Rabu, 04 November 2020

Apa Bisnis Yang Cuma Satu Satunya?


Sebetulnya bisnis/ usaha apa yang betul betul baru atau tidak ada pesaingnya saat ini? Mengapa ada bisnis sejenis tapi yang satu hidup berjaya, yang lain biasa saja, satu lagi bahkan bisa kalah bersaing lalu tutup? Apa sebetulnya yang membedakan padahal produknya sama sama itu juga?

Jika produknya sama tapi hasilnya beda, anggap saja hasil ini juga diluar masalah lokasi, tentu yang membedakan adalah pengelolaannya. Baik secara manajemen operasional, pengelolaan SDM, strategi marketingnya, sampai pengambilan keputusan keputusan pentingnya. 
Sama seperti orang masak soto. Akhir menunya sama namanya soto, tapi rasa sotonya bisa beda beda. Ada yang pantas untuk dijual, ada yang cukup hanya untuk dimakan sendiri di rumah. Mulai dari kesegaran bahan bakunya, peracikan aneka bumbunya, cara masaknya, aneka condimennya, sampai penataannya yang bisa membuat beda rasa lidah beda rasa mata maka bisa beda harga dan bisa beda nasib.

Rasanya sangat sedikit bisnis yang hanya satu satunya. Biasanya sudah banyak duanya, tiganya bahkan belasan puluhan semacam tsb. Sekarang ini banyak startup yang merupakan konsep development dengan system IT, itupun diperkaya dari bisnis konvensional yang sudah ada. Intinya jika ingin menang bersaing maka Anda harus cerdas dan menghubungkan sebanyak mungkin kebutuhan yang terkoneksi dalam satu platform bisnis. Dengan system IT maka kemungkinan ini bisa terjadi. Pembeli atau pengguna merasa segala sesuatunya jadi lebih praktis dan lebih mudah. Apalagi jika cukup diakses dengan HP smartphone yang dalam genggaman. Jika kembali lagi ke konsep dagang konvensional, itupun masih banyak pelaku dagang yang hanya tahu produksi dan jual "apa adanya". Maksudnya hanya buka pagi , jualan tunggu pelanggan datang , melayani dan malam tutup. Melayani pun cuma pakai kaos, tidak senyum dan tidak ramah, tidak ada kesan yang dibawa pulang oleh pembeli bahwa abang penjualnya adalah salah satu hal menarik lainnya di kios tsb selain rasa makanannya. Abang penjualnya melayani apa adanya seolah olah pembeli dan pelangganlah yang butuh penjual. Bukan sebaliknya. 
Setiap hari hanya membuka kios lalu cukup duduk menunggu pelanggan datang. Tidak ada upaya aktif menarik konsumen. Tidak ada upaya marketing, tidak pernah melempar promo menarik, belum pernah bekerjasama dengan pihak lain dengan win win skema. Dapat berapa hari ini ya sudah disyukuri dan diterima tanpa berpikir apa besok saya masih ada konsumen. Melayani dan menjalankan cara dagang dengan apa adanya dengan keyakinan bahwa selesai membeli hari ini maka besok pasti pelanggan akan datang lagi untuk membeli. Padahal keyakinan buta inilah yang akan menjerumuskan penjual ke dalam jurang kegagalan dagang.

Maka sebetulnya bukan kita harus repot dan pusing mencari apa bisnis yang betul betul satu satunya dan tidak ada pesaing. Kalau begitu nanti Anda tidak akan mulai mulai usaha atau berdagang. Seperti gambaran soto diatas..mungkin Anda sama sama menjual soto dengan kios tetangga sebelah. Tapi perbaiki di bumbu rasa, penyajian, keramahan pelayanan, kerajinan untuk marketing, kreatif untuk promo, cerdas untuk bekerja sama win win, amanah menjaga pelanggan loyal, jika mungkin pikirkan sampai ke arah masa depannya mungkin bisnis ini nanti bisa dikonsep franchise atau business opprtunity. Dagang boleh sama, tapi hasilnya bisa berbeda. Tergantung dari siapa yang melaksanakan usaha tsb, secara cerdas atau cukup apa adanya saja. Jika bisa kelola dagang atau usaha secara lebih smart, customer satisfaction dan terukur terencana, itu baru namanya berbisnis.


SEMANGAT SUKSES 

(Mirza Amrullah Muthi)

Sabtu, 24 Oktober 2020

Proses vs Hasil


 Me-refer pada *Resume Kajian MQ Pagi* 5 September 2020 M  berjudul *Supaya Mudah Bersabar* dari KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang di akhir tausyahnya membahas Proses vs Hasil

 Ada yang bertanya, bagaimana cara kita senang dalam beramal atau sabar ketika menghadapi kesulitan? Itulah menu utama dari Proses, yaitu sabar. Bagi kita yang penting itu adalah proses, bukan hasil. Hasil itu Allah Ta'ala yang menentukan, tapi proses niat yang baik, ikhtiar yang maksimal, itu yang harus kita nikmati. "Hasil itu bonus, rezeki kita adalah proses. Orang yang sabar orientasinya menikmati proses, bukan menikmati hasil." , demikian Aa Gym. Proses memberikan kita ilmu dan pengalaman. Pengalaman baik ataupun buruk akan memperkaya kemampuan kita dalam berikhtiar. Dan yang penting sabar kita dalam menjalankan proses kita ini akan dicatat sebagai amal Sholeh.

 Hanya saja kebanyakan dari kita selalu melihat hasil daripada proses. Ibu paruh baya mencuri selop sosialita di rumah warga pada saat ada acara, ketahuan dan digebuki oleh massa. Hasilnya tewas mengenaskan sia sia di jalanan. Dicaci maki "dasar ibu tua gak insaf insaf maling sepatu..rasain..cuih..!" . Padahal mereka tidak tahu prosesnya adalah beliau dan 2 anaknya sudah tidak makan 3 hari dan akhirnya terdorong rasa lapar yang kuat mencuri selop ibu tamu untuk dijual ke loak sekedar membeli beras. Tidak ada yang peduli dengan rasa laparnya dan naluri keibuannya memberi makan bagi kedua anaknya. Mengenaskan.

