusia lain. Apakah dia sudah merasa menjadi sebagai guru kehidupan? Atau juga bisa mengatur tentang apa yang cocok dilakukan seseorang sebagai jalan hidupnya,  yang bisa menentukan bahwa seseorang harusnya begini, melakukan itu, tidak boleh begini atau salah jika melakukan itu. Juga misalnya mengatakan bahwa dia tidak bisa usaha, lebih baik jadi pekerja. Gagal terus kalau bikin usaha, cuma buang buang uang. Ini adalah orang orang yang cuma berpikir untuk keamanan dan kepentingan pribadi dan tidak suka memikirkan orang lain. Hidup terus berputar, yang kita lihat hanya sebatas yang kita tahu sampai hari ini. Tapi siapa yang tahu di masa depan justru keadaan berbalik, dia akan jadi lebih sukses dari kita dan justru nantinya kita atau anak anak kita akan butuh bantuan dari dia.

Jangan terlalu memikirkan pribadi, terlalu mencintai diri sendiri, menghindari resiko demi kenyamanan hidup, itu bukan misi manusia diturunkan ke bumi. Padahal Nabi Besar Muhammad SAW pun disaat hidupnya penuh derita perjuangan, jauh dari kenyamanan, sampai di sakaratul mautnya masih terus memikirkan ummatnya...bukan dirinya sendiri. Hendaknya seorang pengusaha adalah juga seorang pejuang, tidak mengharamkan derita dari perjuangan, mau menerima resiko gagal dan tidak hanya mensyukuri dan mendewakan  kenyamanan hidup. Manusia besar tidak lahir dari kenyamanan, tapi dari cobaan, ujian, perjuangan, jatuh bangun yang dialami dan tetap bertahan, bangkit lagi dan bersyukur. Yang terpenting, setiap kegagalan adalah hikmah untuk dipelajari kekurangan dan kesalahannya untuk bangkit lebih baik lagi, tapi bukan untuk berhenti berusaha, apalagi berhenti berusaha  karena dipaksa orang lain. Karena setiap manusia akan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil dan apa yang dikerjakan selama di dunia ini. Bukan orang lain dan bukan mereka, tapi Anda sendiri yang akan menjawab pertanyaan Ilahi, apa yang sudah Anda lakukan bagi sesama selama Anda diberi waktu hidup di dunia. Maka bersyukurlah bagi mereka yang terus disupport anggota keluarganya untuk terus berjuang menjalani misi hidupnya secara baik dan bermanfaat walaupun jalan hidup tidak selamanya indah.


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Senin, 06 Mei 2019

Apakah Lokasi Faktor Paling Utama?

Ada pertanyaan kenapa ada warung makan yang buka di dalam gang tapi tetap bisa ramai pelanggan? Apakah saya juga bisa membuka warung makan semacam cukup di dalam gang saja?
Dalam usaha sangat penting memang dibutuhkan pemilihan lokasi toko/konter/ruko yang tepat. Tepat dalam hal ini berarti terletak di keramaian, mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, lokasi memang kawasan usaha yang sedang berkembang, juga penting bahwa peruntukan kawasa  tsb memang sesuai untuk bisnis atau dagang sehingga dari faktor perijinan maupun keamanan sudah terpenuhi. 
Tapi apa harus mutlak begitu? nyatanya beberapa usaha juga tetap eksis dan bertahan memiliki pelanggan walaupun tempat usahanya ada di dalam gang? misalnya ada warung makan ikan bandeng yang tetap dikejar pengunjung makan siang walaupun ada di ujung gang dalam sehingga pelanggan rela memarkir mobilnya di parkiran depan lalu jalan kaki ke dalam. Atau ada bengkel cat motor yang jauh ke dalam gang juga tapi tetap punya langgan tetap bahkan pelanggannya terus bertambah. 

Dalam hal ini, kasus kasus diatas adalah usaha yang telah lama berdiri. Mungkin sudah berdiri belasan tahunan sebelum kita bahas masalah ini. Sebelum banyak kompetisi bisnis sejenis hadir, bahkan saat ini makin eksis kehadirannya setelah diboost viral oleh teknologi media sosial dari IG dan youtube para pelanggannya. Intinya adalah produk yang dihasilkannya harus unik, benar benar bernilai bagi konsumennya, dan sulit dicari pesaingnya diluar sana. Jika produk makanan maka makanan tsb termasuk jenis langka yang rasanya sangat enak dan sebagian besar pelanggan akan setuju kalau disebut masakannya sangat mantap. Jika seperti bengkel cat maka hasil catnya akan membuat kawan kawan kita takjub dan bertanya, dimana kamu cat motor ini? keren dan rapih banget kerjanya. Apalagi jika harga ongkos kerja catnya ternyata termasuk murah untuk kualitas kerja seperti ini.
Tapi itulah kinerja terbukti seperti ini tentunya sudah dicapai lama sebelumnya dan sudah beredar ceritanya dari pelanggan ke pelanggan sehingga faktor lokasi menjadi tidak jadi relevan. Apalagi teknologi media sosial sangat masif menembus ruang dan waktu. 

