Senin, 06 Mei 2019

Apakah Lokasi Faktor Paling Utama?

Ada pertanyaan kenapa ada warung makan yang buka di dalam gang tapi tetap bisa ramai pelanggan? Apakah saya juga bisa membuka warung makan semacam cukup di dalam gang saja?
Dalam usaha sangat penting memang dibutuhkan pemilihan lokasi toko/konter/ruko yang tepat. Tepat dalam hal ini berarti terletak di keramaian, mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, lokasi memang kawasan usaha yang sedang berkembang, juga penting bahwa peruntukan kawasa  tsb memang sesuai untuk bisnis atau dagang sehingga dari faktor perijinan maupun keamanan sudah terpenuhi. 
Tapi apa harus mutlak begitu? nyatanya beberapa usaha juga tetap eksis dan bertahan memiliki pelanggan walaupun tempat usahanya ada di dalam gang? misalnya ada warung makan ikan bandeng yang tetap dikejar pengunjung makan siang walaupun ada di ujung gang dalam sehingga pelanggan rela memarkir mobilnya di parkiran depan lalu jalan kaki ke dalam. Atau ada bengkel cat motor yang jauh ke dalam gang juga tapi tetap punya langgan tetap bahkan pelanggannya terus bertambah. 

Dalam hal ini, kasus kasus diatas adalah usaha yang telah lama berdiri. Mungkin sudah berdiri belasan tahunan sebelum kita bahas masalah ini. Sebelum banyak kompetisi bisnis sejenis hadir, bahkan saat ini makin eksis kehadirannya setelah diboost viral oleh teknologi media sosial dari IG dan youtube para pelanggannya. Intinya adalah produk yang dihasilkannya harus unik, benar benar bernilai bagi konsumennya, dan sulit dicari pesaingnya diluar sana. Jika produk makanan maka makanan tsb termasuk jenis langka yang rasanya sangat enak dan sebagian besar pelanggan akan setuju kalau disebut masakannya sangat mantap. Jika seperti bengkel cat maka hasil catnya akan membuat kawan kawan kita takjub dan bertanya, dimana kamu cat motor ini? keren dan rapih banget kerjanya. Apalagi jika harga ongkos kerja catnya ternyata termasuk murah untuk kualitas kerja seperti ini.
Tapi itulah kinerja terbukti seperti ini tentunya sudah dicapai lama sebelumnya dan sudah beredar ceritanya dari pelanggan ke pelanggan sehingga faktor lokasi menjadi tidak jadi relevan. Apalagi teknologi media sosial sangat masif menembus ruang dan waktu. 

Kawasan usaha juga awalnya terbentuk karena dari satu usaha yang ramai dikunjungi pelanggan lalu beberapa membuka toko/warung lagi tetangga di sepanjang gang yang sama, sampai akhirnya satu jalan gang tsb dari ujung sampai ujung sudah dibuka banyak usaha warung makan sehingga dalam waktu benerapa tahun gang tsb sudah dikenal sebagai kawasan kuliner. Itu tergantung dari kesepakatan warga yang domisili disana apakah sepakat gang tempat tinggalnya dijadikan kawasan usaha dan diijinkan oleh aparat perijinan lokal.

Lalu bagaimana sebaiknya untuk usaha yang baru buka toko/konter/bengkelnya? Memang sebaiknya usahakan sewa di lokasi yang lebih strategis. Gunanya tentu akan lebih mudah diakses oleh calon pelanggan dan jagalah kualitas produk dan pelayanan agar tercapai awareness yang kuat di benak pelanggan dan mulai dipersepsikan produk atau jasa yang harus dipilih oleh pelanggan. "Tabunglah" jumlah pelanggan loyal, jalin hubungan personal dengan mereka. Jikapun para pelanggan tsb akan dengan sukarela membantu memasarkan produk atau jasa Anda lewat sosial media yang mereka miliki itu akan jauh lebih baik. Pelanggan baru akan lebih percaya pengakuan dari sesama pelanggan daripada Anda sebagai pemilik usaha yang gembar gembor mengenai bagusnya produk atau jasa Anda sendiri.

Jika betul betul dimasa datang  Anda sudah yakin bahwa jikapun Anda pindah dari lokasi usaha yang sekarang ke lokasi yang lebih di dalam tapi mungkin lebih luas karena kebutuhan perkembangan bisnis, maka hal tsb bisa saja dilakukan. Sebelumnya tanyakan dulu kepada pelanggan pelanggan Anda mengenai rencana Anda pindah lokasi, jelaskan dimana lokasi barunya dan sampaikan alasan kenapa Anda harus pindah. Tanyakan dengan jelas apakah pelanggan akan meninggalkan Anda jika Anda pindah lokasi usaha. Sekarang Anda sudah punya pelanggan tetap, maka pelanggan akan sangat senang jika Anda anggap berkepentingan ikut dimintakan sarannya dalam setiap kali Anda mengambil keputusan. 