Karyawan di eselon yang sama, bapak yang satu sederhana dengan mobil keluarga biasa, berpakaian wajar pasti lebih kurang pandangan penghormatan kawan dan relasinya, dibanding si bapak yang mentereng jas dan kemejanya lengkap dengan cincin berlian. Datang ke acara makan malam dengan mercy eksklusif ditemani istrinya yang glamour. Hasil penampilannya jelas terlihat beda. Tapi ternyata bapak yang satu berproses dengan sabar , menahan diri dan hidup hemat secukupnya, sedang bapak tajir berproses dengan korupsi, manipulasi, intimidasi dan "fee"kinisasi. Pokoknya semua melihat hasil bahwa bapak tajir ini sangat melintir suksesnya dan sempurna hidupnya. Semua orang mau jadi seperti dia. Lalu saat covid 19 melanda, bisnis shutdown dan semua kesenangan berubah, sang istri yang biasa hidup mewah mulai gelisah, tidak terima dengan berkurangnya standard kenikmatan hidup, lalu menggugat cerai suami miskin barunya. Itulah hasil dari tidak sabar terhadap proses.

Dari beberapa orang anak ada 1 anak yang paling gelisah proses hidupnya. Ekonominya naik turun, maunya kerja sendiri atau jadi pengusaha dibanding jadi karyawan yang aman tentram dengan kepastian gaji bulanan. Padahal idealisme itu adalah proses bathin yang kuat bahwa hidup harus memberi manfaat bagi banyak orang, bisa membuka lapangan kerja bagi beberapa keluarga, dibanding cuma aman nyaman hidup sendiri yang lain bukan urusan saya. Sampai 1 anak itu dipandang sebagai hasil anak gagal yang banyak hutangnya, padahal itu adalah proses dalam hidupnya yang berusaha sementara bertahan memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus meminta orang tua dan adik adiknya. Sudah mahal mahal dikuliahkan tapi tidak diberi uang beli buku sehingga terpaksa fotocopy banyak sekali mengingat jaman tsb belum ada internet dan google untuk mencati referensi gratis dan kuliah harus punya buku, sekalipun hanya fotocopyan yang dibeli dengan cara berhutang. Belum lagi terpaksa  berhutang untuk bertahan hidup keluarga karena memang belum memiliki pekerjaan selepas diPHK semasa krisis ekonomi karena bantuan BLT orangtua yang diberikan setiap minggu sangat jauh dari kebutuhan standard minimal. Yang selalu disampaikan adalah..sudah disekolahkan paling tinggi tapi hutangnya juga paling banyak. Pokoknya berhutang...tidak mau tahu alasan kenapa dia berhutang. Paling merepotkan karena keluarga besar harus menanggung dampak dan keluar uang terus untuk menutupi hutang. Padahal si anak hanya berusaha bertahan kalau bisa tanpa harus merepotkan keluarga besar. Mungkin nanti dalam prosesnya dia masih sempat membereskan hutang hutangnya dari kekuatan sendiri. Tapi tidak semua sanggup sabar dalam menjalani proses panjang. Pandangan orangtua kepada anak berdasarkan pengamatan hasil bukan pendalaman proses. 

Proses juga butuh daya tahan dalam menghadapi beraneka macam ujian. Ujian hidup ini yang akan membentuk karakter pada seseorang dibanding mereka yang hidupnya cenderung stagnan dan nyaman. Mereka yang matang ditempa proses biasanya lebih sabar, rendah hati walaupun dihina oleh bahkan saudaranya sendiri, juga tidak mudah memandang sikap pada orang lain tanpa menganalisa prosesnya, sehingga ibu paruh baya yang di perayaan undangan tadi tidak jadi gugur kalau ketemu orang yang paham akan proses. Mungkin malah si ibu akan diberikan pekerjaan olehnya dan berproses untuk kesempatan hidup lebih baik selanjutnya. Sudut pandang beda maka hasil tindakannya juga akan beda. Proses membutuhkan daya tahan, tidak semua orang paham makna sebuah proses dan bisa tahan menjalani panjang dan lamanya sebuah proses sampai berhasil. Tapi hasil adalah upah, upah bisa instant seperti dagang, buka lapak pagi lalu sore nanti sudah ada uang. Karyawan mendapatkan hasil dengan terima gaji..Tapi ada juga pengusaha yang butuh bertahun tahun kembali modal sebelum mendapatkan hasil keuntungan, yang itulah dinamakan proses yang membawa hasil. 

Semua usaha harusnya bisa membawa hasil, terlepas memuaskan atau kurang memuaskan atau bahkan belum berhasil. Tapi dari setiap proses kita selalu dapat pelajaran. Apakah pelajaran baik atau pengalaman buruk yang tidak boleh diulang. Dalam hasil , buruk ya jelek dan sukses ya bagus. Tapi dalam proses, baik dan buruk sama berharganya. 

 

SEMANGAT SUKSES 

(Mirza A.Muthi)

 

Senin, 07 September 2020

KAWAN SEJATI ADALAH ASSET BERHARGA


Banyak yang cerita kepada saya bahwa disaat sulit seperti ini, mendapatkan pertolongan, khususnya bantuan financial dari seorang kawan, rasanya seperti minum embun segar setelah kemarau panjang. Senang dan haru rasanya masih ada kawan lama yang baik dan memberikan empatinya secara nyata. Di saat ekonomi sangat sulit seperti ini, bantuan yang sebetulnya tidak terlalu besar ini dirasakan sangat berarti, lebih dari nilai uangnya juga sangat membesarkan hati. Bagaimana hal ini bisa sangat menggetarkan hati?

Seperti kita alami, selama pandemic COVID-19 ini banyak "orang miskin baru". Para manager yang tadinya bergaji 15 juta keatas yang biasanya cukup aman dan stabil keuangannya mendadak di PHK. Angsuran rumah dan mobil mendadak macet dan menimbulkan kepanikan financial yang luar biasa. Melepas asset dan merubah gaya hidup wajib dilakukan agar bisa bertahan. Begitupun tetap saja hanya bisa bertahan 2-3 bulan sementara situasi krisis ekonomi masih berlangsung. Pada saat ini mereka yang biasa membuang Rp. 1 juta dalam semalam sudah merasakan sangat berartinya masih bisa mendapat uang Rp. 100.000 saja walaupun itu dari pinjaman seorang kawan. Karena di saat ini mencari pinjaman / hutangan dari pribadi juga sudah susah luar biasa. Jarang sekali ada orang yang berani meminjamkan uang karena semua sedang menyimpan dana yang dimilikinya untuk persiapan krisis panjang. Maka jika masih ada kawan yang bersedia, bahkan menawarkan bantuan, rasanya sangat berarti sekali dan pasti rasa syukur  akan terpatri di hati dan rasa terimakasih pada kawan baik tsb, teringat di pikiran sampai kapanpun.