Kawasan usaha juga awalnya terbentuk karena dari satu usaha yang ramai dikunjungi pelanggan lalu beberapa membuka toko/warung lagi tetangga di sepanjang gang yang sama, sampai akhirnya satu jalan gang tsb dari ujung sampai ujung sudah dibuka banyak usaha warung makan sehingga dalam waktu benerapa tahun gang tsb sudah dikenal sebagai kawasan kuliner. Itu tergantung dari kesepakatan warga yang domisili disana apakah sepakat gang tempat tinggalnya dijadikan kawasan usaha dan diijinkan oleh aparat perijinan lokal.

Lalu bagaimana sebaiknya untuk usaha yang baru buka toko/konter/bengkelnya? Memang sebaiknya usahakan sewa di lokasi yang lebih strategis. Gunanya tentu akan lebih mudah diakses oleh calon pelanggan dan jagalah kualitas produk dan pelayanan agar tercapai awareness yang kuat di benak pelanggan dan mulai dipersepsikan produk atau jasa yang harus dipilih oleh pelanggan. "Tabunglah" jumlah pelanggan loyal, jalin hubungan personal dengan mereka. Jikapun para pelanggan tsb akan dengan sukarela membantu memasarkan produk atau jasa Anda lewat sosial media yang mereka miliki itu akan jauh lebih baik. Pelanggan baru akan lebih percaya pengakuan dari sesama pelanggan daripada Anda sebagai pemilik usaha yang gembar gembor mengenai bagusnya produk atau jasa Anda sendiri.

Jika betul betul dimasa datang  Anda sudah yakin bahwa jikapun Anda pindah dari lokasi usaha yang sekarang ke lokasi yang lebih di dalam tapi mungkin lebih luas karena kebutuhan perkembangan bisnis, maka hal tsb bisa saja dilakukan. Sebelumnya tanyakan dulu kepada pelanggan pelanggan Anda mengenai rencana Anda pindah lokasi, jelaskan dimana lokasi barunya dan sampaikan alasan kenapa Anda harus pindah. Tanyakan dengan jelas apakah pelanggan akan meninggalkan Anda jika Anda pindah lokasi usaha. Sekarang Anda sudah punya pelanggan tetap, maka pelanggan akan sangat senang jika Anda anggap berkepentingan ikut dimintakan sarannya dalam setiap kali Anda mengambil keputusan. 

Maka pemilihan lokasi yang tepat bagi usaha yang baru buka tetap saya sarankan sebagai suatu hal yang penting. Pada waktu Anda memulai usaha Anda harus fokus pada peningkatan kualitas produk, perekrutan dan pelatihan SDM , strategi pemasaran, pelayanan konsumen, distribusi produk, pembelanjaan bahan baku, dll. Jika target pelanggan  Anda sudah setiap hari dan setiap saat lalu lalang di depan toko Anda, maka upaya selanjutnya Anda tinggal usaha untuk bagaimana supaya mereka mau masuk ke toko Anda. Jangan sampai Anda setiap hari hanya jadi terlalu pusing berpikir bagaimana cara mengajak pelanggan untuk mau masuk ke dalam gang kecil dimana Anda buka toko. 

Tidak perlu sewa tempat yang langsung terlalu besar dan luas. Kawasan usaha juga ada kelasnya. Ada kawasan usaha di dalam mall, ada kawasan usaha di pinggir jalan utama, ada yang di kawasan jalan penghubung, ada juga beberapa lot di parkiran minimarket, atau kawasan foodcourt yang memang dibangun untuk usaha bersama sama. Semua beda plus minusnya dan beda harga sewa. Jangan mencari kemungkinan hanya dari satu penawaran lokasi. Kumpulkan informasi dari beberapa lokasi yang areanya masuk dalam jangkauan kemudahan Anda, lalu timbang dengan segala sumber daya yang Anda miliki saat ini. Jika Anda bukan menjual produk lifestyle kelas atas maka Anda tidak perlu terlalu memaksakan untuk membangun toko pertama Anda dengan interior yang mewah atau ukuran space yang luas. Pastikan saja saat ini adalah kualitas produk dan pelayanan. Untuk skala bisnis kecil pemula maka dua hal ini sudah cukup untuk bisa diingat oleh pelanggan jika performanya termasuk skala terbaik. Justru jika selama tahunan Anda usaha direspond baik luar biasa oleh pelanggan loyal dan terus pelanggan Anda bertambah, lalu dalam rangka Anda menambah skala bisnis dan  memperluas area mencari lokasi lebih ke dalam tapi harga sewa lebih murah, maka lakukan dulu hal hal yang saya jelaskan diatas.