Maka pemilihan lokasi yang tepat bagi usaha yang baru buka tetap saya sarankan sebagai suatu hal yang penting. Pada waktu Anda memulai usaha Anda harus fokus pada peningkatan kualitas produk, perekrutan dan pelatihan SDM , strategi pemasaran, pelayanan konsumen, distribusi produk, pembelanjaan bahan baku, dll. Jika target pelanggan  Anda sudah setiap hari dan setiap saat lalu lalang di depan toko Anda, maka upaya selanjutnya Anda tinggal usaha untuk bagaimana supaya mereka mau masuk ke toko Anda. Jangan sampai Anda setiap hari hanya jadi terlalu pusing berpikir bagaimana cara mengajak pelanggan untuk mau masuk ke dalam gang kecil dimana Anda buka toko. 

Tidak perlu sewa tempat yang langsung terlalu besar dan luas. Kawasan usaha juga ada kelasnya. Ada kawasan usaha di dalam mall, ada kawasan usaha di pinggir jalan utama, ada yang di kawasan jalan penghubung, ada juga beberapa lot di parkiran minimarket, atau kawasan foodcourt yang memang dibangun untuk usaha bersama sama. Semua beda plus minusnya dan beda harga sewa. Jangan mencari kemungkinan hanya dari satu penawaran lokasi. Kumpulkan informasi dari beberapa lokasi yang areanya masuk dalam jangkauan kemudahan Anda, lalu timbang dengan segala sumber daya yang Anda miliki saat ini. Jika Anda bukan menjual produk lifestyle kelas atas maka Anda tidak perlu terlalu memaksakan untuk membangun toko pertama Anda dengan interior yang mewah atau ukuran space yang luas. Pastikan saja saat ini adalah kualitas produk dan pelayanan. Untuk skala bisnis kecil pemula maka dua hal ini sudah cukup untuk bisa diingat oleh pelanggan jika performanya termasuk skala terbaik. Justru jika selama tahunan Anda usaha direspond baik luar biasa oleh pelanggan loyal dan terus pelanggan Anda bertambah, lalu dalam rangka Anda menambah skala bisnis dan  memperluas area mencari lokasi lebih ke dalam tapi harga sewa lebih murah, maka lakukan dulu hal hal yang saya jelaskan diatas.

Selamat berusaha dan berburu lokasi. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Senin, 01 April 2019

Perbaiki Dulu SOP



Ada pertanyaan dari manager yang baru ditugaskan mengganti manager lama. Mengenai prioritas marketing dan operasional dalam sebuah outlet cafe/resto, yang mana dulu?

Setiap department dalam bisnis sama sama penting. Marketing dan Promo penting untuk upaya mendatangkan tamu ke outlet. Dept operasional memastikan bahwa setiap tamu yang berhasil didatangkan team marketing akan tidak merasa kecewa karena sudah datang  ke outlet. Setiap outlet seperti cafe/resto yang berorientasi pada pelayanan seharusnya memiliki superteam. Yang paling penting dalam membentuk superteam ini adalah building karakter.

Bukan cuma manager saja, tapi harus seluruh anggota team. Semua harus jelas visi misi tujuan bisnis outlet dan jatuh bangunnya outlet adalah tanggung jawab semua karyawan dibawah arahan dari Manager. Jadi gunakan waktu tiap saat untuk terus menerus evaluasi, cari solusi, action, analisa,  perbaiki, agar tiap hari akan lebih baik dari kemarin.

Tujuan dari building karakter secara team ini adalah rasa kebanggaan karena sudah dikasih kepercayaan dan amanah, sekaligus harus ada sense of crisis kalau target hari ini tidak tidak tercapai agar segera rembuk bersama cari masalah dan solusinya supaya besok bisa penuhi target. Jadi tidak bisa tenang tenang saja terima situasi tamu apa adanya yang penting akhir bulan gajian. Saya yakin semua manager sebetulnya paham akan proses kerja manajerial ini dan bisa lebih baik dari pejabat manager sebelumnya.

Program kerja apapun yang sudah dicanangkan jika Manager tidak  bisa menggerakan team karena team tidak punya mental yang kondusif untuk bekerja, maka akan susah. Semua berawal dari kualitas SDM. Jangan ragu untuk bongkar pasang team intern. Misal dicoba captain mundur dulu untuk kasih kesempatan member team lain untuk naik jadi captain dan dianalisa. Itu jadi bagian dari therapy mental supaya tidak ada situasi terlalu nyaman di team. Semua bisa dibongkar pasang sampai ketemu susunan team yang paling super. Jika tidak ada tindakan yang fatal sekali, tidak usah dikeluarkan karyawan yang ada, cuma sekedar bongkar pasang posisi saja.