Anda seharusnya mulai banyak mendapat hikmah dari situasi ini, bahwa kawan baik adalah asset berharga. Pada situasi sulit ini akan terlihat mana kawan sejati, mana kawan yang hanya sebagai penggembira dalam perjalanan hidup Anda. Memang kita tidak bisa juga mendeskreditkan kawan lain karena situasi krisis sedang umum terjadi. Tapi Anda perlu tahu justru saat seperti ini memutuskan untuk bisa berbagi dengan orang lain yang tidak ada hubungan darah keluarga adalah keputusan yang sangat sulit.  Jangankan untuk berbagi, menjaga uang untuk persediaan keluarga sendiri saja sebetulnya kita semua sudah harus maklum. Masing masing kita memang harusnya bertanggung jawab atas hidupnya sendiri.

Tapi bersyukurlah, masih ada kawan kawan atau orang yang berprinsip: 

"Mudahkan orang lain, maka Alloh SWT  akan lebih memudahkan jalan hidupnya juga."

"Harta yang bisa dibawa mati adalah harta yang digunakan untuk membantu orang lain dan diamalkan sesuai ketentuan Alloh SWT dan seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW."

"Rezeki adalah Hak Prerogatif Alloh SWT. DIA memberi rezeki pada siapa saja yang dikehendakiNYA. Dari pintu yang tidak disangka sangka."

Memang jika dipikirkan secara nalar logika seperti tidak masuk akal. Memberi uang kemana mana disaat sulit tapi malah bisa menambah rezeki. Capek capek kerja untuk menghasilkan uang lebih baik dikumpulkan. Kalau uang yang sudah terkumpul lalu dikasih kasihkan ke orang lain ya lama lama bisa habis. Pemikiran tersebut sangat logis sekali dan secara matematika memang masuk akal. Tapi jangan lupa bahwa Alloh SWT yang memiliki bumi dan seisinya, termasuk kita dan takdir rezekinya masing masing. Alloh SWT adalah sutradara kejadian di bumi dan DIA yang Maha Kuasa membolak balik skenario hidup kita sebagai para pemain sandiwara hidup. Terpenting Alloh SWT sudah menggariskan bagaimana seharusnya kita menjalani hidup, tinggal kita harus yakin dan percaya pada ketentuan pedoman hidup ini dan jalankan. Sebagai umat harusnya prinsip menjalankan hidup kita hanya satu: kami dengarkan dan kami taat. Maka perlu keiklasan, iman dan taqwa untuk bisa mengaplikasikan 'memberi tanpa ragu' ini. Maka bayangkan bagaimana kita ternyata masih bisa mempunyai kawan yang masih memiliki hati besar seperti ini dalam kehidupan kita dan kebetulan kawan baik ini memilih kita untuk kawan berbaginya. Berarti Alloh SWT juga sudah menunjuk nama Anda juga yang terbesit di hati dan pikiran kawan Anda yang baik ini, sebagai orang yang perlu dibantu.  Apa maksud Alloh SWT atas ketentuan ini?

Jika Anda masih bisa mendapat pinjaman dari kawan atau dari manapun dimasa sulit ini, itupun sudah rezeki. ALLOH SWT MASIH SAYANG PADA ANDA. Dan ingin Anda berubah di masa berikutnya. Jika Anda nanti bisa lepas dari situasi sulit ini, rubahlah sikap Anda terhadap harta. Jangan segan keluar uang untuk membantu kawan lain yang membutuhkan. Kadang yang membantu kita bukan kawan yang dulu kita pernah bantu, tapi datang dari kawan yang lain lagi. Rezeki bisa datang dalam lingkaran energi positif diantara kawan kawan yang kita kenal atau memang orang orang yang dipertemukan oleh skenario Alloh SWT. Berkawanlah dalam kebaikan dan saling tolong menolong sesama kalian, karena kawan baik adalah asset dan rezeki yang diturunkan Alloh SWT pada kalian. Sebagaimana Alloh SWT memilihkan sahabat sahabat Nabi Muhammad SAW yang iklas, gagah berani menyertai Nabi Besar dalam misi syiar Islam di Makkah dan Madinah dalam situasi yang berat dan penuh perjuangan dengan pengorbanan lahir bathin. Hanya sahabat sejati yang secara iklas dan loyal berani menemani perjuangan Nabi Besar Muhammad SAW. Berkawan dan berserikat menjalani kehidupan dan perjuangan sudah menjadi fitrah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Maka carilah kawan yang banyak. Berkawan bisa dengan siapa saja. Tapi plihlah kawan kawan yang baik dan hanya yang bisa berguna bagi hidup Anda ke arah yang lurus dan baik. Hindari jauh jauh kawan kawan yang bisa membawa Anda pada kebathilan dan memberikan mudharat. Jangan sampai terjerumus. Nantinya diantara kawan kawan baik akan ada kawan yang Alloh SWT pilihkan dan kirimkan untuk Anda dan datang sendiri pada waktunya sebagai jodoh kawan sejati. 

KAWAN SEJATI ADALAH YANG BERSEDIA DATANG PADA SAAT ANDA KESUSAHAN. 

Satu kawan sejati yang datang pada saat Anda susah adalah jauh lebih baik daripada ratusan kawan yang menyelamati dan bertepuk tangan ketika Anda sedang sukses.

Satu musuh sudah terlalu banyak dan seribu teman baik masih terlalu kurang.

Kawan Sejati adalah keluarga yang Alloh SWT pilihkan dan datangkan untuk menyertai perjalanan dan perjuangan hidup Anda. Kelak Anda dan kawan sejati Anda bisa sama sama memberi manfaat bagi kehidupan yang lebih luas. 