Selamat berusaha dan berburu lokasi. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Senin, 01 April 2019

Perbaiki Dulu SOP



Ada pertanyaan dari manager yang baru ditugaskan mengganti manager lama. Mengenai prioritas marketing dan operasional dalam sebuah outlet cafe/resto, yang mana dulu?

Setiap department dalam bisnis sama sama penting. Marketing dan Promo penting untuk upaya mendatangkan tamu ke outlet. Dept operasional memastikan bahwa setiap tamu yang berhasil didatangkan team marketing akan tidak merasa kecewa karena sudah datang  ke outlet. Setiap outlet seperti cafe/resto yang berorientasi pada pelayanan seharusnya memiliki superteam. Yang paling penting dalam membentuk superteam ini adalah building karakter.

Bukan cuma manager saja, tapi harus seluruh anggota team. Semua harus jelas visi misi tujuan bisnis outlet dan jatuh bangunnya outlet adalah tanggung jawab semua karyawan dibawah arahan dari Manager. Jadi gunakan waktu tiap saat untuk terus menerus evaluasi, cari solusi, action, analisa,  perbaiki, agar tiap hari akan lebih baik dari kemarin.

Tujuan dari building karakter secara team ini adalah rasa kebanggaan karena sudah dikasih kepercayaan dan amanah, sekaligus harus ada sense of crisis kalau target hari ini tidak tidak tercapai agar segera rembuk bersama cari masalah dan solusinya supaya besok bisa penuhi target. Jadi tidak bisa tenang tenang saja terima situasi tamu apa adanya yang penting akhir bulan gajian. Saya yakin semua manager sebetulnya paham akan proses kerja manajerial ini dan bisa lebih baik dari pejabat manager sebelumnya.

Program kerja apapun yang sudah dicanangkan jika Manager tidak  bisa menggerakan team karena team tidak punya mental yang kondusif untuk bekerja, maka akan susah. Semua berawal dari kualitas SDM. Jangan ragu untuk bongkar pasang team intern. Misal dicoba captain mundur dulu untuk kasih kesempatan member team lain untuk naik jadi captain dan dianalisa. Itu jadi bagian dari therapy mental supaya tidak ada situasi terlalu nyaman di team. Semua bisa dibongkar pasang sampai ketemu susunan team yang paling super. Jika tidak ada tindakan yang fatal sekali, tidak usah dikeluarkan karyawan yang ada, cuma sekedar bongkar pasang posisi saja.

Sampaikan ke team, perubahan ini membutuhkan kebiasaan baru yang betul dan mereka harus mengerti. Jangan biasa malas tidak ditegur, biasa tidak tertib absen tidak ditegur, biasa tidak peduli sama tamu tidak ditegur, biasa tidak say hello dan friendly dengan tamu tidak ditegur. dan hal hal yang sudah jadi kebiasaan tsb yang justru dianggap baik dan menyenangkan bagi banyak karyawan. Itulah gambaran "manager yang baik" di mata karyawan. Manager yang membiarkan pelanggaran demi  pelanggaran norma norma kerja berlangsung terus tanpa ditegur dan itu jadi nilai nilai kerja. bisa bubar usaha yang sudah dibangun, kasihan owner. Kurang sense of crisis dan sense of belonging. Tentu saja karena karyawan tidak keluar uang besar untuk investasi dan berhasil ataupun tidak toh mereka tetap dapat gaji di akhir bulan.

Rubah budayanya dan kejar nilai nilai budaya baru yang lebih win win untuk owner dan team pelaksanan. Awal perubahan memang selalu ada friksi. Biasa bebas tidak ditegur oleh manager lama lalu datang manager baru ingin meluruskan sikap dan mindset agar sesuai SOP lagi, malah  manager dapat reject dan perlawanan. Itu biasa saja dan tetap jalankan langkah langkah yang perlu diambil sesuai target kerja. Jangan terlalu lama urusin friksi. Ajak yang mau ikut dan tinggalkan yang tidak  mau ikut. Wajar namanya mau bergerak maju. Tapi kalau semua anggota sudah sevisi misi, roda sudah mulai berputar, kesananya sudah lebih menyenangkan. Kerja itu kalau sudah masuk ke hati dan jalan rasanya enjoy, fun, menyenangkan, kalau tidak kerja malah jadi bete. Yang penting kerja sudah tahu caranya bagaimana biar berhasil, maka akan jadi fun. Akan lebih baik dibinasakan 1-2 karyawan yang cenderung jadi provokator dan jadi virus daripada meracuni 20 karyawan lain. Lebih mudah membina karyawan yang bisa berpikir  terbuka menerima pengarahan dan bimbingan untuk tujuan bersama. Win win concept.