Sampaikan ke team, perubahan ini membutuhkan kebiasaan baru yang betul dan mereka harus mengerti. Jangan biasa malas tidak ditegur, biasa tidak tertib absen tidak ditegur, biasa tidak peduli sama tamu tidak ditegur, biasa tidak say hello dan friendly dengan tamu tidak ditegur. dan hal hal yang sudah jadi kebiasaan tsb yang justru dianggap baik dan menyenangkan bagi banyak karyawan. Itulah gambaran "manager yang baik" di mata karyawan. Manager yang membiarkan pelanggaran demi  pelanggaran norma norma kerja berlangsung terus tanpa ditegur dan itu jadi nilai nilai kerja. bisa bubar usaha yang sudah dibangun, kasihan owner. Kurang sense of crisis dan sense of belonging. Tentu saja karena karyawan tidak keluar uang besar untuk investasi dan berhasil ataupun tidak toh mereka tetap dapat gaji di akhir bulan.

Rubah budayanya dan kejar nilai nilai budaya baru yang lebih win win untuk owner dan team pelaksanan. Awal perubahan memang selalu ada friksi. Biasa bebas tidak ditegur oleh manager lama lalu datang manager baru ingin meluruskan sikap dan mindset agar sesuai SOP lagi, malah  manager dapat reject dan perlawanan. Itu biasa saja dan tetap jalankan langkah langkah yang perlu diambil sesuai target kerja. Jangan terlalu lama urusin friksi. Ajak yang mau ikut dan tinggalkan yang tidak  mau ikut. Wajar namanya mau bergerak maju. Tapi kalau semua anggota sudah sevisi misi, roda sudah mulai berputar, kesananya sudah lebih menyenangkan. Kerja itu kalau sudah masuk ke hati dan jalan rasanya enjoy, fun, menyenangkan, kalau tidak kerja malah jadi bete. Yang penting kerja sudah tahu caranya bagaimana biar berhasil, maka akan jadi fun. Akan lebih baik dibinasakan 1-2 karyawan yang cenderung jadi provokator dan jadi virus daripada meracuni 20 karyawan lain. Lebih mudah membina karyawan yang bisa berpikir  terbuka menerima pengarahan dan bimbingan untuk tujuan bersama. Win win concept.

Jangan meeting terlalu eksklusif. Kadang jika manager hanya  terus mengajak meeting satu orang tertentu, bisa saja malah memancing kecurigaan team lain. Ajak orang penting dari semua department yang bisa mewakili semua anggota team walaupun ini urusan operasional misalnya. Seringkali team dapur bisa kasih masukan untuk masalah urusan operasional, juga sebaliknya system kerja di dapur supaya cara produksi di dapur lebih cepat dan  makanan dari dapur bisa keluar lebih cepat ke meja tamu, bisa dikasih saran dari team operasional. Bahkan bagian cleaning bisa jadi ada yang pintar, cuma kita tidak tahu karena selama ini tidak pernah kita tanya masukannya.

Libatkan semua member team  tanpa kecuali, dalam rangka mencari potensi terkuat dari setiap anggota team. Termasuk segala kegiatan misal pas ada kegiatan sebar brochure keluar, libatkan semua dan kasih sanksi kalau ada yang disuruh kerjakan sesuatu tapi tidak mau, itu wewenang dari  manager. Memang sekarang sudah ada fasilitas medsos tapi jenis marketing konvensional juga harus dilakukan sesekali untuk lebih mempererat kerjasama. Bosan kan kalau terus terusan stay di outlet. Menyebar brochure juga penting untuk menyebarkan informasi akun medsos outlet ke radius sekitar outlet untuk menjaring follower dan friends baru yang memang tinggal di sekitar outlet. Pada saat instruksi bantu sebar brochure, maka siapa yang kebagian dinas harus melaksanakan. Jangan sampai ada karyawan yang tidak mau diminta partisipasinya karena manager kalah wibawa dari karyawan.

Galilah potensi paling optimal dari tiap tiap member team, tunjukan kewibawaan sebagai leader tapi tetap harus memberikan contoh teladan sebagai manager. Jangan cepat ambil keputusan timbulnya masalah karena outlet kurang SDM. Gunakan dulu orang yang ada. Kendala yang ada selama ini seluruh SDM belum dioptimalkan kemampuan dan peranan dari setiap karyawan. Kalau wacana tambahan orang nanti dulu setelah coba dijalankan SOP yang lebih sistematis. Jangan terlalu cepat fokus pada wacana menambah jumlah karyawan dulu. Di bisnis, setiap cost harus relevan dengan omzet dan prosentase profit. Kalau masalah kemampuan, itu bisa diajarkan asal dijelaskan cara kerjanya dan dibimbing oleh manager. Tidak ada yang instant. Backup pekerjaan antar posisi karyawan tidak masalah, yang penting jangan asal backup karena harus ada standard outputnya juga sebagai Key Performace Indikator.