 

SEMANGAT SUKSES 

(Mirza A.Muthi)

 

Selasa, 04 Agustus 2020

BERPRASANGKA BAIK ATAS SITUASI PANDEMIC COVID-19




Ini betul betul tahun yang penuh tantangan. Curhatan senada mengenai kesusahan hidup seperti kena PHK, tidak punya daya beli lagi, dikejar kejar angsuran dan tagihan, rumah, mobil atau motor yang terpaksa harus dilepas ke leasing, anak harus pindah ke sekolah atau kampus yang lebih murah, susah cari kerja ataupun berbisnis, dituntut cerai oleh pasangan, sampai ada rasa putus asa....sampai sejauh mana pengorbanan diperlukan dan sampai kapan cobaan ini akan berakhir. Saat ini mungkin jumlah penduduk atau keluarga mendadak miskin di Indonesia naik 70%  dan rata rata masih usia produktif yang tadinya sangat konsumtif.

Secara pribadi, saat ini saya juga tidak berani gegabah memberikan nasihat ataupun saran karena sayapun termasuk "korban" dari situasi pandemic ini. Dan secara kenyataannya situasi ini memaksa semua orang juga jatuh bangun menghadapi situasi ini. Salah dari mungkin kebanyakan orang yang umumnya adalah, kurangnya persiapan pada saat situasi masih normal. Salahnya pengelolaan keuangan pada saat situasi masih normal dan mungkin pada saat normal bahkan situasi ekonomi Anda masih belum cukup mapan dan solid, sehingga pada saat masih limbung lanjut dipukul jatuh lagi dengan hook covid 19 mengakibatkan Anda terhuyung huyung atau bahkan ada yang menjelang Knock Out. Sebelumnya Anda merasa nyaman dan aman dengan cara Anda menjalani hidup dan mengelola uang karena semua seperti mengalir berputar dari bulan ke bulan. Airnya masih bisa dibagi bagi ke ember ember yang memang harus diisi. Namun begitu sumber uangnya mampet atau pompa airnya rusak, maka semua saluran jadi kering dan sudah tidak ada lagi yang bisa didistribusikan ke ember ember yang harusnya diisi air. Kita tidak punya tangki penampungan air yang cukup atau bahkan tidak punya tangki air sama sekali untuk menyimpan air di saat darurat seperti ini. Maka bencana kekeringanlah yang terjadi.

Situasi ini secara positif harusnya menyadarkan kita semua, bahwa jika kita bisa selamat dari situasi ini maka ada gaya hidup dan kebiasaan kelola uang yang harus kita perbaiki dan rubah secara ekstrim agar kita bisa tetap survive di situasi cobaan berikutnya. Banyak karyawan perusahaan swasta dipecat, sebaliknya yang dagang makanan atau punya kios sembako masih bisa bertahan. Banyak asumsi yang tadinya valid saat ini jadi seperti dimentahkan. Jadi karyawan ternyata bukan situasi yang aman juga. Jadi pedagang atau pengusaha UKM ternyata bukan pilihan mencari nafkah yang terlalu beresiko juga. Tidak ada jenis pekerjaan, situasi hidup dan kestabilan ekonomi yang betul betul aman dan nyaman. Demi keluarga kita, hendaknya dalam upaya menghasilkan uang, kita berusaha seolah olah kita akan mati esok hari, sehingga segala sesuatu yang sifatnya pengeluaran uang harus betul betul kita pikirkan baik baik. Apakah pengeluaran ini perlu atau belum perlu. Apakah ini kebutuhan atau hanya sekedar keinginan. Dan segala sesuatu pengeluaran/investasi  yang sifatnya bisa menghasilkan uang dan bukan hanya dari satu sumber penghasilan, harus kita pertimbangkan untuk jadi prioritas untuk dilaksanakan.

Banyak diantara kita yang bisa survive di situasi ini karena ada bantuan saudara, sahabat  dan teman. Diantara kita saling bantu sedikit sedikit tapi sambung menyambung. Maka betapa kita saat ini menyadari, pentingnya tolong menolong sesama kita disaat pandemic ini. Di masa seperti ini kita menghilangkan keegoisan kita atas apa yang harusnya jadi hak kita. Belajar berempati pada kesusahan kawan kita atau orang lain dan aktif membantu sebisa kita selagi kita masih ada kemampuan ekonomi, mengajarkan bahwa ekonomi bisa dibangun atas dasar ekonomi kerakyatan, tidak usah besar tapi bergotong royong dan saling bantu dari lapisan lapisan kelas masyarakat. Bahwa pada akhirnya kita disadarkan bahwa melihat orang lain bahagia atas sedikit saja bantuan yang bisa kita berikan. Jika biasanya kita berasumsi jumlah tsb seperti kecil kalau dulu kita sumbangkan atau donasikan, ternyata bisa diterima dengan rasa syukur yang tinggi. Bagi kita ada rasa puas dan nikmatnya bisa mengalahkan jika kita belikan uang tsb sekedar barang konsumsi yang kita mau. Memberi ternyata tidak perlu harus menunggu sampai mencapai jumlah atau nilai yang besar. Memberi dari jumlah yang kecil tapi tepat pada orang yang membutuhkan, ternyata disyukurinya sangat luar biasa. Dan bagi yang memberi, rasa nikmat dari iklasnya memberi ternyata sangat luar biasa. Sangat bermanfaat dan berpahala tentunya.

Belum lagi kebiasaan kita menjaga hygienitas diri sendiri saat ini diperbaiki. Baju harus lebih tertutup dan jangan banyak terbuka. Badan harus selalu bersih, tangan harus sering dicuci, disitu jadi jelas betapa pentingnya berwudhu sampai minimal 5x sehari. Kondisi tubuh juga harus selalu fit maka jangan lupa menjaga kesehatan dan jangan terlalu capai berlebihan agar daya tahan tubuh selalu prima sehingga imunitas tubuh tetap prima. Bukan hanya kondisi kesehatan pribadi tapi minimal kondisi kesehatan seluruh anggota keluarga kita.  Berolah raga rutin wajib seluruh anggota keluarga. Aktifitas berolah raga bersama bisa mempererat juga komunikasi cair dan rasa kasih sayang diantara keluarga. Luangkan waktu lebih banyak untuk keluarga, karena ternyata bekerja dari rumah juga bisa kita lakukan tanpa harus "membuang umur dan energi" di kepadatan jalan raya. Bahkan mungkin sekarang Anda tersadarkan kalau ternyata Anda bisa mengerjakan hal pekerjaan baru yang juga menghasilkan, padahal selama ini Anda berpikir kemampuan bekerja Anda hanya di bidang yang sudah biasa tahunan Anda lakukan selama ini.