Jangan meeting terlalu eksklusif. Kadang jika manager hanya  terus mengajak meeting satu orang tertentu, bisa saja malah memancing kecurigaan team lain. Ajak orang penting dari semua department yang bisa mewakili semua anggota team walaupun ini urusan operasional misalnya. Seringkali team dapur bisa kasih masukan untuk masalah urusan operasional, juga sebaliknya system kerja di dapur supaya cara produksi di dapur lebih cepat dan  makanan dari dapur bisa keluar lebih cepat ke meja tamu, bisa dikasih saran dari team operasional. Bahkan bagian cleaning bisa jadi ada yang pintar, cuma kita tidak tahu karena selama ini tidak pernah kita tanya masukannya.

Libatkan semua member team  tanpa kecuali, dalam rangka mencari potensi terkuat dari setiap anggota team. Termasuk segala kegiatan misal pas ada kegiatan sebar brochure keluar, libatkan semua dan kasih sanksi kalau ada yang disuruh kerjakan sesuatu tapi tidak mau, itu wewenang dari  manager. Memang sekarang sudah ada fasilitas medsos tapi jenis marketing konvensional juga harus dilakukan sesekali untuk lebih mempererat kerjasama. Bosan kan kalau terus terusan stay di outlet. Menyebar brochure juga penting untuk menyebarkan informasi akun medsos outlet ke radius sekitar outlet untuk menjaring follower dan friends baru yang memang tinggal di sekitar outlet. Pada saat instruksi bantu sebar brochure, maka siapa yang kebagian dinas harus melaksanakan. Jangan sampai ada karyawan yang tidak mau diminta partisipasinya karena manager kalah wibawa dari karyawan.

Galilah potensi paling optimal dari tiap tiap member team, tunjukan kewibawaan sebagai leader tapi tetap harus memberikan contoh teladan sebagai manager. Jangan cepat ambil keputusan timbulnya masalah karena outlet kurang SDM. Gunakan dulu orang yang ada. Kendala yang ada selama ini seluruh SDM belum dioptimalkan kemampuan dan peranan dari setiap karyawan. Kalau wacana tambahan orang nanti dulu setelah coba dijalankan SOP yang lebih sistematis. Jangan terlalu cepat fokus pada wacana menambah jumlah karyawan dulu. Di bisnis, setiap cost harus relevan dengan omzet dan prosentase profit. Kalau masalah kemampuan, itu bisa diajarkan asal dijelaskan cara kerjanya dan dibimbing oleh manager. Tidak ada yang instant. Backup pekerjaan antar posisi karyawan tidak masalah, yang penting jangan asal backup karena harus ada standard outputnya juga sebagai Key Performace Indikator.

Kalau memang sudah sangat minim SDM dan dampaknya service jadi lambat, sangat mengganggu pelayanan, memancing komplain berat dan mengurangi kualitas produk, bisa kita bicarakan dengan owner karena sudah menyangkut penambahan cost baru. Di organisasi biasa saling mengajarkan satu sama lain agar semua orang bisa multi tasking. Sudah begitu jadi malah tambah pintar dan mempererat persahabatan. Sampaikan ke team, suatu saat bisnis berhasil dan owner membagi keuntungan sebagai rasa terimakasih, maka lebih menguntungkan jika dibagi ke sedikit member team daripada dibagi ke banyak member team bukan? bisa lebih banyak masing masing terima bonusnya.

Superteam itu bukan dari banyaknya member team tapi dari kualitas performa yang dihasilkan. Makanya kalau tiap anggota Pasukan khusus  misalnya setara kemampuannya dengan 5 tentara biasa. Dan pasukan khusus tidak perlu banyak member tapi daya hancurnya jauh lebih efektif.

Coba dulu saling belajar dan saling backup, untuk beberapa waktu. Kalau sudah tidak bisa dan sangat mengganggu kualitas pelayanan walaupun sudah diusahakan bagi bagi tugas dan setiap karyawan bisa multi tasking, baru kita bicara lagi wacana tambah karyawan. Susun prioritas rencana perekrutan calon karyawan, misal 1 Koki lagi atau 1 bartender. Karena di bisnis resto/cafe, jangan sampai pelayanan buat support pelayanan terganggu dan mutu produk menu mengecewakan .

Jika semua mengenai perubahan nilai nilai budaya kerja perusahaan dan katakter semua anggota team sudah kondusif, maka saat itulah idela untuk mulai masuk ke tahap aplikasi strategi marketing guna mendatangkan tamu dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Jikapun tamu datang, maka besoknya mereka akan datang lagi bahkan mengajak anggota keluarga, kawan, relasi lain karena mereka puas saat berkunjung di cafe/resto Anda.


SEMANGAT SUKSES (
Mirza A.Muthi)