Kalau memang sudah sangat minim SDM dan dampaknya service jadi lambat, sangat mengganggu pelayanan, memancing komplain berat dan mengurangi kualitas produk, bisa kita bicarakan dengan owner karena sudah menyangkut penambahan cost baru. Di organisasi biasa saling mengajarkan satu sama lain agar semua orang bisa multi tasking. Sudah begitu jadi malah tambah pintar dan mempererat persahabatan. Sampaikan ke team, suatu saat bisnis berhasil dan owner membagi keuntungan sebagai rasa terimakasih, maka lebih menguntungkan jika dibagi ke sedikit member team daripada dibagi ke banyak member team bukan? bisa lebih banyak masing masing terima bonusnya.

Superteam itu bukan dari banyaknya member team tapi dari kualitas performa yang dihasilkan. Makanya kalau tiap anggota Pasukan khusus  misalnya setara kemampuannya dengan 5 tentara biasa. Dan pasukan khusus tidak perlu banyak member tapi daya hancurnya jauh lebih efektif.

Coba dulu saling belajar dan saling backup, untuk beberapa waktu. Kalau sudah tidak bisa dan sangat mengganggu kualitas pelayanan walaupun sudah diusahakan bagi bagi tugas dan setiap karyawan bisa multi tasking, baru kita bicara lagi wacana tambah karyawan. Susun prioritas rencana perekrutan calon karyawan, misal 1 Koki lagi atau 1 bartender. Karena di bisnis resto/cafe, jangan sampai pelayanan buat support pelayanan terganggu dan mutu produk menu mengecewakan .

Jika semua mengenai perubahan nilai nilai budaya kerja perusahaan dan katakter semua anggota team sudah kondusif, maka saat itulah idela untuk mulai masuk ke tahap aplikasi strategi marketing guna mendatangkan tamu dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Jikapun tamu datang, maka besoknya mereka akan datang lagi bahkan mengajak anggota keluarga, kawan, relasi lain karena mereka puas saat berkunjung di cafe/resto Anda.


SEMANGAT SUKSES (
Mirza A.Muthi)

Sabtu, 02 Maret 2019

Ilmu Usaha Skala Mikro: Gerobak Dorong



Tanya :
Semangat sukses Pa Mirja.
Senang bisa baca baca tulisan bapa yg gratis dan bs kasih inspirasi usaha spy lbh baik lg.
Tapi kl hanya sekelas usaha dagang gerobak dorong apa masih bs maju dan berhasil pa? apa ada saran? terimakasih pa mirja

Jawab :
Semangat sukses juga bang! Alhamdulillah kalau bisa memberi manfaat.
Tenang saja, rumusnya semua hasil yang besar selalu berawal dari awal usaha yang kecil. Itu sebabnya kita sebut Usaha Mikro dan Kecil Menengah. Jadi kalaupun baru punya usaha skala Mikro, jangan rendah diri. Justru harus bangga karena bagaimanapun susah dan beratnya hidup, tetap berusaha keras mencari rejeki secara halal. Apalagi kalau usaha keras ini berhasil mengumpulkan hasil seperti bisa beli motor, bisa sekolahkan anak sampai kuliah, bisa punya rumah maka luar biasa abang.

Usaha mikro juga tetap namanya usaha, berarti sesuatu yang harus terus dipikirkan dan diusahakan agar  bisa berhasil lebih baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari dan memberikan penghasilan lebih baik dari hari ke hari. Intinya kita harus belajar mengamati, mengevaluasi, memikirkan cara yang lebih baik untuk meningkatkan penjualan dan mengurangi pengeluaran untuk terus  memperbaiki secara terus menerus sampai didapat keuntungan yang paling optimal.

Kerjakan apapun untuk hasil yang lebih baik harus dengan ilmu. Hal dasar dari ilmu usaha dagang mikro, misalnya dagang makanan di gerobak dorong adalah produknya, dalam hal ini makanannya harus punya rasa yang pas dan cocok di lidah pelanggan. Saya tidak tahu makanan apa yang dijual abang, tapi anggaplah makanan yang umum saja misalnya "baso". Secara sederhana baso yang dipilih oleh pembeli adalah baso yang paling enak yang lewat lingkungan tsb. Anggaplah di "komplek perumahan A" Mungkin abang harus cek juga ada berapa abang baso yang kelilingan di komplek A. Itu bisa dianggap sebagai pesaing dari dagangan baso abang. 