Maka kita yakini, setiap kali Alloh SWT menetapkan kuasanya pada manusia apalagi dalam skala besar seperti situasi pandemic ini, maka pasti ada maksud tersirat dan tersurat. Tidak pernah ada kejadian atau ketetapan Alloh SWT yang sia sia. Maka hendaknya kita harus secara positif dan berprasangka baik atas situasi ini. Semoga dibalik awan mendung ini dan di masa depan pasti matahari akan bersinar kembali dengan udara yang lebih segar dan kita akan menyambutnya dengan semangat baru.

SEMANGAT SUKSES
(Mirza A.Muthi)

Jumat, 03 Juli 2020

Bagaimana Kita Berani Berubah?


"Zona Nyaman" sering disebut sebagai waktu dan tempat dimana rata rata kita sebagai manusia enggan beranjak melakukan perubahan. Lebih baik kita bangun tidur, lalu memulai aktifitas yang sudah sangat kita akrabi sehari hari. Tempat dan aktifitasnya seperti sudah otomatis kita jalani dan waktunya mungkin sudah bertahun tahun. Tidak banyak masalah, ada hasilnya yang jelas dan tidak ada resiko, makanya bisa disebut nyaman. Sehingga dalam kondisi normalpun kadang kita terlena dan kaget misalnya pada saat anak mau masuk kuliah atau perlu biaya pengobatan orangtua kita tidak ada uang yang cukup karena apa yang kita usahakan selama ini belum ada ketahanan finansial untuk kebutuhan mendadak atau kebutuhan tambahan di masa depan.

Lalu datang situasi yang mengharuskan semuanya berubah. Dipaksa untuk bergerak berpindah dan tidak bisa lagi menjalani rutinitas yang selama ini sudah bertahun dijalani. Seperti masa pandemic covid-19 ini, sebagaimana kita tahu banyak yang sudah settle bekerja tahunan mendadak kena PHK karena pertumbuhan ekonomi terjun bebas sangat drop dan iklim bisnis turun drastis. Usaha yang tadinya jadi mata pencaharian utama Anda, mendadak lumpuh dan Anda harus berpikir berganti bidang usaha. Kalaupun perusahaan Anda masih survive tapi usaha mitra mitra support perusahaan Anda kolaps dan mau tidak mau berimbas kepada produktifitas usaha Anda. Bahkan untuk Anda datang ke tempat usaha atau Anda bisa membuka tempat usaha sajapun sudah dilarang. Penghasilan rutin lenyap sementara kebutuhan biaya hidup tidak berkurang dan kewajiban membayar angsuran tetap berjalan. Seketika zona nyaman Anda jadi ambyar dan terbayang masa depan Anda tidak lagi indah seperti biasanya. Dunia Anda terasa kiamat dan sekejap Anda putus asa. 

Jangan putus asa dan menyerah..Bersyukurlah karena Anda masih hidup, masih sehat dan masih ada. Lalu bagaimana mindset yang harus dibangun agar beban ini tetap terasa ringan melangkah dan berani berubah?
            1. Bukan hanya saya yang menerima bencana ini, tapi banyak juga lainnya. Maka ini adalah bencana nasional, artinya dampaknya sistematis dan menyeluruh kepada seluruh masyarakat. Dari mulai segmen ekonomi bawah bahkan sampai ekonomi menengah. Jikapun segmen ekonomi atas belum terlalu terasa karena mereka masih punya ketahanan kebutuhan pokok. 
            2. Tidak berubah maka saya mati. Maka ini saatnya setiap orang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidupnya sendiri dan keluarga atau yang masih mampu menolong masyarakat lainnya yang membutuhkan. Jangan menunggu uluran pemerintah karena pemerintah hanya membantu untuk yang benar benar membutuhkan. Tapi untuk bisa bangkit dan membangun kehidupan normal lagi pasca covid-19 adalah tanggung jawab pribadi.
            3. Masih banyak anggota keluarga yang membutuhkan perjuangan saya. Jika Anda adalah kepala keluarga dan istri , anak, orangtua Anda masih membutuhkan penghidupan dari Anda, maka bersemangatlah. Itu jalan ibadah Anda. Berkeinginan kuatlah untuk segera bangkit dan jangan berlama lama jatuh. Makin lama Anda berdiam meratapi diri makin besar ada kemungkinan Anda mengalami depresi dan mungkin saja putus asa.
            4. Cari informasi sebanyak mungkin untuk opsi jalan keluar dari segala kesulitan. Yakinlah bahwa selalu ada peluang jika Anda keluar, bertemu dengan orang orang tentunya dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Atau saat ini Anda bisa mencari informasi via online seperti youtube, webminar, WA grup, meeting zoom dengan orang orang tertentu. Makin banyak Anda dapatkan informasi makin banyak Anda memiliki opsi untuk jalan keluar.
            5. Segala kesulitan dan masalah bisa saja terjadi dan hal tersebut adalah biasa saja. Pada saat Anda mengumpulkan informasi dan mengolahnya, mendiskusikannya dengan keluarga, kadang muncul pesimisme baik dari Anda maupun dari keluarga. Jangan terlalu membesar besarkan gambaran resiko di depan atau Anda tidak akan mulai berubah. Perubahan adalah alami saja dan harus terjadi dan kita harus bisa beradaptasi.
            6. Masih banyak yang bisa saya pelajari diluar yang saya sudah tahu. Ada 1000 cara hidup dan cara mencari uang yang tersedia diluaran sana selain yang sudah terbiasa Anda dan keluarga Anda lakukan selama ini. Tinggal kita mau mempelajari dan menjalankannya opsi yang paling mungkin bagi kondisi kita saat ini. Bisa kita jalankan sendiri atau kita berkolabirasi dengan kawan lain yang bernasib sama tapi satu tujuan untuk menjalankan usaha bersama. Waktu pasti terus berjalan dan saya harus bergegas.
            7. Saya hanya perlu waktu sedikit saja untuk mulai terbiasa lagi. Jalankan, mulai saja dulu sebelum Anda kehabisan uang, tenaga dan keburu dipenuhi pesimisme. Jika Anda sudah mulai maka Anda tidak akan bisa berhenti di tengah jalan. Anda harus dipaksa untuk berpikir dan mencari jalan. Biasanya dari sana usaha akan menemukan jalannya. Dari sehari hari Anda akan menjadikannya kebiasaan baru dan Anda mulai lupa zona nyaman Anda dahulu. Jika hari demi hari dijalani dengan gembira tidak akan terasa sudah berapa lama waktu dihabiskan karena tujuan keberhasilan di depan sudah semakin tampak. Terpenting Anda mulai berhenti meratap dan menyalahkan siapa siapa melainkan terus fokus pada usaha baru Anda.
            8. Saya orang hebat, dan bagian dari orang orang hebat lainnya yang ada maka saya pasti bisa! Dengan Anda sudah memulai hal yang baru saja menandakan bahwa Anda orang hebat. Anda tinggal terus berkomitmen dan kosisten melanjutkan langkah Anda. Tidak ada yang bisa menghentikan Anda walaupun bencana nasional sekalipun.  Keberhasilan adalah hak Anda dan Anda pantas dan wajib  memperjuangkannya demi keluarga Anda. Berkumpulah dengan orang orang hebat lain agar suasana hati Anda tetap positif dan optimis. Pilih lingkungan pergaulan, kawan kawan, komunitas yang kondusif. Jangan berkumpul dengan orang orang pesimis dan apatis, karena mereka justru lebih berbahaya daripada virus covid-19 untuk masa depan Anda.
            9. Dibalik perubahan ini, masa depan saya dan keluarga akan lebih cerah. Anda mulai yakin bahwa jalan baru yang Anda jalani saat ini adalah berkah dan rahmat dari Alloh SWT. Anda tidak akan hilang tenggelam oleh ujian dan cobaan. Anda punya usaha baru, tantangan baru, mungkin juga nanti kawan kawan, relasi, komunitas baru yang akan menyegarkan kembali hidup Anda di masa mendatang. Bergembiralah dan Yakinlah pada diri sendiri dan kuasa Alloh SWT. Ini bukan langkah mundur tapi mempersiapkan keberhasilan.  Sebagaimana Nabi besar baginda rasul Muhammad SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah dalam rangka memperkuat syiar Islamnya. Setelah makin kuat dan siap baru kembali ke Makkah lagi secara elegan dengan hasil gemilang.
            10. Ibadahlah yang tekun dan banyak berdoa. Disaat seperti ini makin dekatlah pada Alloh SWT agar hati tenang dan pikiran jernih. Disaat tidak ada tempat mengadu sering sering curhat pada Alloh SWT. DIA maha mendengar dan mengabulkan setiap doa yang penting kita datang menghampiriNYA. Mohon segala urusan kita dimudahkan, dilancarkan dan jangan dipersulit. Karena apapun usaha kita semua Alloh SWT juga yang menentukan hasilnya.
Demikian mindset yang dibutuhkan agar Anda dan keluarga tetap bersemangat menerima ujian ini dan tetapkan hati untuk berhijrah demi masa depan yang lebih cerah. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Selasa, 02 Juni 2020

PHK dimasa pandemik Covid-19



Semasa pandemic covid19 ini adalah masa susah saya. Sudah kena PHK, tidak dapat pesangon, sampingan gojek juga dilarang cari penumpang, sementara kebutuhan hidup terus meningkat. Ingin bikin usaha walaupun cuma usaha kecil pasti tetap butuh modal. Pinjam ke Bank pasti tidak mungkin karena usaha saya belum mulai. Bagaimana caranya saya dapat support modal dari orang lain yang percaya dengan bisnis saya?

Saat ini situasi memang sangat pelik. Masalah PHK, persediaan uang cash makin berkurang, daya beli sangat turun, pertumbuhan ekonomi berhenti. Ini betul betul bencana ekonomi nasional. Saya juga merasakan kesusahan ini dan ikut berempati atas kenyataan sulitnya menjalankan hidup masa masa sekarang ini. Bisa dibilang kita sedang memasuki awal masa resesi, bertahan hidup saja sudah bersyukur karena pertumbuhan ekonomi mendekati nol. Tapi mudah mudahan tidak sempat resesi berkepanjangan karena pandemic segera berakhir, kondisi usaha mulai recovery dan situasi ekonomi bisa pelan bertumbuh lagi walaupun menyesuaikan dengan the new normal.

Saat seperti ini memang uang cash jadi harta yang paling berharga bagi setiap orang. Tidak peduli itu bagi orang kaya sekalipun, apalagi mereka kalangan menengah terlebih yang masuk golongan miskin, sangat sangat menjaga uangnya yang tersisa agar cukup dipakai untuk kebutuhan paling tidak untuk minimal 3 bulan kedepan sebelum bisa masuk uang lagi. Jangan salah, saat ini bisa saja terjadi secara fisik tampak punya rumah, punya mobil bagus, tapi sama saja tidak punya tabungan uang cash. Malah kondisi financial lebih susah karena banyak angsuran rumah dan kendaraan. Tapi kita bisa saja miskin uang tapi semangatnya adalah jangan biarkan miskin ilmu dan kehilangan harapan. Justru di saat saat seperti ini, bagi mereka yang masih punya uang lebih tapi sudah kehilangan pekerjaan misal karena di PHK tapi ada dapat pesangon, masih ada kemungkinan juga sedang mencari peluang untuk masih bisa memutar uangnya untuk sedikit memberi nafas setiap bulannya sampai kondisi ekonomi normal kembali. Yang tadinya cuma mengandalkan terima gaji setiap bulan sudah aman, maka saat ini harus berpikir usaha apa yang bisa menghasilkan selama tidak ada pekerjaan. Ini bisa kita sebut sebagai peluang emas di saat situasi sulit. Kalau tidak bisa berjuang sendirian, maka cobalah berjuang bersama sama. Bisa jadi juga saat ini mereka yang masih punya uang lebih ini sedang mencari celah usaha. Jikapun mereka tidak turun langsung sendiri, maka ada kemungkinan mereka mencari partner untuk memulai usaha baru mereka tsb. Bolehlah mereka yang seperti ini bisa kita sebut sebagai investor walaupun bukan investor besar. Timing yang pas bagi Anda yang berniat ataupun sudah terbiasa usaha kecil menengah untuk mencari mitra pendana/ investor dan tidak terbiasa berusaha mandiri. Atau sama sama menanamkan modal kecil kecil dan sama sama menggerakan usahanya. Ekonomi gotong royong.