Kalau perlu bahkan abang harus beli baso mereka satu satu dan coba, apakah lebih enak dari baso yang dijual abang. Kalau ada yang rasanya lebih enak, berarti itu bisa disebut sebagai calon pesaing kuat. Juga dilihat abang baso mana yang lebih  sering dipanggil sama pembeli. Dari yang sering dibeli, coba rasa basonya, apakah rasa jadi alasan kuat kenapa baso tsb jadi pilihat utama warga komplek.  Sekarang cek harganya, apa harga seporsinya kurang lebih sama atau lebih mahal atau lebih murah? Perlu dipahami kadang tidak selalu pembeli mau membeli karena harganya lebih murah atau paling murah. Apalagi kalau rasa baso abang yakin paling enak, maka pasti kalaupun lebih mahal sedikit, orang akan tetap menunggu gerobak abang datang dan beli basonya. Kalau baso umumnya di satu porsi mangkok terdiri dari beberapa bahan makanan. Bisa juga ada salah satu bahan makanan yang istimewa beda dari porsi yang dijual di abang baso lain. Misalnya baso jualan abang  khusus baso uratnya cukup besar ukurannya untuk harga yang bersaing, sehingga jadi daya tarik yang paling diingat pembeli. 

Hal hal unik lainnya juga penting untuk dicoba, apa yang kira kira akan beda dan mudah diingat pembeli. Misalnya mungkin ada bunyi bunyian khas dari gerobak abang. Bisa rekaman sound penggalan musik khusus atau bunyi khas lainnya yang membuat dengan mendengarnya saja dari jauh sudah bisa dipastikan bahwa gerobak abang sedang mendekat ke arah rumah calon pembeli. Atau mungkin bisa gunakan mangkok yang lucu dan beda. Bisa jadi bahan pembicaraan jika mangkok yang digunakan unik dan beda. Apakah bentuk mangkoknya beda, warnanya lebih ngejreng atau pola atau bentuknya bukan bulat mangkok biasa tapi bisa bentuk kotak dll,  gambar di mangkoknya yang tidak biasa. Gerobak dengan model yang beda juga semakin mudah dikenali dari jauh kedatangannya. Misal kalau malam ada lampu LED tali di gerobaknya dengan pergerakan  "lampu yang berjalan jalan" sehingga mencolok dan menarik kalau lagi jualan malam. Pokoknya semakin banyak beda dibanding yang sudah umum, bisa jadi peluang bisa lebih mudah diingat, dibedakan dan kemungkinan jika rasa dan harga bukan alasan prioritas karena abang baso lain juga masih  rata rata sama, maka beda di hal hal lain ini bisa membuat baso abang lebih dipilih pembeli.

Sekarang kita bahas jam edar atau jam kelilingan gerobak. Kadang setiap abang gerobak punya jam tertentu untuk masuk komplek. Maka harus diprioritaskan kelilingan saat jam jam penghuni komplek sudah ada di rumahnya. Percuma kan kalau kelilingan di komplek yang penghuninya sedang keluar rumah semua, misalnya di jam jam kantor di hari kerja. Kalau di jam kerja dan hari kerja jangan  kelilingan di komplek perumahan, lebih baik kelilingan di komplek bisnis atau perkantoran. Karyawan kantor sering jajan selama jam  kerja atau pas makan siang tidak bisa keluar cari makan jauh jauh dari kantor. Agar lebih mudah dicari oleh pelanggan kadang gerobak juga harus standby di lokasi tertentu yang mudah dijangkau pelanggan. Lokasi harus relatif bersih dan cukup lapang untuk pelanggan mengantri order. Jika mungkin dalam analisa tertentu bahkan sudah diamati dan dihitung jika berdagang standby dibanding dengan berdagang kelilingan maka lebih menguntungkan jualan standby di satu tempat tertentu, maka lakukanlah. Hitung apakah harga sewanya dibanding asumsi penjualan porsi bisa lebih menguntungkan. Bukan sewa ruko atau toko, tapi lebih sewa lahan saja, seperti di halaman parkir supermarket  atau di kawasan dagang yang disiapkan kawasan tertentu. Karena untuk tempat stock bahan dagangan dan produksi tetap bisa di gerobak. Apalagi tidak usah lelah fisik berkelilingan ber km jalan kaki di panas terik sedangkan belum tentu juga ada kepastian ketemu pembeli. Kombinasi antara kedua cara edar dagang juga bisa dilakukan. Misal standby di jam kantor dan kelilingan komplek setelah jam kantor selesai. Silakan dicoba dan dianalisa mana opsi yang lebih menguntungkan dari segi keuntungan dagang.

Selain untuk makan di tempat, tentu saja akan ada pesanan take away atau dibawa. Maka harus digunakan sarana kemasan atau bungkus makanan yang sekarang sedang jadi issue lingkungan hidup dan kesehatan. Misal tidak boleh lagi menggunakan stereofoam dengan alasan kesehatan dan lebih baik juga lebih aman sehat jika  menggunakan duz berbahan karton/kertas. Maka lakukan itu, karena issue issue tsb juga akan mempengaruhi keputusan beli baso abang khususnya untuk yang dibawa pulang. Bisa jadi lebih dari 50% pembeli adalah pembeli yang minta basonya dibungkus untuk dibawa pulang. Bayangkan jika abang tidak peduli issue kesehatan kemasan bungkus tsb lalu kehilangan peluang untuk berbisnis take away karena tidak ada yang mau membeli baso dari abang.

Demikian sedikit dulu sharing ilmu untuk usaha mikro sekelas dagang di gerobak untuk bisa dijadikan inspirasi. Semoga dagangannya lebih laris ya.

SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)


Jumat, 01 Februari 2019

Bingung Mengambil Hati Owner



Tanya
Pak Mirza, saya saat ini sedang galau karena Owner saya tidak pernah puas dengan cara kerja saya. Serasa saya pencapaian omzet juga tidak jelek jelek amat, selama setahun ini memang ada ada beberapa bulan tidak tercapai karena memang bulan sepi. Tapi selain itu bulan bulan normal tercapai sesuai target. 
Tapi owner terus saja mendesak , mengkritik disana sini, seperti saya tidak pernah bekerja baik. Bagaimana saya menghadapi owner seperti ini ya pak? Kebetulan saya memegang salah satu unit  bisnisnya dari beberapa bisnis yang dimilikinya. Tapi manager lainnya saya rasa tidak mendapat perlakuan yang cerewetnya sama seperti saya. Mohon pencerahannya.

Jawab :
Semangat Sukses bung!
Pantang semangat surut sebelum berlabuh. Perlu Anda pahami bahwa setiap owner punya karakter sendiri sendiri dalam mengelola bisnis dan orang orang kepercayaannya. Intinya para owner dan investor ini pasti sedang mencari siapa siapa saja yang bisa diajak menjadi mitra sejatinya atau istilahnya tangan kanannya, untuk mengelola usaha usahanya. Bisa jadi ini semacam ujian untuk Anda sebelum Anda dianugrahi penghargaan yang jauh lebih tinggi dan mungkin akan merubah hidup dan level ekonomi Anda selamanya. Jika Anda lolos dari ujian ini bisa jadi Anda akan diberi wewenang untuk mengelola bisnis lainnya yang lebih besar skalanya dibanding bisnis yang sedang Anda tangani saat ini.

Anda sampaikan kalau Anda  sudah setahun mungkin lebih dibisnis ini. Jika tidak pernah secara langsung diminta mundur atau keluar dari bisnisnya, atau ditegur dimarahi secara keras, direndahkan langsung di depan karyawan, saya rasa itu masih indikasi ujian dari owner kepada Anda. Owner masih ingin kehadiran Anda di usahanya dan ingin mengexplore sampai dimana batas maksimal kemampuan Anda, sekaligus sedang mencari sebenarnya karakter Anda, batas daya juang Anda. Bahkan mungkin bisa saja owner sesekali seperti sengaja melupakan jumlah uang tertentu dalam posisi dipegang atau bahkan ada di rekening bank Anda atau dititipkan kepada Anda untuk kemudian seperti dilupakannya, untuk melihat apakah Anda akan berinisiatif mengembalikan uang bukan hak Anda tsb ke owner atau justru mengambilnya sebagai ujian kejujuran. 

Jadi sebetulnya semua tinggal terserah Anda. Toh jika Anda sudah merasa sangat tertekan dan stress maka Anda punya hak untuk menyampaikan keluhan Anda kepada owner. Disampaikan hal hal apa saja yang membuat Anda merasa kurang nyaman dalam hubungan kerja Owner dan Manager. Jika perlu bahkan Anda bisa mengajukan permohonan mundur dari perusahaan dan lihat bagaimana respond Owner. Jika owner tetap berharap Anda bertahan kerja maka sudah jelas hal hal yang diberlakukan Owner kepada Anda adalah semacam ujian saja. Tergantung Anda selanjutnya sejauh mana Anda bisa bertahan tapi dengan harapan diujungnya Anda akan mendapatkan "hadiah" dari hasil kerja keras dan daya tahan Anda yaitu jadi orang kepercayaan. Pada saat seorang investor sudah menemukan orang kepercayaan,  maka masalah financial, fasilitas dan hal hal lain biasanya meningkat jauh mengikuti skala bisnis yang dipercayakan kepada Anda.

SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Selasa, 01 Januari 2019

Pembukaan Outlet Cafe/Resto Baru



Tanya :   
Semangat Sukses Pak Mirza
Sesuai resolusi tahun 2018 saya untuk membuka Cafe Resto milik sendiri, usaha dengan beberapa teman dekat, alhamdulillah bisa terlaksana walaupun mungkin baru bisa buka di awal 2019. Tidak apalah, yang penting akhirnya punya bisnis cafe resto juga.
Saya mau bertanya kapan waktu yang tepat untuk acara pembukaan atau grand opening agar kedepannya semua lancar dan minim kendala. Demikian pak

Jawab :
Semangat Sukes juga ,
Selamat ya, sudah tercapai resolusinya. Akhirnya sekarang jadi pemilik usaha juga dan pasti rasanya membanggakan bukan? Saya doakan  semoga sukses , lancar dan panjang umur usahanya dengan kawan kawan.

Untuk menentukan pembukaan outlet Cafe/resto baru sebetulnya lebih ke pertimbangan pribadi. Jika ada kepentingan mengundang pihak pihak tertentu, misal pejabat instansi tekait perijinan atau ada icon artist atau orang penting lainnya yang pasti harus diundang untuk ikut meresmikan pada acara pembukaan tsb, maka pasti harus ditentukan hari dimana pihak / orang penting tsb bisa dan bersedia hadir. Atau ada juga agar terasa lebih bermakna mungkin bisa disamakan dengan tanggal ulang tahun terkait salah satu pemilik atau "tanggal keramat" yang memang sudah disepakati seluruh pemilik. Bisa juga tanggal keramat ini disamakan dengan momen perayaan umum di tanggalan nasional, misal pas tanggal 1 Januari untuk Tahun Baru, atau tanggal 22 Desember pas hari ibu misalnya untuk penghormatan terhadap jasa ibu masing masing pemilik usaha, dan banyak lagi pertimbangan personal. Intinya buat saya pribadi, tanggal dan hari untuk pembukaan sebuah outlet usaha baru bukan sesuatu hal yang amat penting. Semua hari adalah hari baik. 

Yang terpenting buat saya justru adalah tahapan pembukaan outlet dengan mempertimbangkan tujuan usaha baru adalah untuk membiasakan seluruh resources usaha sudah berada dalam kondisi prima dan excellent untuk bisa memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan.
Saya tidak mendapat informasi sebesar dan sekompleks apa unit usaha baru yang akan dibuka ini, tapi saya akan persepsikan fasilitas dan fitur yang umum untuk sebuah cafe resto masa kini. 

Misal pasti ada SDM minimal untuk kasir dengan mesin kasirnya, chef atau koki di dapur, dan waiter untuk operasional service. Pasti sebelum cafe resto ini operasional, maka SDM ini telah mendapatkan pelatihan/training sesuai jobdesc dan bidangnya masing masing. Tapi sekali lagi ini hanyalah training teori dan mungkin ada sesi simulasi, tapi tidak dalam kondisi riil berbisnis melayani pelanggan. 

Dalam situasi riil, selain bagaimana bekerja, bergerak, berespond, dan bertindak sesuai SOP juga pelatihan bagaimana bisa dan paham menggunakan alat alat kerjanya. Kasir harus paham dengan software di mesin kasirnya, juga mungkin jika outlet dilengkapi dengan mesin EDC debit dan kartu kredit untuk kemudahan pembayaran. Mulai dari masukan order, menginput harga, discount, compliment, bahkan void jika ada kesalahan input atau pembatalan transaksi. Bagaimana menerima DP untuk booking meja di tanggal tertentu, bagaimana jika tamu pindah meja atau menggabungkan beberapa meja. Bagaimana merubah harga menu atau input menu baru jika ada penambahan atau pengurangan data menu yang sudah ada jika menu dihilangkan, banyak lagi opsi opsi kasir yang harus diketahui. Kasir harus bekerja dengan batasan waktu hitungan detik tertentu. Misal jangan sampai melayani tamu selama lebih dari 15 detik per transaksi pembayaran di depan kasir, atau Kasir akan menerima komplain dari pelanggan. Belum lagi jika ternyata system software membutuhkan waktu untuk synchronize system dengan data data yang masuk. Bisa bisa printing macet karena spek PC tidak memadai untuk mengolah data yang sedemikian banyak mengantri di system. Tidak ada waktu buat kasir untuk bingung mau kerjakan apa di depan kasir karena gugupnya kasir akan sangat terlihat oleh pelanggan dan ini bisa membawa image bahwa manajemen kurang siap. Juga terlihat bagaimana waiter gugup dalam membawa nampan dari dapur ke meja pelanggan, bahkan bingung ini menu ditujukan untuk meja nomor berapa karena mungkin sudah terlalu banyak meja yang order di satu waktu bersamaan. Sedikit dikomplain pelanggan sudah langsung pucat pasi dan langsung panik. Belum lagi kepanikan di dapur ketika order menu datang bertubi tubi dan koki kewalahan memproduksi pesanan tsb. Begitu sudah panik, maka ketentuan resep sudah tidak berjalan dengan standarisasi gramasi ingredients dan cara masak yang baik sehingga rasa masakan menjadi kacau. Belum ternyata jika dalam proses pengolahan ternyata baru disadari kurangnya alat dapur ini dan itu atau bahkan belum diaiapakan sama sekali. Termasuk bahan baku yang masih kurang sehingga order sudah masuk system  tapi dari dapur tidak bisa mengolahnya.