Silaturahimlah dengan kawan terdekat dahulu yaitu tetangga. Namanya tetangga walaupun tinggal di lingkungan yang sama tapi tetap kondisi situasi ekonomi berbeda beda. Tapi jika bertemu dan sama sama terbuka menyampaikan maksud kebutuhannya, bisa jadi ada jalan keluar. Kalaupun Anda belum punya usaha tapi mungkin Anda bisa sampaikan ide dengan menjelaskan jika Anda punya produksi produk X, memiliki keahlian jasa Y, ada jalur ambil barang ke supplier A atau konsinyasi dengan produk brand B atau punya mobik bak atau motor bak yang bisa dipakai untuk pengangkutan dan informasi potensi lain semacamnya. Siapa tahu bisa disinergikan satu potensi dengan potensi lainnya untuk menjadi peluang. Awali dulu dengan saling ngobrol informasi untuk membuka peluang biar sama sama dinilai potensinya. Jika Anda sudah punya usaha hanya kesulitan modal tambahan untuk bertahan di masa sulit karena penjualan sedang sulit, Anda bisa mengajak tetangga  calon target mitra investor tsb ke gerobak/ lapak/ toko Anda. Biar dia bisa langsung menilai potensi bisnisnya. Sampaikan kendala saat ini adalah makin berkurangnya pembelian. Tapi sampaikan alasan kenapa pembelian berkurang, misal karena area penjualan terbatas hanya radius 1 km sekeliling area gerobak jadi pembelinya hanya warga sekitar. Nah dengan dana dari mitra investor akan dialokasikan untuk memperluas penawaran dan mendongkrak penjualan secara online. Daftar pembelanjaan untuk membeli HP Android foto untuk upload foto produk dan posting di medsos, membeli kuota paket internet, sampai membeli motor second mempermudah dan mempercepat pengiriman sendiri tanpa harus menunggu lockdown/ Pembatasan Sosial Berskala Besar dibuka bebas kembali. Atau ada yang bagian beli HP android, ada yang tugasnya isi paket internet, ada yang ig dan fbnya sudah banyak friends dan follower bisa digunakan potensi channelnya supaya bisa saling bantu mempromosikan produk bersama.

Saat ini pikirkan secara sederhana,  bisnis yang penting bisa jalan dulu, bisa jualan, bisa marketing, ada potensi pembelinya. Tidak usah berpikir bisnis hal hal yang luxurious, produk lifestyle, barang branded, barang hobbiest. Saat ini kondisi daya belinya dan demandnya masih belum pas. Pikirkan bisnis pemenuhan bahan pokok yaitu pangan dan turunannya. Hanya bahan pokok sekarang yang masih bebas jalur distribusinya. Misal pengadaan ayam karkas segar dan telur. Pengadaan sayur sayuran segar dan ikan. Atau diolah dengan produksi menu menu harian ala warteg dengan harga terjangkau. Bukan menu mewah untuk saat ini, yang penting nikmat dimakan sehari hari, mengenyangkan , tetap bergizi dan bersahabat harganya. Bikin makanan jadi untuk dijual dan dikirim ke rumah rumah tangga yang tidak biasa masak sendiri. Kirim antar sendiri langsung jika tidak terlampau jauh atau gunakan jasa antar kirim via ojek online. Jelaskan kepada mitra pendana bagaimana system bagi hasilnya, buatlah simulasi penghasilan bulanan sejak digunakan medsos sebagai jalur pemasaran, proyeksi omzet, nett profit lalu berapa bagi hasilnya untuk mitra investor.

Lebih baiknya agar lebih cepat mendapat mitra pendana, ajak tetangga yang selama ini sudah lama kenal Anda. Tentu saja tetangga yang Anda pikir secara ekonomi lebih punya atau sehari harinya terlihat punya pekerjaan tetap. Antar tetangga juga bisa lebih dipercaya karena sehari hari biasa bertemu dan mudah untuk sama sama mengawasi pekerjaan. Jumlah yang dibutuhkan untuk usaha kecil ini juga tidak terlalu besar. Mungkin skala 5 juta rupiah untuk membiayai putaran bisnis usaha kecil yang sudah ada. Misal untuk pendanaan di sektor marketing dan penambahan bahan baku produk. Yang awalnya hanya sebagai tetangga, kini meningkat sebagai mitra usaha. Dalam skala lingkungan RT/RW jika ada yang kelola bisa dibangun Kerjasama Kemitraan Bersama. Yang masih punya modal dan cash cukup bisa bergotong royong membantu usaha kecil tetangganya yang butuh bantuan dana dan mengoptimalkan pemasaran untuk meningkatkan produksi. Dipasarkannya bisa untuk jarak yang lebih jauh lagi dan via medsos. Konsep usahanya bagi hasil sesuai proporsi yang disepakati. Kita bisa sama sama keluar dari masalah situasi pandemic covid-19 ini dengan berjuang bersama  membantu bersama untuk sama sama selamat. Tentunya protokol kesehatan covid-19 tetap harus dijalankan untuk mencegah penularan virus lebih luas antar tetangga. Dengan berkumpul bersama dengan orang baru juga selalu ada kemungkinan ide ide baru yang lebih segar untuk diterapkan. Lebih banyak kepala untuk berpikir mencari solusi jauh lebih baik. Ingat, dalam setiap kesulitan pasti selalu ada jalan. Tetaplah bersilaturahim, tapi tetap gunakan protocol covid-19, jaga jarak aman, jaga kebersihan diri dan perkuat imunitas tubuh. Tetap positif dan jangan panik, selama kita sabar dan tetap berpikir dan berusaha, insha Alloh tetap ada jalan keluar. 


SEMANGAT SUKSES 
( Mirza A.Muthi )

Selasa, 05 Mei 2020

Menyiasati Bisnis Yang Tenggelam Di Masa Pandemi COVID-19


Sebagaimana kita sedunia pahami bahwa telah terjadi Pandemi COVID-19 yang meluluh lantakan perekonomian dunia yang diawali dengan runtuhnya sosial interaksi antar manusia sehingga semua kegiatan ekonomi terhambat bahkan bisa sampai  terputus sama sekali. Jika memaksakan tetap berinteraksi, bersosialisi bahkan bertransaksi, taruhannya adalah terinfeksi virus bahkan kemungkinan bisa kehilangan nyawa. Bahkan kalaupun kita tetap sehat tapi tetap ada  kemungkinan besar bisa menular kepada seluruh anggota keluarga yang awal mulanya sehat. Kita ada di tahun yang sangat sulit. Jangan berharap terlalu tinggi bagi yang memiliki bisnis, karena justru faktor resiko tidak bisa berbisnis akan lebih besar saat ini sementara tanggungan biaya seperti membayar gaji dan hutang usaha tetap berjalan. Yang saat ini dibutuhkan adalah kondisi mental dan fisik yang sehat. Jangan perburuk kondisi dengan terus menerus mendengar berita negatif tentang covid-19. Tetap ada berita dan harapan positif di masa sulit jika kita jeli dan percaya bahwa jika ditutup satu pintu, maka pintu lain akan terbuka. Percaya bahwa setiap masa kesulitan pasti ada akhirnya.