Biasanya event grand opening ini akan dipromosikan dengan besar besaran baik secara offline ataupun online via medsos. Keramaian acara juga akan terekspose dan berisiko saat itu mengundang tamu datang dalam jumlah banyak dalam waktu yang nyaris serentak. Pertanyaannya..sudah siapkah outlet Anda di awal hari  operasional menerima beban seberat ini? Bukan trainingnya yang salah, tapi apapun pekerjaan pelayanan di bisnis service hospitality, perlu mebiasakan diri. Apalagi crew dan SDM yang digunakan sebelumnya tidak pernah atau belum pernah sama sekali kerja di bidang ini. Secara manusiawi wajar jika mereka panio dan jadi blank mengenai materi apa yang sudah mereka terima dalam training. Semua awalan kerja pelayanan harus dimulai dengan berlatih dalam suasana kondusif dan membiasakan dalam beberapa waktu lamanya. Kecuali jika Anda investor kelas kakap dan sejak awal hari pertama pembukaan outlet seluruhnya menggunakan barisan crew yang memang sudah berpengalaman panjang di outlet outlet Cafe Resto sebelumnya dan Anda sanggup membayar gajinya sesuai standard UMR bahkan bisa lebih tinggi.

Tapi umumnya jika Anda masih kelas UMKM, maka umumnya semua budget pengeluaran pasti masih didesign sehemat mungkin termasuk pos gaji SDM. Saya hanya mencoba menggambarkan situasi ini yang akan terjadi jika pada saat event grand opening, ternyata secata system, alat kerja, mental SDM ternyata belum siap untuk melayani tamu dalam jumlah besar atau salam kondisi tamu langsung ramai.

Maka biasanya saya menyarankan jangan dulu segera masuk ke tahap Grand Opening. Buka dulu operasional dalam tahap uji coba atau Soft Opening. Tidak perlu dipromo besar besaran. Cukup pasang 1 buah spanduk di depan Cafe Resto "Telah Dibuka". Diresmikan saja secara sederhana oleh manajemen dan seluruh crew misal dengan acara selamatan dan doa bersama anak yatim sebagai syarat pembukaan tempat usaha baru. Mungkin tamu yang datang hanya beberapa yang kebetulan lewat dan melihat spanduk depan outlet, tidak apapa. Justru memberi kesempatan pada SDM untuk membiasakan diri terhadap pola kerja dan alat kerjanya. Hal hal yang harus diperbaiki dan dilengkapi bisa terus diusahakan tanpa harus menanggung resiko menerima komplain berat dari banyak tamu atau takutnya bahkan langsung menerima persepsi tamu yang datang bahwa outlet Cafe Resto yang baru dibuka ini ternyata jelek standard service dan produknya, tanpa ada kesempatan pihak manajemen bberkomunikasi dengan tamu menjelaskan apa yang sedang terjadi karena semua dalam keaeaan hectic.. Semua berjalan perlahan, wajar, tapi selalu diawasi, diperbaiki bahkan sempat berkomunikasi dengan tamu dan memunta maaf atas segala kekurangan di hari hari pertama pelayanan ini. Masa soft opening ini berjalan paling tidak 2 minggu sampai dengan 1 bulan sampai persiapan Grand Opening. Pada saat itu secara kesiapan SOP kerja, alat kerja dan mental crew pasti sudah lebih siap dan aman untuk image dan persepsi Cafe Resto baru Anda dimata dan dibenak pelanggan.

Karena pelanggan adalah pelanggan, mereka tidak mau tahu apakah outlet Anda sudah siap atau tidak, yang penting setelah mereka bersedia datang dan uang mereka keluar, maka mereka harus menerima pelayanan dan produk sesuai persepsi dan ekspektasi mereka atau mereka kecewa dan bisa menjustifikasi bahwa tidak perlu lagi mereka datang lagi ke Cafe Resto Anda dilain hari. Demikian saran saya mengenai apa yang sebetulnya harus dipertimbangkan pada saat outlet Cafe Resto baru akan dibuka. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)