Begitu juga bisnis, saat ini bisnis yang mengharuskan pertemuan fisik antara pelaku bisnis , keramaian, diluar rumah,  pasti sedang drop. Seperti keramaian mall, bisnis hiburan dan rekreasi, jual beli di toko off line, gojek dan transportasi, resto dine in, sekolah dan kursus fisik, pasar tradisional, bengkel dan showroom, dll. Semua yang sejenis/semacamnya pasti sedang sepi dan turun bisnisnya. Tapi tetap ada bisnis yang bisa bertahan, antara lain berpindahnya cara belanja dari offline ke online. Sekolah dan kursus juga berpindah moda dari pertemuan fisik ke belajar secara online. Pengiriman barang atau makanan akan meningkat drastis karena orang menghindari pertemuan fisik. Penjualan obat obatan dan alat pelindung kesehatan diri justru masa panen. Masyarakat juga lebih banyak mengkonsumsi makanan alami segar seperti buah dan sayur segar. Juga aplikasi meeting online seperti zoom akan banyak didownload untuk menggantikan sesi pertemuan langsung/ meeting. Pasti aplikasi aplikasi HP yang bisa membunuh kebosanan seperti tiktok, games, dll akan banyak didownload dan digunakan.

Bisa saja di masa sulit yang belum berujung ini perusahaan melakukan perubahan bisnis/ berpindah bisnis untuk langkah adaptif. Entah bersifat sementara atau perubahan tetap jika peluang yang didapat ternyata bisa jangka panjang dengan kontribusi yang cukup signifikan. Misal resto yang selama ini fokus di pelayanan langsung di resto mulai fokus menjalankan divisi delivery dan order onlinenya. Tenaga kerja yang ada yang biasanya bekerja fisik di resto diajarkan alihkan fokusnya ke system online mulai dari pemasaran, penawaran sampai antarnya. Jadi tidak di PHK tapi di alih fungsikan dan ditambah skill dan knowledgenya agar paham marketing online. Supermarket sembako yang selama ini menunggu kehadiran pelanggan untuk datang memilih dan membeli kebutuhan harian juga mulai fokus di penawaran online. Dibuatkan daftar belanja dari hari Senin-Sabtu dengan menyebutkan juga harga belanja total sehingga calon pembeli tidak pusing lagi harus menyusun daftar belanja sembakonya sendiri dan bisa mengukur budgetnya. Dia tinggal menunggu hari dimana daftar belanjanya cocok sesuai keinginannya dan order sebelum hari H kirimnya. Perkuat lini medsos dan pengiriman. Jika tidak menggunakan gosend atau moda pengiriman umum, mungkin untuk radius pengiriman wajar terjangkau bisa langsung dikirim staff sendiri untuk menjamin kecepatan layanan dan kepuasan pelanggan. Hiburan hiburan tempat rekreasi dan biasanya butuh kehadiran fisik bisa diadaptasi dengan membuat channel hiburan siaran. Misal games di area hiburan/ rekreasi tsb yang menggunakan beberapa orang kontestan dan supporter terbatas untuk berkompetisi dan disiarkan live langsung streaming via medsos atau aplikasi khusus untuk mendapatkan respond dan support langsung dari netizen. Pabrik konveksi yang biasa memproduksi pakaian  fashion bisa dirubah menjadi produksi masker dan baju Alat Pelindung Diri untuk dijual ke pemerintah agar bisa dipakai dokter dan perawat serta tenaga kesehatan. Bengkel mobil/motor mulai tawarkan untuk layanan home service, yaitu service di rumah pemilik kendaraan. Cafe yang biasa menjual produk minuman kopi dan minuman segar rekreasi semacamnya mulai menawarkan secara online produk minuman kesehatan tradisional dalam kemasan yang di delivery. Jamu sehat godog tinggal seduh, wedang uwuh mentah kering dalam kemasan, bubuk  kopi dengan kandungan ginseng atau jahe merah yang berkhasiat tinggal seduh, dll minuman ramuan bahan berkhasiat, pokoknya yang mengandung unsur kesehatan sangat bagus untuk ditawarkan sebagai minuman kesehatan alternatif obat atau supplemen kesehatan. Sangat mungkin semua perubahan layanan atau produk yang ditawarkan di masa sulit ini ternyata membekas di benak pelanggan dan selanjutnya orderan sejenis tetap akan ada walaupun masa pandemi covid 19 sudah berlalu. Karena layanan baru ini dirasakan lebih cepat, lebih privat, lebih nyaman oleh pelanggan. Yang penting, produk baru atau layanan baru tsb harus ditawarkan agar masyarakat luas aware. Ingat..bisnis baru ada sejak dilakukan penawaran.

Tetap berpikir positif untuk terus mencari jalan keluar. Kerja keras dan pemikiran pemilik usaha agar masih tetap bisa mempekerjakan karyawan tanpa harus sampai memecat mereka akan membawa amal ibadah tersendiri dimasa sulit ini. Anda adalah pengusaha yang menjadi agen perubahan dan sekaligus penyelamat rejeki orang lain, khususnya karyawan Anda. Anda akan sama bergunanya dengan para dokter, perawat dan tenaga kesehatan. Dalam kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk berdoa kepada Alloh SWT atas gugurnya putra putri terbaik bangsa dari kalangan dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang sedang berperang melawan serangan virus Covid-19. Semoga para almarhum dan almarhumah khusnul khotimah dan segala amal ibadahnya dilipat gandakan, ditempatkan di surgaMU sebagai pahala syuhada. Dan yang masih berjuang diberikan perlindungan, keikhlasan, semangat dan kesehatan agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga setelah "perang" ini selesai. Aamiin Ya Robbal Alamin. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)